
Setelah Davin menyelesaikan pekerjaannya. Akhirnya dia dan Kayra pulang. Mereka pulang agak malam dan sama-sama memasuki mobil yang kebetulan tidak ada yang melihat mereka ber-2 memasuki mobil.
" Kita cari makan dulu ya!" ucap Davin sembari membuka sabuk pengamannya. Kayra menganggukkan kepalanya yang menurut saja pada Davin.
Davin tersenyum dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan santai. Setibanya di lampu merah. Kayra yang duduk di sebelah Davin yang melihat ke arah jendela. Tiba-tiba melihat penjual onde-onde yang membuat Kayra tiba-tiba ingin memakannya. Karena terlihat ekspresi dari wajahnya yang tampak ngiler.
" Davin!" tegur Kayra.
Davin menoleh ke arahnya, " kenapa?" tanya Davin.
" Aku mau kesana sebentar!" jawab Kayra menunjuk pinggir jalan.
" Untuk apa?" tanya Davin.
" Mau beli makanan itu," jawab Kayra yang bicara sambil menelan salivanya.
" Sebentar lagi kita sampai. Kita makan di Restaurant saja," ucap Davin yang tidak ingin Kayra makan sembarangan.
" Mana ada di Restaurant makanan seperti itu. Lagian aku ingin memakannya bukan sebagai pengganjal perut," ucap Kayra yang mungkin Davin berpikiran Kayra itu kelaparan, makanya apa saja harus di makan Kayra untuk pengganjal perut.
" Iya nanti saja Kayra," sahut Davin yang tetap bersih keras menolak keinginan Kayra.
" Davin...., tapi aku mau makan itu. Aku benar-benar ingin memakannya," Kayra merengek dengan manjanya yang mendesak Davin.
" Ya sudah kamu tunggu sini. Biar aku saja yang beli," ucap Davin mengalah yang membuat Kayra langsung tersenyum. Dengan terpaksa Davin keluar dari mobil dan berlari untuk membelikan Kayra onde-onde yang Davin juga tidak tau makanan terbuat dari apa itu.
Kayra di dalam mobil sangat tidak sabaran ingin memakannya dan begitu gelisahnya menunggu Davin. Sampai akhirnya Davin tiba yang membuatnya tersenyum lebar yang seolah mendapat kan hadiah.
" Ini!" ucap Davin memberikan kantung plastik berwarna putih tersebut.
" Makasih," ucap Kayra yang benar-benar bahagia dan langsung memakannya dengan penuh kenikmatan. Davin hanya menghela napas merasa Kayra seperti orang kelaparan dan bahkan mulut Kayra berantakan dengan cairan gula merah di dalam onde-onde tersebut.
" Kamu mau?" tanya Kayra menawarkan Davin. Davin menggelengkan dengan menelan salivanya yang kenyang melihat Kayra yang makan dengan lahap. Dengan Davin yang tidak mau membuat Kayra malah senang. Karena makanan itu akan dia yang akan menghabiskannya sendiri.
Melihat mulut Kayra yang berantakan membuat Davin langsung mengambil tisu dan melap mulut tersebut.
" Jangan makan berantakan," ucap Davin pelan dengan wajah mereka yang saling melihat. Kayra mengangguk-angguk dengan tersenyum dan kembali melanjutkan makannya yang benar-benar nikmat.
" Apa seenak itu?" tanya Davin dengan suaranya yang begitu lembut.
__ADS_1
" Iya ini sangat enak dan kamu tidak akan pernah mendapatkan makanan ini di Restaurant mahal," ucap Kayra.
" Benarkah?" tanya Davin. Kayra mengangguk-angguk. Davin hanya menghela napas dan menonton Kayra yang sedang makan.
*********
Akhirnya mereka sampai di Restaurant yang pasti mewah untuk mengisi perut karena mereka mang belum makan. Pelayan sudah berdiri di dekat mereka yang menunggu Kayra dan Davin mengatakan apa yang mereka pesan. Karena Davin dan Kayra masih sama-sama membuka menu makanan.
" Saya pesan tenderloin steak 1 sama orens jus aja," ucap Davin dan pelayan wanita itu langsung menulis apa yang di inginkan Davin.
" Tidak ada steak daging unta ya mbak?" tanya Kayra yang membuat Davin terkejut.
" Kayra kamu bilang apa?" tahta Davin.
" Steak daging unta," jawab Kayra. Davin sampai menautkan ke-2 alisnya mendengar keinginan Kayra yang tidak masuk akal.
" Maaf mbak. Kami tidak menyediakan daging import," sahut pelayan itu.
" Maya iya tidak ada Restaurant semewah ini. Tidak ada daging unta," sahut Kayra yang begitu lemas.
" Mana ada Kayra! kamu itu jangan aneh-aneh," ucap Davin geleng-geleng.
Pelayan itu sampai pusing dengan permintaan Kayra yang ada-ada saja.
" Kayra mana ada," sahut Davin menekan suaranya yang menjawab pertanyaan Kayra.
" Semuanya tidak ada. Jadi apa yang ada," sahut Kayra kesal.
" Ya kamu pesan yang ada di menu!" ucap Davin yang lama-kelamaan kesal dengan Kayra.
" Tapi aku tidak ada yang selera sama sekali," sahut Kayra.
Huhhhhh, Davin menghela napasnya panjang kedepan, " mbak pesanan saya saja dulu. Saya sudah begitu lapar, nanti istri saya menyusul pesanannya," ucap Davin.
" Baik pak," jawab pelayan tersebut dan langsung pergi.
" Kayra kamu pesan yang lain buruan!" ucap Davin. Kayra menggeleng yang tidak bersemangat.
" Kamu tidak mau makan?" tanya Davin.
__ADS_1
" Hanya mau memakan apa yang aku bilang tadi," jawab Kayra.
" Kayra kan sudah di katakan tidak ada," sahut Davin.
" Ya sudah kalau tidak ada!" sahut Kayra dengan kemas yang bersandar pada kursi dengan ke-2 tangannya di lipat di dadanya dan jangan tanya wajahnya seperti apa. Cemberut yang ngambek seperti anak kecil yang membuat Davin bisa gila.
" Kenapa sih nih anak. Ada-ada saja yang di inginkannya?" batin Davin yang seperti menghadapi anak kecil.
Davin mengambil handphonnya dan terlihat mengetik pesan.
" Kamu cari di semua Restaurant, steak daging unta dan rendang ati unta," tulis Davin mengirim pada Reyhan.
Reyhan yang membaca pesan dari bosnya hanya menghela napas. Semakin lama bosnya semakin aneh yang menyuruhnya mencari apa yang tidak mungkin di temukan.
Makanan Davin sudah datang. Karena lapar Davin pun makan sembari sekali-kali melihat Kayra masih dengan wajahnya yang di tekuk yang sama sekali tidak selera dengan makanan Davin. Walau Davin sengaja makan dengan gaya berlebihan agar Kayra ngiler. Namun sayang hal itu sama sekali tidak di lirik Kayra.
" Kau yakin tidak mau makan?" tanya Davin. Kayra menggelengkan kepalanya.
" Davin!" tegur Kayra.
" Hmmmm!" Davin menjawab hanya dengan deheman saja.
" Apa ikan hiu bisa di makan?" tanya Kayra tiba-tiba membuat Davin melihat Kayra dengan serius.
" Yang ada kau yang di makannya," sahut Davin menekan suaranya yang begitu kesal dengan pertanyaan Kayra.
" Kan aku hanya bertanya. Tiba-tiba saja aku ingin memakannya," sahut Kayra dengan santainya.
Selera makan Davin benar-benar hilang dengan keanehan Kayra yang luar biasa yang entah kerasukan apa.
" Sekalian aja. Kau juga makan, ikan lumba-lumba, ikan piranha dan putri duyung," sahut Davin dengan penuh emosi yang sejak tadi dirinya teruji.
" Bicara soal putri duyung aku jadi ingin berenang bersama putri duyung," sahut Kayra dengan polosnya.
Davin menghela napasnya. Yang pasrah dengan Kayra yang bicaranya semakin lama semakin mengarah entah kemana.
" Kira-kira di mana ya Davin. Bisa berenang bersama putri duyung?" tanya Kayra dengan semangatnya yang seolah begitu serius.
" Di dasar lautan yang paling dalam. Kau mau kuantarkan?" tanya Davin yang menahan dirinya. Dan dengan bangganya Kayra menganggukkan kepalanya dengan cepat. Davin harus pasrah dengan kelakukan sang istri.
__ADS_1
Bersambung.