Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 167


__ADS_3

"Di mana Kayra!"teriak Davin dengan suaranya yang menggelegar yang membuat semua orang terkejut dengan teriakan Davin.


"Davin hentikan!" tegur Altarik mencoba untuk menenangkan Davin.


"Kenapa Oma melakukan semua ini kepadaku. Oma tau dia sedang mengandung Lalu kenapa membiarkannya pergi," ucap Davin dengan nada suara tinggi yang berteriak-teriak menyalahkan Oma.


"Kamu memang tidak pernah sadar ya Davin dengan semua kelakukan kamu. Setelah Kayra pergi. Kamu malah sibuk menyalahkan Oma dan bukan diri kamu sendiri. Seharusnya kamu sadar Kayra pergi. Karena tidak tahan denganmu," ucap Oma menunjuk Davin dengan suaranya yang tidak kalah kerasnya.


"Istri mana Davin yang tidak stres. Jika melihat suaminya sibuk dengan wanita lain. Kau membagi tanggung jawab dengan wanita itu. Lalu sekarang kenapa kau mencarinya. Bukannya sekarang kau bebas dengan kemauanmu yang ingin bersama mantanmu itu. Pergilah temui wanita itu hidup dengan sesukamu dan Oma tidak akan melarangmu lagi," ucap Oma.


Sepanjang Oma bicara Davin hanya diam dengan deru napasnya yang naik turun.


"Kau Davin. Dengan perbuatan mu. Oma tidak tau, kau sadar apa tidak. Jika semua yang kau lakukan menyakiti Kayra. Membuatnya terluka setiap hari. Itu kamu tanya sama Reyhan bagaimana dia," ucap Oma dan Reyhan menunduk Davin hanya melihat Reyhan dengan ekor matanya.


"Dia bukan yang kamu suruh untuk menjaga Kayra. Kamu tanya dia. Berapa sering melihat Kayra harus menangis. Kamu lihat Cctv di rumah ini. Bagaimana istrimu setiap pulang tidak ada semangat hidup di wajahnya, senduh, murung, lelah dan menangis, itu yang setiap hari di lakukannya dan kamu masih menyuruhnya bertahan sementara kamu enak-enakan dengan wanita itu," jelas Oma.


"Dengan semua yang kamu lakukan. Kamu tau Oma rasanya ingin memberi pelajaran kepadamu. Hak waris yang Oma janjikan Oma ingin cabut. Supaya kamu tau rasa. Tetapi kamu tau. Di saat Kayra mengalami tekanan. Dia datang pada Oma memohon pada Oma untuk mempercepat peresmian hak waris kamu," ucap Oma membuat Davin shock dan melihat serius kearah Oma.


"Apa maksud Oma?"tanya Davin dengan suaranya yang berat.


Flashback


"Dion kamu batalkan pemindahan hak waris itu!" titah Oma.


"Kenapa tiba-tiba nyonya?"tanya Dion heran yang berdiri di depan Oma.


"Lakukan saja. Aku tidak ingin anak itu memegang Perusahaan," jawab Oma.


"Baiklah kalau begitu," sahut Dion yang hanya menurut saja.

__ADS_1


"Oma apa yang Oma lakukan!" tiba-tiba Kayra datang yang tidak sengaja mendengar kata-kata Oma.


"Kayra!" lirih Oma.


"Oma kenapa melakukannya?" tanya Kayra yang terlihat cemas.


"Oma tidak ingin Davin mendapatkan segala sesuatu dengan mudah. Oma memberikannya karena melihat dia memperlakukan mu dengan baik. Namun ternyata Oma baru menyadari. Jika dia laki-laki yang plin-plan dan hanya memanfaatkan kehamilan kamu untuk hak waris dan Oma khawatir setelah peresmian hak waris jatuh pada Davin. Hubungan kalian tidak akan ada lagi," jelas Oma sudah memikirkan hal itu jauh-jauh hari melihat situasi yang ada.


"Tapi Oma. Oma jangan membatalkan hak waris pada Davin. Oma tau sendiri bagaimana usaha Davin untuk mendapatkan semua itu. Jangan karena masalah aku dan Davin Oma membatalkannya dan justru jika sudah dia mendapatkannya. Itu lebih baik untuk mengakhiri segalanya," ucap Kayra.


"Apa maksud kamu Kayra?" tanya Oma yang terlihat shock.


"Lelah," jawab Kayra membuat Oma menatap Kayra serius.


Kayra tiba-tiba berlutut di depan Oma.


"Kayra!" lirih Oma.


"Apa yang kamu bicarakan?"tanya Oma benar-benar bingung.


"Pernikahan Kayra dan Davin hanya pada berpatok pada warisan itu. Dia sudah bekerja keras untuk semuanya. Jadi jangan sia-siakan usaha yang dia lakukan. Oma berikanlah hak yang menjadi keinginannya selama ini dengan begitu Kayra bisa pergi tanpa ada hutang lagi kepadanya," ucap Kayra.


"Apa yang kamu bicarakan Kayra?" tanya Oma dengan wajah cemasnya.


"Kayra hanya bertahan dengan semua luka ini. Hanya menunggu itu saja. Jika Oma membatalkannya. Maka semakin lama Kayra akan bertahan, merasakan semua sakitnya. Kayra sudah tidak sanggup Oma. Kayra mohon tolong berikan hak waris Davin. Agar Kayra bisa pergi tanpa ada hutang di antara kami. Kayra akan bisa lega jika kesepakatan kami sudah sesuai dan kami impas," ucap Kayra dengan air matanya yang terus mengalir yang memohon kepada Oma.


"Kamu yakin?" tanya Oma.


Kayra mengangguk-anggukan kepalanya, "Kayra yakin dengan semuanya, karena yang di butuhkan Davin bukan Kayra. Tetapi hak waris itu. Jadi Kayra bisa pergi dengan tenang," ucap Kayra yang sudah begitu lelah.

__ADS_1


"Kamu harus menderita karena semua ini. Oma sangat menyayangi kamu. Kehadiran kamu membuat Oma sangat bahagia. Tetapi Oma tidak akan egois membiarkan kamu terus menderita. Jika itu yang membuat kamu bisa lepas dari semua ini. Oma akan lakukan. Tetapi berjanjilah pada Oma untuk bahagia setelah ini. Jaga anak kamu dengan baik dan jangan terluka lagi dengan laki-laki yang sama," ucap Oma dengan air matanya yang


menetes


Dion yang ada di sana hanya menunduk ketika melihat Oma dan Kayra sekarang berpelukan dengan Kayra yang menangis dan Oma juga tidak kalah dengan air matanya yang mengalir.


Flass on.


Mendengar cerita Oma membuat Davin meneteskan air matanya dengan dadanya kembang kempis.


"Sangat jahat Davin. Kamu tau kamu laki-laki yang paling jahat," ucap Oma.


"Oma bisa melihat saat peresmian hak waris. Kamu begitu bahagia. Bahkan tidak sekalipun kamu memperdulikan Kayra saat itu. Kamu tertawa, bersorak. Namun ada wanita yang di sudut sana menangis. Wanita itu mungkin masih berharap. Jika kamu mempertahankan pernikahan bukan semata-mata. Hanya ingin kekuasaan. Tetapi saat peresmian itu. Kamu sudah menjelaskan kepada Kayra. Jika pernikahan kalian hanya untuk itu," ucap Oma dengan air matanya yang tidak terbendung lagi.


"Dia hanya gadis yang hidup dengan penuh masalah. Di manfaatkan ibu tirinya dan juga saudaranya. Di jadikan ATM berjala untuk memenuhi gaya hidup keluarganya. Namun bukan untuk dirinya. Untuk dirinya sendiri, untuk pendidikannya. Dia harus bekerja mati-matian agar bisa membiayai diri sendiri. Hanya ayahnya di milikinya yang koma bertahun-tahun dan Kayra hanya bertahan untuk itu. Kau memanfaatkannya dalam keserakahan mu yang mengikatnya dengan sebuah pernikahan,"


"Kau memberinya harapan panjang dan membuatnya menjalani pernikahan itu," ucap Oma lagi.


"Dan ternyata wanita malang itu harus jatuh cinta pada pria tidak tau diri. Yang menghancurkan hidupnya dan pergi dengan luka yang begitu dalam. Mungkin Kayra hanya mengharapkanmu kamu Davin yang mampu memberinya kebahagiaan. Tetapi apa kamu justru memutuskan harapannya, impiannya dan memberinya luka yang besar," ucap Oma yang membuat Davin sekarang terisak dan bahkan jatuh pada lantai dengan keadaan berlutut.


"Bos!" lirih Reyhan ingin membantu. Namun tidak jadi.


"Bahkan saat dia ingin pergi dia masih peduli kepadamu dengan warisan yang kau inginkan. Agar tidak ada lagi


"Untuk apa Davin mencarinya. Kamu sudah mendapatkan yang kamu mau. Sekarang bahagia lah dengan wanita yang kamu sembunyikan selama ini. Oma akan tidak akan melarang kamu lagi," ucap Oma dengan menyeka air matanya dan langsung pergi dari hadapan Davin setelah mengeluarkan semua unek-unek nya.


Altarik menghela napasnya kedepan. Lalu Altarik juga langsung pergi. Dion dan Reyhan saling melihat yang mana mereka juga pergi membiarkan Davin yang terisak-isak penuh penyesalan.


"Kayra!" teriak Davin dengan suaranya yang menggelegar. Apa lagi wanita yang di sia-siakannya sudah pergi dan sudah pergi baru di cari-cari.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2