Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 103


__ADS_3

Kayra dan Pricilla masih terus saling menatap dengan jantung mereka yang di pastikan berdetak kencang dan tidak bisa di katakan seperti apa jantung itu. Pricilla yang melihat Kayra dengan penuh tanya menatap tubuh Kayra dari bawah sampai kepala Kayra.


Dengan penuh tanya. Kenapa wanita itu ada di sana, apa yang di lakukannya, pasti terkejut dan di pastikan pertanyaan itu ada di kepala Pricilla.


Sementara Kayra yang berdiri di depannya penuh dengan kepanikan yang tidak menyangka jika Pricilla ada di depan matanya. Pricilla tidak tau apa yang harus di lakukannya. Ketegangan ke-2 wanita itu terjadi dengan.


" Pricilla kenapa dia tiba-tiba ada di sini. Apa yang harus aku katakan. Apa yang harus aku jawab nanti," batin Kayra dengan wajahnya yang begitu pucat dan tubuhnya yang bergetar begitu hebat.


" Kayra kenapa kamu ada di sini?" tanya Pricilla.


Davin yang ada di dalam ruangan itu yang mendengar suara Pricilla terkejut. Suara itu begitu jelas membuat Davin juga cemas.


" Pricilla kenapa dia ada di sini? bagaimana ini kenapa Pricilla tiba-tiba ada di sini?" tanya Davin dalam hatinya yang juga ikutan panik.


" Gawat Kayra pasti panik. Apa yang harus aku lakukan," batin Davin yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Kayra.


" Kayra!" tegur Pricilla yang membuat Kayra kesulitan menelan salivanya. Bahkan tidak mampu menjawab apa-apa lagi.


" Kenapa kau ada di dalam ruangan itu, bersama siapa kau di dalam dan apa yang kau lakukan. Kenapa kau berpenampilan seperti ini?'' banyak tanya yang di keluarkan Pricilla dengan suaranya yang bergetar yang bisa di pastikan Pricilla berpikiran yang tidak-tidak.


Kayra yang keluar dari ruangan pribadi Davin yang dia sediri tidak pernah masuk dan Kayra keluar hanya memakai bathrobe dan juga dengan rambutnya yang basah.


" Kayra kenapa kau diam. Apa yang membuatmu hanya diam. Jawab pertanyaan ku?" tanya Pricilla yang melihat Kayra hanya diam dengan penuh kecemasan dan tidak bisa bicara sama sekali.


" Kayra jawab aku!" desak Pricilla yang bahkan ingin masuk kedalam ruangan itu.


" A- a- a- aku- aku....."

__ADS_1


" Apa sudah siap nona?" tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing dan siapa lagi kalau bukan Reyhan yang berdiri di belakang Pricilla membuat Pricilla membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah belakang.


" Reyhan datang!" batin Davin dari dalam.


" Reyhan!" lirih Pricilla, " kau sendiri kenapa ada di sini. Kau tau Kayra di sini?" tanya Pricilla lagi.


" Benar Nona Pricilla, tadi nona Kayra jatuh ke lumpur dan pakaiannya kotor. Lalu karena tadi dia jatuh karena sesuatu hal yang karena perbuatan bos Davin. Jadi bos Davin mengijinkan nona Kayra untuk bersih-bersih di ruangan bos Davin. Saya tadi mengawasi di pintu depan. Namun bos Davin memanggil saya dan makanya saya tidak ada di depan pintu!" jelas Reyhan yang tidak tau dari mana Reyhan bisa menata kata yang masuk akal itu.


Kayra mendengarnya menghela napasnya. Sangat bersyukur jika Reyhan datang dan memberi penjelasan itu. Karena dia tidak tau apa yang akan terjadi. Jika sampai dia dan Davin ketahuan berada di dalam sana.


" Nona Pricilla sendiri untuk apa di sini?" tanya Reyhan.


" Oh, aku mencari Davin. Aku tidak melihatnya tadi. Aku menelponnya juga tidak di angkat. Jadi aku memutuskan untuk menemuinya di ruangannya, aku sudah mengetuk pintu tadi. Karena tidak ada sahutan aku masuk saja dan aku sangat terkejut. Tiba-tiba Kayra ada di sini," jawab Pricilla.


" Ya bos Davin tidak ada di sini dan handphonenya ketinggalan, saya juga ingin mengambilnya. Jadi nona Kayra, masuk lah kembali dan ganti pakaian anda," ucap Reyhan yang memberikan Kayra paper bag.


" Ini yang anda minta tolongin tadi!" ucap Reyhan.


" Bukannya Davin baru mau menghubungi Reyhan. Lalu kenapa Reyhan sudah membawakan baju ku?" batin Kayra di dalam hatinya.


" Nona Pricilla ada yang bisa saya bantu?" tanya Reyhan.


" Di mana Davin. Aku mau bertemu dengannya?" tanya Pricilla dengan wajahnya yang datar yang seperti memikirkan sesuatu. Atau mungkin mencurigai sesuatu.


" Bos Davin sudah pulang. Saya hanya ingin mengambil handphonenya yang ketinggalan di meja," jawab Reyhan melihat ke arah meja dan benar ada handphone Davin di sana dan Pricilla juga melihat handphone itu ada di sana


Mau tidak mau dia harus mempercayai apa yang di katakan Reyhan.

__ADS_1


" Aku masuk dulu mau berganti pakaian," ucap Kayra yang tidak mau berlama-lama di depan Pricilla yang nanti Pricilla akan mengatakan hal yang tidak-tidak.


" Baiklah kalau begitu, saya akan menunggu di luar," ucap Reyhan. Kayra mengangguk dan langsung memasuki ruangan itu kembali.


Kayra yang memasuki ruangan itu menghela napasnya dan melihat ke belakangnya di mana Davin sudah berdiri dengan telanjang dada dan hanya menggunakan celana panjangnya.


Mereka saling melihat dengan wajah Kayra yang resah dan Davin sendiri yang penuh tanya. Kayra yang kelihatan ingin pergi. Karena merasa lelah. Langsung tangannya di tarik Davin dan di peluk Davin dengan erat.


Bisa di pastikan Kayra masih ketakutan dan Davin merasakan tubuhnya yang bergetar. Karena suasana yang di alaminya yang tidak bisa di katakan seperti apa. Takut ketahuan dan kenapa jika dia ketahuan bersama Davin. Dia adalah istri Davin. Tetapi kenapa Kayra takut jika Pricilla mengetahui semua.


" Maafkan aku Kayra. Kamu harus mengalami situasi ini," ucap Davin merasa bersalah dengan Kayra yang pasti tadi bingung harus menjawab apa.


**********


Akhirnya suasana benar-benar sudah aman. Pricilla juga sudah pulang dengan cara Reyhan. Davin dan Pricilla masih ada di kamar itu dengan ke-2nya yang sudah memakai pakaian rapi.


" Kamu merasa jauh lebih tenang?" tanya Davin.


" Iya. Untung saja Reyhan datang tepat waktu dan aku juga tidak tau kenapa Reyhan tiba-tiba membawakan baju ini. Padahal kamu baru saja ingin menghubunginya," ucap Kayra.


" Aku juga sangat salut dengan dia. Dia itu terkadang sangat bisa di andalkan. Aku juga tidak tau kenapa dia tiba-tiba ada. Nanti akan kita tanyakan padanya," ucap Davin yang memang tidak tau menau masalah itu.


" Ya sudah kalau begitu sekarang bagaimana. Kita mau tetap di sini atau pulang?" tanya Kayra.


" Bukannya aku tadi mengatakan kepada kamu. Kita akan pulang. Bukannya Reyhan sudah mengabarimu. Jika Pricilla sudah pergi dan kita sekarang ke mobil. Reyhan sedang menunggu kita," ucap Davin.


" Ya sudah kalau begitu!" sahut Kayra yang mengangguk saja dan mau tidak mau mereka pun akhirnya pergi keluar dari ruangan itu.

__ADS_1


Pasti Kayra dan Davin masih ingin makan. Karena meski tadi terjadi ketegangan.


bersambung


__ADS_2