Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Eps 11. Laura dan Davin


__ADS_3

Melihat Kayra yang mengejar Davin membuat Silvia kesal, dia sewotnya minta ampun.


" Issss, kegatelan benget sih," ucap Silvia sewot melihat kepergian Kayra yang mengejar Davin.


" Mama kenapa sih, kasih dia cowok kayak gitu. Seharusnya mama bilang dulu sama aku siapa yang mau jodohin sama Kayra. Kalau orangnya kayak dia kan Silvia juga mau, karena jelas dia begitu tampan dan tubuhnya juga begitu bagus," ucap Silvia yang serakahnya minta ampun.


" Silvia, mama mana tau kalau kamu mau sama dia. Lagian setiap mama tanya kamu, kamu selalu menolak dan bahkan tidak mau melihat orangnya sudah menolak. Ya jadi ngapain juga mama kasih tau kamu lagi, mama capek," ucap Susan.


" Ya kalau orangnya kayak dia beda dong ma, mama nggak lihat apa dia berasal dari pabrik mana. Lihat dong ma, dia itu tampan dan tajir kan sekarang jadi sama Kayra kan sayang mama," rengek Silvia.


" Udahlah yang penting dia bisa menjadi bahan uang kita dan masalah kamu. Kamu santai saja. Nanti mama akan cari yang lebih tampan dan lebih kaya lagi," ucap Susan menjanjikan.


" Tapi aku mau yang itu," ucap Silvia.


" Kamu jangan aneh-aneh Silvia. Kamu jangan membuat gara-gara ya yang pada akhirnya semuanya berantakan," ucap Susan mengingatkan.


" Kalau batal nikah sama Kayra, lalu sama aku di gantikan tidak ada masalah," sahut Silvia.


" Sudah, mama bilang kamu jangan berbuat aneh-aneh. Lihat uang di depan mata kita. Jadi nikmati aja semuanya," ucap Susan menegaskan memberi peringatan pada Silvia dan Susan pun langsung pergi.


" Aisssssssss, kenapa sih harus dia. Enak banget hidup dia setelah ini. Belum nikah aja. Semuanya sudah di berikan Pria itu bahkan nikahnya sampai di Singapura dan pasti dia di jadikan Ratu. Issss, kenapa jadi nasibnya yang enak dan sementara aku tidak," batin Kayra Silvia dengan wajahnya yang kesal dan tidak terima dengan kebahagian Kayra yang tidak di sangka-sangkanya.


**********

__ADS_1


Kayra pun menyusul Davin keluar dari rumah di mana Reyhan sedang membukakan pintu mobil untuk Davin.


" Hey, tungg!" Panggil Kayra dan Davin tidak jadi masuk dan melihat ke arah Kayra.


" Ada apa lagi ?" tanya Davin yang menghadap Kayra.


" Kemarin kau belum menjawab pertanyaan mu. Berapa lama kita akan menikah?" tanya Kayra yang ingin kepastian.


" Apa itu penting untukmu?" tanya Davin. Kayra mengangguk. Davin mengusap mulutnya dengan napasnya berat. Lalu berkacak pinggang dengan memajukan wajahnya pada Kayra membuat Kayra refleks mundur kebelakang.


" Kau dengar Kayra aku juga tidak ingin menikah lama-lama denganmu. Pernikahan kita akan berakhir setelah aku mendapat apa yang aku mau dan kau tenang saja semuanya hanya beberapa bulan. Jadi jangan tanya lagi," ucap Davin menegaskan.


" Lalu bagaimana jika tujuanmu tidak tercapai?" tanya Kayra.


" Sudahlah, aku masih banyak pekerjaan. Sampai ketemu di altar pernikahan," ucap Davin yang langsung memasuki mobil. Rayhan menutup pintu mobil dan menundukkan kepala kepada Kayra. Lalu iya pun ikut menyusul.


" Kenapa aku tidak yakin kepadanya," batin Kayra yang merasa ragu dengan pernikahannya.


*********


Kayra hari ini menuju rumah sakit di mana papanya di rawat. Kayra memasuki kamar perawatan papanya. Dia sudah berusaha banyak dengan menuruti ibu tirinya memeras banyak Pria demi fasilitas dan pengobatan yang terbaik untuk papanya.


Tetapi nyatanya ruangan perawatan itu hanya sederhana dan pengobatan yang di lakukan juga tidak banyak. Ya karena hasil kerjanya hanya untuk memenuhi kebutuhan kemewahan ibu dan kakak tirinya yang tetap ingin hidup glamor.

__ADS_1


Dengan langkah yang pelan Kayra duduk di kursi yang ada di samping papanya itu. Kayra langsung mengambil tangan sang papa dan menggebggam dengan ke-2 tangannya meletakkan di pipinya.


" Kayra tidak tau pa. Jalan ini yang terbaik atau tidak. Tetapi mungkin ini jalan yang bisa membuat Kayra lepas dari semua ini. Untuk yang pertama kalinya Kayra harus mempercayai Davin dan Kayra berharap dia menepati janjinya. Kayra tidak apa-apa pa, jika harus mengorbankan diri untuk menikah. Kayra tidak masalah pah, jika itu harus terjadi. Asalkan papa bisa cepat sembuh," ucap Kayra dengan matanya yang berkaca-kaca berbicara pada Pria yang tidak sadarkan diri itu.


" Kayra minta doanya dari papa. Agar Kayra bisa menjalani semuanya. Setelah semuanya selesai, kita pasti akan hidup damai dan mama Susan tidak akan mengancam Kayra terus menerus. Kayra melakukan ini hanya untuk papa dan demi kesembuhan papanya Doakan Kayra ya pa," ucap Kayra yang meminta restu untuk pernikahannya.


Kayra tidak punya pilihan lain dia hanya bisa pasrah dengan segala kehidupan yang di dapatkannya. Dia selalu menganggap jika itu adalah takdirnya dan pasrah dengan kehidupannya.


Kayra yang sedih meletakkan kepalanya di samping papanya dengan air matanya yang menetes. Dia sebenarnya tidak ingin menangis saat bertemu papanya. Tetapi kesedihan hatinya membuat air mata itu harus menetes.


**********


Davin berada di dalam kamarnya yang duduk di atas sopa dengan satu kakinya berada di atas pahanya dan tangannya memegang gelas yang berisi vodca separuh. Dengan menyunggingkan senyumnya Davin meneguk sedikit minuman beralkohol itu.


" Akhirnya aku akan menjadi CEO utama di Perusahaan. Ini yang aku tunggu-tunggu. Menjadi CEO utama. Tidak sulit mengatur semuanya. Hanya dengan menikah dan aku akan langsung mendapatkan apa yang aku mau. Ya semuanya benar-benar mudah," batin Davina yang merayakan keberhasilannya sendiri.


" Ya untuk wanita itu ya gampang lah. Pernikahan itu hanya kontrak yang tidak ada apa-apanya. Jadi tidak ada yang di pikirkan. Hanya pernikahan kontrak saja. Dan bercerai setelah semuanya beres dan dia juga mendapat bagiannya. Jadi tidak ada yang dirugikan. Justru aku memberi banyak keuntungan kepadanya. Wanita itu seharusnya berterima kasih kepadaku," batin Davin yang kembali minum yang benar-benar menikmati keberhasilannya.


" Dan untuk kalian saudara-saudara tiriku. Aku bukan tandingan kalian. Kalian harus lebih banyak berusaha lagi. Perusahaan itu hanya milikku, meski kalian berusaha untuk melakukan banyak cara agar aku tidak memilikinya. Tetapi kodratnya Perusahan itu adalah milikku," batin Davin dengan tersenyum miring.


Davin juga Pria yang begitu ambisius, meski mendapat kedudukan tinggi di perusahaan. Tetapi Davin masih belum puas dan ingin memiliki perusahaan yang mana nama perusahan harus di alihkan kepadanya dengan namanya yang tertulis jelas Davin Altarik Pramana.


Davin juga tidak bodoh-bodoh amat. Dia juga tau ibu tirinya dan saudara-saudara tirinya juga ingin mengambil Perusahan itu. Ya namanya juga Davin dia tau segalanya yang di dunia ini hanya mengejar kekayaan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2