Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 102 Berbincang-bincang romantis


__ADS_3

Karena keinginan Davin yang ingin bermesraan dengan istrinya di dalam kantor yang pasti di ruangannya. Mereka pun melakukannya dan di mulai pastinya dengan ciuman mesra. Hari ini agak berbeda. Karena Kayra seperti sangat menjagakan agar Davin tidak terlalu memburu. Dia takut jika janin di dalam kandungannya kenapa-kenapa.


Tetapi seperti yang Davin katakan tadi. Dia tidak akan bermain kasar dan memang dalam percintaan Davin selama ini tidak pernah bermain kasar sama sekali dan sama seperti malam ini. Dia sangat lembut yang memberikan sentuhan-sentuhan pada Kayra.


Davin yang sudah melepas ciuman pada bibir Kayra, pada leher berpindah pada seluruh tubuhnya dan begitu lama mencium perut Kayra yang membuat Kayra tiba-tiba bergetar. Tidak tau kenapa tiba-tiba perasaannya begitu aneh. Seakan ingin menangis.


" Ya Allah kenapa aku merasa jika Davin mengetahui jika aku hamil. Tetapi tidak mungkin dia tau ya Allah," batin Kayra yang merasa gundah di hatinya.


Kayra tidak menghiraukan apa-apa dalam percintaan mereka atau bagian mana yang di sentuh Davin. Dia menikmati semua sentuhan yang di dapatkannya dari suaminya. Yang juga sentuhan yang di rindukannya.


Percintaan mereka di lanjutkan dengan saling memberi kepuasan. Memberikan dan di pastikan dengan cinta yang belum terungkap satu sama lain.


**********


Percintaan suami istri itu sudah berakhir dan Kayra dan tidak tau selesai berapa lama. Yang pada intinya sekarang Kayra yang tanpa pakaian sehelai benang pun sedang berada di pelukan Davin. Di mana Davin juga yang tanpa pakaian yang hanya di tutupi dengan selimut yang sekarang membelai-belai rambut Kayra.


Pasangan suami istri itu setelah melakukan percintaan dengan panas tidak melakukan apa-apa setelahnya tidak tidur dan hanya beristirahat sembari berpelukan.


" Kayra!" tegur Davin.


" Kenapa?" tanya Kayra yang begitu nyaman berada di dada bidang pria itu.


" Apa kau bahagia selama kita menikah?" tanya Davin.


Kayra mengkerutkan dahinya dan mengangkat kepalanya melihat Davin.


" Kenapa bertanya seperti itu?" tanya Kayra heran.


" Aku hanya ingin tau. Apa kau bahagia selama ini bersamaku. Atau kau justru sangat tertekan?" tanya Davin lagi dengan matanya yang menatap intens mata Kayra.


" Awalnya tidak. Aku merasa begitu tertekan dan ingin cepat-cepat pernikahan itu berakhir. Namun tidak setelah semakin lama kita jalani berdua, waktu yang banyak kita lalui bersama. Rasanya sudah berbeda," jawab Kayra yang juga menatap dalam-dalam Davin.


Ke-2 pasang bola mata itu terlihat ketulusan yang tidak bisa bohong.


" Sekarang aku tanya kepadamu. Apa kamu bahagia setelah adanya pernikahan kita?" tanya Kayra yang juga ingin tau jawaban Davin.


" Aku bahagia, aku tidak punya tanggung jawab apapun selain pada Perusahaan dan setelah menikah aku mempunyai tanggung jawab kepadamu. Dan di situlah kebahagiaan ku. Aku selalu merasa ingin melakukan semuanya untukmu," jawab Davin.


" Lalu apa artinya itu Davin. Apa kau menyukaiku. Apa yang aku rasakan sama dengan apa yang kau rasakan?" tanya Kayra tetapi di dalam hati saja.

__ADS_1


" Kayra jangan pernah menyembunyikan apa-apa dari ku. Aku tidak mungkin tidak menepati janjiku. Jangan takut Kayra. Aku bukan laki-laki pengecut," ucap Davin yang seolah ada maksud dari perkataan itu.


" Menyembunyikan. Memang apa yang aku sembunyikan?" tanya Kayra yang tampak gugup.


Davin hanya tersenyum. Lalu mencium kening Kayra dengan lembut.


" Apapun itu. Kau harus jujur kepadaku!" ucap Davin menegaskan pada Kayra dengan lembut.


" Aku tidak pernah berbohong dalam hal apapun Davin kecuali kehamilan ku dan aku belum siap untuk mengatakan semua itu. Aku mohon beri aku waktu Davin," batin Kayra yang merasa bersalah karena menyembunyikan hal besar pada suaminya.


" Aku boleh bertanya lagi Davin?" tanya Kayra.


" Bertanya apa?" tanya Davin.


" Kenapa kau tadi menciumi perutku begitu lama dan terlihat hati-hati lada perutku?" tanya Kayra yang merasa ada yang anehan.


" Bukankah aku memang akan menyentuh seluruh tubuhmu saat bercinta dengan mu dan aku tidak hati-hati. Aku memang tidak ingin sedikit membuatmu tidak nyaman," jawab Davin dengan santainya.


" Kayra kau hanya berpikiran panjang saja jika Davin mengetahui semua itu," batin Kayra.


" Hmmm, aku mau bersih-bersih dulu!" ucap Kayra yang mengalihkan pembicaraan.


" Tidak perlu aku bisa mandi sendiri," jawab Kayra.


" Tapi aku juga ingin mandi," sahut Davin.


" Nanti saja. Jangan mandi bersama ku," sahut Kayra menegaskan.


" Siapa yang mandi bersamamu. Aku hanya ingin mengatakan ingin mandi juga," ucap Davin.


" Sama saja," sahut Kayra, " sudah ah. Aku mau mandi dulu. Setelah itu kita pulang bersama. Aku juga mau makan, karena perutku lapar," tegas Kayra.


" Baiklah kalau begitu katakan kepadaku. Kau mau makan apa?" tanya Davin mencolek hidup Kayra, " Apa aku harus mencari daging unta lagi?" tanya Davin.


" Hmmm, aku tiba-tiba ingin daging kijang," sahut Kayra membuat Davin terkejut.


" Tapi aku bercanda," sahut Kayra dengan cepat membuat Davin menghela napasnya ya tidak tau dari mana mendapatkan itu lagi.


" Kau ini membuatku jantungan saja," ucap Davin dengan kesal. Kayra tertawa-tawa yang berhasil membuat Davin spot jantung.

__ADS_1


Kayra yang melihat kekesalan Davin menghentikan tawanya dan langsung sedikit menaikkan kepalanya untuk mencium pipi Davin.


" Aku minta maaf sudah membuatmu kesal," ucap Kayra dengan suara lembutnya.


" Aku akan memaafkanmu. Jika kau mencium ini," ucap Davin dengan menunjuk bibirnya.


Kayra tampaknya tidak protes dan melakukannya tanpa keberatan yang mencium bibir Davin.


" Apa aku sudah mendapatkan maaf?" tanya Kayra. Davin menganggukkan kepalanya.


" Mandilah, setelah itu kita pulang!" ucap Davin.


Kayra menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Lalu perlahan menuruni ranjang tanpa busana. Karena selimut sedang bersama Davin. Davin hanya mendengus kasar dengan senyum geleng-geleng yang merasa Kayra semakin lama semakin berani dan bahkan tidak pernah sungkan untuk tidak memperlihatkan tubuhnya pada Davin. Kayra sudah tidak malu-malu lagi.


**********


Setelah selesai mandi. Kayra keluar dari kamar mandi menggunakan bathrobe putih dengan rambutnya yang basah. Davin masih tetap pada posisinya yang bersandar pada kepala ranjang yang melihat Kayra dengan senyuman.


" Kenapa masih berada di sana. Ayo buruan. Bukannya kamu ingin mandi. Bukannya kita harus pulang!" ucap Kayra yang melihat Davin terus.


" Baiklah kalau begitu. Aku akan mandi. Tetapi sebelumnya aku ingin menghubungi Reyhan dulu. Aku ingin dia membawakan pakaian untukmu," ucap Davin.


" Ya sudah hubungi lah," ucap Kayra.


Davin melihat ponselnya di sekitarnya dan tidak menemukannya, " sepertinya ponselku ketinggalan di mejaku. Biar aku ambil dulu!" ucap Davin.


" Biar aku saja yang ambil," jawab Kayra yang ingin mengambil alih.


" Tidak apa-apa kamu yang ambil?" tanya Davin.


" Tidak apa-apa. Aku ambil sebentar di meja kamu," ucap Kayra.


Davin mengangguk dan Kayra langsung melangkah menuju pintu untuk membuka pintu.


Saat pintu terbuka. Betapa terkejutnya Kayra saat melihat seorang wanita berdiri di depan Kayra yang siapa lagi kalau bukan Pricilla yang.


Jantung Kayra hampir mau copot dengan adanya Pricilla di depan matanya. Pricilla juga terkejut melihat Kayra yang keluar dari ruangan itu hanya memakai bathrobe saja dan rambutnya yang basah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2