Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 28 Mulai posesif.


__ADS_3

Mentari pagi kembali tiba Davin bersiap-siap di kamarnya dan Kayra juga sama yang terlihat bersiap-siap berdiri di depan meja rias yang memakai polesan makeup.


Davin yang memakai dasinya melihat kearah Kayra yang cantik dengan dress warna caramel selututnya dengan belt hitam di bagian pinggangnya.


" Kau mau bekerja ata mau kencan," cicit Davin sembari memakai dasinya.


Kayra mengkerutkan dahinya dan langsung melihat kebelakang. " Apa maksudmu?" tanya Kayra heran.


" Ya kau terlihat berhias begitu berlebihan. Kayak orang mau kencan saja. Kau mau berkencan dengan bos mu itu. Apa ibumu menyuruh berkencan lagi dengan mencari pria lebih kaya lagi?" apa ada Pria lebih kaya di bandingkan aku?" sahut Davin yang terlihat sewot sampai menuduh-nuduh Kayra.


" Aneh!" hanya itu jawaban yang di keluarkan Kayra.


" Kau yang aneh. Sudah menikah masih pecicilan," cicit Davin tidak hentinya sewot dengan Kayra. Kayra menanggapi dengan dahinya yang berkerut.


" Menikah, apa urusannya," sahut Kayra dengan suara pelan.


" Ya, berkencan lah dengan sesukamu tanpa kau memikirkan jika kau sudah menikah. Lepas cincin nikah mu saat kau berkencan dengannya, biar sekalian statusmu sempurna. Dan suruh sekalian ibu tirimu yang serakah itu meminta uang padanya jangan padaku," ucap Davin marah-marah. Yang membuat Kayra bertambah bingung. Davin seperti wanita yang sedang datang bulan saja.


" Apa sih, aku tidak mengerti apa yang kau maksud dan lagian siapa juga yang mau berkencan. Heh, aku ini mau kekantor," sahut Kayra membantah tuduhan suaminya.


" Alasan aja," sahut Davin yang langsung keluar dari kamar dengan menutup pintu lumayan keras.


" Alasan katanya. Siapa yang alasan, isssss benar-benar aneh, biasanya juga aku kekantor dan dia kenapa juga mengungkit-ungkit masalah tadi malam. Dia yang transfer tanpa aku minta. Jadi itu mana salahku," batin Kayra geleng-geleng dengan Davin.


*************


Davin sedang melakukan rapat bersama beberapa orang penting di Perusahan. Di sana juga ada Reyhan asistennya dan ada juga Joy, Lia yang mana mereka memang ikut menangani perusahaan tetapi pasti posisi mereka hanya di bawah Davin. Karena Davin kekuasaannya paling tinggi. Tidak masih papanya yang paling tinggi.


Dia belum di resmikan menjadi CEO tetap. Jangankan mendapatkan warisan Perusahan menjadi miliknya. Menjadi CEO tetap saja itu hanya di adakan bulan depan di mana acara ulang tahunnya yang 30.


Orang-orang yang berada di meja rapat itu begitu serius. Namun berbeda dengan Davin yang terlihat gelisah. Tiba-tiba saja Davin memikirkan Kayra dan malah di dalam bayangannya dia membayangkan Kayra duduk di pangkuan Aldo dengan tangan Kayra membuka-buka kancing kemeja Aldo yang mana tangan Aldo membelai-belai wajahnya dan wajah Kayra dan Aldo semakin mendekat dan ingin berciuman.

__ADS_1


" Argggh!" teriak Davin membuat orang kaget dan melihat langsung ke arah Davin.


" Bos ada apa?" tanya Reyhan heran.


Davin pun melihat semua orang melihat dirinya dengan tatapan aneh. Napas Davin langsung naik turu dan merasa dirinya sungguh begitu bodoh yang bisa-bisa membayangkan Kayra dan sekarang menjadi orang bodoh di depan orang-orang yang pasti menganggapnya gila.


" Davin kamu kenapa?" tanya Altarik.


" Oh, tidak pa. Tidak apa-apa," sahut Davin tersenyum. " Lanjutkan!" ucap Davin mencoba tenang.


" Sial, kenapa juga aku harus memikirkan wanita itu. Terserah dia mau ngapain. Apa urusannya denganku," gerutu Davin di dalam hatinya yang gila sendiri memikirkan Kayra. Yang berpikir yang tidak-tidak pada Kayra. Padahal Kayra bekerja santai-santai saja.


" Kak Davin kenapa sih tidak fokus, aneh!" batin Joy yang memperhatikan sikap Davin.


***********


Silvia dan Lian sedang menikmati makan siang di salah satu Restaurant mewah yang ada di Jakarta. Silvia ternyata sedang berusaha untuk melakukan pendekatan pada Lian.


Silvia yang memang begitu niat juga tampak begitu gercep dan langsung menghubungi Lian terlebih dahulu. Karena niatnya yang ingin menjadi menantu orang kaya. Rasa gengsi, malu sudah tidak di pikirkannya yang penting aksinya berjalan dengan lancar dan hari ini berhasil di mana dia makan bersama Lian.


Silvia berdandan sedemikian rupa secantik mungkin, tampil seksi untuk mencari perhatian dari Lian yang duduk di hadapannya.


" Makasih ya kamu sudah memenuhi undangan lunch hari ini," ucap Silvia dengan lembut.


" Santai aja. Lagian aku juga tidak sibuk-sibuk amat, jadi tidak ada yang salah. Hanya makan saja," sahut Lian dengan santai.


" Hmmm, tapi kamu suka tidak dengan Restaurant yang aku pilih?" tanya Silvia.


" Iya, sangat bagus, Restaurannya begitu bagus dan makanan yang kamu pesan juga begitu enak," sahut Lian dengan tersenyum.


" Apa itu artinya kalau aku mengajakmu makan lagi. Kamu akan mau?" tanya Silvia memastikan.

__ADS_1


" Ya kenapa tidak," sahut Lian dengan santai.


" Yes, akhirnya dia masuk perangkapku. Aku bisa menjalin hubungan dekat dengannya. Lalu bisa menikah dan aku akan menjadi menantu juga di keluarga Altarik," batin Silvia dengan tersenyum mengandung artinya.


" Wanita ini terlihat begitu obsesi. Apa yang dia inginkan sebenarnya. Apa dia menyukaiku. Ya seharusnya memang iya di pernikahan adiknya dia terus memperhatikanku. Ya dia cantik sih. Tapi adiknya jauh lebih cantik. Tidak berlebihan seperti dirinya yang berhias terlalu heboh," batin Lian yang menyoroti tubuh Silvia dengan seriangi nakal, senyum yang di keluarkan Lian juga senyum terpaksa.


**********


Reyhan yang menyetiri mobil dan Davin di belakangnya berhenti di parkiran pemakaman mewah di Jakarta. Reyhan langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk tuannya. Dengan gayanya yang cool dan mengkancing jasnya. Davin langsung melangkah menuju pemakan tak lupa dengan kaca matanya hitamnya.


" Bos tunggu!" panggil Reyhan. Davin menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya.


" Ada apa?" tanya Davin.


" Bunganya," sahut Reyhan yang langsung mengambil boucket bunga dari dalam mobil dan memberikan pada Davin.


" Kenapa tidak bilang dari tadi," sahut Davin yang langsung mengambilnya.


" Maaf bos," sahut Reyhan.


" Kau tunggu di mobil. Jangan kemana-mana!" titah Davin.


" Baik bos," sahut Reyhan.


Davin pun langsung pergi dengan langkah yang lebar itu sementara Reyhan menunggu di mobil sesuai dengan perintah bosnya.


Davin memang akan melaksanakan rutinitasnya untuk ke pemakaman ibunya. Ya dia tidak akan pernah lupa berkunjung untuk menyapa atau paling tidak bercerita sedikit pada ibunya. Karena biasanya jika Davin memang hanya bisa bicara pada ibunya.


Walau dia pria yang tipe tidak banyak bicara. Namun jika memang ada yang mengganggu pikirannya dia akan datang pada ibunya. Karena hanya ibunya yang menurutnya teman terbaiknya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2