
Tiba-tiba tangan Lian langsung di cekal dengan tangan yang mencengkram kuat pergelangan tangannya.
Membuat Lian memiringkan kepalanya melihat siapa yang berani menghentikan kesenangannya dan Lian langsung kaget melihat Davin.
Dengan wajah Davin yang penuh kemarahan. Davin langsung menarik tangan itu dengan kasar keluar dari kamarnya yang membuat Lian kaget.
Ketika begitu sampai di depan kamar Davin langsung mendorong Lian sampai Lian tersungkur di lantai. Davin juga menarik kerah baju Lian dan langsung melayangkan satu pukulan kewajah Lian.
Brukkk.
" Beraninya kau masuk kekamarku bajingan!" teriak Davin yang membuat penghuni rumah harus menghampiri keributan. Mereka pun kaget melihat Davin yang memukul Lian.
" Davin apa yang kamu lakukan!" teriak Mesya yang langsung menghampiri Davin dan mencegah Davin untuk memukul putranya lagi.
" Si brengsek ini berani sekali dia memasuki kekamarku dan mengganggu istriku," sahut Davin dengan wajahnya yang memerah yang penuh dengan amarah yang tidak terbendung kan.
" Bohong mah, aku tidak melakukan itu, Kayra yang masuk kekamarku," sahut Lian yang membela dirinya.
" Kak Davin dengar sendiri. Istri kakak yang menggoda kak Lian. Jadi jangan menyalahkannya," sahut Joy.
" Mata kalian semua di pakai, lihat di kamar siapa Kayra. Dan siapa yang masuk kedalam sana!" tunjuk Davin pada kamarnya dan Giselle pun langsung melihat apakah benar ada istrinya di sana dan ternyata memang benar Kayra ada di sana.
" Sudah di lihat. Siapa yang masuk kekamarku," sahut Davin yang sudah berdiri dan Mesya membantu Lian untuk berdiri.
" Apa yang kamu lakukan Lian. Kenapa kamu masuk kekamar Davin?" tanya Oma.
" Maaf Oma, aku salah masuk, aku pikir itu kamar ku," sahut Lian yang baru menyadarinya.
" Kenapa kamu bisa salah masuk kamar?" sahut Altarik.
" Maaf pah, aku, aku tidak begitu fokus berjalan," jawab Lian.
" Kamu mabuk?" tanya Oma yang membuat semuanya kaget dan Mesya langsung panik.
" Lian kamu mabuk?" tanya Oma lagi yang mendekati Lian dan mencium bau alkohol.
__ADS_1
Palkkkk
Oma langsung menampar Lian yang membuat orang-orang kembali kaget.
" Berani kamu mabuk dan pulang kerumah ini!" sentak Oma yang tampak tidak suka dengan orang-orang yang tidak menaati peraturan di rumah mereka.
" Ma_ ma_ maaf Oma," sahut Lian menunduk yang baru tersadar ketika sudah mendapatkan tamparan dari Oma.
" Kau benar-benar keterlaluan, lihat akibat ulahmu yang masuk sembarangan kamar orang lain," Elisabeth terus marah-marah dengan menunjuk tepat di wajah Lian.
" Anak ini benar-benar, aku sudah beberapa kali mengingatkannya untuk tidak mabuk. Tetapi apa yang di lakukannya," batin Mesya yang pasti akan di salahkan atas perbuatan anaknya itu.
" Aku akan memberikan Lian hukuman," sahut Mesya.
" Aku peringatkan kepadamu Lian. Jangan kau berani-berannya mengganggu istriku. Jika aku sampai mendapatimu melakukan hal itu. Aku tidak akan segan-segan mematahkan tanganmu!" tegas Davin. Lian hanya diam menggerutuki kebodohannya dan Davin langsung memasuki kamarnya meninggalkan orang-orang itu.
" Lian papa benar-benar kecewa kepada kamu. Perbuatan kamu sangat memalukan," gertak Altarik yang juga pergi.
" Jika aku melihat ada yang melanggar peraturan di rumah. Aku pastikan dia tidak akan tinggal di sini!" tegas Elisabeth yang juga langsung pergi.
" Aku tidak tau ma, jika itu kamar dia," sahut Lian yang masih membela diri.
" Lagian itu bukan kesalahan kak Lian ma. Salah sendiri wanita itu kenapa tidak mengkunci pintu kamarnya," sahut Joy.
" Hmmmmm, memang dasar wanita itu yang kegatelan," sahut Gisell.
" Sudah, kita pergi dari sini. Kamu berhenti cari masalah di rumah ini," tegas Mesya.
" Iya-iyaaaa," sahut Lian tidak ikhlas.
**************
Davin pun memasuki kamarnya di mana Kayra tetap pada posisinya yang tertidur dan bahkan Kayra tidak mendengar keributan di luar saking mengantuknya.
" Ini juga, bukannya mengkunci kamar, malah tidur asal-asalan," umpat Davin yang berdiri di samping Kayra dan melihat istrinya itu dengan kesal. Davin pun berjongkok di samping Kayra.
__ADS_1
" Selalu saja menjadi wanita bodoh, apa dia ingin pamer tubuh," Davin terus mengumpat sembari menurunkan gaun tidur Kayra agar paha Kayra tertutupi. Davin juga menggendongnya ala bridal style.
" Apa yang di makannya. Kenapa dia begitu berat sekali?" keluh Davin saat harus membawa tubuh Kayra keatas ranjang dan membaringkannya dengan perlahan.
" Lihatlah, kalau tidur tidak terbangun sama sekali dasar kebo mau diguling-gikingkan juga pasti akan terus tidur tanpa sadar ada yang mengganggunya," Davin terus mengoceh sementara Kayra sama sekali tidak sadar.
Namun seketika Davin terdiam saat duduk di samping Kayra dan matanya fokus pada wajah Kayra. Yang harus di akuinya jika Kayra memang begitu cantik. Ya istrinya yang di dapatkan dari kencan buta itu sangat cantik, wajah itu terlihat polos tanpa polesan makeup sama sekali.
Lama memandangi istrinya seketika dengan cepat Davin menggoyang-goyangkan kepalanya yang tersadar bahkan menepuk-nepuk pipinya.
" Dasar Davin. Apa kau gila, dia itu sangatlah biasa tidak ada apa-apa nya untukmu," batin Davin yang berusaha untuk menyadarkan dirinya dan langsung berdiri yang tidak mau semakin gila hanya karena terus menatapi wajah Kayra.
**********
Keesokan harinya Kayra yang terlihat buru-buru keluar dari kamarnya yang sudah siap-siap.
" Ya ampun aku kok bisa telat. Aku lupa ada kuliah pagi hari hari ini. Kenapa juga Kayra kamu bangun kesiangan," ucap Kayra tergesa-gesa dengan menuruni anak tangga.
Namun saat di ujung anak tangga. Joy dan Giselle menghalang jalannya yang membuat Kayra menghentikan langkahnya dan melihat kearah Joy yang menatapnya sinis dengan kedua tangan di silangkan di dan melihat ke arah Giselle yang juga menatapnya dengan tajam yang mana Giselle membersihkan kukunya.
" Ada apa?" tanya Kayra.
" Kau merasa paling cantik sampai menggoda kakak kami," ucap Joy dengan maju selangkah mendekati Kayra.
" Apa maksudmu aku tidak mengerti," sahut Kayra heran.
" Alah, nggak usah alasan," sahut Giselle dengan tangannya melambai di depan wajah Kayra. " Kau pikir kami tidak tau dengan kebusukanmu ha yang sengaja membuat ulah untuk menciptakan keributan," tuduh Silvi.
" Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kalian maksud. Jadi jangan bicara sembarangan. Aku harus pergi," sahut Kayra dan melangkah ingin pergi. Namun Joy menahannya dan mendorong Kayra sehingga kembali ketempatnya.
" Kami belum selesai bicara dan kau sudah mau pergi saja," sahut Joy.
" Aku tidak tau apa maksud kalian ber-2. Jadi biarkan aku pergi dan aku tidak pernah menggoda siapa-siapa. Kalian jangan menuduhku yang tidak-tidak. Aku tau kalian tidak menyukaiku di rumah ini. Tetapi bukan berarti kalian harus menuduhku. Karena aku tidak melakukan apapun," ucap Kayra menegaskan.
" Ya benar, kami memang tidak menyukaimu dan jika kamu sadar maka jangan bertingkah di rumah kami dan seharusnya jangan berani untuk menikah dengan kak Davin. Setelah menikah dengan kak Davin. Lalu kegatelan menggoda kak Lian," ucap Joy dengan pemikirannya yang begitu jahat kepada Kayra.
__ADS_1
Bersambung