Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 232


__ADS_3

Akibat dari benturan kepala itu ke-2nya saling melihat dengan sama-sama mengusap kepala mereka.


"Maaf-maaf aku tidak sengaja," ucap Davin yang merasa bersalah.


"Tidak apa-apa. Aku juga salah," sahut Kayra.


"Apa sakit?" tanya Davin yang langsung mengambil alih untuk melihat kepala Kayra, mengeceknya apakah ada yang sakit atau tidak.


"Tidak kok, aku tidak apa-apa," sahut Kayra yang semakin gugup jika Davin melakukan itu kepadanya.


"Aku benar-benar minta maaf Kayra," ucap Davin yang merasa bersalah. Biasanya dia harus berdebat dulu dengan Kayra dan tidak ada yang mau mengalah. Namun kali ini dia mengalah dan mengakui salahnya.


"Sudahlah Davin ini hanya perkara kecil saja. Kamu ini berlebihan sekali," ucap Kayra.


"Ya sudah kamu keluarlah terlebih dahulu," ucap Davin mengalah. Kayra mengangguk dan akhirnya keluar dari tenda.


**********


Sementara Brian yang bermain-main bersama dengan Haykal dan Silvia.


"Mama papa kamu belum bangun Brian?" tanya Silvia.


"Belum mami," jawab Brian.


"Mereka tidur berjauhan atau berdekatan?" tanya Silvia yang penasaran.


"Kasih tau tidak yah," sahut Brian yang sudah pintar bercanda. Haykal tertawa gemes dengan Brian yang sudah pintar bercanda.


"Ya di kasih tau dong Brian, kan mami penasaran," sahut Silvia.


"Daddy penasaran tidak?" tanya Brian.


"Kalau Dady tidak sama sekali," sahut Haykal.


"Kalau begitu Brian tidak akan kasih tau," sahut Brian.


"Kamu ini yah," gemes Silvia yang menggelitik Brian.


"Ampun mami, ampun!" keluh Brian yang kegelian, "itu mama dan papa!" tunjuk Brian melihat ke-2 orang tuanya yang sama-sama keluar dari tenda dan jelas saja mendapat perhatian yang lainnya.


Indri, Reyhan, dan Giselle yang sepertinya mengadakan acara masak-memasak juga melihati mereka berdua yang mana Davin dan Kayra terlihat sangat gugup.


"Mama papa!" Brian langsung menghampiri ke-2 orang tuanya itu, "apa tidur mama dan papa sangat nyenyak?" tanya Brian.


"Ya nyenyak dong Brian, bangunnya aja kesiangan," sahut Indri.

__ADS_1


"Apa sih Indri," sahut Kayra yang malu-malu jika orang-orang sepertinya berpikiran yang tidak-tidak padanya.


"Mungkin karena mama dan papa tidurnya berpelukan sampai Bria harus berada paling pinggir. Padahal seingat Brian, Brian tidur di tengah, tapi kenapa jadi pindah," ucap Brian dengan polosnya yang menceritakan kronologi yang terjadi yang membuat Kayra kaget dan melotot saling melihat dengan Davin.


Apa yang di katakan Davin membuat, Silvia, Haykal Indri, Reyhan dan Giselle tertawa pelan.


"Brian ini bicara apa. Sudah jangan bicara lagi," ucap Kayra yang menutup mulut sang anak.


"Issss mama memang kenapa? orang apa yang Brian katakan benar kok," sahut Brian.


"Sudahlah Kayra jangan malu-malu. Masih suami istri bukan," sahut Silvia yang menggoda Kayra.


"Isssss sudahlah kalian jangan memikirkan apa-apa," ucap Kayra dengan wajahnya yang memerah.


"Brian juga jangan aneh-aneh lain kali," ucap Kayra penuh tekanan dan penegasan pada putranya itu.


"Memang Brian melakukan apa?" tanya Brian.


"Pokoknya mama bilang jangan aneh-aneh," tegas Kayra.


"Iya deh mama, marah-marah mulu," ucap Brian.


"Sudahlah Kayra, mendingan sekarang kamu mandi biar kita sarapan," sahut Indri.


"Di sungai mama. Tadi Brian sudah mandi bersama Dady," jawab Brian.


"Ya sudah kalau begitu," ucap Kayra.


"Tapi papa temani mama ya, nanti mama kenapa-kenapa lagi," sahut Brian yang paling pengertian.


"Tidak usah Brian mama bisa sendiri," tolak Kayra.


"Tidak apa-apa mah, papa harus menemani mama, nanti kalau seperti Tante Zoy bagaimana," sahut Brian dengan menegaskan pada mamanya yang tidak mau mamanya sampai kenapa-kenapa.


"Ya sudah kalau mama tidak mau papa yang menemani, biar Om Dion aja yang menemani kan semalam Om Dion bisa bantu Tante Zoy," sahut Brian.


"Tidak usah biar papa yang menemani," sahut Davin dengan cepat. Mana mungkin dia membiarkan Kayra di temani orang mandi.


"Ya sudah buruan mama, papa yang menemani mama," sahut Brian. Kayra tidak punya pilihan dan mengangguk saja. Anaknya ini sekarang banyak maunya, banyak permintaan dan ini itu saja kerjanya.


"Jangan lama-lama ya," ucap Silvia.


"Iya," sahut Kayra yang kembali memasuki tenda yang mungkin ingin mengambil peralatan mandinya.


*********

__ADS_1


Akhirnya Davin dan Kayra ke pinggir sungai yang cukup rendah dan tidak mengalir deras.


"Tunggu di sini saja, aku kesana!" ucap Kayra.


"Iya pelan-pelan," sahut Davin. Kayra mengangguk dan berjalan ke sungai untuk mandi, tidak jauh dari dari Davin yang duduk di atas batu dan masih bisa melihat Kayra.


"Alihkan pandanganmu jangan melihatku," ucap Kayra sedikit berteriak. Saat Kayra membuka blezear nya dan menyisahkan pakaian seksinya yang sepahanya dengan lengan 1 jari.


"Kau juga tidak telanjang. Jadi apa yang salah," sahut Davin dengan santai.


"Kau itu benar-benar, mencari kesempatan dalam kesempatan," sahut Kayra dengan kesal yang sembari.


"Sudahlah Kayra apa yang kau tutupi dariku, aku juga pernah melihat semuanya," sahut Davin.


"Dasar mesum!" umpat Kayra dengan kesal.


Davin hanya menyunggingkan senyumnya dan memang matanya tidak lepas untuk melihat Kayra.


"Kau selalu cantik sampai kapanpun itu, aku benar-benar sangat menyesal pernah menyia-nyiakan mu," batin Davin dengan tersenyum yang terus melihat Kayra yang ada di sana.


Namun tiba-tiba Davin yang mengkhayal terlihat kaget saat minat hanya kepala Kayra yang ada yang tertutup dengan rambutnya.


"Kayra!" pekik Davin dengan panik dan langsung berdiri.


"Kayra!" teriak Davin berlari ke tempat Kayra yang mandi karena Kayra tenggelam.


"Kayra!" panggil Davin dengan panik yang sudah berada di dekat Kayra. Namun tiba-tiba Kayra memunculkan dirinya dan kaget dengan kedatangan Davin.


"Davin!" pekik Kayra menutup di bagian dadanya yang terbuka sedikit, "kau ngapain?" tanya Kayra kaget dengan Davin yang napasnya naik turun.


"Aku pikir kau tenggelam," ucap Davin dengan menghela napasnya.


"Berlebihan, siapa juga yang tenggelam. Aku itu lagi keramas," ucap Kayra geleng-geleng dengan Davin. Makanya menenggelamkan diri," ucap Kayra.


"Syukurlah," Davin menghela napasnya yang benar-benar lega dengan Davin dengan napasnya yang masih naik turun.


"Mengganggu orang mandi saja," ucap Kayra dengan kesal yang langsung pergi dari hadapan Davin.


"Kau mau kemana Kayra?" tanya Davin menahan tangan Kayra. Namun Kayra langsung menepis yang malah membuat Davin terdorong dan akhirnya jatuh ke air yang membuat Kayra kaget sampai menutup mulutnya. Namun kagetnya Kayra hanya sementara yang di ganti tertawa karena Davin yang kecebur.


"Hahahahahhahahah, makanya jangan menggangguku," ucap Kayra yang terbahak-bahak tertawa.


"Kayra kau benar-benar ya!" geram Davin yang memercikkan air pada Kayra sampai membuat Kayra terdiam. Namun bukan Kayra mananya jika tidak membalasnya dan Kayra langsung membalasnya yang membuat keduanya saling siram dan saling menjatuhkan satu sama lain yang saling becanda di dalam air yang mana Kayra juga terlihat bahagia-bahagia aja.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2