Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 139 Melepas kerinduan.


__ADS_3

Mobil Davin berhenti di depan rumah dan Kayra sudah tertidur yang duduk di sampingnya. Davin melihatnya menghela napas dengan tersenyum. Lalu keluar dari mobil yang mana Davin langsung membukakan pintu mobil di bagian Kayra membuka sabuk pengamannya dan langsung menggendong Kayra ala bridal style.


Davin membawa Kayra masuk ke dalam rumah dan di ruang tamu ada keluarganya di sana. Davin menghentikan langkahnya sebentar.


" Bawalah dia beristirahat, Kayra pasti lelah hari ini. Istri kamu juga hamil dan kamu harus menjaganya jangan sampai dia kenapa-kenapa," ucap Oma mengingatkan.


Davin mengangguk dan melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga untuk membawa istrinya.


" Oma akan semakin peduli dengan Davin dan bahkan istrinya. Kenapa semuanya semakin berantakan," umpat Mesya di dalam hati penuh dengan kekesalan.


" Anak itu ternyata benar-benar sudah berubah. Aku tidak percaya rencana yang dibuat, membuatnya terjebak. Aku harus mengatakan. Jika aku bangga pada cucuku yang membangkang itu," ucap Oma Elishabet.


" Tapi kan Oma apa kak Davin tidak menipu kita," sahut Giselle.


" Giselle tidak ada yang tertipu. Terkadang laki-laki memang mempunyai banyak cara untuk mendapatkan semua kemauannya dan hal itu juga yang nantinya membuatnya terjebak sendiri. Jadi tidak ada yang tertipu. Karena pada nyatanya Davin dan Kayra sudah bahagia dengan cinta yang ada di dalam diri mereka dan pasti dengan calon anak mereka," sahut Argantara.


" Tapi pah...." protes Lian.


" Lian jangan mengurus kehidupan Davin dengan istrinya. Mereka punya sendiri. Kamu sebaiknya menyelesaikan masalah kamu sendiri. Jangan sampai masalah kamu membuat bumerang untuk nama baik keluarga ini," sahut Oma menegaskan dan Lian diam tanpa berkutik.


" Jadi untuk semua orang di sini. Aku harus memperingatkan kalian. Jangan ada drama-drama apa di rumah ini. Kayra menantu di rumah ini dan juga sedang mengandung cicit. Ku jadi mari di jaga dengan baik," tegas Oma.


" Sial, Oma sekarang akan melakukan apapun pada Kayra. Karena Kayra sedang mengandung. Bisa-bisa Kayra juga nanti akan menguasai semuanya. Jika semua ini terus di biarkan," batin Mesya dengan kepanikannya.


" Ternyata benar kata pepatah buah tidak jauh jatuh dari pohonnya tidak di sangka ternyata Davin harus mengikuti jejakku. Semoga cucuku kelak tidak seperti itu," batin Altarik dengan garuk-garuk kepala.


***********


Sementara di kamar Davin yang sudah merebahkan istrinya di atas ranjang sekarang mengganti pakaian istrinya dengan Dress putih untuk tidur. Davin tidak ingin mengganggu kenyamanan istrinya dan melakukannya dengan hati-hati tanpa membangunkan Kayra yang begitu lelap tidur.


Setelah melakukannya Davin menyelimuti Kayra dan mencium lembut kening Kayra.


" Istirahat lah, kamu sangat lelah hari ini," ucap Davin lembut.


Lalu berdiri. Namun saat dia ingin pergi. Tiba-tiba tangannya di pegang membuat Davin menoleh ke arah Kayra yang ternyata Kayra sudah bangun.


" Ada apa?" tanya Davin.


" Hanya membuka saja?" tanya Kayra. Davin mengkerutkan dahinya bingung dengan kata-kata Kayra.


" Maksudnya?" tanya Davin.

__ADS_1


" Kenapa mengganti pakaian ku saja. Apa sudah tidak....." Kayra tiba-tiba tidak melanjutkan kalimatnya membuat Davin mendengus kasar dengan tersenyum dan kembali ke ranjang dengan menindih Kayra.


" Apa ada yang kau inginkan?" tanya Davin dengan membelai-belai rambut Kayra.


Kayra mengalungkan tangannya di leher Davin, " belakangan ini aku selalu merasa aneh dan aku rasa jika bayi di dalam kandunganku sedang ingin di lihat ayahnya," ucap Kayra dengan lembut.


" Benarkah?" tanya Davin dengan menatap Kayra curiga. Kayra menganggukkan kepalanya.


" Siapa yang menginginkan dia untuk di lihat, bayinya atau ibunya?" tanya Davin dengan menggoda Kayra yang sekarang mengusap-usap pipi Kayra yang memerah.


" Bayinya!" jawab Kayra.


" Jujur Kayra!" ucap Davin dengan mengecup bibir Kayra sekilas.


Kayra tersenyum dan mengangkat wajahnya dan berbisik di telinga Davin.


" Aku menginginkan mu," bisik Kayra. Davin tersenyum mendengarnya dan menatap intens wajah istrinya yang semakin lama semakin berani padanya.


" Jika aku melakukannya. Maka aku tidak bisa berhenti dengan cepat," ucap Davin mengingatkan Kayra.


" Aku tidak peduli," jawab Kayra. Davin tersenyum dan langsung mencium bibir Kayra dengan sekilas.


" Jangan salahkan aku jika setelah ini kau akan kemas dan tidak bisa apa-apa," ucap Davin berbisik di telinga Kayra dan tanpa aba-aba Davin langsung mencium leher jenjang Kayra untuk memberikan tanda kepemilikan di sana.


Sentuhan dan ciuman Davin juga sangat di rindukan Kayra, pakaian yang sudah begitu indah tadi tertempel di tubuh Kayra. Harus di lepas Davin kembali dengan gerakan tangan yang membuat Kayra melayang-layang.


Davin juga perlahan-lahan melepas satu persatu apa yang melekat di tubuhnya dengan ciuman panas yang tidak terlepas dari bibir candu istrinya itu.


Davin sangat berhati-hati melakukannya lada Kayra. Karena mengetahui Kayra mengandung dan dia juga tidak ingin bayinya kenapa-kenapa.


Namun Davin yang juga merindukan Kayra tidak akan berhenti begitu saja. Dia dan Kayra sama-sama memberi kepuasan tersendiri dengan sentuhan-sentuhan gerakan-gerakan sensual. Kamar itu hanya di hiasi dengan suara-suara indah dari keduanya yang pasti tidak terdengar oleh siapapun. Karena kamar itu kedap suara.


Pasangan suami istri itu harus melepas kerinduan dalam percintaan panas mereka, dalam kenikmatan yang tidak akan pernah terlupakan dan pasti berbeda. Karena adanya Cinta yang sudah terungkap.


*********


Mentari pagi kembali tiba. Kamar Kayra dan Davin terlihat berantakan dengan pakaian yang berserakan di atas lantai. Pasangan suami istri itu belum bangun sama sekali. Padahal sinar matahari sudah menerangi kamar itu dan angin yang sepoi-sepoi di pagi haru sudah membuat horden menari-nari dan mungkin anginya sudah masuk kedalam kamar. Karena jendela yang lupa di tutup.


Pasangan tanpa busana itu yang tertidur pulas dengan selimut itu. Tidak sadar sama sekali jika malam sudah kembali menjadi terang.


Kayra begitu nyamannya tidurnya di dada bidang suaminya yang tubuhnya di peluk Davin yang tidak ingin melepas Kayra. Tidak tau pasangan itu selesai jam berapa. Mungkin mereka masih sama-sama lelah.

__ADS_1


Kayra membuka matanya perlahan. Mengerjap-ngerjapkan sampai akhirnya terbuka sempurna. Dia merasa menang sudah pagi. Karena matanya lumayan silau.


Pandangan pertama yang dilihatnya adalah suaminya yang masih tertidur yang begitu tampan. Kayra tersenyum lebar dengan tangannya yang mulai menyentuh wajah Davin.


Meraba kulit wajah itu, dari pipi kematanya, hidungnya dan bibirnya yang selalu memberinya kenikmatan.


" Terima kasih untuk kehidupan yang kau berikan kepadaku," ucap Kayra mencium lembut pipi Davin. Dia begitu bahagia dengan kehidupan yang di dapatkannya dan tidak menyangka dia bisa sampai seperti itu.


Mendapat ciuman hangat dari sang istri membuat Davin membuka matanya perlahan dan langsung mendapati senyum indah dari Kayra.


" Apa yang kau lakukan kepadaku?" tanya Davin. Kayra mengkerutkan dahinya mendengarnya.


" Menciumku sembarangan. Apa kau pikir aku tidak marah," ucap Davin dengan wajah seriusnya yang terkesan begitu galak. Bukannya takut Kayra malah tertawa.


" Siapa menyuruhmu tertawa. Aku sungguh marah. Ini pelecehan untukku," ucap Davin dengan serius.


" Baiklah, kalau begitu aku akan menerima hukuman yang akan di berikan padaku. Karena sudah berani menciummu diam-diam," ucap Kayra dengan santai sembari mengusap-usap pipi Davin.


" Kau tau hukumannya akan sangat berat. Kau sendiri tidak akan tahan," sahut Davin dengan wajah seriusnya.


" Aku tidak takut," jawab Kayra menantang Davin. Davin dengan sigap langsung menindih Kayra membuat Kayra terkejut dengan Davin yang sudah berada di atas tubuhnya.


" Kenapa sekarang aku merasa. Jika istriku ini sekarang begitu berani kepadaku," ucap Davin membelai-belai rambut Kayra.


" Aku memang tidak pernah takut kepadamu," jawab Kayra.


" Aku akan menghukummu. Dan tidak akan membiarkanmu keluar dari kamar satu harian. Aku tidak akan membiarkanmu untuk turun dari ranjang," ucap Davin.


" Lalu apa itu artinya aku tidak akan makan?" tanya Kayra.


Davin menggelengkan kepalanya.


" Aku bisa mati kalau begitu," sahut Kayra.


" Kau tidak akan mati. Jika masih ada aku," jawab Davin.


" Baiklah, aku bisa tidak makan 1 harian. Namun bagaimana dengan anak kita. Dia akan makan apa. Dia bisa-bisa tidak berkembang," ucap Kayra.


" Aku akan memberinya makan dengan caraku sendiri," ucap Davin.


Kayra menatap Davin dengan kebingungan. Namun Davin langsung kembali meraih bibirnya yang pasti Davin masih menginginkan Kayra untuk kembali melanjutkan permainan panas mereka di atas ranjang. Tadi malam masih belum cukup untuk mereka.

__ADS_1


Sekarang mungkin tidak tau akan selesai jam berapa lagi pasangan itu melakukannya. Yang mungkin akan kembali bertemu malam hari lagi.


Bersambung.


__ADS_2