Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 43. penjelasan Davin


__ADS_3

" Jadi itu mantannya. Pricilla yang tak lain mantan kekasih Davin," batin Kayra yang tidak tau harus merespon apa dari tanggapan Davin. Namun dia cukup kaget mendengar pernyataan Davin. Paling tidak dia tidak penasaran lagi dengan wanita yang bernama Pricilla tersebut.


" Oma tidak menyetujui hubungan kami. Karena permasalahan keluarganya yang mengalami korupsi besar-besaran dan juga menyebabkan kerugian di Perusahaan 5 tahun lalu yang melibatkan kakak laki-laki Pricilla. Padahal jelas Pricilla tidak ikut-ikutan dan hanya di kaitkan oleh keluarganya. Tetapi Oma tidak terima semuanya dan memaksa kami untuk mengakhiri hubungan kami. Aku dan Pricilla tidak bisa berpisah begitu saja. Namun Oma memaksa kami untuk berpisah," jelas Davin pada Kayra yang padahal Kayra tidak bertanya apa-apa. Tetapi Davin seakan tidak bisa membiarkan Kayra bertanya-tanya sendiri dengan masalah itu.


" Jadi itu sebabnya Oma begitu marah ketika mengetahui aku dan Pricilla bertemu tiba-tiba," lanjut Davin.


" Lalu kalian putus juga pada akhirnya?" tanya Kayra yang ternyata menyimak semua perkataan Davin dan terlihat ingin tau banyak lagi mengenai Pricilla.


" Akhirnya memang harus selesai berhubungan. Karena dia juga membuat kesalahan fatal pada saat itu dan tidak ada yang bisa menyelamatkan hubungan kali. Selain perpisahan," jawab Davin dengan jujur tanpa menutupi apa-apa.


" Kesalahan Fatal apa?" tanya Kayra menoleh ke arah Davin. Davin diam dan hanya melihat Kayra yang terlihat banyak ingin tau.


" Hmmm, kalau tidak ingin memberitahu ya tidak apa-apa. Lagian itu juga bukan urusanku," sahut Kayra tersenyum kaku yang melihat Davin yang ragu ingin menceritakan semuanya lebih dalam lagi.


" Dia berhiyanat," jawab Davin singkat. Dan jawaban itu sebenarnya tidak jelas. Karena kata berhiyanat mencakup seluruhnya yang tidak tau pada titik mana.


" Ohh, begitu rupanya," sahut Kayra yang terlihat mengangguk-angguk saja yang tidak bertanya lebih dalam lagi. Karena baginya sudah cukup dan tidak mempunyai hak juga untuk harus tau semuanya.


" Kayra, soal tadi di Mall," ucap Davin mengungkit hal itu.


" Kenapa di Mall? aku pergi karena tidak mau saja Indri sampai bicara dengan adanya pernikahan kita. Bukannya kita menyembunyikannya. Jadi itu alasanku pergi begitu saja. Karena takut Indri bicara yang tidak-tidak. Lagian kita tidak ada hubungan apa-apa bukan. Ya jika kamu mau berhubungan dengannya maka silahkan bukannya itu hak kamu. Karena di surat perjanjian tidak ada batasan untuk hal itu. Kita punya kebebasan masing-masing," ucap Kayra bicara sangat santai yang merasa memang tidak ada yang harus di permasalahkan masalah ke-2nya karena kejadian di Mall otu.


Atau Kayra merasa tidak perlu ada penjelasan dari Davin. Ya itu hanya perkataannya saja. Namun di hatinya seperti ada rasa tidak terima dan alasannya pergi juga bukan hanya karena Indri. Tetapi dia juga tidak tau kenapa harus pergi begitu saja.


" Apa kau sangat sesantai ini untuk menghadapi segalanya?" tanya Davin.


" Kan memang harus santai. Karena kita memang tidak ada apa-apa kan," sahut Kayra dengan tersenyum kaku. Senyum yang terlihat begitu palsu.


" Kau mengatakan seperti ini. Karena kau juga ingin bebas berhubungan dengan bosmu itu?" ucap Davin dengan sindiran mengaitkan Kayra dengan Aldo.


" Jangan menuduhku. Aku dan dia hanya sebatas bos dan karyawan dan lagian seperti yang aku katakan. Kita tidak harus saling mencampuri hubungan satu dengan yang lainnya. Pernikahan kita hanya sementara dan bukannya kita akan mendapatkan hidup masing-masing. Kita punya kebebasan dan lakukan apa yang mau kau mau dan sebaliknya denganku. Dan yang paling utama masalah mu dengan Oma dan juga dengan Pricilla, aku tidak ikut campur yang mengaitkanku untuk urusan kalian berdua," tegas Kayra bicara tampak tenang yang tidak mempersalahkan apapun.


" Kenapa aku merasa Kayra keberatan dengan kehadiran Pricilla. Apa itu hanya perasaanku saja," batin Davin.


" Hmmm. Ya sudah aku kekamar dulu," ucap Kayra yang langsung berdiri dari tempat duduknya dengan mengeluarkan senyum kakunya.


" Tunggu Kayra!" panggil Davin membuat langkah Kayra berhenti dan membalikkan tubuhnya.


" Ada apa?" tanya Kayra.


" 3 hari lagi kita akan ke Dubai!" ucap Davin membuat Kayra melotot yang tidak percaya dengan kata-kata Davin.


" Ke Dubai," sahut Kayra. Davin mengangguk.


" Apa itu artinya aku bisa melihat papa?" tanya Kayra yang tampak shock.


Davin mengangguk. Kayra langsung tersenyum lebar yang tampak begitu bahagianya. " Aku juga ada keperluan di Dubai. Aku ada pekerjaan penting dan jika kau mau maka ikut denganku. Kau bisa bersama papamu selama di sana dan aku melakukan pekerjaanku," ucap Davin.


" Iya aku mau," sahut Kayra mengangguk dengan cepat, " tumben sekali dia baik kepadaku, ini tidak ada udang di balik bakwan kan," batin Kayra yang mencurigai sesuatu. Ya aneh menurutnya jika Davin tiba-tiba ingin pergi.

__ADS_1


" Ya sudah kalau begitu aku kekamar dulu. Aku pasti ikut ke Dubai. Jangan berubah pikiran ya mengajakku," ucap Kayra yang langsung berlari dengan cepat.


Davin tiba-tiba mengeluarkan senyum yang melihat Kayra hanya dengan karena ikut ke Dubai Kayra begitu bahagianya. Apa lagi jika bukan karena papanya. Semenjak Davin memindahkan papanya dia memang tidak pernah merindukan papanya itu dan terlihat begitu merindukan papanya.


" Hanya ke Dubai dia bisa sebahagia itu. Wanita itu benar-benar aneh," batin Davin geleng-geleng.


Namun Davin merasa lega karena sudah menjelaskan pada Kayra siapa wanita yang bernama Pricilla itu. Meski menjelaskan tidak dengan rinci. Namun Davin begitu lega bisa mengatakan apa adanya. Ya Kayra memang membutuhkan penjelasan itu. Sangat terlihat jelas di wajahnya.


*********


Giselle, Joy dan Mesya tampak berbicara-bicara di kamar Joy. Di mana ibu dan 2 anak itu terlihat begitu serius dalam mengobrol.


" Kamu serius Giselle?" tanya Mesya dengan wajahnya yang kelihatan tidak percaya.


" Aku serius ma, masa iya aku bohong. Aku jelas-jelas melihat Oma menampar kak Davin. Karena diam-diam kak Davin menemui mantannya dulu yang bernama Pricilla Agatha itu," jelas Giselle yang ternyata tadi menguping dan sekarang menceritakan semuanya kepada mama dan kakaknya.


" Wau, kak Davin mencari masalah kalau begitu?" sahut Joy.


" Biarin aja Davin berhubungan dengan mantannya itu dengan begitu dia akan terus menentang Oma dan mereka akan terus ribut seperti dulu. Oma juga akan berpikir panjang tidak akan memberikan apa-apa pada Davin," ucap Mesya yang mendapat keuntungan dari permasalahan itu.


" Lalu bagaimana dengan Kayra istrinya?" tanya Joy.


" Itu justru bagus. Kita bisa memanas-manasi Kayra dengan masa lalu Davin yang akhirnya rumah tangga Davin dan Kayra juga akan berantakan dan pengakuanmu Perusahaan akan benar-benar batal," sahut Mesya yang benar-benar memanfaatkan kesempatan.


" Aku setuju sama mama. Aku yakin Kayra pasti di amuk amarah dengan apa yang terjadi pada suaminya yang berhubungan dengan mantannya. Ini akan menjadi permainan yang sangat seru," sahut Gisella.


" Ya sudah kalian berdua awasi saja apa yang di lakukan Davin dengan mantannya itu, biar mama yang akan mengurus Kayra. Dengan begitu Kayra akan benar-benar terhempas dari rumah ini. Jika semuanya benar-benar akan beres di tangan mama," ucap Mesya dengan niatnya yang benar-benar jahat.


**********


Hari Minggu Kayra tidak kekantor dan tidak kuliah juga. Pagi-pagi sekali Kayra sudah keluar dari kamar dan langsung berhadapan dengan salah satu pelayan.


" Ada apa Bi?" tanya Kayra sembari menutup pintu.


" Ada tamu untuk nona Kayra!" ucap Bibi


" Tamu," sahut Kayra heran.


" Benar nona," jawab Bibi.


" Siapa?" tanya Kayra dengan wajah bingungnya.


" Saya tidak tau nona mari ikut saya. Tamunya menunggu di ruang tamu," ucap Bibi. Kayra yang kebingunang pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti pelayan itu untuk menemu tamu.


Tidak lama Kayra pun akhirnya sampai di ruang tamu. Masih dari kejauhan 8 meter. Kayra sudah tau siapa wanita itu yang siapa lagi jika bukan ibu tirinya Susan.


" Silahkan nona," ucap pelayan yang mempersilahkan. Kayra mengangguk dan pelayan itu langsung pergi.


" Ngapain mama datang kemari?" batin Kayra merasa was-was. Kayra menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dan menghampiri mamanya.

__ADS_1


" Mah!" tegur Kayra membuat Susan melihat ke arah suara itu dan langsung berdiri dengan tersenyum yang penuh dengan arti.


" Hmmmm, Kayra," sahut Susan yang sudah saling berhadapan dengan Kayra.


" Mama ngapain di sini?" tanya Kayra dengan cemas.


" Apa tidak boleh mama datang ke istana mewah ini?" tanya Susan dengan menatap tajam Kayra.


" Bukan begitu! Kalau ada apa-apa mama kan bisa telpon dan kalau mau datang seharusnya bilang Kayra dulu," ucap Kayra yang terlihat gelisah.


" Menyuruh menelpon. Sekarang mama tanya kamu angkat tidak telpon mama hah! Kamu sengaja menghindari telpon mama," ucap Susan yang malah marah-marah sekarang pada Kayra. Karya semakin panik takut penghuni rumah sampai melihat mamanya dan dia pasti tidak enak yang membuat kegaduhan.


" Baiklah kalau begitu ngapin mama datang kemari?" tanya Kayra yang ingin to the point.


" Ini sebulan kamu menjadi istrinya Davin, seharusnya kamu sudah mentransfer uang untuk mama. Uang bulanan kamu yang di janjikan Davin kepada kamu dan iya Davin pasti memberikan kamu banyak kartu limited edition sekarang berikan semuanya pada Mama," ucap Susan dengan menadahkan tangannya ke atas yang meminta semua pada Kayra.


" Apa yang harus Kayra berikan. Kayra tidak dapat apa-apa. Davin tidak memberi apapun pada Kayra," ucap Kayra dengan apa adanya.


Mendengarnya membuat Susan mendengus kasar dan langsung mencengkram kuat pergelangan tangan Kayra.


" Mah sakit, lepas!" berontak Kayra menahan sakit dengan suara pelan. Karena dia takut yang lain sampai keluar dan melihat keributan dia dan mamanya karena perkara masalah uang.


" Jangan bohong kamu sama mama. Kamu pikir mama bodoh hah!" geram sudah dengab menekan suaranya.


" Kayra tidak bohong ma, Kayra selama ini tidak pernah menerima apapun dari Davin, kecuali tempat tinggal dan makan di rumah ini. Kayra juga apa-apa masih menggunakan uang sendiri dari bekerja. Kayra tidak mempunyai apa-apa yang harus di berikan pada mama. Jika ada pasti Kayra akan berikan pada mama," ucap Kayra menegaskan yang menahan sakit. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca dengan cengkraman susan yang begitu sakit.


" Alasan kamu. Mana mungkin Davin tidak memberimu apa-apa," sahut Susan yang memang pasti tidak percaya.


" Kayra serius ma, Kayra memang tidak punya uang dan lagian semua yang di berikan Davin untuk mama semuanya. Lagian mana mungkin semua uang dan emas yang di berikannya habis. Mama juga beberapa kali meminta uang pada Davin, mama seharusnya tidak meminta lagi pada Kayra," ucap Kayra dengan kelancangannya bicara pada Susan.


" Apa kau bilang tidak meminta lagi. Kau pikir semua uang itu cukup hah! Semua uang itu untuk biaya papa kamu dan terutama hutang papa kamu," ucap Susan kembali memberikan alasannya yang pasti menggunakan nama papanya.


" Hutang apa ma, semua hutang papa sudah lunas dan biaya papa Davin yang mengurusnya. Mama jangan terus menggunakan papa untuk memeras Kayra. Mama jangan terlalu serakah," ucap Kayra melawan ibu tirinya itu.


Hal itu jelas membuat Susan emosi tingkat dewa, " kurang ajar kamu beraninya kamu menceramahiku!" Susan langsung menjatuhkan tangan Kayra dengan keras sampai Kayra terjatuh dan ke lantai dan dahinya mengenai siku meja.


" Ahhhhhh!" Lirih Kayra yang merasa sakit di dahinya dan tangannya yang memegang dahinya terdapat noda darah.


Susan kembali menarik tangan Kayra membuat Kayra kembali berdiri dan tangan itu di cengkraman lebih kuat yang mana Kayra menahan sakit dengan kekejaman ibu tirinya yang sudah berani bermain fisik.


" Siapa yang menyuruh kamu harus tau semua kebutuhan uang mama hah! Semua uang itu hak ku. Bukan kamu. Jadi kamu tidak usah mengatai aku serakah, tugas kamu hanya memberi uang. Bukan menceramahiku atau harus tau di mana kegunaan uabg itu," tegas Susan dengan menekan suaranya, matanya yang menatap tajam Kayra.


" Tapi Kayra tidak punya uang mah, Kayra berani bersumpah mah," ucap Kayra apa adanya. Suaranya sudah terdengar sesak yang menahan tangis.


" Alasan!" Susan yang tidak percaya mendorong Kayra kuat dengan melepas cengkraman itu, Kayra bahkan hampir terjatuh lagi. Namun tubuhnya tertahan tubuh kekar yang membuat wajah Kayra berada di bidang dada yang keras.


" Davin!" lirih Susan saat melihat Davin yang menangkap tubuh kecil yang terhuyung itu.


Davin memegang ke-2 bahu Kayra yang ada di pelukannya, menegakkan tubuh wanita itu berdiri di hadapannya. Kayra mengangkat kepalanya dan melihat Davin yang ternyata memeluknya. Kayra melihat Davin dengan matanya yang sendu. Mata Davin fokus pada dahi yang luka dan mengeluarkan darah itu. Davin menatap langsung melihat ke arah Susan dengan melepas tangannya dari ke-2 bahu Kayra.

__ADS_1


Tatapan Davin begitu tajam pada Susan yang dapat di pastikan jika Susan adalah di balik terlukanya istrinya. Karen siapa lagi jika bukan Susan yang dia ketahui begitu jahatnya.


Bersambung


__ADS_2