
Banyak pertandingan yang di ikuti Brian bersama teman-temannya yang di dukung oleh Kayra dan pasti Davin yang menjadi suporter paling heboh yang terus bersorak memberikan semangat untuk Brian. Sampai berbagai macam pertandingan itu yang sudah di lalu hingga beberapa jam dan Kayra dan Davin langsung menghampiri putra tampan mereka.
Kayra berlutut di depan Brian, begitu juga dengan Davin yang Kayra memberikan Brian minum dan Davin melap keringat Brian yang memenuhi wajahnya.
"Brian sangat capek?" tanya Kayra.
"Tidak juga mah, Brian tidak capek sama sekali," jawab Brian yang tampak memang tidak lelah dan bahkan bertambah semangat.
"Anak papa benar-benar sangat hebat, sangat kuat," puji Davin.
"Makasih papa. Brian janji akan pulang bawa piala yang banyak," ucap Brian dengan semangatnya.
"Benarkah?" tanya Kayra. Brian mengangguk-angguk.
"Mama percaya itu," ucap Kayra memegang dagu Brian.
"Tapi nanti kalau Brian bawa piala yang banyak mama dan papa kasih hadiah Brian juga ya," ucap Brian.
"Memang Brian mau hadiah apa?" tanya Davin.
"Ada deh," sahut Brian.
"Baiklah nanti papa akan menuruti apapun yang ingin Brian mau. Mau hadiah apapun akan papa belikan dan akan papa berikan apapun untuk Brian," sahut Davin yang pasti tidak main-main dengan janjinya.
"Mama juga kan?" tanya Brian yang harus memastikan.
"Iya sayang, Brian jangan khawatir," sahut Kayra. Brian tersenyum dengan bahagianya. Selain dia sudah memenangkan beberapa pertandingan, ada juga orang tuanya yang lengkap yang kompak untuk mendukungnya dan bagaimana dia tidak sebagai itu.
Setelah acara pertandingan semuanya sudah selesai. Akhirnya tibalah hal yang di tunggu-tunggu yaitu pengumuman sebagai pemenang yang paling banyak. Hal ini sangat menegangkan bagi Brian yang sangat semangat.
__ADS_1
Sejak tadi Brian berdiri di tengah-tengah ke-2 orangtuanya dengan tangan Brian yang di pegang orang tuanya yang menunggu pengumuman pemenang di depan sana.
"Baiklah untuk anak-anak hebat semuanya, terima kasih sudah dengan semangatnya mengikuti berbagai pertandingan di sekolah kita dan kalah menang itu hal yang biasa. Jangan Khawatir jika kalian kalah. Nanti kalian akan menjadi pemenang di lain waktu dan untuk yang nanti menjadi pemenangnya jangan cepat puas. Tetap terus berusaha agar menjadi pemenang di pertanding-tandingan berikutnya dan untuk orang-orang tua para murid terima kasih sudah berpartisipasi untuk sekolah kami, ikut memeriahkan acara pekan olahraga. Terima kasih untuk waktunya," ucap panitia yang memberikan satu, 2 patah kata sebelum mengumumkan pemenang.
"Baiklah kita langsung saja untuk mengumumkan siapa juara untuk tahun ini yang memenangkan banyak pertandingan. Baik tunggal maupun dalam kelompok yang di pastikan kalian sudah tau siapa orangnya.
"Untuk ya juara ketiga kita persilahkan dari A yaitu Dody," ucap panitia dengan meriah dan di sambut dengan tepuk tangan yang tidak kalah meriahnya juga dengan sorakan yang heboh.
"Kita lanjutkan yang kedua yaitu dari kelas C, Yogi," sahut panitia lagi yang lagi-lagi mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah.
"Dan untuk yang pertama yang sudah memenangkan banyak pertandingan baik dalam tunggal maupun dalam grup. Kita langsung saja si bocah tampan Brian Altarik," sahut panitia tersebut yang membuat Brian terkejut dan langsung melompat.
"Brian kamu menang horeee," ucap Davin yang langsung menggendong putrnya yang menjadi pemenang.
"Yeeee Brian menang. Yeeee," Brian tidak hentinya bersorak dengan bahagia. Kayra juga sangat bangga dengan putranya yang penuh dengan prestasi yang hebat.
"Ayo mama dan papa," ucap Brian yang mengajak orang tuanya. Kayra dan Davin pun ikut bergabung dengan orang tua lainnya.
Brian mendapatkan piagam, mendali yang di kalungkan dan juga pastinya piala. Hasil dari kerja kerasnya yang membanggakan ke-2 orang tuanya.
"Kita foto-foto sebentar," ucap panitia yang tidak lupa ingin mengabadikan dalam sebuah momen kenang-kenangan.
Davin dan Kayra yang berada di kiri kanan Brian berjongkok agar sejajar tingginya dengan Brian yang ingin mengabadikan dalam foto.
"Mama dan papa cium pipi Brian!" perintah Brian.
"Baik sayang," sahut Kayra dengan memegang lengan putranya tersebut.
"Baiklah. Kita mulai, 1, 2 3," sahut arahan dari panitia dan dengan jahilnya Brian memundurkan wajahnya kebelakang yang membuat Kayra dan Davin harus saling bersentuhan bibir. Mata saling menatap dan bibir yang bersentuhan. Akibat ulah Brian yang sangat jahil. Bahkan sekarang tertawa terbahak-bahak dengan menutup mulutnya yang melihat orang tuanya masih saja diam dengan posisi yang sangat romantis. Namun Davin dan Kayra langsung cepat sadar.
__ADS_1
"Brian kamu ini," ucap Kayra yang salah tingkah. Namun Davin tersenyum dengan kejadian yang singkat itu.
"Maaf mama, maaf papa," sahut Brian yang tetap harus meminta maaf. Karena sudah sangat jahil pada orangtuanya.
*********
Setelah selesai acara di sekolah. Mereka melanjutkan dengan pergi ke taman di mana mereka menemani Brian yang masih ingin bermain yang sekarang bermain bersama Davin dan Kayra hanya duduk di salah satu kursi yang melihat orang Brian yang sangat happy.
Davin melihat ke arah Kayra, "Brian papa tempat mama dulu ya. Brian main aja sendiri," ucap Davin.
"Baik pah," sahut Brian yang akhirnya main sendiri dan Davin langsung menghampiri Kayra yang duduk sendirian dan Davin juga duduk di samping Kayra dengan tarikan napas yang sepertinya Davin lumayan lelah. Karena sampai berkeringat.
"Minum dulu!" ucap Kayra yang menawarkan Davin minuman.
"Makasih Kayra," sahut Davin tersenyum dan langsung meneguk minuman pemberian dari Kayra.
"Brian tidak ada lelahnya. Padahal seharian dia terus saja bertanding, lari, melompat yang membuat tenaganya habis terkuras. Tetapi lihatnya. Masih sempat-sempatnya ingin bermain," ucap Kayra.
"Mungkin dia menyadari hal ini tidak mungkin bisa setiap hari di laluinya dan dia tidak ingin menghilangkan kesempatan sedikit saja," sahut Davin.
"Makasih ya Davin kamu sudah mau ikut menemani Brian hari ini," ucap Kayra.
"Aku yang berterima kasih. Karena kamu sudah memberiku banyak kesempatan untuk bersama Brian hari ini dan bahkan ikut membuatku bisa bersamanya, menemaninya," sahut Davin.
"Bukannya kita berdua adalah orang tuanya.. Jadi sangat wajar kita berdua harus menemaninya," ucap Kayra yang sepertinya sudah mulai bisa menerima Davin bersama dengan putranya. Ya Kayra tidak akan membuat jarak untuk anak dan ayah itu. Karena Brian dan Davin adalah sedarah.
"Terima kasih Kayra. Kau mengakui ku sebagai ayahnya. Aku tidak percaya. Jika kata-kata ini akan keluar dari mulutmu," ucap Davin yang menatap Kayra dalam-dalam. Ya dia bisa melihat bahwa Kayra sangat tulus.
Bersambung
__ADS_1