
Kayra Davin dan Brian hari ini terlihat bersiap-siap yang sepertinya ingin pergi. Di mana Kayra sedang menyiapkan beberapa pakaian ke dalam tas ransel dan Davin juga ikut meyiapkan Kayra.
"Mama memang kita mau pergi kemana?" tanya Brian yang tidak mengetahui kemana orangtuanya mengajaknya pergi.
"Nanti Brian juga tau kemana kita akan pergi," jawab Davin.
"Apa itu suatu rahasia?" tanya Brian.
"Hmmmm, bisa di katakan suatu rahasia," sahut Kayra.
"Membuat Brian penasaran saja," sahut Brian dengan mengangkat ke-2 bahunya. Membuat Davin dan Kayra sama-sama tersenyum.
"Hmmmm, sudahlah Brian ayo cepat siap-siap buat kita langsung pergi. Jangan banyak bertanya lagi," ucap Kayra.
"Baik mah," sahut Brian dengan mengangguk yang menurut saja apa kata orang tuanya.
"Bagaimana apa makannya sudah di siapkan?" tanya Davin.
"Hmmm, aku cek dulu, ada beberapa yang belum di siapkan," jawab Kayra yang langsung menuju meja makan untuk mengecek makanan yang di susun di dalam bekal yang tadi sebelumnya sudah di siapkannya dan mungkin makanan ini akan di bawa.
"Sudah selesai semuanya," jawab Kayra.
"Biar aku bantu packing," sahut Davin menghampiri Kayra dan ikut membantu Kayra memasukkan beberapa bekal-bekal yang sudah di siapkan ke dalam tas. Saat melakukan hal itu sangat bertepatan tangan Kayra dan tangan Davin sama-sama mengambil bekal yang sama dan membuat tangan ke-2 nya saling menimpa yang menyebabkan ke-2nya saling melihat dengan tatapan yang dalam.
Namun dalam hitungan detik ke-2nya saling melepas tatapan masing-masing dengan sama-sama saling salah tingkah.
"Biar aku saja yang melakukannya, kamu bantu Brian saja," ucap Davin.
"Hmmm, baiklah," sahut Kayra yang akhirnya pergi menghampiri Brian dan Davin melanjutkan pekerjaan itu.
Tidak lama semua pekerjaan akhirnya terselesaikan dengan baik. Davin, Brian dan Kayra keluar dari Apartemen dengan Brian, memakai tas ransel. Kayra juga terlihat memakai tas yang mungkin beberapa barang-barang keperluan. Juga Davin yang memakai ransel.
Brian tidak tau kemana orang tuanya mengajaknya. Yang penting ke-2nya ikut itu sudah yang terbaik bagimu itu artinya ke-2 orang tuanya bisa semakin berdamai.
"Kita masuk mobil!" ucap Davin yang mereka sudah masuki mobil. Brian langsung masuk di bagian belakang, sementara Kayra membantu Davin memasukkan barang-barang kedalam bagasi mobil sampai akhirnya barang-barang itu selesai di masukkan semuanya.
Setelah itu Kayra langsung memasuki mobil di mana membuka pintu mobil bagian belakang. Namun Davin langsung menghentikan Kayra.
"Kamu duduk di depan!" ucap Davin.
"Baiklah," sahut Kayra yang tidak banyak protes dan langsung duduk di depan. Tidak masalah baginya sama.swkali dan tidak ada gunanya untuk protes.
Davin tersenyum dan menyusul untuk memasuki mobil yang juga duduk di depan yang pasti yang mengemudi mobil tersebut.
"Bagaimana Brian apa sudah sip?" tanya Davin.
"Sudah papa," sahut Brian dengan semangatnya.
__ADS_1
"Oke baiklah. Kalau begitu kita langsung letsgo untuk pergi," sahut Davin.
"Lets go," sahut Brian. Kayra hanya tersenyum saja. Sang anak begitu tampak sangat bahagia. Jadi bagaimana dia tidak ikut bahagia sama sekali.
**********
Di dalam mobil Brian kelihatan happy dengan bernyanyi-nyanyi lagu anak-anak dan bahkan terkadang Kayra ikut bernyanyi bersama. Dia tampak sangat menikmati perjalanan yang tidak tau mau kemana. Davin juga sangat bahagia yang beberapa kali melihat Brian dari kaca spion juga beberapa kali melihat Kayra yang ada di sebelahnya.
"Aku akan selalu melakukan yang terbaik untuk kalian berdua. Aku akan memberikannya kebahagiaan untuk kamu Kayra dan juga Brian dan pasti akan aku beri segalanya untuk kamu dan tidak akan kubiarkan kamu takut untuk mencintaiku," batin Davin yang terus melihat ke arah Kayra yang bernyanyi-nyanyi bersama Kayra dengan mereka yang sama-sama sangat bahagia. Sampai Kayra yang sadar sejak tadi dilihat terus melihat ke arah Davin.
"Fokus menyetir!" ucap Kayra tersenyum melihat kearah depan. Jangan sampai Davin terus melihatnya sampai tidak sadar di depan nanti ada mobil kan bisa terjadi hal yang tidak di inginkan. Kata-kata lembut Kayra bahkan membuat Davin tersenyum.
Tidak tau bagaimana kelanjutan mereka tadi malam. Apakah Kayra menerima Davin atau apa. Tetapi sekarang Kayra dan Davin terlihat baik-baik saja. Bahkan keduanya menunjukkan wajah yang penuh dengan kebahagiaan dan keceriaan.
*********
Lama melakukan perjalanan akhirnya, Kayra Davin dan Brian sampai di suatu tempat yang terlihat di pinggiran sungai yang terdapat banyak pepohonan di tempat yang sangat asri. Di sana juga terdapat beberapa mobil yang terparkir.
"Kita mau camping mama?" tanya Brian yang menduga-duga. Karena dia melihat tempat seperti itu sangat cocok untuk camping. Apa tadi mama dan papanya juga membawa alat-alat yang memang cocok untuk camping.
"Brian memang sangat pintar. Tau aja kalau kita mau camping," sahut Davin.
"Jadi benar," sahut Brian.
"Hmmmm, benar sekali," sahut Davin.
"Horeeee mama sama papa kasih Brian Supraise. Pakai rahasia-rahasia segala lagi," ucap Brian dengan kegirangan. Kayra dan Davin saling melihat dengan tersenyum.
"Baik papah," sahut Brian.
Kayra, Davin, Brian akhirnya turun dari mobil yang mana Brian begitu happy. Namun Kayra tiba-tiba melihat ada Zoy, Dion, Giselle, Silvia, Indri, dan bahkan ada Reyhan yang membuat Kayra heran.
"Davin kenapa mereka ada di sini?" tanya Kayra.
"Oh mereka juga ikut camping bersama kita," jawab Davin menurunkan barang-barang dari mobil. Dari kebingungan wajah Kayra sepertinya Kayra tidak tau kalau Davin juga mengajak orang lain.
Ya sebelumnya Davin hanya mengatakan kepada Kayra akan jalan-jalan bersama Brian dan mereka sepakat untuk membuat acara kemah ala-ala sebanyak menginap 1 malam saja untuk menghibur Brian sebagai tanda permintaan maaf.
Apalagi Brian juga libur sekolah dan sebelumnya pernah memintanya dari Kayra. Jadi tidak ada salahnya jika di laksanakan. Namun Kayra tidak tau kalau Davin mengajak yang lain dan membuatnya heran Indri temannya ikut bersama mereka.
"Tante Zoy!" Brian langsung berteriak ketika melihat Zoy. Zoy adalah bestienya untuk menyatukan ke-2 orang tuanya. Zoy tersenyum dan juga berlari menghampiri Brian. Ya Zoy sangat dekat dan sangat sayang begitu tulus pada Brian. Makanya dia juga sangat senang ketika melihat anak itu dan langsung memeluknya.
"Ya ampun bocah tampan," gemes Zoy masih memeluk erat.
"Tante Zoy ikut di sini juga?" tanya Brian.
"Seperti yang Brian lihat," jawab Zoy dengan tersenyum.
__ADS_1
"Horeee asyik," sahut Brian.
"Ehem, sekarang melupakan Tante Silvia karena ada yang lain," sahut Silvia yang kelihatannya mulai cemburu.
"Tidak kok Tante," sahut Brian.
"Buktinya Tante tidak di sapa," sahut Pricilla.
"Baiklah," sahut Brian yang juga memeluk Silvia dengan erat yang membuat yang lainnya tersenyum.
Kayra dan Davin pun menghampiri anak mereka yang bergantian memeluk Brian.
"Kayra!" sapa Indri.
"Kamu kok ada di sini Indri?" tanya Kayra heran.
"Ya adalah namanya pacarnya ada di sini," sahut Giselle membuat Kayra heran.
"Pacar, pacar siapa?" tanya Kayra yang melihat satu persatu orang di sana dan mata Kayra fokus pada Reyhan dan sepertinya dari wajah Kayra sudah bisa menebak hal itu.
"Kamu sama Reyhan...."
"Iya mereka itu sudah lama pacaran dan bahkan ada rencana mau bertunangan," sahut Davin yang mengambil alih untuk menjelaskannya.
"Serius kalian selama ini sudah pacaran?" tanya Kayra yang tidak percaya.
"Iya Kayra," jawab Indri dengan senyum cengengesan.
"Ya ampun tidak di sangkar ya akhirnya kalian berdua jadi juga," sahut Kayra.
Kayra dulu sangat tau. Jika Indri temannya itu menyukai Reyhan. Dan Kayra tidak percaya. Jika Indri benar-benar jadian dengan sahabatnya.
"Kayra kamu itu bikin malu aku aja," sahut Indri yang malu-malu.
"Kenapa malu, memang ada yang salah. Lagian kamu juga tidak mengatakan apa-apa kepadaku," ucap Kayra yang sedikit kecewa. Karena temannya itu tidak menceritakan hal yang menurutnya sangat besar.
"Maaf Kayra bukan tidak memberitahu kamu kan kita baru bertemu kemarin dan belum membahas masalah ini. Jadi benar-benar tidak ada maksud apa-apa," ucap Indri.
"Huhhh, tetapi tetap aja," sahut Kayra dengan wajahnya yang cemberut.
"Iya-iya nanti di ceritain lagi deh detailnya," sahut Indri.
"benar ya," ucap Kayra.
"Iya benar," sahut Indri.
"Ya sudah sekarang ayo kita beres-beres mendirikan tenda yang lain masih ada yang belum di kerjakan," sahut Haykal.
__ADS_1
"Oke Brian ikut," sahut Brian dengan semangatnya. Walau anak-anak sendiri. Tetapi dia begitu semangatnya.
Bersambung