Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 163


__ADS_3

Dengan air matanya yang tidak berhenti. Pakaian itu sudah di masukkan semuanya kedalam koper. Kayra menghela napasnya perlahan kedepan dengan menyeka air matanya dan Meres koper itu dan saat itu pintu kamar terbuka dan terlihat Davin yang terkejut melihat Kayra sudah selesai mengemasi barang-barangnya.


"Kayra apa yang kau lakukan. Kau jangan seperti ini," ucap Davin yang mencoba mencegah Kayra. Namun Kayra menepis tangannya.


"Tugas ku sudah selesai. Jadi kau bisa bebas tanpa memikirkan ku. Ya walau kau tidak pernah memikirkanku. Tapi sekarang kau bisa lebih leluasa bersamanya," ucap Kayra menurunkan kopernya dari tempat tidur dan pergi melewati Davin.


Davin langsung menghentikannya, "kau tidak bisa pergi begitu saja. Kayra aku kembali. Karena aku tidak ingin pernikahan kita berakhir. Aku mohon jangan egois. Kau sedang mengandung dan kau tidak bisa pergi dariku," ucap Davin memegang ke-2 bahu Kayra.


"Aku cukup kaget. Kau masih mengingat jika aku sedang hamil. Aku pikir kau melupakannya. Jika ada janin di dalam rahimku. Makanya kau bisa berbuat seenakmu dan menyakitinya. Tetapi sekarang lupakan. Jika aku hamil. Karena aku akan pergi bersamanya dan tidak akan pernah menginjinkan untuk melihatnya," ucap Kayra menekan suaranya.


"Apa yang kau katakan. Kau mau membawa anak kita. Kayra dia darah dagingku dan aku tidak akan membiarkanmu pergi dengan anak kita. Kau tidak bisa egois seperti ini," ucap Davin menegaskan.


"Aku punya hak. Karena kau sudah menyia-nyiakanya dan tadi sudah kesempatan yang terakhir. Mau kau mengatakan apapun. Aku akan tetap bercerai darimu," tegas Kayra dengan sorot matanya yang tajam dan menepis tangan Davin dari bahunya. Lalu pergi dari hadapan Davin.


Davin menahannya dengan menendang koper Kayra. Lalu mendorong Kayra kedingding, menghimpit Kayra dengan ingin mencium Kayra. Namun Kayra langsung mengalihkannya wajahnya kesampingnya.


"Jangan menyentuhku Davin. Aku bukan istrimu lagi," ucap Kayra.


"Kayra jika kau pergi. Karena opini mengenai perasaanku. Itu kesalahan pikiranmu. Seharusnya kau sudah berpikir. Kenapa aku bisa kembali detik ini kepadamu. Kayra jangan pergi," tegas Davin membuat Kayra kembali melihat ke arah Davin dengan mata mereka yang saling bertemu.


"Aku akan pergi dan tidak akan kembali lagi. Mau apapun yang kau katakan. Sudah tidak ada artinya. Mau apa yang kau lakukan. Sudah tidak berati. Batas lelahku sampai di sini. Aku ingin hidup bahagia bersama anakku dan tanpa dirimu," tegas Kayra dengan air matanya yang menetes kembali. Begitu juga dengan Davin yang matanya berkaca-kaca.


"Tolong Davin beri aku kebahagiaan dengan jalanku sendiri. Kau masih ingat dengan janjimu waktu itu. Setelah semuanya selesai aku akan pergi dengan kebahagian. Kau menjadikan aku kebahagiaan. Jadi aku mohon lepaskan aku. Tugasku sudah selesai dan kita sudah impas," tegas Kayra dengan suara pelannya.


Davin memegang kedua pipi Kayra dengan mengecup bibir Kayra dan melepasnya kembali.


"Kau boleh pergi setelah melakukannya denganku dan aku yakin kau akan mengubah keputasanmu. Karena kau akan tau bagaimana perasaan ku sebenarnya kepadamu," ucap Davin yang langsing mencium bibir Kayra dengan dalam-dalam.


Kayra tidak melakukan penolakan saat Davin membungkam mulutnya dengan ciuman panas. Davin menuntun Kayra berjalan ke atas ranjang dan langsung membaringkan perlahan Kayra dengan mengusap-usap punggung Kayra.


Tangan Davin tidak tinggal diam yang perlahan menurunkan dress Kayra. Davin juga membuka satu-satu persatu kancing kemejanya dengan ciuman panas yang sudah turun di leher jenjang Kayra.

__ADS_1


Tidak lama pasangan yang masih menjadi suami istri itu sudah sama-sama polos dengan Davin yang melakukan penyatuan pada Kayra membuat air mata Kayra menetes.


"Jangan pergi Kayra, aku mohon!" pinta Davin berbisik di telinga Kayra dengan suara seraknya.


"Aku menerima dirimu. Karena menjadikan yang terakhir sebagai istrimu," jawab Kayra dengan tangannya yang meremas seprai.


Walau apapun keributannya pada Davin. Hubungan intim itu sangat di nikmatinya. Dan Davin seolah tau Kayra tidak akan mengubah keputusannya masih berusaha untuk membujuk Kayra dengan berbagai sentuhan yang membuat Kayra mengeluarkan suara-suara indah. Tidak tau itu semakin menyakitkan pada hatinya atau tidak. Tetapi air matanya tidak hentinya keluar saat itu.


***********


Setelah percintaan itu Kayra dan Davin yang tidak tau terlewatkan beberapa jam membuat Davin tertidur lelap.


Kayra keluar dari kamar mandi dengan menggunakan dress rajut lengan panjang selututnya dengan rambutnya yang masih basah. Kayra melihat ke arah Davin yang tertidur membuat Kayra mendekatinya dan duduk di samping Davin.


Kayra menatap suaminya itu sedikit lama. Lalu akhirnya mencium keningnya dengan lembut. Tidak hanya itu Kayra juga mencium pipinya, hidungnya dan berakhir di bibir Davin.


"Terima kasih Davin atas semua yang kau berikan kepadaku. Aku bahagia mendapatkannya. Tetapi sekarang kau berhak bahagia dengan pilihanmu. Biarlah hanya aku yang mencintaimu," ucap Kayra dengan lembut yang mengeluarkan cincin dari jari manisnya meletakkannya di atas nakas.


**********


Mentari pagi kembali tiba. Kamar pasangan suami istri itu terlihat berantakan dengan pakaian Davin yang berserakan di lantai. Sinar matahari yang cerah membuat Davin membuka matanya.


Davin langsung menoleh ke sampingnya dan kosong. Tidak ada Kayra yang sudah bercinta tadi malam dengannya.


" Kau tidak mungkin pergi!" lirih Davin yang langsung duduk dengan memijat kepalanya.


Davin menoleh kearah nakas dan melihat ada cincin, 3 kartu limited edition yang di berikan Davin dan amplop yang berisi surat.


"tidak mungkin Kayra!" lirih Davin memegang cincin pernikahan itu yang pasti punya Kayra.


" Argggghhh!" teriak Davin dengan suaranya yang menggelar dengan mengacak rambutnya frustasi.

__ADS_1


************


Setelah Davin memakai pakaiannya tanpa bersih-bersih. Davin melihat lemari Kayra benar-benar kosong lemari itu yang artinya Kayra memang pergi.


"Sial!' umpat Davin dengan berdesis yang langsung keluar dari kamar dan saat menuruni anak tangga Davin berpapasan dengan Oma.


"Di mana Kayra?" tanya Davin pada Omanya.


Oma tidak menjawab dan langsung pergi dari hadapan Davin.


"Oma!" panggil Davin yang semakin gila dengan kehilangan Kayra.


"Kau tidak bisa pergi dari Kayra. Kau tidak bisa melakukan ini dan membawa anak kita. Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi," ucap Davin yang langsung buru-buru keluar rumah dan di luar ada Reyhan yang langsung menundukkan kepalanya.


"Bos Davin dari tadi pihak rumah sakit menghubungi saya," ucap Reyhan.


"Cari Kayra!" titah Davin.


"Memang Nona Kayra kemana?" tanya Reyhan.


"Jangan bertanya. Aku bilang cari!" teriak Davin dengan suaranya yang menggelegar.


"Tapi bagaimana dengan nona Pricilla yang operasi saat ini," sahut Reyhan.


Davin yang emosi langsung menarik kerah baju Reyhan.


"Kau tidak mendengarku Reyhan. Aku bilang cari Kayra sampai ketemu dan bawa kerumah ini. Aku tidak peduli dengan Pricilla. Apa kau paham!" teriak Davin membuat Reyhan jadi takut-takut.


"Ba-baik bos," sahut Reyhan yang jadi ketakutan dan langsung pergi.


"Argggghhh, Kayra kenapa kau pergi. Kenapa tidak mendengarku Kayra!" umpat Davin mengusap wajahnya kasar dan meremas rambutnya yang bisa gila yang akhirnya kehilangan Kayra yang pasti tidak di sangka nya jika Kayra benar-benar pergi.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2