
Davin dan Kayra benar-benar kehilangan Brian dengan mereka yang mencari kesana-kemari di sekitar rumah sakit yang tak kunjung menemukan Brian. Bahkan meminta bantuan dengan beberapa orang mereka juga tidak menemukan Brian. Kayra dan Davin pun langsung keluar rumah sakit yang mencari Brian keluar yang tadi mereka memeriksa Cctv kalau Brian keluar dari rumah sakit.
"Kita satu mobil saja," sahut Davin yang melihat Kayra memasuki mobilnya.
"Tidak usah aku bisa mencarinya sendirian," sahut Kayra yang menolak. Namun Davin langsung menarik tangan Kayra. Saat Kayra ingin memasuki mobilnya.
"Jangan keras kepala. Masalah ini bukan lagi main-main. Jadi kita cari Brian sama!" paksa Davin menarik Kayra memasuki mobilnya dan Kayra pun tidak bisa membantah lagi yang penting Brian putranya dapan di temukan.
Namu Maya, dan Anggi melihat Brian dan Kayra yang seperti itu. Merasakan ada hal yang aneh.
"Kenapa Pak Davin begitu khawatir dengan Brian ya?" tanya Anggi.
"Aku juga tidak tau kenapa dia begitu khawatir dan mereka ber-2 juga tampak kompak untuk mencari Brian bersama-sama. Sudah seperti orang tua saja," sahut Maya yang juga bingung dan tidak bisa menyimpulkan apa-apa.
"Iya kamu benar sih," sahut Anggi, "ahhh sudahlah kita jangan memikirkan apa-apa dulu. Kita doakan saja Brian cepat di temukan," ucap Anggi. Maya menganggukkan kepalanya.
Pasti itu harapannya di mana Brian juga harus di temukan. Namun dia juga penasaran dengan hubungan Kayra dan Davin. Davin memang sangat dekat dengan Brian.
*********
Kayra dan Davin mencari-cari Brian di mana Davin menyetir sembari melihat ke kiri dan kekanan mencari putranya. Begitu juga dengan Kayra yang penuh kecemasan yang juga kepalanya berkeliling melihat di sekitar jalan apakah ada putranya.
"Di mana kamu nak. Kenapa kamu pergi. Kamu membuat mama cemas," ucap Kayra dengan perasaannya yang tidak tenang.
"Kamu jangan khawatir kita akan menemukan Brian secepatnya," sahut Davin.
"Bagaimana aku tidak khawatir dia anakku," sahut Kayra.
"Dia juga anakku Kayra dan aku juga khawatir dengan Brian," sahut Davin.
"Ini semua itu gara-gara kamu," sahut Kayra yang menyalahkan Davin.
"Kamu jangan menyalahkan ku. Kamu yang terlalu kasar kepadanya," sahut Davin tidak terima di salahkan.
__ADS_1
"Kamu jangan sok tau Davin. Aku yang tau bagaimana cara mendidik anakku dan kamu tidak tau apa-apa. Jadi jangan menjudge ku dengan buruk!" tegas Kayra bertambah emosi.
"Sudahlah Kayra aku malas berdebat dengamu dengan kita bertengkar seperti ini dengan masalah kamu, tuduhan kamu dan pikiran buruk kamu tidak akan menyelesaikan masalah. Kita tidak akan menemukan Brian. Jadi jangan membuat keributan," tegas Davin.
"Kamu yang memulai," desis Kayra. Davin tidak menanggapi lagi. Karena jika dia menanggapi lagi yang adanya Kayra tidak akan mau mengalah dan mereka akan terus bertengkar. Anak pun tidak akan bisa di temukan.
Dratttt Dratttt, Dratttt.
Ponsel Kayra tiba-tiba berdering yang menelpon adalah Silvia dan Kayra langsung mengangkatnya.
"Hallo kak!" sapa Kayra.
"Apa yang terjadi?" tanya Silvia.
"Maksud kakak?" Kayra balik bertanya.
"Brian bersama papa dan terus menangis ada apa sebenarnya," jawab Silvia.
"Jadi Brian ada di sana?" tanya Kayra. Davin langsung menoleh ke arah Kayra saat mendengar kan hal itu.
"Ada apa Kayra?" tanya Davin.
"Brian ada do rumah papa," jawab Kayra dengan lemas.
"Ya sudah kita segara kesana," sahut Davin. Kayra menganggukkan kepalanya.
************
Ternyata Brian sedang berada di rumah kakeknya. Kakek Aris. Untung saja Silvia dan Haykal tadi menemukan Brian saat di jalan dan Brian menagis-nangis yang tidak mau pulang dan mereka membawa Brian kerumah Aris. Di mana sampai sekarang Brian masih menangis di pelukan Aris.
"Brian katakan pada kakek ada apa. Kenapa kamu di jalan sendirian?" tanya Aris yang sejak tadi pertanyaannya tidak di jawab Brian.
"Papa sama Mama terus bertengkar. Kemari juga bertengkar gara-gara Brian dan tadi juga bertengkar gara-gara Brian," jawab Brian dengan menangis senggugukan.
__ADS_1
"Kenapa Brian bicara seperti itu. Mana mungkin mama dan papa bertengkar gara-gara Brian," ucap Aris.
"Itu benar kakek. Tadi Brian juga dengan papa mau bawa Brian dan tidak boleh mama ikut dan mama juga tidak mau papa temui Brian lagi. Mereka terus ribut dan Brian takut. Brian tidak mau sama mama dan juga sama papa," ucap Brian yang terus menangis memeluk erat Aris.
Aris menghela napasnya. Dia memang yakin pasti Davin dan Kayra cekcok di depan Brian. Makanya Brian seperti ini dan hal ini tidak pernah terjadi pada Brian.
"Mama dan papa pasti tidak sayang Brian," ucap Brian.
"Brian jangan bicara seperti itu. Mama dan papa sangat sayang Brian," ucap Aris.
"Bohong buktinya mereka saja tinggalnya tidak sama. Papa terus bilang punya kesalahan dan mama tidak memaafkannya dan itu artinya mama dan papa memang tidak sayang Brian," ucap Brian lagi.
"Di sekolah Brian. Ada mama dan papanya tidak tinggal serumah. Itu karena divorce. Tapi papa bilang dia dan mama tidak pisah. Lalu kenapa tidak tinggal sama-sama. Brian bingung. Brian dan Tante Zoy juga sudah melakukan banyak usaha biar mama dan papa sama-sama. Tetapi ternyata mama dan papa malah ribut terus dan juga teriak-teriak, Brian takut. Brian tidak mau ketemu mama dan juga papa," ucap Brian dengan sengugukan yang mengeluhkan apa yang di pendamnya selama ini. Mungkin terlihat santai dan tidak tau apa-apa.
Tetapi ternyata Brian bahkan sangat mengerti dengan ke-2 orangtuanya dan sampai menyerap kedalam pikirannya dan selama ini di pendamnya.
Ternyata keluhan dari anak kecil itu di dengarkan sendiri oleh Davin dan Kayra. Di mana 2 orang itu berdiri di depan pintu dan mendengar semauanya. Silvia dan Haykal juga ada di sana. Mereka pasti sangat begitu kasihan dengan Brian yang mengalami hal seperti itu.
Air mata Kayra pun jatuh mendengar perasaan putranya selama ini dan tidak sanggup mendengar lagi. Kayra memilih pergi mungkin untuk mengeluarkan juga air matanya.
"Kayra!" lirih Davin yang juga merasa bersalah dengan anak mereka yang menjadi korban.
"Aku tidak bisa mengatakan apa-apa pada mu Davin. Kenapa sih setelah bertahun-tahun. Kamu tidak bisa mengalah sedikit pun. Kamu bisa dengar sendiri bagaimana Brian," ucap Silvia yang kesal dengan Davin.
"Silvia sudah. Jangan menyalahkan Davin," ucap Haykal.
"Bagaimana aku tidak menyalahkannya. Kamu tidak dengar apa kata Brian. Dia itu bisa-bisanya ribut di depan anak," kesal Silvia.
"Tapi bukan hanya kesalahan Davin saja. Kayra juga salah," sahut Haykal berusahalah netral.
"Dua-duanya sama saja," desis Silvia.
Davin hanya diam yang tidak mengeluarkan sepatah katapun. Karena memang semua itu adalah kesalahannya.
__ADS_1
Bersambung