Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 189


__ADS_3

Mereka mengajak Brian jalan-jalan di salah satu taman hiburan yang tidak jauh dari sekolah Brian. Dan terlihat Brian yang sangat dekat dengan Davin. Di mana Brian lebih nyaman bersama Davin. Sama seperti sekarang ini Brian dan Davin sama-sama melompat di trampolin dengan tangan saling berpegangan dan wajah mereka yang sama-sama tersenyum.


Di sisi lain Kayra hanya melihat hal itu yang mana sedang makan bersama Haykal, Silvia dan Aris yang berada di meja bulat. Kayra hanya terus melihat kebersamaan Davin dan Brian. Karena ada Aris. Jadi Kayra tidak bisa melarang-larang Davin. Karena sepertinya Aris sangat membuka pintu untuk Davin dekat pada Brian.


"Kayra, sudahlah tidak ada gunanya terus seperti ini," sahut Aris yang mengerti dengan apa yang di pikirkan Kayra.


"Pah tapi apa yang di lakukan Kayra itu sudah benar. Davin aja yang tidak tau diri. Dia sudah seenaknya pada Kayra dan sekarang lihat datang tiba-tiba dan mau enaknya aja," sahut Silvia yang pasti memihak Kayra. Karena dia juga menjadi saksi hubungan Kayra dan Davin 5 tahun lalu.


"Silvia yang punya masalah itu Kayra dan Davin. Bukan Brian dan Davin," ucap Aris yang mencoba bijak dalam melihat permasalahan.


"Benar kata papa. Lagi pula Davin bukan orang bodoh. Dia juga tau segalanya dan percuma menyembunyikannya. Dia juga tau apa yang benar, karena feeling itu kuat. Buktinya lihat dia seperti apa bersama Brian. Jadi percuma saja masih mengatakan tidak," sahut Haykal yang sependapat dengan mertuanya.


"Sayang kamu bisa bilang seperti ini. Karena kamu tidak ada sewaktu Kayra dan Davin bersama. Kalau kamu melihatnya. Kamu juga pasti tidak setuju dengan laki-laki yang sudah membuat wajahmu babak belur," sahut Silvia menegaskan.


"Silvia, Davin mungkin melakukan kesalahan. Tetapi semua orang bisa berubah dan iya kesalahan Davin juga di dampingi kebaikan. Papa rasa kalian juga tidak lupa. Papa sembuh karena berkat Davin dan kamu Kayra pasti ingatkan papa di pindahkan dari rumah sakit Dubai saat sudah sadar dari koma," ucap Aris mengingatkan Kayra.


Aris memang sudah bangun dari koma 5 tahun lalu. Justru di sanalah Kayra punya kesempatan untuk membawa Aris. Di mana Kayra mendapat kabar Aris siuman dan sengaja tidak memberitahu Davin. Hanya saja karena baru bangun dari koma. Aris mengalami lumpuh sementara dan juga sulit bicara.


Namun dengan melewati terapi dan perobatan jalan dengan rutin. Aris bisa sembuh total. Tetapi Davin yang berjasa dalam hal itu. Karena Aris bangun dari koma saat mendapat pengobatan dari Davin.


"Dan papa yakin sampai detik ini kamu belum mengucapkan terima kasih kepadaya," ucap Aris. Kayra terdiam.


Sebenarnya dia sudah berterima kasih melalui surat yang di kirimnya saat dia memutuskan untuk keluar Negri. Hanya saja Kayra tidak mengatakan jika Aris sudah sadar kembali.


"Kayra papa mengerti dengan apa yang kamu pikirkan. Tetapi kamu tidak bisa membiarkan semua seperti ini. Mau sampai kapan. Sudah 5 tahun. Papa tidak menyuruh kamu untuk kembali bersama Davin. Berbaikan bukan berarti kembali. Namun ada Brian yang bagaimana pun juga Brian adalah..."


"Kakek!" panggil Brian yang mana Aris tidak jadi melanjutkan kalimatnya. Saat Brian dan Davin sudah datang.

__ADS_1


"Eh Brian, ayo duduk! apa mainnya sudah selesai?" tanya Aris.


"Sudah kakek sangat seru lompat-lompatnya. Sebentar lagi Brian akan setinggi Om baik," ucap Brian dengan napasnya yang ngos-ngosan yang menceritakan pengalamannya itu.


"Sini Brian minum dulu!" sahut Silvia.


"Baik mami," sahut Brian yang langsung mengambil air minum yang di berikan Silvia. Brian mau pun Davin sudah sama-sama duduk.


Davin melihat wajah Kayra yang murung tanpa ekspresi. Davin hanya menghela napas dia tau Kayra tidak menyukainya bergabung bersama mereka.


"Nak Davin. Ayo pesan makanan, sudah waktunya makan siang," ucap Aris.


"Iya Pak," sahut Davin yang melihat menu.


"Brian juga mau makan?" tanya Davin yang mana Brian duduk di sebelahnya.


"Iya Om," sahut Brian.


Lagi-lagi kedekatan itu mencuri perhatian Kayra, Haykal, Silvia dan juga Aris. Brian sering bermain bersama dengan Haykal dan juga Silvia. Namun tidak sedekat itu dan memang sangat berbeda terlihat.


"Brian mau pesan hamburger tetapi tidak boleh ada tomatnya," ucap Brian.


"Kenapa?" tanya Davin.


"Tidak suka," jawab Brian.


"Oh iya. Sama dong Om juga tidak suka tomat," sahut Davin.

__ADS_1


"Oh iya," sahut Brian dengan semangatnya. Davin menganggukan kepalanya.


"Apa lagi yang om tidak suka?" tanya Brian yang ingin taunya.


"Banyak sekali," sahut Davin.


"Sama Brian juga banyak sekali," sahut Brian dengan mempraktekkan tangannya yang seakan selebar lautan. Melihatnya Aris tersenyum dan Kayra hanya datar saja melihat anaknya yang terlihat sangat bahagia. Tidak tau apa yang di pikirkan Kayra dia tidak bisa menggambarkan apa yang di pikirkannya.


"Ayo Brian kita makan! Brian pasti lapar," sahut Silvia. Brian mengangguk.


Tidak sewaktu menemani Brian bermain dan juga tidak makan saat ini. Kayra hanya diam yang melihat Davin dan Brian yang terlihat sangat dekat. Sama-sama bercerita sembari makan, saling bercanda dan seperti ayah dan anak. Apa lagi sekarang Bria mengusap bibir Davin dengan tisu karena makan berantakan dan itu menjadi perhatian Kayra yang hanya diam melihat hal itu.


Davin juga sekali-kali melihat ke arah Kayra dan melihat Kayra tidak sekalipun bicara. Davin mungkin membuat Kayra tidak nyaman. Tetapi dia juga ingin menunjukkan kepada Kayra. Bahwa Kayra tidak boleh memisahkan dia dan Brian begitu saja.


**********


Setelah seharian bermain dan pulang malam hari. Ternyata Kayra Davin dan Brian pulang bersamaan di mana Davin mengantarkan Kayra dan Brian pulang. Yang tidak tau kenapa hal itu terjadi. Karena Aris, Haykal, Silvia tidak ikut bersama mereka.


Dan sekarang Kayra memencet tombol Apartemen mereka dan di sebelahnya Davin yang sedang menggendong Brian yang sudah tertidur.


Pintu terbuka silahkan masuk


Davin dan Kayra pun masuk ke dalam Apartemen tersebut.


"Di sana kamarnya!" tunjuk Kayra pada Davin. Davin mengangguk dan membawa Brian masuk kedalam mata untuk beristirahat yang mana Kayra juga ikut.


Dengan perlahan Davin merebahkan Brian yang lelap tertidur di atas ranjang dan Kayra buru-buru membuka sepatu Brian. Namun secara tidak sengaja Davin juga melakukan hal yang sama sehingga membuat tangan mereka saling bersentuhan dan mereka berdua saling melihat dengan tatapan dan perasaan yang hanya mereka berdua yang tau.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2