Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 153


__ADS_3

Kayra dan Davin berada di dalam mobil yang pasti mereka ingin kekantor sama-sama.


Dratttt Dratttt Dratttt Dratttt. Handphone Davin berdering dan Davin langsung melihat panggilan itu.


" Dari rumah sakit," ucap Davin yang langsung mengangkatnya. Kayra hanya berekspresi tidak terbaca saat melihat suaminya mengangkat telpon itu.


" Apah!" pekik Davin yang terlihat terkejut dan Kayra juga ikutan terkejut, " baiklah saya akan segera kesana!" ucap Davin yang terlihat cemas dan langsung mematikan telponnya.


" Ada apa Davin?" tanya Kayra yang ikut penasaran.


" Pricilla kritis!" ucap Davin. Kayra terkejut mendengarnya dengan matanya yang terbuka lebar.


" Kok bisa?" tanya Kayra yang ikutan panik.


" Aku juga tidak tau Kayra. Katanya dia awal-awalnya hanya histeris," jawab Davin, " kita langsung kerumah sakit saja," ucap Davin yang membelokkan mobilnya menuju kerumah sakit.


*********


Tiba di rumah sakit yang ternya di depan ruangan Pricilla ada Oma dan juga Dion yang menunggu.


" Oma apa yang terjadi?" tanya Davin panik. Oma menelan salavanya yang tidak mampu menjawab pertanyaan Davin membuat Kayra dan Davin penasaran saja.


Dokter tiba-tiba keluar dari ruangan Pricilla dan Davin langsung menghampirinya.


" Dokter bagaimana keadaannya?" tanya Davin.


" Pasien sudah mulai tenang. Dia mengalami pendarahan ringan," jawab Dokter.


" Memang apa yang terjadi. Kenapa dia bisa sampai seperti itu?" tanya Davin.


" Bisa tanyakan pada nenek anda. Karena semua yang terjadi karena tindakan beliau yang tergesa-gesa," ucap Dokter melempar pada Oma Elishabet dan Davin langsung melihat ke arah Oma.


" Ada apa ini Oma. Apa yang Oma lakukan?" tanya Davin.


" Oma hanya mempercepat segalanya. Oma hanya ingin dia operasi secepatnya. Hanya itu," jawab Oma dengan tegas.


" Maaf nyonya. Tetapi kondisi pasien tidak bisa di tekan. Ini hanya akan membuat kondisinya semakin menurun dan apa yang nyonya katakan tadi kepadanya membuatnya seperti ini," ucap Dokter.


" Dokter. Lalu apa menurut Dokter dengan pasien tidak di operasi dengan waktu yang diulur-ulur. Apa menurut Dokter kondisinya tidak akan menurun. Dokter adalah seorang Dokter dan seharusnya tau apa yang terbaik untuk pasien," sahut Oma dengan tegas.


" Oma sudah cukup! Justru apa yang di katakan Dokter dari awal itu sudah jelas. Oma kita tidak bisa memaksa Pricilla untuk operasi begitu saja. Oma harus tau Pricilla itu punya trauma dengan operasi. Jika kita memaksanya dia hanya akan semakin menderita. Apa Oma tidak mengerti?" tegas Davin yang marah-marah pada Oma.

__ADS_1


Sepanjang Davin bicara. Kayra hanya terus melihat Davin yang mengamuk karena kecerobohan Oma.


" Davin. Kamu itu cucu yang berani memarahi Oma hanya karena Pricilla," sahut Oma.


" Oma jangan mulai lagi, ini rumah sakit. Aku sangat berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk Pricilla aku berusaha semampuku. Agar dia tidak apa-apa. Tetapi apa yang Oma lakukan. Dengan mudahnya Oma melakukan semuanya. Bertindak gegabah dan membuat Pricilla menjadi seperti ini," ucap Davin yang terus marah dengan menguatkan volume suaranya.


Huffffff. Davin menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan memijat kepalanya.


" Dokter maafkan kami. Kami tidak akan membuat kesalahan ini lagi," ucap Davin yang seolah merasa menyesal dengan kejadian ini.


" Baiklah untuk kedepannya tolong kalian lebih memahami lagi semua situasi ini. Saya permisi!" ucap Dokter pamit.


Oma hanya diam yang melihat Davin marah-marah sejak tadi di depan Dokter. Yang Oma rasanya ingin menampar Davin.


" Aku akan melihat sebentar kondisinya," ucap Davin dengan suara rendahnya yang langsung memasuki ruangan Pricilla.


Kayra menghela napasnya panjang kedepan dan langsung mendekati Omanya.


" Oma tidak apa-apa kan. Maafkan Davin," ucap Kayra dengan lembut. Oma tersenyum dengan memegang pipi Kayra.


" Oma yang harus bertanya pada kamu. Kamu tidak apa-apa kan?" tanya Oma.


" Kenapa Oma bertanya seperti itu. Memangnya Kayra kenapa?" tanya Kayra.


Kayra tersenyum mendengarnya, " Oma jangan khawatir ini sudah sangat biasa. Oma jangan melakukan apa-apa lagi yang membuat Davin marah-marah nantinya. Kayra tidak apa-apa dan nanti Kayra akan terbiasa," ucap Kayra yang berusaha menghadapi semuanya dengan ketenangan.


Oma membuang napasnya dengan perlahan kedepan dan langsung memeluk Kayra.


" Kamu anak yang baik Kayra. Oma hanya berdoa semoga kamu sabar dalam menghadapi semua ini," ucap Oma. Kayra di dalam pelukan Omanya hanya diam.


**********


Pricilla berada di ruangannya yang sedang bersama Davin. Di mana Pricilla sudah sadar kembali.


" Davin. Aku tidak tau apa kesalahanku. Kenapa Oma harus memaksaku. Aku tidak bisa membayangkannya. Aku takut Davin. Aku sangat takut," ucap Pricilla.


" Kamu jangan takut Pricilla. Semuanya akan baik-baik saja. Oma tidak akan melakukan itu lagi," ucap Davin.


Pricilla memegang tangan Davin, " Davin aku tidak mau operasi aku tidak mau mati di meja Operasi. Jika memang takdirku akan pergi dengan cepat. Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu. Aku tidak memiliki siapa-siapa lagi Davin. Aku hanya ingin bersamamu," ucap Pricilla.


" Ehemm!" tiba-tiba Kayra berdehem dan Davin langsung melepas tangannya dari Pricilla.

__ADS_1


" Kita sudah harus makan siang," ucap Kayra mengingatkan suaminya.


" Baiklah Kayra!" jawab Davin, " Pricilla aku pergi sebentar ya," ucap Davin dengan lembut bicara.


" Setelah makan siang bersama Kayra, kamu akan datang lagi kan?" tanya Pricilla.


Davin terlihat bingung yang harus menjawab apa. Dia takut Kayra marah. Namun dengan kondisi Pricilla yang seperti itu juga membuat Davin juga takut jika Pricilla akan kambuh lagi.


" Iya dia akan datang," Kayra yang menjawab pertanyaan itu, " ayo Davin!" ajak Kayra yang langsung pergi terlebih dahulu dan Davin pun mengikutinya.


**********


Kayra dan Davin makan siang bersama dengan mereka yang duduk saling berhadapan dan terlihat Kayra hanya diam yang mana Davin terus melihatnya.


" Apa aku membuat kesalahan Kayra?" tanya Davin.


Kayra mengangkat kepalanya dan melihat ke arah suaminya itu, " apa harus kamu memarahi Oma?" Kayra kembali bertanya.


" Kayra aku dan Oma tidak akan pernah tidak ribut. Jika sudah berhubungan dengan Pricilla," jawab Davin.


" Sangat penting untukmu dia Davin," batin Kayra.


" Kamu dengar sendiri apa yang di katakan Dokter. Jika apa yang di lakukan Oma sangat keterlaluan," ucap Davin.


" Tapi tidak seharusnya kamu marah-marah pada Oma," ucap Kayra.


" Aku minta maaf jika itu membuatmu tidak nyaman," ucap Davin.


" Jangan meminta maaf kepadaku. Minta maaflah kepada Oma dengan apa yang kamu katakan yang sangat keterlaluan," ucap Kayra.


" Baiklah aku nanti akan minta maaf pada Oma dan aku juga minta maaf padamu. Atas semua yang terjadi," ucap Davin.


" Semenjak kau bertanggung jawab untuknya kau sangat boros maaf Davin," ucap Kayra pelan sembari tersenyum.


" Maksudnya?" tanya Davin.


" Ayo kita makan lagi. Jangan habiskan waktu yang singkat untuk kita berdua makan dengan membahas 1 orang yang sudah jelas waktumu akan terbuang banyak untuknya. Jadi jika bersamaku. Maka bersamaku lah bukan dengan mengaitkan orang lain," ucap Kayra dengan dingin.


" Kayra!" lirih Davin.


" Ayo makan Davin," sahut Kayra dengan tersenyum.

__ADS_1


Sudah terlihat Kayra sangat lelah dengan situasi yang di hadapinya yang sebentar-sebentar akan ribut dengan Davin.


Bersambung.


__ADS_2