
Ternyata di tempat yang sama Kayra juga ada di pemakaman yang sama di mana Kayra berjongkok di samping makam yang juga baru di taburnya dengan kembang dan juga di berikan boucket mawar yang indah. Makan ibunya.
" Mah, mungkin mama akan bertanya. Kenapa Kayra datang dengan jari yang sudah melingkar cincin. Iya mah, ini adalah cincin pernikahan Kayra di mana Kayra sudah menikah. Maaf ma, Kayra harus menikah cara seperti ini. Kayra tidak punya pilihan," ucap Kayra yang curhat di makan sang mama.
Davin juga sudah sampai di salah satu makam yang tak lain adalah makam ibunya dan Davin meletakkan bunga yang di bawanya di dekat mesan itu dan berdiri di depan makam itu.
" Aku tidak percaya. Jika papa sudah menyulitkan mama. Mama harus tau aku rencananya datang untuk minta maaf dengan tindakanku yang menikah kontrak hanya karena warisan dari Oma. Tetapi aku tidak jadi minta maaf. Karena itu bukan salahku. Aku seperti ini karena darah papa mengalir di tubuhku yang membuatku harus meniru tingkah lakunya,"
" Tetapi aku tidak akan seperti papa yang kebablasan dan tadi malam itu hanya, ya hanya seperti itu saja. Lagian aku juga tidak akan seperti papa yang melanjutkan pernikahan itu. Karena kami sepakat dan saling menguntungkan. Karena aku bukan papa yang akan jatuh cinta dan pernikahan itu akan berakhir," ucap Davin dengan penuh keyakinannya.
" Jadi mama jangan menyalahkan ku sepenuhnya. Karena aku melakukan itu pasti karena ada gurunya dan itu adalah mama dan papa yang menjadi guruku," ucap Davin dengan santai.
***
" Kayra hanya minta doa sama mama, semoga Kayra bisa menjalani semuanya dan papa juga sembuh. Karena Kayra juga kangen sama papa," ucap Kayra dengan matanya yang berkaca-kaca.
" Ya sudah mah, ini sudah sore. Kayra pulang dulu," ucap Kayra pamit
" Davin pulang ma, Davin akan kembali lagi jika ingin bertemu mama," sahut Davin.
Kayra dan Davin sama berlalu dari makam itu. Makan ibu Davin dan Kayra tidak terlalu jauh dan ketikan mereka melangkah dan langsung saling melihat.
" Kayra!"
" Davin !"
Mereka sama-sama yang tidak sengaja bertemu di pemakaman. Ke-2nya pun saling berjalan sama-sama saling mendekati sampai pada akhirnya mereka berdiri saling berhadapan.
" Kamu kok ada di sini," tanya mereka secara bersamaan. Dan ke-2nya mendadak diam sejenak dan malah salting.
" Kenapa ada di sani?" Davin bertanya kembali.
" Ya kalau aku ada di sini ya pasti zarah lah, mau ngapain lagi," sahut Kayra, " lalu kamu?" tanya Kayra
" Bersemedi. Ya pasti ziarah lah, mau ngapain lagi," sahut Davin ketus yang jawabannya sama dengan Kayra. Namun Davin lebih menyebalkan jawabannya.
__ADS_1
" Ohhhh", sahut Kayra dengan singkat.
" Kamu ziarah tempat siapa?" tanya Davin.
" Mama," jawab Kayra, " kamu?" tanya Kayra.
" Mama ku," jawab Davin membuat Kayra heran.
" Bukannya mamamu masih hidup," sahut Kayra yang tampak kaget. Karena Mesya wanita yang tidak menyukainya itu setaunya masih hidup dan kapan tiadanya.
" Dia bukan ibu kandungku, dia ibu tiriku," jawab Davin membuat Kayra tersentak kaget. Jujur dia baru tau hal itu.
Karena memang Kayra tidak pernah menyelidiki atau mau tau tentang Davin. Yang ternyata wanita yang melihatnya dengan sinis itu bukanlah ibu kandung Davin. Kayra memang seharusnya tidak heran. Karena kebanyakan ibu tiri seperti itu. Ya dia sendiri mempunyai ibu tiri.
" Kamu serius?" tanya Kayra yang masih begitu terkejut.
" Apa aku harus bercanda untuk masalah itu," sahut Davin.
" Ya, aku hanya tidak percaya saja. Ternyata dia bukan ibu kandung mu.. pantesan," sahut Kayra yang benar-benar masih terkejut.
" Astaga hujan, kok bisa," ucap Kayra melihat atas langit dengan matanya yang sipit dan menutup kepalanya dengan telapak tangannya. Davin juga melihat-lihat keatas yang mana hujan benar-benar begitu deras.
Davin langsung menarik tangan Kayra membuat Kayra kaget dan Davin langsung pergi membawa Kayra pergi dari tempat itu dengan lari-larian kecil untuk menghindari hujan yang datang tiba-tiba. Tidak ada yang tau kapan hujan akan datang.
Sementara Reyhan berada di dalam mobil yang malah tertidur dan tidak sadar jika hujan. Sampai tidak tau bosnya sedang kebasahan atau tidak. Malahan hujan deras itu justru membuat Reyhan semakin nyetak untuk tertidur pulas.
************
Kayra dan Davin duduk di salah satu bangku yang masih di sekitar pemakaman Pemakaman mewah itu memang menyediakan Gajebo tempat untuk beristirahat.
Jadi Kayra dan Davin bisa berlidung di sana menunggu hujan selesai turun di mana mereka duduk bersebelahan, duduk begitu dekat sampai bahu mereka bersentuhan dengan ke-2 tangan Kayra berada di dadanya yang terlihat kedinginan yang mengusap-usap lengannya.
Davin yang berada di sampingnya menoleh ke arah Kayra dan melihat Kayra yang kedinginan membuat Davin langsung membuka jasnya. Inisiatif muncul begitu saja.
" Pakailah!" ucap Davin yang memberikan jas itu. Wajah Kayra begitu terkejutnya ketika Davin memberikannya jaketnya untuknya sampai membuatnya bengong.
__ADS_1
" Ada apa. Kenapa wajahmu seperti itu. Kau pikir aku hantu," sahut Davin begitu kesalnya pada Kayra.
" Hmmm, oh tidak, tidak apa-apa kok. Serius kau memberiku ini?" tanya Kayra masih tidak percaya yang belum mengambil jaket itu.
" Mau apa tidak," sahut Davin ketus yang tidak ikhlas.
" Iya aku mau," sahut Kayra langsung mengambilnya.
" Tumben dia memberikan ku jas," batin Kayra sembari memakainya.
" Makanya kalau kekantor pakai pakaian yang sopan. Jangan memakai pakaian terbuka, kenapa tidak sekalian aja pakai bekini," cicit Davin mengoceh sendiri sampai membuat Kayra menoleh kearahnya dengan dahi Kayra yang mengkerut.
" Kenapa jadi menyalahkan pakaianku," desis Kayra kesal.
Mereka hanya duduk tanpa obrolan lagi menunggu hujan yang ternyata tidak reda juga sama sekali.
" Kapan mama mu meninggal?" tanya Davin tanpa menoleh kearah Kayra membuka obrolan.
" Mama meninggal sewaktu melahirkan ku?" Jawab Kayra.
" Ya papa bilang ada yang pergi dan ada yang lahir. Aku sering bertanya pada papa. Apa mama meninggal karena aku. Karena sewaktu sekolah. Jika orang-orang bertanya kenapa mama meninggal dan aku mengatakan karena melahirkan ku. Mereka akan justru menyalahkanku. Tapi papa bilang tidak. Karena mama pergi, memang sudah waktunya pergi dan aku lahir ke dunia ini. Karena juga sudah waktunya lagi. Dalam kehidupan memang pasti ada kematian dan itu sudah takdir," jelas Kayra menjadi sedikit sedih karena harus membahas mamanya. Namun rasa sedihnya tidak terlihat sama sekali. Dia memang sangat pandai bersandi wara.
" Aku hanya di rawat papa sampai aku berusia 9 tahun setelah itu papa menikah dan aku baru merasakan bagaimana mempunyai seorang ibu. Walau sebenarnya aku sudah mendapatkan semua itu dari papa," lanjut Kayra lagi.
" Jadi pada intinya aku belum pernah melihat sekalipun wajahnya ibuku, seperti apa dia, seperti apa suaranya. Ya aku belum melihatnya sama sekali," ucap Kayra dengan tersenyum lebar.
" Bercerminlah mungkin kau bisa melihatnya," sahut Davin tiba-tiba membuat Kayra langsung melihat kearah Davin yang mana juga Davin melihatnya.
" Orang-orang bilang, wanita yang kehilangan ibunya saat melahirkannya. Maka wajahnya akan mirip dengan ibunya. Jadi mungkin wajahmu akan sama dengan ibumu," ucap Davin yang tumbennya bicara dengan lembut.
" Aku Akan mencobanya. Aku akan mencoba untuk mengamati wajahku sendiri dengan bercermin. Supaya aku melihat mama," ucap Kayra.
" Lakukan. Jika itu menurutmu jauh lebih baik," sahut Davin.
Bersambung
__ADS_1