
Kayra sudah merasa enakan. Dan lebih memilih untuk di rawat di rumah. Kayra awalnya merasa sudah pulih dan ingin menjalankan tugasnya sebagai seorang Dokter. Namun Aris harus tegas dengan Kayra dan tidak memperbolehkan Kayra kerja dan cuti beberapa hari untuk istirahat di rumah dan Kayra mau tidak mau harus istirahat di rumah.
Sementara di sisi lain Davin berada di dalam mobilnya yang berhenti di depan sebuah TK yang di pastikan tempat sekolah Brian. Tidak tau kenapa Davin harus kesana.
Davin terus melihat ke dalam sekolah dan melihat Brian yang baru keluar, membuat Davin buru-buru membuka sabuk pengamannya dan keluar dari mobilnya.
"Brian!" panggil Davin membuat Brian melihat Davin dan Brian langsung lari menghampiri Davin.
"Om baik," sapa Brian.
"Brian baru pulang?" tanya Davin.
"Benar om, Brian baru aja pulang sekolah," jawab Brian.
"Oh iya Om tau dari mana. Kalau Brian sekolah di sini dan Oma kok ada di sini?" tanya Brian.
"Hmmmm, ada deh, om itu kan lagi Dektektif," sahut Davin.
"Wau keren. Kalau begitu nanti Brian juga kalau sudah besar mau jadi Detektif," ucap Brian yang tertarik dengan Profesi tersebut.
"Om dukung Brian," sahut Davin.
"Makasih Om," sahut Brian.
"Ya sudah Brian kita makan eskrim yuk di sana. Om tadi beliin Brian eskrim," ucap Davin mengajak Brian.
"Tapi Om. Jangan makan lama-lama ya. Nanti Daddy mau jemput Brian. Bentar lagi juga pasti datang," ucap Brian.
"Iya Brian Om tau itu," sahut Davin. Brian tersenyum dan Davin memegang tangannya mengajaknya untuk memakan Eskrim yang sengaja di belinya.
**********
Brian dan Davin duduk di salah satu bangku yang mana mereka berdua sama-sama menikmati eskrim tersebut.
"Jadi Daddy tidak tinggal sama Brian dan mama?" tanya Davin yang mengkorek-korek masalah pernikahan Kayra dan juga Haykal.
"Iya Om. Aku sama tinggal berdua di Apartemen dan kadang kakek datang. Kakek soalnya lebih sayang sama anak-anaknya di bandingkan Brian. Jadi kakek jarang datang ke Apartemen," jelas Brian dengan kelucuannya.
"Anak-anaknya. Memang kakek punya anak banyak?" tanya Davin heran. Karena setaunya hanya Kayra anaknya.
"Sangat banyak," jawab Brian memperagakan tangannya membuat Davin heran.
"Om mau tau tidak siapa anak-anaknya," ucap Brian.
"Siapa?" tanya Davin sangat penasaran. Brian pun langsung membisikkan di telinga Davin.
"Kuda-kuda kakek dan kuda-kudanya sangat bau," bisik Brian yang membuat Davin tertawa.
__ADS_1
"Jadi kuda anak-anaknya," sahut Davin masih tertawa.
"Iya Om dan Brian sangat kesal dengan kakek yang lebih sayang mereka di bandingkan Brian," sahut Brian menunjukkan ekspresi kesalnya yang sangat menggemaskan yang membuat Davin hanya tersenyum dengan geleng-geleng kepala.
"Kenapa Kayra tidak serumah dengan suaminya. Apa mereka lagi ribut. Terus pisah ranjang. Bukannya aku melihat mereka baik-baik saja dan bahkan suaminya masih memperhatikannya," batin Davin yang kepikiran dengan penjelasan Brian.
"Ya mungkin saja memang hubungan mereka sedang ada masalah dan memilih untuk sendiri-sendiri dulu," batin Davin menarik kesimpulan sendiri.
"Brian!" tiba-tiba suara Pria memanggil Brian yang tak lain adalah Haykal.
"Daddy," sahut Brian yang langsung berdiri dan Davin juga berdiri. Haykal menghampiri Brian dan juga Davin.
"Ayo pulang. Mama sudah menunggu!" ajak Daddy.
"Baik Daddy. Tadi Om Davin ajak Brian makan eskrim," ucap Brian.
"Sorry aku tidak bermaksud apa-apa. Hanya menemaninya saja," sahut Davin.
"Tidak apa-apa. Terima kasih! ya sudah ayo Brian kita pulang!" ajak Haykal lagi.
"Baik Daddy," sahut Brian dengan mengangguk tersenyum, "Om baik Brian pulang dulu ya. Makasih untuk eskrim nya," ucap Brian. Davin mengangguk saja. Brian tersenyum.
"Kami pergi dulu!" ucap Haykal.
"Iya," jawab Davin. Haykal dan Brian pun pergi dan pastinya sebelum itu Brian melambaikan tangannya pada Davin. Davin tersenyum menyambut lambaian tangan itu.
**********
Namun tiba-tiba pandangan mata Davin beralih yang melihat sesuatu yang mengejutkannya. Di mana Davin melihat Haykal yang keluar dari Restaurant dan bergandengan tangan dengan wanita cantik dan sama-sama melihat dengan tersenyum.
"Silvia!" batin Davin yang mengenali wanita yang bersama Haykal. Silvia kakak tiri Kayra.
"Kenapa mereka bisa bersama. Atau jangan-jangan," batin Davin yang merasa ada yang tidak beres di antara Silvia dan juga Haykal.
"Maaf tuan saya permisi sebentar!" ucap Davin yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi.
"Tuan Davin!" panggil kliennya yang bingung dengan Davin yang berlari begitu buru-buru yang pasti ingin mengejar Haykal dan juga Silvia.
Lama mengejar akhirnya Davin menemukan Haykal dan Silvia yang sekarang berada di taman dan berpelukan yang mengejutkan Davin.
"Kurang ajar. Jadi dia bermain di belakang Kayra. Dan Silvia benar-benar keterlaluan," umpat Davin di dalam hatinya dengan tangannya yang terkepal dan langsung berjalan dengan wajah penuh amarah menuju Silvia dan Haykal yang masih berpelukan.
"Bajingan!" umpat Davin menarik Haykal dan langsung melayangkan pukulan pada Haykal yang membuat Silvia kaget dengan mata melotot.
"Davin!" pekik Silvia saat melihat Davin memukul Haykal yang terkapar di tanah.
"Davin apa yang kau lakukan! lepaskan dia!" Silvia yang panik berusahalah untuk mencegah Davin.
__ADS_1
"Kalian berdua benar-benar keterlaluan. Kayra sedang sakit dan kalian berdua main gila di belakangnya," ucap Davin yang begitu marahnya.
"Kau salah paham Davin," sahut Haykal dengan memegang bibirnya yang berdarah akibat ulah Davin.
"Kau pikir aku buta hah! aku melihat sendiri," teriak Davin yang kembali memukul Haykal.
"Davin hentikan kau benar-benar gila!" Silvia berusaha menarik tangan Davin.
"Kau yang gila!" teriak Davin menepis tangan Silvia.
"Dulu aku bersama kau juga berusaha untuk mendekatiku dan sekarang juga. Kau yang gila dan sangat keterlaluan," ucap Davin memarahi Silvia.
"Aku tidak akan membiarkan kalian berdua seperti ini. Tidak akan aku biarkan kalian. Jadi ikut denganku!" ucap Davin dengan tegas yang menarik kerah baju Haykal dan langsung menyeretnya.
"Davin apa yang kau lakukan. Lepaskan dia! Davin!" Silvia berteriak-teriak dan Davin tidak peduli membawa Haykal yang lemah.
*********
Di dalam Apartemen terlihat Aris dan Brian yang sedang memasak dan Kayra berada di kamar sedang beristirahat.
Bruk.
Tiba-tiba suara pintu di buka dan mengejutkan Aris ketika Davin menghempaskan Haykal sehingga terjatuh di lantai dengan wajah Haykal yang babak belur dan Davin terlihat sangat marah.
"Astaga! Haykal ada apa ini?" tanya Aris yang begitu terkejutnya.
"Daddy," sahut Brian yang tidak kalah terkejutnya.
"Davin ada apa ini?" tanya Aris.
"Aku membawa penghiyanat ini pulang," sahut Davin menekan suaranya.
"Dia salah paham pah, ini tidak seperti apa yang di pikirkannya," ucap Haykal dengan suara seraknya yang menahan sakit dan napasnya yang sesak.
"Apa maksudnya?" tanya Aris.
"Dia dan Silvia berselingkuh di belakang Kayra, aku melihat dengan mataku sendiri dia dan wanita itu!" tunjuk Davin pada Silvia yang baru datang.
"Mereka berpelukan dengan mesra," tegas Davin.
"Kau salah paham," sahut Haykal.
"Kau masih mengatakan aku salah paham," sahut Davin emosian dan ingin menghajar Haykal lagi.
"Cukup Davin! dia suamiku!" teriak Silvia yang membuat Davin tidak jadi memukul Haykal lagi. Karena terkejut dengan pernyataan Silvia.
Bersambung
__ADS_1