
Davin dan Kayra duduk di sofa dengan Kayra yang bermanja-manja pada Davin yang kepalanya di letakkannya di paha Davin dengan Davin membelai-belai rambutnya.
" Davin!" tegur Kayra.
" Hmmmm," jawab Davin.
" Kamu tidak ada kerjaan memangnya?" tanya Kayra.
" Ada," jawab Davin.
" Lalu kenapa di sini. Kenapa tidak bekerja," ucap Kayra.
" Karena pekerjaan ku ini, memanjakan kamu," jawab Davin membuat Kayra tersenyum dan langsung membaringkan tubuhnya yang terbaring lurus di paha Davin melihat wajah tampan suaminya.
" Apa itu pekerjaan?" tanya Kayra. Davin menganggukan kepalanya.
" Katakan kepadaku kamu mau makan apa?" tanya Davin.
" Kenapa bertanya makanan. Aku tidak mau makan sama sekali," ucap Kayra.
" Biasanya kamu itu selalu meminta makanan yang aneh-aneh. Jadi katakan kepadaku apa yang kamu mau," ucap Davin.
" Aku tidak mau makan apa-apa," jawab Kayra.
" Sungguh?" tanya Davin tidak percaya. Kayra menganggukkan kepalanya.
" Lalu apa dia tidak kelaparan?" tanya Davin mengusap-usap perut rata Kayra.
" Dia tidak tidak kelaparan. Jika dia ingin makan maka akan mengatakannya kepadaku. Dan iya aku ingin mengucapkannya terima kasih kepadamu," ucap Kayra tiba-tiba.
" Terima kasih atas apa?" tanya Davin.
" Kau sudah menyelamatkannya," ucap Kayra memegang tangan Davin yang masih mengusap perutnya. Davin bingung dengan apa yang di katakan Kayra.
" Melihat kamu yang menonton Vidio tadi. Jadi aku mengingat kebodohanku yang hampir menghilangkan nyawa anak kita. Aku tidak pernah berpikir bagaimana dia, maafkan aku Davin. Aku pernah mencelakainya," ucap Kayra merasa bersalah.
Davin tersenyum dengan dengan memebelai rambut Kayra.
" Kamu tidak perlu minta maaf. Kamu tidak salah sama sekali. Justru aku yang minta maaf karena aku sudah membiarkan kamu untuk melewati semua ini sendiri dan sekarang semuanya sudah berlalu. Untung saja bayi kita tidak apa-apa," ucap Davin.
" Dan itu semua karena kamu," sahut Kayra.
__ADS_1
" Kenapa karena aku?" tanya Davin.
" Aku yang seharusnya bertanya. Apa yang kamu lakukan pada ku sampai bayi kita baik-baik saja. Karena saat aku menyadari kebodohanku. Aku langsung pergi ke rumah sakit dan Dokter mengatakan dengan jelas jika aku segera di tangani. Makanya bayiku tidak apa-apa sama sekali," ucap Kayra masih mengingat jelas dengan apa yang di katakan Dokter.
" Aku mengetahui kamu hamil saat itu, makanya aku begitu marah dengan kamu yang bisa-bisanya minum. Jadi aku langsung bertindak untuk mengeluarkan dengan cepat alkohol yang kamu konsumsi," jelas Davin singkat.
" Dengan apa?" tanya Kayra heran.
" Yang pasti bantuan pada Reyhan. Aku meminta pada Reyhan untuk secepatnya membeli obat dan langsung memberimu obat itu," jawab Davin.
" Begitu rupanya," sahut Kayra. Davin menganggukkan kepalanya.
" Dan sekarang aku yang bertanya padamu di mana sekarang kamu sudah sadar. Menjawab tidak dengan mabuk-mabukan lagi. Jadi aku akan bertanya padamu," ucap Davin.
" Bertanya apa?" tanya Kayra.
" Kenapa punya pikiran untuk mabuk-mabukan. Kenapa harus pergi ke Club? kenapa harus pergi keluar dari rumah tanpa bicara padaku?" tanya Davin.
" Pertama pasti karena kau sangat menyebalkan. Kau itu membuatku kesal sangat memuakkan membuatku emosi, membuatku marah dan rasanya ingin mengacak-acakmu dan kau bukannya malah bicara padaku saat itu malah pergi. Jadi aku memutuskan pergi dari rumah. Aku pulang kerumah dan menyogok ibu tiriku dengan kartu yang kau berikan. Jujur aku hanya ingin menenangkan diri beberapa waktu saja. Namun mama menyuruhku untuk menjemput Silvia ke Club. Aku tidak tau kenapa aku bisa ikut-ikutan minum dan terjadilah," jelas Kayra dengan eksperesi yang berubah-ubah sebentar-sebentar kesal sebentar-sebentar lesu.
" Jadi semua kesalahan ada padaku?" tanya Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.
" Memang semua kesalahan ada padamu," jawab Kayra tersenyum mengangguk.
" Jika aku tidak memaafkanmu. Aku tidak akan berada di sini sekarang berbaring di sini bersamamu," jawab Kayra dengan tersenyum.
" Oh iya Davin mengenai soal apa yang terjadi kemarin. Lalu menurut kamu Bagaimana dengan Silvia. Apa kandungannya juga baik-baik saja. Bukannya dia juga sedang hamil," ucap Kayra yabg tiba-tiba kepikiran dengan Silvia kakaknya.
" Meski mereka itu menyebalkan. Aku juga melakukan hal yang sama padanya. Aku menyuruh Reyhan mengatasinya dan bayi di kandungannya juga tidak kenapa-kenapa," jawab Davin.
" Syukurlah kalau begitu. Oh iya Davin menutut kamu bagaimana. Apa kamu percaya dengan kehamilan Silvia yang bersama Lian. Atau bagaimana?" tanya Kayra yang tiba-tiba memang kepikiran dengan masalah itu.
" Aku rasa memang itu anaknya Lian. Bukannya kita ber-2 sudah pernah melihat mereka berduan. Jika mereka memang dekat atau menjalin hubungan yang dekat," ucap Davin.
Kayra langsung langsung duduk dari rebahanhya yang nyaman.
" Lalu kenapa ya Davin. Kok bisa-bisanya Silvia harus menuduh kamu melakukan itu?" tanya Kayra yang tiba-tiba ingin membahas masalah itu.
" Menurut Reyhan. Dia itu hanya mengincarku. Namun melalui Lian. Tetapi Silvia tidak menyadari jika Lian tidak sebodoh biru yang akhirnya membuatnya terjebak sendiri dan mencoba memfitnah ku yang dia juga tidak menyadari jika aku lebih tidak bisa lagi di bohongi yang terakhirnya dia sendiri yang mendapatkan masalah dari perbuatannya," jelas Davin.
" Lalu apa menurut kamu Lian akan bertanggung jawab?" tanya Kayra.
__ADS_1
" Aku rasa tidak Kayra," jawab Davin yang tau bagaimana Lian.
" Jika tidak bertanggung jawab. Lalu bagaimana anak yang ada di kandungannya?" tanya Kayra tiba-tiba khawatir.
" Aku tidak pernah memikirkan urusan mereka Kayra. Jadi aku juga tidak akan tau dan aku tidak mau tau dengan masalah itu. Aku hanya mempedulikanmu. Lagian dia juga bukan kakak kandungmu. Dia juga bukannya selalu memanfaatkan mu. Lalu kenapa wajahmu terlihat begitu khawatir," ucap Davin.
" Davin walaupun seperti itu. Bagaimana pun dia keluargaku dan tidak mungkin aku bahagia dengan apa yang terjadi padanya," sahut Kayra dengan wajah lesuhnya.
Davin tersenyum dengan mengusap pipi Kayra lembut.
" Semakin lama aku mengenalmu. Kenapa aku semakin merasa jika wanita di hadapan ku ini bukanlah manusia melainkan seorang malaikat," ucap Davin yang semakin mengagumi Kayra.
" Masa iya aku seperti itu," sahut Kayra. Davin mengangguk dengan senyuman.
" Kamu berlebihan," sahut Kayra mengacak-acak rambut Davin.
" Mungkin Kayra sudah tau bagaimana perasaanku kepadanya. Tetapi bukannya Reyhan mengatakan. Jika seorang wanita tidak akan merasa puas. Jika belum mendengar ungkapan perasaan secara jelas. Lalu bagaimana aku mengatakan kepadanya," batin Davin yang sepertinya ada niat mengungkapkan cinta pada Kayra.
Malam itu mungkin sudah jelas sebagai ungkapan perasaan Davin pada Kayra dan apa yang terjadi belakangan ini dan begitu juga dengan Kayra. Kayra yang meracau dalam mabuknya sudah jelas adalah ungkapan perasaannya pada Davin.
Namun Davin sama sekali belum mengatakan cinta pada Kayra dan bagi Davin itu belum puas sama sekali. Dia juga benar-benar ingin mengungkap cinta pada Kayra. Apa lagi semakin hari cintanya bertambah pada Kayra.
*********
" Bagaimana jika di ajak ke tempat romantis bos," ucap Reyhan yang berdiri di depan Davin
Davin membutuhkan Reyhan untuk memecahkan apa yang berada di dalam kepalanya
" Bukannya itu hal yang biasa," sahut Davin yang kurang setuju.
" Kalau begitu kasih bunga saja bos," sahut Reyhan memberikan ide lain.
" Sama saja Reyhan. Yang lain jangan hal-hal kampungan seperti itu yang terlihat berbeda dan begitu berkesan untuk Kayra," ucap Davin dengan wajahnya yang tampak berpikir.
" Ya sudah lah bos jangan pakai ungkapan cinta-cinta segala. Lagian bos juga sudah menikah bukan anak remaja lagi yang harus nembak-nembak segala," ucap Reyhan.
" Ya mungkin itu kekanak-kanakan. Tetapi aku memperhatikan Kayra beberapa hari ini. Aku merasa Kayra meragukan perasaanku. Tidak tau kenapa dia tidak yakin padaku dan mungkin karena aku tidak mengatakan perasaan ku langsung padanya. Mungkin baginya itu sangat penting. Jadi untuk meyakinkannya aku ingin mengungkapkan semua itu," ucap Davin terlihat benar-benar begitu bucin.
Reyhan mendengar kata-kata Davin tersenyum. Davin begitu seriusnya bicara membuat Reyhan pastinya tidak percaya bucinnya bosnya itu.
" Argggghhh sudahlah Reyhan pokoknya kau harus memikirkan bagaimana caranya," tegas Davin yang tidak mau tau sama sekali. Reyhan hanya mengangguk-angguk saja.
__ADS_1
Bersambung.