
Mobil Davin berhenti di taman yang membuat Kayra dan Davin sendiri yang juga sudah yang menyetir heran dengan Brian yang menyuruh berhenti di tempat tersebut.
"Brian kita kenapa berhenti di sini?" tanya Kayra heran yang menoleh kebelakang.
"Mama sama papa turun aja," sahut Brian
Davin dan Kayra saling melihat yang mereka berdua sama-sama heran dengan Brian yang membuat mereka tidak tau apa-apa.
"Ayo mama, papa kita turun!" ucap Brian.
"Baiklah sayang," sahut Kayra. Akhirnya mereka berdua pun langsung turun dari mobil yang mana Brian pun menyusul.
Kayra dan Davin juga Brian sudah langsung turun dan Kayra dan Davin kembali saling melihat.
"Ayo mama dan papa," sahut Brian yang langsung menarik tangan ke-2 orang tuanya itu Davin dan Kayra pun mengikut saja yang tidak tau mau mereka akan di bawa kemana lagi.
Sampai akhirnya tibalah di tempat yang Brian tunjukkan. Di mana di taman yang di hias dengan indah selain banyak bunga-bunga yang hidup, lampu-lampu yang indah dengan berwarna-warna dan terdapat di ujung sana terdapat 1 meja bulat dengan 2 kursi dan di atas meja tersebut ada lilin dengan boucket bunga dan terdapat makanan yang tidak tau apa itu.
Selain itu juga terdapat berbagai lilin di sekeliling bangku tersebut dengan melingkar love dan juga ada pagar lilin yang indah yang membuat Davin dan Kayra heran dengan keindahan di depan mata mereka.
"Brian kita untuk apa di sini?" tanya Kayra.
"Sudah mama papa ayo!" ajak Brian yang mendekati meja dan akhirnya Kayra dan Davin mengikut saja sampai pada tempat duduk.
"Mari papa duduk di sini!" titah Brian yang mempersilahkan Davin. Davin pun menurut.
"Mama duduk di sini!" titah Davin menarik kursi untuk Kayra. Kayra pun mengikut saja dan langsung duduk berhadapan dengan Davin dan mereka semakin bingung.
__ADS_1
"Brian yang buat semua ini?" tanya Davin.
"Iya mama, papa, ini semua untuk mama dan papa. Mama dan papa sebentar lagi akan menikah. Jadi Brian siapkan semua ini untuk mama dan papa sebagai hadiah untuk mama dan papa dan juga hadiah untuk papa yang telah berhasil membawa mama pulang dengan selamat," ucap Brian dengan gemasnya bicara yang membuat Kayra dan Davin pasti semakin heran dengan anaknya yang pintar itu.
"Sayang bagaimana mungkin Brian bisa melakukan semua ini?" tanya Kayra. Anak sekecil seperti Brian memang tidak mungkin bisa melakukan semua itu. Apa lagi mempersiapkan hal seperti itu yang biasanya pasti di lakukan orang dewasa.
"Tidak mungkin Brian sendiri mah. Brian bilang sama Tante Zoy apa ya kira-kira hadiah untuk mama dan papa Brian. Jadi Tante Zoy bilang untuk menyiapkan makan malam romantis. Jadi ya sudah sekarang inilah hasilnya. Brian Tante Zoy, Om Dion yang menyiapkan semua ini untuk mama dan papa," jelas Brian.
Kayra dan Davin pasti sangat terharu dengan hadiah dari putra mereka yang bisa-bisanya punya pikiran untuk membuat adegan romantis untuk mereka berdua.
"Baiklah mama dan papa sekarang mama dan papa nikmati saja makan malamnya," ucap Brian yang mempersilahkan ke-2 orang tuanya itu.
"Makasih sayang sudah menyiapkan ini untuk mama dan papa. Mama tidak menyangka Brian bisa melakukan ini," ucap Kayra dengan matanya berkaca-kaca.
"Sama-sama mama. Mama sama papa happy-happy ya. Nikmati semuanya," ucap Brian.
"Tidak mama, papa. Brian ikut sama Tante Zoy dan Om Dion yang ada di sana!" tunjuk Brian pada ujung sana yang mana Dion dan Zoy berdiri yang pasti menunggu Brian. Bahkan Zoy sudah melambaikan tangannya untuk mengajak Brian.
"Ya sudah mama papa bahagia ya, Brian ke sana dulu, bye mama dan papa," ucap Brian yang langsung pergi membiarkan ke-2 orang tuanya mengikuti makan romantis yang di siapkan putra mereka.
Kayra dan Davin sama-sama tersenyum dengan melihat anak mereka yang sangat pintar. Davin dan Kayra sama terharu dan saling melihat. Davin pun memegang tangan Kayra.
"Anak kita semakin pintar. Kamu benar-benar berhasil mendidik anak kita. Kamu wanita, ibu dan istri yang sangat hebat," ucap Davin yang begitu salut dengan Kayra yang memang berhasil mendidik Brian.
Davin memang harus mengakui hal itu. Davin harus mengakui Kayra yang sibuk dengan pekerjaannya. Namun tidak lupa mendidik Brian dan sekarang masih 5 tahun sudah sangat pintar dengan segala perkataan dan bahkan punya ide hanya untuk ke-2 orang tuanya.
"Aku masih ibu yang penuh dengan kekurangan," sahut Kayra yang merendahkan dirinya.
__ADS_1
"Bagiku kamu sangat sempurna," sahut Davin.
"Sudahlah kita jangan berbicara masalah itu lagi. Brian menyuruh kita untuk makan. Jadi sekarang makan lebih baik. Nanti Brian kecewa," ucap Kayra.
"Baiklah. Mari kita nikmati apa yang di siapkan anak kita," sahut Davin. Mereka pun akhirnya menikmati makanan romantis itu.
Bukan makananya enak atau tidak. Tetapi siapa yang menyiapkannya dan makanan itu dan segala tempatnya anaknya yang menyiapkannya. Jadi itu adalah yang penting.
Karena makanan yang romantis. Jadi Kayra dan Brian pun harus makan dengan romantis yang sama-sama saling menyuapi.
*********
Sementara Brian bersama dengan Dion dan Zoy yang mana mereka sedang menikmati eskrim.
"Tante Zoy dan Om Dion makasih ya sudah bantuin Brian buat hal romantis untuk mama dan papa," ucap Brian yang duduk di tengah-tengah Dion dan Zoy yang mana Brian bergantian melihat 2 orang itu.
"Kita tidak bantu apa-apa kok Brian. Semua ini Brian yang punya ide dan kita hanya bantu sedikit saja," sahut Zoy.
"Apapun itu semuanya sangat bagus. Om dan Tante sudah banyak membantu Brian. Brian sangat berterima kasih untuk Tante dan Om," ucap Brian.
"Iya deh Brian kalau begitu sama-sama," ucap Zoy.
"Oh iya Brian ada hadiah untuk Tante dan Om," ucap Brian tiba-tiba membuat Dion dan Zoy saling melihat di mana Brian terlihat mengeluarkan sesuatu dari sakunya dan terlihat mengambil benda.
"Ini buat Om dan Tante," ucap Brian yang ternyata memberikan gelang couple untuk Dion dan Zoy. Brian juga langsung memakaikan ke pergelangan tangan ke-2 orang itu dan Zoy dan Dion saling melihat dan pasrah dengan apa yang di lakukan Brian.
"Om sama Tante jangan di lepas ya. Dan semoga Om sama Tante juga bisa seperti mama dan papa Brian. Saling dekat dan saling menyayangi," ucap Brian dengan doanya. Dion dan Zoy hanya saling melihat yang mendengarkan saja apa yang di katakan Brian.
__ADS_1
Bersambung