Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 82 Suami istri bobrok.


__ADS_3

Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.


" Sayang pelan-pelan makannya," ucap Davin memberi Kayra minum. Kayra mendadak grogi dengan perlakuan Davin dan semakin parah dengan Davin melap bibirnya dengan tisu.


Pertunjukan yang di pertontonkan itu mendapat tanggapan yang berbeda. Oma dan Altarik pasti tersenyum, sementara Mesya, Giselle, Zoy dan Lian terlihat sewot dan mau muntah melihat sok romantisnya Davin dan Kayra.


" Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Davin tersenyum manis pada Kayra. Hanya menggelengkan kepala yang di berikan Kayra untuk menjawab pertanyaan itu.


" Ya sudah makan lagi. Pelan-pelan saja," ucap Davin lembut. Kayra menganggukkan kepalanya.


" Ehmmmm, lalu hadiah apa yang di berikan istrimu Davin?" tanya Oma kepo.


" Apa Oma harus tau hadiahnya. Kan tidak mungkin aku harus mempromosikannya," jawab Davin.


" Ma, Davin Kayra baru saja menikah. Jadi kalau pengantin baru itu masih manis-manisnya dan pasti hadiahnya tidak jauh-jauh dari romantis-romantisan. Ya termasuk adegan yang memproduksi cucu dan....."


" Pah!" tegur Davin memotong pembicaraan papanya yang pasti mengarah ke arah mesum. Kayra di tempat itu benar-benar geli. Ya dia harus tau kenapa Davin seperti itu karena tidak jauh-jauh dari papanya yang juga seperti itu. Buah tidak jauh jatuh dari pohonnya.


" Kamu ini malu-malu aja Davin," sahut Altarik menggoda Davin lagi.


" Sudah-sudah hadiah Kayra dan Davin itu biar menjadi rahasia mereka ber-2," sahut Oma yang menghentikan pembicaraan mengarah ke jalur luar itu.


" Issss, apa harus membicarakan masalah itu saat makan," batin Giselle yang begitu kesal.


" Aku harus mengawasi pergerakan Kayra. Kau tidak akan membiarkan Kayra sampai mengandung anak Davin. Riwayat ku benar-benar akan tammat. Jika Kayra melahirkan keturunan Davin," batin Mesya yang mulai panik. Apa lagi semakin lama dia semakin melihat kedekatan Kayra dan juga Davin.


" Ehmmm, oh iya Zoy, Oma minta kamu untuk terus fokus pada Pabrik di Bandung. Dion akan menemani kamu untuk mengurus segalanya!" perintah Oma.


" Mama kenapa harus Zoy yang mengurusnya. Kenapa bukan Lian saja," sahut Mesya yang pasti ada alasan mengatakan hal itu.


" Aku hanya ingin Zoy bisa bekerja dengan baik," sahut Oma Elishabet.


" Mama kenapa sih. Apa-apa ingin selalu kak Lian. Mama seakan berpikir anak perempuan itu tidak menghasilkan apa-apa," batin Zoy yang lama-lama kesal dengan jalan pikiran mamanya yang serah dengan harta dan pasti menginginkan Lian yang menjadi penguasa. Padahal Lian bukan anak kandung Altarik. Lian anak bawaan dari Mesya sebelum menikah dengan Altarik.

__ADS_1


" Siapapun yang memegang Pabrik di Bandung papa berharap jika di berikan tugas itu. Kalian bisa bertanggung jawab dengan baik," ucap Altarik memberi pesan. Zoy hanya mengangguk.


**********


Setelah selesai sarapan Kayra dan Davin sama-sama keluar dari rumah.


" Davin!" panggil Kayra mendekati Davin yang mana Davin ingin memasuki mobil. Kayra berdiri di hadapan Davin.


" Ada apa?" tanya Davin.


" Apa yang kau katakan tadi sewaktu sarapan. Kapan aku mengucapkan ulang tahun mu, bahkan aku juga tidak tau kapan kau ulang tahun?" tanya Kayra.


" Davin menghela napasnya, berdecak lalu menarik pinggang Kayra, sehingga Kayra menabrak dada bidang Davin dengan wajah mereka yang berdekatan bahkan hidung mereka saling bersentuhan dengan napas yang saling menerpa sehingga aroma tubuh ke-2nya semakin melekat.


" Kalau begitu ucapkan sekarang. Aku berulang tahun saat kita pertama kali kita berhubungan di malam itu," ucap Davin dengan suara seraknya yang begitu lembut yang berbicara matanya fokus pada bibir bergetar Kayra.


" Bukannya malam itu kau juga seharusnya Dinner dengan Pricilla?" tanya Kayra mengingat Davin yabg waktu itu memang pergi kencan dengan Pricilla.


" Lalu apa kau menyesal tidak jadi Dinner bersamanya?" tanya Kayra. Davin menyunggingkan senyumnya mendengarnya.


" Aku mana mungkin menyesal karena di gantikan dengan dirimu yang mana...." Davin tidak melanjutkan kalimatnya. Saat Kayra menutup mulut Davin dengan 1 harinya.


" Apa kau tidak bisa bicara tidak mesum 1 kali saja," ucap Kayra kesal. Davin tersenyum dan dengan jahilnya memasukkan jari Kayra kemulutnya membuat Kayra melotot dan dengan cepat menariknya.


" Kau itu jorok sekali!" umpat Kayra kesal memukul dada Davin dengan menatap Davin horor.


" Kau yang memulai. Aku sudah memperingatkanmu jangan mengataiku mesum. Sekarang ayo cepat ucapkan selamat ulang tahun untukku!" ucap Davin memaksa.


Kayra tampak ragu yang tidak mau mengatakan hal itu.


" Jangan gengsi cepat ucapkan dan beri aku hadiah," sahut Davin.


Kayra mengkerutkan dahinya, " hadiah apa?" tanya Kayra heran.

__ADS_1


" Apa saja. Hmmmm, Bagaimana kalau servis di atas ranjang," bisik Davin request.


Kayra melotot mendengarnya dan Davin kembali mendapat tabokan dari Kayra.


" Kau itu..." geram Kayra yang ingin kembali memukul Davin. Namun Davin semakin mendekatkan dirinya sampai akhirnya bibir Kayra dan Davin 1 cm lagi akan saling menempel.


" Da- Davin kau mau apa?" tanya Kayra gugup.


" Mau menciummu?" jawab Davin apa adanya dengan suara serak itu.


" Kau gila. Kau tidak melihat banyak orang," sahut Kayra panik. Karena memang ada beberapa bodyguard yang berdiri di sekitar pintu yang dapat di pastikan mereka hanya pura-pura tidak melihat Kayra dan Davin yang tidak melihat tempat untuk bermesraan.


" Jika tidak di sini. Maka akan di kamar dan aku pastikan kau akan keluar dari kamar saat siang hari," ucap Davin memberikan pilihan yang mengerikan untuk Kayra. Kayra mendengarnya kesulitan menelan salivanya.


Ya dia tau Davin itu memang ada gila-gilanya dan sekarang pasti tidak ada malunya berciuman dengan Kayra di depan umum. Walau mereka suami istri. Namun saat bibir Davin hampir menempel pada Kayra.


Tiba-tiba punggungnya terdorong sedikit dan membuat hal itu gagal.


" Jangan berciuman di tempat umum," ucap Dion yang menjadi perusuh dengan menyenggol Davin. Dan Dion langsung pergi begitu saja.


Kayra pun langsung menjauh dari Davin ketika melihat Dion dan Zoy yang ingin memasuki mobil tepat di belakang mobil Davin.


" Isss," Davin hanya berdesis kesal melihat Dion yang sekarang menyunggingkan senyumnya dan Kayra jadi salah tingkah dengan merapikan rambutnya yang tidak berantakan.


Zoy yang juga tadi sempat melihat ulah Kayra dan Davin hanya melihat datar saja dan memasuki mobil yang pintunya di bukakan Dion, " apa mereka pikir dunia ini hanya tempat mereka apa," batin Zoy kesal.


" Perusuh!" desis Davin yang menatap kesal Dion.


" Saya permisi tuan Davin. Lanjutkan di tempat lain," ucap Dion mengejek dan langsung memasuki mobil yang membuat Davin emosi tingkat dewa dan rasanya ingin menghajar Dion.


" Kita pergi sekarang!" ucap Davin pada Kayra. Kayra yang masih canggung menganggukkan kepalanya. Lalu pergi langsung bersama dengan Davin.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2