Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 130 Hadiah lucu.


__ADS_3

Setelah kepergian Pricilla. Davin langsung memasuki kamar di mana istrinya menunggu. Yang apa lagi jika Kayra tidak menguping tadinya dan bahkan sampai Kayra tidak menyadari Davin membuka pintu dan Kayra masih berada di depan pintu membuat Kayra terkejut melihat suaminya itu.


" Menguping!" tebak Davin dengan menaikkan 1 alisnya.


" Tidak! siapa yang menguping," sahut Kayra mengelak dengan menggelangkan kepalanya. Davin menatapnya dengan penuh kecurigaan yang pasti tidak percaya dengan kata-kata istrinya itu dan Davin langsung menjewer telinga Kayra.


" Auhhhh, Davin sakit!" keluh Kayra memegang telinganya.


" Sudah ketahuan menguping masih aja mengelak dasar kebiasaan," geram Davin menjewer lembut telinga itu.


" Davin sakit, aku tidak menguping," Kayra tetap saja mengelak dengan mengusap-usap telinganya.


" Lihatlah masih saja mengelak, benar-benar," geram Davin yang ingin menjewer Kayra lagi. Namun Kayra langsung memeluk Davin.


" Maaf! jangan jewer lagi sakit!" keluh Kayra dengan suara manjanya yang memeluk Davin. Agar Davin tidak menjewer nya lagi. Davin tersenyum dan ikut memeluk Kayra dengan erat.


" Baiklah aku tidak akan menjewer mu lagi. Makanya jangan suka menguping," ucap Davin.


" Apa salahnya menguping kan kamu suamiku. Jadi seharunya tidak masalah," sahut Anna.


" Terserah kamu saja. Mau menguping atau tidak. Tapi jika ingin mendengarkan pembicaraan ku dengannya sebaiknya jangan menguping. Kamu di sampingku saja. Biar lebih jelas mendengarnya," ucap Davin.


" Aku tidak mau," jawab Kayra.


" Kenapa?" tanya Davin.


" Ya karena tidak mau saja harus bertatapan dengannya. Matanya itu membuat aura negatif padaku. Jadi Sorry dia bukan tandinganku," sahut Kayra.


" Iya aku paham itu," sahut Davin tersenyum lebar dan melepas pelukannya dari Kayra.


" Kenapa lama sekali datangnya?" tanya Davin membelai-belai rambut Kayra.


" Kau yang membuatku lama datang," jawab Kayra dengan menarik ujung bibirnya keatas.


" Baiklah yang penting kamu sudah ada di sini," ucap Davin yang begitu bersemangat melihat ke datangan Kayra. Padahal mereka selalu bersama. Namanya juga Davin bucin jadi lagi pengen dekat-dekat terus dengan istrinya.


" Kamu tampak lelah. Apa pekerjaan sebanyak itu?" tanya Kayra memperhatikan wajah suaminya.


" Sangat banyak membuat kepalaku pusing," jawab Davin apa adanya.


" Mau aku pijit tidak?" tanya Kayra.


" Kamu bisa?" tanya Davin menganggap remeh.


" Spele kepadaku. Ayo aku pijat," ajak Kayra memegang tangan suaminya mengajak untuk duduk di atas rajang.


Kayra duduk dengan ke- 2 kakinya di lipat kebelakang dan Davin yang sudah berbaring meletakkan kepalanya di antara ke-2 kaki itu yang sudah di alasi bantal yang mana Kayra langsung memijat kepala.


" Bagiamana apa pijatannya enak?" tanya Kayra.

__ADS_1


" Lumayanlah," jawab Davin.


" Seharunya jangan menjawab lumayan," sahut Kayra.


" Lalu apa?" tanya Davin melihat ke arah Kayra yang wajahnya ada di atasnya.


" Bilang sangat enak dan kamu paling pintar dalam memijat," jawab Kayra membuat Davin mendengus.


" Itu kemauan kamu bukan aku," sahut Davin.


" Isssshh, apa salahnya," sahut Kayra dengan wajahnya yang cemberut.


" Baiklah pijatan sangat enak," sahut Davin membuat Kayra tersenyum lebar.


" Kayra!" tegur Davin.


" Hmmm, kenapa?" tanya Kayra.


" Apa kau menyukai apa yang aku berikan tadi pagi?" tanya Davin.


Kayra mengangguk tersenyum lebar, " bunganya sangat harum, sarapannya sangat lekat, aku menyukai semuanya. Namu harus repot setelah itu," ucap Kayra yang mengubah senyum menjadi wajah males.


" Kenapa?" tanya Davin.


" Aku harus membersihkan kamar mandi setelah menikmati semuanya. Issss, kau pasti sengaja melakukannya," ucap Kayra. Davin tersenyum mendengarnya.


" Lalu apa itu mengubah mood mu?" tanya Davin dengan menaikkan alisnya.


" Oh iya aku ada sesuatu untukmu," ucap Kayra tiba-tiba mengingat sesuatu.


" Apa itu?" tanya Davin penasaran.


" Tunggu sebentar!" sahut Kayra mengangkat kepala Davin dengan lembut dari pangkuannya dan langsung mengambil tasnya. Namun Davin langsung duduk yang menunggu Kayra.


Kayra mengambil benda kecil dari dalam tasnya dan langsung duduk di hadapan Davin.


" Ini!" ucap Kayra menunjukkan gelang couple yang berwarna hitam yang begitu unik. Davin melihatnya hanya mendengus tersenyum.


" Kamu memakai 1 dan aku memakai satu," ucap Kayra begitu senangnya yang langsung memakaikan ke tangan Davin.


" Ayo pakaikan punya ku!" ucap Kayra lagi yang meminta di pakaikan dan Davin harus melakukan itu.


" Cocok bukan?" tanya Kayra memperlihatkan lengannya dan lengan Davin yang sudah terpasang gelang itu.


" Kau pernah pacaran tidak?" tanya Davin tiba-tiba.


" Kenapa mengatakan seperti itu?" tanya Kayra heran.


" Biasanya anak-anak remaja yang alay-alay yang menggunakan barang couple seperti ini. Dan sepertinya kau itu sering gonta-ganti pacar saat masih remaja. Makanya punya kepikiran seperti ini," ucap Davin merasa lucu jika dia harus memakai benda couple dengan istrinya.

__ADS_1


" Sembarangan bicara. Siapa yang gonta-ganti pacar. Lagian aku masih muda, usiaku 20 tahun. Kau saja yang tua. Jadi sedikit kolot," ucap Kayra dengan kesalnya.


" Kalau tidak percaya kamu lihat saja, anak-anak SMA itu yang samaan dengan pacarnya. Jadi kamu sama alay nya dengan mereka," ucap Davin.


" Issss, mengejek terus. Ini itu berbeda, jangan samain. Ya sudah kalau tidak mau aku buka lagi," sahut Kayra dengan kesal menarik dari tangan Davin. Namun Davin menghentikannya.


" Jangan mengambil sesuatu yang sudah di berikan," ucap Davin menatap dalam-dalam Kayra.


" Makanya jangan banyak protes. Aku hari ini sangattttttt bahagia dengan apa yang kamu lakukan pada ku hari ini. Jadi sewaktu aku mau kekantor benda mencuri perhatian ku dan aku ingin membelinya. Kita tidak punya barang samaan. Jadi aku ingin membeli untuk kita berdua. Supaya kamu terus mengingatku," ucap Kayra yang bicara begitu serius. Davin tersenyum mendengarnya dan membawa Kayra kepangkuannya.


Kayra heran namun mengalungkan tangannya keleher Davin.


" Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu," ucap Davin dengan membelai-belai rambut Kayra.


" Katakan ada apa?" tanya Kayra yang begitu penasaran.


" Yang pertama. Kau begitu cantik hari ini. Tidak biasanya kekantor seperti ini. Apa ini sengaja?" tanya Davin.


" Iya aku memang sengaja berpenampilan beda untuk mencuri perhatianmu," jawab Kayra. Mendengar hal itu membuat senyum Davin tidak pernah hilang.


" Lalu apa lagi yang ingin kau sampaikan?" tanya Kayra.


" Aku ingin mengatakan jika aku......"


Dratttt Dratttt Dratttt


Ponsel Kayra tiba-tiba berdering membuat Davin tidak jadi melanjutkan kalimatnya dan Kayra pun langsung melihat panggilan masuk itu.


" Mama Susan!" ucap Kayra.


" Jangan dia angkat!" ucap Davin.


" Tapi Davin. Siapa ada hal penting. Mama juga tidak pernah menelepon," ucap Kayra.


" Penting itu paling masalah uang," sahut Davin yang sudah tau.


" Tidak apa-apa diangkat saja," sahut Kayra. Davin menghela napas dan mengiyakan saja.


" Hallo mah kenapa?" tanya Kayra.


" Apah!" wajah Kayra begitu panik ketika mendengar perkataan namanya.


" Baiklah mah. Kayra akan segera kesana," jawab Kayra dengan paniknya.


" Ada apa Kayra?" tanya Davin dengan serius.


" Silvia mengalami kecelakaan dan sekarang si rumah sakit," jawab Kayra dengan suara bergetarnya. Davin juga terkejut mendengarnya.


" Ya sudah sekarang kita kesana," ucap Davin.

__ADS_1


Kayra mengangguk dan mereka buru-buru untuk pergi melihat Silvia yang berada di rumah sakit.


Bersambung.


__ADS_2