Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 196


__ADS_3

Davin menyetir yang Kayra ada di sampingnya dan pasti Brian duduk di belakang yang sadari tadi bernyanyi kegirangan.


"Kita mau kemana hari ini pah?" tanya Brian.


"Kerumah papah," jawab Davin membuat Brian heran dan Kayra di sebelah Davin hanya diam tanpa mengeluarkan suara apa-apa.


"Oh iya, memang rumah papa di mana?" tanya Brian.


"Nanti Brian juga tau," sahut Davin.


"Memang di boleh sama mama kerumah papa?" tanya Brian. Davin diam.


"Mama boleh kerumah papa?" tanya Brian.


"Duduk yang benar Brian. Biar cepat sampai," sahut Kayra yang memberi jawaban tidak tepat.


"Baik mah," sahut Brian yang duduk dengan benar.


Tidak lama akhirnya mobil Davin berhenti di kediaman Davin. Kayra terlihat begitu gugup dari luar rumah itu tidak berubah sama sekali masih sama dengan di tinggalkannya 5 tahun lalu.


"Ayo Brian kita turun!" ajak Davin.


"Ini rumah papa?" tanya Brian yang melihat dari jendela.


"Benar ini rumah papa," sahut Davin.


"Wau besar sekali. Seperti istana," sahut Brian dengan kagumnya.


"Ya sudah sekarang ayo masuk. Yang lain sudah menunggu Brian," sahut Davin tersenyum dan Brian mengangguk.


"Ayo turun Kayra!" ajak Davin yang melihat Kayra masih diam dan tidak membuka sabuk pengamannya.


"Aku menunggu di mobil saja," ucap Kayra yang menolak untuk turun.


"Kamu harus masuk. Jangan menunggu di mobil. Nanti apa kata Brian," ucap Davin membuka saefty belt nya dan langsung keluar dari mobil. Kayra menghela kasar napasnya dan mau tidak mau dia juga harus keluar dari mobil dengan terpaksa.


Setelah keluar dari mobil. Kayra menggenggam tangan Brian dan mengikuti Davin memasuki rumahnya. Kayra memang sangat gugup yang akhirnya setelah 5 tahun kembali lagi menginjakkan kakinya di rumah itu dan kelas dia sangat dek-dekan.


"Selamat siang semuanya," sapa Davin saat memasuki rumah.


Oma Elisabeth, Altarik, Mesya, Giselle dan Zoy yang berada di ruang tamu melihat ke arah Davin dan Kayra dan juga Brian. Mereka semua berdiri dengan penuh keheranan. Kenapa Davin membawa Kayra pulang dan pasti banyak pertanyaan bagi mereka mengenai anak kecil yang tampan itu.


"Davin, Kayra," sahut Oma.

__ADS_1


Davin menghela napasnya dan melangkah mendekati orang-orang yang penuh dengan pertanyaan itu dan Kayra pun mengikuti yang mana mereka semua sudah berhadapan.


"Kayra kamu berkunjung kemari?" tanya Oma dengan ramah. Kayra mengangguk dengan tersenyum tipis.


"Mama siapa mereka?" tanya Brian pelan.


"Brian ini itu orang tua papa dan ini Oma papa," jawab Davin.


Kata papa membuat Oma dan yang lainnya terkejut dan saling melihat. Anak kecil itu yang memanggil papa pada Davin.


"Pah ini Brian anakku dan Kayra," ucap Davin yang memperkenalkan yang membuat Altarik terkejut dan pasti tidak menyangka.


"Anak kamu?" tanya Altarik yang terlihat terharu. Davin menganggukkan kepalanya.


"Ini cucu papa?" tanya Altarik lagi yang tidak percaya sampai Altarik berlutut di depan Bria dengan memegang ke-2 bahu Brian yang mana tangan Altarik begitu bergetar. Dan Brian sendiri kebingungan dengan melihat ke arah mamanya.


"Ya ampun cucuku tampan sekali," ucap Altarik yang langsung memeluk Brian yang terlihat sangat bahagia dengan kehadiran cucunya. Davin tersenyum melihatnya dan Zoy juga tersenyum.


"Jadi ini anak Kayra, jadi selama ini kandungannya baik-baik saja dan bahkan anaknya sangat tampan dan tumbuh begitu sehat. Kayra benar-benar wanita hebat," batin Zoy yang ikut terharu.


"Anak tampan nama kamu siapa tadi?" tanya Altarik yang sudah melepas pelukan itu.


"Brian," sahut Brian.


Brian melihat ke arah Kayra. Karena harus minta izin supaya Kayra tidak marah dan Kayra mengangguk yang memberikan izin.


"Jadi kakek Brian?" tanya Brian. Altarik mengangguk.


"Wau jadi Brian punya kakek lagi, kalau begitu nenek Brian mana?" tanya Brian.


"Itu!" tunjuk Altarik pada Mesya yang berdiri di belakangnya dan Mesya terlihat mengkerutkan dahinya.


"Nenek!" sapa Brian melepas tangannya dari Kayra dan menghampiri Mesya. Lalu memegang tangan Mesya dan sepertinya Mesya malah seperti orang yang takut.


"Jadi ini nenek Brian. Kalau begitu ayo gendong Brian. Soalnya Brian tidak punya nenek," ucap Brian membuat Mesya panik.


Sementara Zoy dan Giselle yang di samping Mesya menahan tawa mereka melihat eksperesi mama mereka.


"Ayo Mesya. Kenapa diam saja. Dia itu cucu kamu," sahut Elisabeth.


"Tapi mah, badanku bisa encok," sahut Mesya menolak.


"Tidak akan nenek, Brian ringan kok," sahut Brian.

__ADS_1


"Aku tidak setua itu, jangan memanggilku nenek," sahut Mesya sangat risih dengan panggilan itu.


"Mesya kamu itu apa-apaan sih. Kamu sudah mempunyai cucu. Jadi harus di panggil nenek lah, kamu ini menolak tua," sahut Altarik geleng-geleng.


"Tapi mas," sahut Mesya tidak menerima dirinya di anggap nenek-nenek.


"Buruan nenek gendong Brian," rengek Brian.


"Brian sudah ayo kemari. Jangan memaksa seperti itu," sahut Kayra.


"Baik mah," sahut Brian yang lesu yang tampaknya kecewa.


"Sini di gendong. Tapi cuma 30 detik," sahut Mesya yang bisa-bisanya mengalah demi Brian.


Brian kegirangan dan langsung di gendong Mesya yang membuat Brian begitu bahagia. Zoy dan Giselle tidak henti-hentinya tertawa dengan mamanya yang bisa tidak berkutik karena anak kecil.


Elisabeth tersenyum dan dia mendekati Kayra dengan memegang tangan Kayra.


"Oma senang Kayra dengan kamu yang mau datang kerumah kami lagi bahkan menunjukkan Brian kepada kami," ucap Oma yang memang sangat terharu dengan keputusan Kayra.


"Aku hanya ingin Brian tau siapa keluarganya," sahut Kayra.


"Makasih Kayra. Kami pasti ikut menjaga Brian," sahut Altarik. Kayra hanya menganggukkan kepalanya saja dan melihat kearah Brian yang memang sangat happy.


"Tanya ini siapa pah?" tanya Brian pada Davin.


"Itu Tante Giselle adik papa," jawab Davin.


"Ayo Tante gantian gendong," sahut Brian berpindah tempat yang pasti itu membuat Mesya lega dan bahkan baru bisa bernapas. Dan Giselle juga yang menggendong Brian terlihat terpaksa.


"Brian tidak berat. Jangan mengeluh seperti itu wajahnya," sahut Brian mengundang tawa semua orang dan Giselle hanya kesalnya.


"Apa Tante yang ini juga adik papa?" tanya Brian melihat Zoy.


"Iya Brian," sahut Davin.


"Mau tidak gendong Brian?" tanya Brian.


"Baik tidak masalah," sahut Zoy yang sepertinya paling mudah dan sangat tulus. Brian tersenyum yang langsung berpindah pada Zoy yang membuat Giselle lega.


"Benar kata Brian. Tidak berat sama sekali," ucap Zoy tersenyum membuat Brian tertawa-tawa.


Davin melihat ke arah Kayra yang juga mengeluarkan senyum tipis. Kayra pasti bahagia dengan Brian yang bahagia dan sepertinya keluarga Davin sangat welcome pada Brian dan terlihat begitu bahagia dengan hadirnya Brian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2