Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 23 Davin dan Kayra.


__ADS_3

Mereka berdua masih sama melihat dengan hati yang sama-sama saling bergerutu.


" Selamat siang Pak Davin!" sapa Aldo yang membuyarkan lamunan Davin.


" Iya selamat siang!" sahut Davin yang langsung berdiri dan berjabat tangan dengan Aldo.


Sementara Kayra terlihat diam saja dengan rasa penasaran. Ke-2 tangannya hanya memegang tasnya yang di tenteng nya.


" Kayra ini Pak Davin ini Pimpinan perusahaan utama Flyx City utama," ucap Aldo menjelaskan siapa Davin membuat Kayra kaget dengan menatap Davin tidak percaya.


" Apa!!!! jadi, aku selama ini aku bekerja di cabang perusahannya," batin Kayra yang benar-benar shock.


" Kenapa Kayra bisa bersamanya, dia bekerja dengan Aldo," batin Davin yang penasaran.


" Bos Davin. Saya permisi dulu! Mau melanjutkan beberapa pekerjaan," sahut Reyhan.


" Iya," sahut Davin. Reyhan menundukkan kepalanya lalu keluar dari ruangan itu.


" Mari silahkan duduk!" ucap Davin memerintah.


Aldo mengangguk dan akhirnya duduk dan Kayra yang gugup bercampur penasaran pun ikut duduk. Dress yang di pakai Kayra terlihat mengekspose paha mulus Kayra dan hal itu tertangkap Aldo. Aldo refleks membuka jasnya dan langsung menutupkan pada paha Kayra.


Apa yang di lakukan Aldo membuat Kayra kaget dan Davin lebih kaget lagi dan pasti penasaran apa hubungan pria yang sok romantis itu pada istrinya. Ya Kayra istrinya dan seorang Pria memperlakukan Kayra di depannya seperti itu.


" Makasih, Pak Aldo!" sahut Kayra gugup. Davin mendengus kasar melihat respon Kayra yang tampak santai.


" Ehemmm, siapa dia?" tanya Davin penasaran pada Kayra yang datang bersama Aldo.


" Ini, Kayra pak, dia ini salah satu karyawan di anak Perusahaan," jawab Aldo.


" Kayra ayo perkenalkan diri kamu kepada bos kita," ucap Aldo dengan lembut.


" Kayra," sahut Kayra dengan datar tanpa saling berjabat tangan dengan Davin.


" Jadi dia bekerja di anak perusahaan dan sekarang datang dengan laki-laki. Apa dia mendekati atasannya juga supaya dapat uang masukan lebih banyak," batin Davin dengan pikirannya yang buruk pada Kayra.


" Baik Pak Davin, saya ingin memberikan laporan mengenai perusahaan," sahut Aldo yang langsung memberikan map merah yang sejak tadi di pegangnya dan Davin langsung mengambilnya.


" Kau tidak punya sekretaris?" tanya Davin tiba-tiba.

__ADS_1


" Punya pak," jawab Aldo.


" Jika mempunyai sekretaris. Kenapa tidak membawanya dan malah membawa Karyawan bukannya pekerjaan seperti ini. Seharusnya urusan sekretaris," sahut Davin sambil membolak-balik lembaran kertas itu.


" Sekretaris saya sedang ada pekerjaan dan saya membawa Kayra, sekalian untuk belajar," jelas Aldo.


" Belajar dalam hal apa. Dalam hubungan dekat, atau apa," sahut Davin tiba-tiba dengan kata-katanya yang aneh.


" Dia kenapa sih. Apa coba yang di bicarakannya," batin Kayra heran dengan tingkah Davin.


" Kamu....Apa kamu sudah menikah?" tanya Davin tiba-tiba yang melihat ke arah Kayra membuat Kayra kaget dan sampai bola matanya ingin keluar.


" Apa yang di tanyakannya, kenapa bertanya yang sudah tau jawabannya," batin Kayra yang seolah napasnya ingin berhenti. Davin bertanya yang jawabannya sudah tau yang membuat Kayra begitu kesal.


" Kayra ini belum menikah Pak Davin," sahut Aldo mengambil alih untuk menjawab.


" Hmmmm, begitu rupanya," sahut Davin mengangguk-anggukkan kepalanya.


" Kenapa dia menanyakan pernikahan yang seharusnya tidak perlu di tanyakannya. Dia sendiri sudah sepakat untuk tidak memberitahu pernikahan kepada siapapun. Tetapi dia malah mengungkitnya. Apa sih maunya sebenarnya," batin Kayra kesal melihat Davin.


" Baiklah, kalau begitu saya akan cek laporan kamu nanti. Saya hanya memberi kamu ingat untuk lebih bekerja keras untuk perusahaan dan disiplin dalam setiap hal," ucap Davin berpesan.


" Baik Pak," jawab Aldo.


" Ayo Kayra, kita sekalian makan siang juga, kamu pasti lapar," ucap Aldo dengan lembutnya bicara.


" Baik Pak, Aldo," jawab Kayra yang langsung berdiri.


" Semudah itu mengatakan iya. Dia benar-benar hilang ingatan jika sudah menikah, di ajak makan langsung mau, benar-benar wanita itu," batin Davin yang tiba-tiba sewot melihat Kayra tampak mesra dengan orang lain.


" Baik Pak, kami permisi dulu!" ucap Aldo pamit.


" Iya pergilah," sahut Davin dengan datar.


Kayra dan Davin pun keluar dari ruangan Davin dan terlihat Kayra dan Davin yang berjalan berdekatan sambil mengobrol dan saling melihat dengan Kayra yang tersenyum membuat Davin melotot yang benar-benar kepanasan di ruangannya yang dingin itu.


" Hhhhh, tidak kuduga dia seperti itu, bisa-bisanya semanis itu dengan orang lain. Sementara kepadaku ya Allah seperti aku seperti aku punya hutang Budi saja dengannya," batin Davin mengusap-usap mulutnya.


***********

__ADS_1


Kayra dan Aldo pun berjalan menuju mobil yang terparkir di depan Perusahaan.


" Kita mau makan di mana?" tanya Aldo.


" Terserah Pak Aldo saja. Makan di dekat-dekat kantor saja pak," ucap Kayra.


" Hmmm, baiklah kalau begitu," sahut Aldo tersenyum.


Ting.


Tiba-tiba nitip pesan masuk kedalam hanphone Kayra dan Kayra langsung membukanya.


..." Kembali keruangan tadi!" tulis Davin membuat Kayra mengkerutkan dahinya....


..." Apa-apaan sih Davin, mau ngapain coba dia menyuruh ku kembali kesana lagi," batin Kayra dengan kesalnya....


" Kayra!" tegur Aldo.


" Ha iya pak," sahut Kayra.


" Ada apa?" tanya Aldo.


" Hmmm, pak saya mau ketoilet sebentar, boleh ya," ucap Kayra.


" Hmmm, baiklah," sahut Aldo memberi izin dan Kayra pun buru-buru kembali memasuki perusahan tersebut.


Kayra pun akhirnya kembali keruangan itu dan melihat Davin sudah berdiri yang bersandar di meja kerjanya yang setengah duduk dengan ke-2 tangannya di lipatnya di dadanya dan sorot matanya yang langsung melihat kearah Kayra.


" Ada apa kau memanggilku?" tanya Kayra yang berdiri di depan Davin.


" Dia pacarmu?" tanya Davin to the point. Kayra mendengar pertanyaan itu mengkerahkan dahinya.


" Apa yang kau bicarakan. Kenapa tiba-tiba menayakan hal itu. Kau tidak mendengar dia tadi mengatakan dia adalah atasanku dan aku Karyawannya," ucap Kayra menegasakan.


" Lalu kenapa kau menyembunyikan pernikahanmu," sahut Davin membuat Kayra mendnegus dengan tersenyum miring pada Davin.


" Hey, bukannya kau yang membuat kesepakatan untuk kita yang menikah hanya di depan keluarga, di luar semua itu. Kita adalah single. Jadi aku tidak mengatakan aku menikah. Karena perjanjian itu," sahut Kayra menegaskan.


" Hmmm, kau benar ya aku hanya memastikan saja. Jika kau tidak mengatakan kepada orang-orang. Jika aku suamimu. Karena aku tidak mau jika harga diriku sebagai Pria tampan dan kaya raya hanya menikah dengan wanita sepertimu," sahut Davin yang terlihat santai.

__ADS_1


" Hmmm, aku juga tidak mau harga diriku juga hilang karena menikah dengan Pria tua sepertimu," sahut Kayra yang membuat Athar melotot.


Bersambung


__ADS_2