
Davin lebih memilih untuk menemani Kayra dari pada harus melaksanakan pekerjaannya yang di katakan cukup banyak.
Yang mana sekarang berbaring miring membelakangi Davin dengan berbantalkan lengan Davin yang Davin berada di belakangnya dengan membelai-belai rambutnya, Kayra begitu manja tiba-tiba yang maunya ingin di peluk saja.
" Kau yakin tidak mau ke Dokter?" tanya Davin yang kepalanya sudah di tempelkan pada pipi Kayra.
" Aku sekarang kau lebih baik. Jadi untuk apa ke Dokter," jawab Kayra.
" Apa karena ada aku di dekatmu. Makanya kau merasa jauh lebih baik?" tanya Davin.
Kayra diam yang tidak menjawab pertanyaan Davin. Davin memeluknya erat dengan mengusap-usap bahu Kayra yang masih terasa hangat.
" Tubuhmu masih hangat Kayra. Apa kau benar-benar sakit?" tanya Davin lembut.
" Apa kau mengkhawatirkanku?" tanya Kayra.
" Jelas aku mengkhawatirkanmu. Jika aku tidak mengkhawatirkan mu. Aku tidak mungkin sejak tadi terus saja menyuruhmu kerumah sakit," ucap Davin dengan lembut dan mencium rambut Kayra yabg tepat berada di depan wajahnya.
" Jika mengkhawatirkanku. Kenapa membuatku kepikiran," ucap Kayra.
" Apa yang aku lakukan sampai membuatmu kepikiran?" tanya Davin heran.
" Kau pikir saja sendiri," sahut Kayra.
" Jika tidak di katakan. Maka aku tidak akan tau Kayra. Aku hanya bisa menyimpulkan jika kamu seperti ini. Apa ada hubungannya dengan Pricilla?" tebak Davin.
" Kau sendiri yang mengubah surat perjanjian itu. Kau mengatakan jika mau bertemu dengannya harus saling minta izin dulu. Tetapi apa kau jelas tidak menepati janjimu. Aku sudah ragu denganmu sejak awal," ucap Kayra dengan menahan kekesalannya.
Namun mendengar kelurahan Kayra membuat Davin tersenyum. Dengan lembut Davin memegang bahu Kayra membalikkan Kayra dengan perlahan sehingga Kayra sekarang sudah berbaring dan dia bisa jelas melihat wajah yang menahan api cemburu itu.
__ADS_1
" Apa kau sadar Kayra. Jika sikapmu seperti sangat menunjukkan jika kau begitu cemburu," ucap Davin dengan lembut yang bicara begitu dekat dengan Kayra.
Kayra diam saja. Semakin lama dia semakin tidak bisa menunjukkan kecemburuannya kepada Pricilla. Karena memang jelas dia begitu cemburu.
" Kayra terkadang aku harus berpikiran dan ingin bertanya bagaimana perasaanmu kepadaku?" tanya Davin yang kelihatannya ingin tau isi hati Kayra padanya. Kayra masih diam dengan debaran jantungnya yang kencang dengan mata mereka yang saling menatap.
" Untuk apa kau ingin tau?" tanya Kayra.
" Aku hanya ingin tau. Karena kau tidak pernah bisa bohong. Jika kau begitu marah dan cemburu jika aku bersama Pricilla," ucap Davin dengan lembut.
" Aku hanya merasa aku ini istrimu Davin dan aku tidak mau selagi menjadi istrimu. Kau dekat-dekat dengan siapa-siapa. Wanita maupun dan termasuk Pricilla," tegas Kayra.
" Apa ini sebuah tuntutan?" tanya Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.
" Kau pernah berjanji. Jika aku akan bahagia saat bersamamu dan juga setelah masalah kita selesai. Tetapi aku merasa kau malah tidak menepati hal itu dan malah membuatku terus marah dan membuat pikiranku tidak tenang. Jadi aku hanya ingin kau menepati janjimu. Aku juga sudah mengorbankan banyak saat menjadi istrimu. Jadi perlakukan lah aku sebagai istrimu yang semestinya," ucap Kayra yang tiba-tiba menuntut haknya.
Dia juga tidak tau kenapa bicara sampai sepanjang itu yang seolah ingin Davin tetap bersamanya. Karya menyadari kontrak pernikahannya yang mungkin akan berakhir. Tetapi seolah dia tidak peduli dan hanya ingin Davin berada di sisinya.
Pricilla menelan salivanya dan sangat yakin dengan apa yang di keluarkannya nanti dari mulutnya, " aku ingin kau menjauhi Pricilla. Jangan bersamanya selagi kita masih bersama. Jangan menemuinya di belakangku. Jangan ada kesempatan sedikitpun untuk kalian berdua tanpa aku. Aku hanya meminta itu dan itu hanya saat kita bersama," ucap Kayra dengan kata-kata yang tersusun rapi.
" Hanya itu saja?" tanya Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.
" Aku akan melakukannya," jawab Davin yang membuat Kayra tidak percaya jika Davin mau melakukan hal itu demi dirinya.
" Sungguh?" tanya Kayra tidak percaya.
" Tetapi apa yang aku inginkan apa kamu akan memberikannya?" tanya Davin.
" Aku jelas tau apa keinginanmu. Jika dalam pernikahan kita hanya kontrak yang saling menguntungkan. Lalu aku tidak punya kuasa untuk menolak setiap permintaan mu," ucap Kayra.
__ADS_1
" Apa kau hanya berpikiran Kayra jika aku hanya menginginkan tubuhmu?" tebak Davin yang tau jalan pikiran Kayra yang berpendapat seperti apa padanya.
" Apa ada yang kau inginkan lagi Davin dariku selain itu. Kau tidak mungkin menginginkan kekayaan. Karena aku tidak memilikinya. Yang aku rasa hanya tubuhku yang membuat bisa membuatmu memujiku," jawab Kayra.
" Kau salah. Aku bukan predator *** yang apa-apa hanya ingin meniduri wanita. Jika aku menginginkan tubuhmu. Atau ketagihan kepadamu. Aku pasti melakukannya setiap hari. Aku hanya menginginkan perhatianmu. Perhatian layaknya seorang istri pada suaminya," ucap Davin yang membuat Kayra diam.
" Kayra melayani itu bukan hanya sebatas melayani di atas ranjang. Tetapi banyak hal yang di lakukan untuk membangun kenyamanan," lanjut Davin yang membuat Kayra merasa tertampar.
Pernikahannya mungkin hanya kontrak. Tetapi Davin bahkan seperti suami sungguhan yang memberikannya segalanya, memberinya nafkah yang walau tidak di gunakan Kayra, perhatian yang begitu besar. Bahkan sampai papanya sangat di pedulikan Davin. Davin melindunginya dan memang layaknya suami yang melaksanakan kewajibannya
Sementara dirinya yang merasa pernikahan itu hanya kontrak. Acuh tak acuh. Bahkan Kayra tidak sekalipun pernah melayani Davin. Bukan masalah ranjang tetapi dari segi lain layaknya seperti seorang istri yang seharusnya juga memberikan perhatian pada suaminya.
" Aku bisa melakukan apa yang kau minta apa aku juga boleh mendapatkan apa yang aku mau. Aku ingin kau seperti istri pada umumnya, bersikap manis dan tidak ketus kepadaku," ucap Davin yang menuntun haknya.
" Maafkan aku Davin jika aku tidak menyadari. Hal itu tidak pernah aku lakukan," ucap Kayra merasa bersalah
" Lalu bagaimana apa kau mau memberikannya padaku?" tanya Davin merasa bersalah.
Kayra memegang pipi Davin sembari mengusapnya dengan lembut, " aku akan melakukannya," ucap Kayra membuat Davin tersenyum.
Davin mencium lembut kening Kayra.
" Mari saling memberi kenyamanan Kayra untuk memulai semuanya," ucap Davin. Kata-kata Davin yang penuh tanya membuat jantung Kayra berdetak kencang. Dia tidak tau apakah Davin juga merasakan hal yang sama seperti dirinya yang saat ini juga berdetak kencang.
Kayra yang terbawa suasana mampu mengangkat kepalanya dan mencium bibir Davin. Hal mengejutkan pasti di terima Davin yang sangat tidak percaya dengan tindakan Kayra. Namun saat Kayra menyadarinya membuatnya malu dan memalingkan wajahnya ke kekirinya. Davin tersenyum dan langsung meraih kembali bibir Kayra yang menciumnya dengan dalam-dalam.
" Aku tidak tau Kayra. Kenapa kau merasa bahagia saat bersamamu. Aku merasa kau itu adalah milikku. Aku seperti pria yang hanya ingin menuruti kemauanmu dan tidak ingin mmebuatmu berpikiran yang lain-lain," batin Davin yang perasaannya semakin lama semakin tidak menentu.
Debaran jantung itu saking menyerang di antara ke-2nya yang berciuman romantis di atas tempat tidur yang tidak ada satupun yang mengganggu mereka.
__ADS_1
Bersambung