Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 168.


__ADS_3

Davin memasuki kamar dengan langkahnya yang tidak bersemangat. Tidak pernah menagis dan sekarang mata itu sudah sembab dengan air mata yang terus mengalir. Wajah kucel yang berantakan, dasi entah kemana-mana arahnya, kemeja yang berantakan dan segalanya. Tetapi Davin masih tetap keren.


Pintu kamar mandi terbuka membuat Davin melihat ke arah pintu yang keluar seorang wanita yang tak lain Kayra dengan memakai piyama putih dan sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk putih.


"Kayra!" lirih Davin.


Kayra melihat ke arah Davin, "kamu sudah pulang?"tanya Kayra tersenyum dan menghentikan pekerjaannya dan menghampiri Davin berdiri di depan Davin dengan mengamati wajah Davin.


"Kamu kenapa menagis?apa terjadi sesuatu?"tanya Kayra memegang pipi Davin bahkan mengusap air mata Davin.


"Apa ini sungguh kamu?" tanya Davin memegang tangan yang ada di pipinya.


"Lalu siapa lagi? apa aku hantu?" Kayra bertanya dengan heran. Davin tersenyum dengan napasnya naik turun dan langsung memeluk Kayra dengan erat.


"Ini sungguh kamu Kayra, aku mohon jangan pergi aku mencari mu kemana-mana. Jangan tinggalkan aku Kayra. Kau pernah berjanji Kayra kepadaku untuk tidak meninggalkan. Aku mohon tepati janjimu,"ucap Davin dengan terus memeluk erat Kayra.


Kayra tersenyum dengan melonggarkan pelukannya dan melihat Davin.


"Aneh sekali. Kenapa juga aku harus pergi, memang ada apa," sahut Kayra tertawa-tawa pada Davin.


"Kau benar-benar tidak akan pergi?" tanya Davin.


"Ya nggaklah. Sudahlah sekarang kamu mandi. Aku menyiapkan makan malam untukmu, kamu pasti lapar bukan," ucap Kayra memegang pipi Davin dengan mereka saling menatap.


"Aku mencintaimu Davin," ucap Kayra dengan lembut. Davin sangat lama menanggapinya membuat Kayra tersenyum.


"Mandilah, aku akan membuatmu makan malam," ucap Kayra menepuk pipi Davin dan langsung keluar dari kamar.


Davin tersenyum dengan menghela napasnya pasnya yang terlihat begitu lega dan langsung buru-buru kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Tidak lama Davin selesai mandi dan Davin bahkan sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian santai. Namun Davin tidak melihat istrinya yang kunjung datang mengantarkan makanan membuat Davin keluar dari kamar untuk menyusul Kayra kedapur.


"Kayra!" panggil Davin yang melihat dapur kosong dan gelap.


"Kayra makananya apa sudah selesai. Aku lapar?" tanya Davin mencari-cari Kayra di dapur yang kosong tanpa ada siapa-siapa itu.


"Tuan Davin!" sapa pelayan di rumah itu.


"Di mana Kayra. Apa dia sudah selesai memasak. Aku sudah lapar," ucap Davin.


"Nona Kayra. Tidak ada di sini dan tidak ada juga yang memasak," jawab pelayan itu dengan wajah bingungnya.


"Apa maksud kamu. Tadi dia mengatakan akan memasak untukku dan seharusnya sudah selesai," ucap Davin yang terlihat begitu cemas.


"Maaf tuan Davin. Tetapi memang tidak ada yang memasak. Lagian ini sudah jam 2 pagi. Siapa juga yang memasak jam segini dan bukannya nona Kayra tidak ada di rumah," ucap pelayan itu membuat Davin terkejut dan melihat jam menggantung di dingding memang sudah jam 2 pagi.


"Jadi itu hanya halusinasi ku saja. Kayra tidak ada sama sekali," batin Davin yang baru menyadari jika Kayra hanya bayangannya saja.


"Tidak usah, kamu pergilah," ucap Davin. Pelayan itu mengangguk dan meninggalkan Davin.


Davin membuang napasnya perlahan kedepan dengan mengusap kasar wajahnya dengan ke-2 tangannya. Davin menarik kursi dan langsung duduk dengan memejamkan sebentar matanya yang beberapa kali membuang napas beratnya.


"Aku hanya berhalusinasi. Dan dalam khayalan saja. Kayra mengatakan perasaannya kepada ku. Aku bahkan hanya diam dan tidak menjawabnya. Aku sungguh membuatmu kecewa Kayra. Aku membuatmu pergi dengan anak kita," ucap Davin yang baru sadar jika dia hanya mengkhayal dan Davin bahkan menyesal saat istrinya mengatakan aku mencintaimu mu. Bukannya menjawab malah diam. Davin merasa memang sangat bodoh menjadi seorang pria.


**********


Tidak ada semangat yang di jalani Davin semenjak kepergian Kayra. Sudah 3 hari. Namun istrinya itu tidak di temukan juga. Davin hanya di penuhi dengan khayalan setiap hari di mana bayang-bayangan Kayra muncul di setiap tempat.


Davin memasuki kamarnya dan dengan langkah yang tidak pernah bersemangat. Davin duduk di pinggir ranjang dengan mengusap wajahnya sampai rambutnya dengan ke-2 tangannya.

__ADS_1


"Kemana lagi aku harus mencari mu Kayra. Apa kau sungguh akan mengakhiri semuanya. Apa tidak ada kesempatan untukku lagi," ucap Davin dengan suara beratnya.


Davin menoleh ke arah nakas dan membuka laci. Davin mengambil surat kontrak pernikahan mereka. Melihatnya sebentar dan langsung merobeknya berkeping-keping.


"Argh, kenapa kau sangat bodoh Davin? teriak Davin yang sekarang baru sadar jika dia sangat bodoh. Maklum selama ini otaknya di cuci dengan tanggung jawab yang tidak jelas.


Dalam amarahnya Davin yang berada di kamarnya bukan hanya merobek surat kontrak pernikahannya dengan istrinya. Namun sudah membuang segala barang-barang yang ada di kamar itu. Harap maklum Davin baru menyesal sekarang. Bahkan surat kontrak pernikahan itu sudah tidak ada artinya lagi.


Davin hanya penuh penyesalan dengan meluapkan amarnya di dalam kamar itu sampai dia lelah sendiri dan terbaring di lantai dengan meringkuk seperti janin di dalam rahim. Tubuhnya bergetar seperti orang yang kedinginan.


"Aku akan pergi bersama anak ini. Kau tidak punya hak atas dirinya. Kita sudah impas. Kesepakatan sudah berakhir. Tidak ada hutang di antara kita. Semuanya berakhir dan walau kau tidak bisa menepati janjimu untuk memberikan kebahagiaan kepadaku saat kita berpisah," tangisnya semakin pecah saat mengingat tulisan surat dari Kayra.


"Maafkan aku Kayra. Aku mohon kembali. Kita harus bicara Kayra, aku berjanji akan memperbaiki semuanya. Maafkan aku Kayra," ucap Davin yang terisak-isak penuh dengan penyesalan.


Oma berdiri di depan pintu dan melihat cucunya yang begitu stres semenjak istrinya tidak ada membuat Oma sangat kasihan pada Davin.


Bahkan beberapa hari ini Davin juga tidak teratur makan. Dan fokus mencari Kayra. Oma juga sudah beberapa kali mendapati Davin yang murung dengan tangisan penyesalan.


"Nyonya!" tegur Dion yang membuat Oma langsung menutup pintu kamar dan menghadap Dion.


"Apa kamu menemukan Kayra?" tanya Oma.


"Saya belum menemukannya," jawab Dion.


"Kemana dia pergi apa dia baik-baik saja," ucap Oma yang terlihat khawatir.


Kepergian Kayra tidak lah di bantu Oma. Oma mengijinkan Kayra pergi. Bahkan menawarkan Kayra untuk ke Luar Negri menenangkan diri. Kayra menolak dan ingin pergi sendiri. Oma sendiri juga tidak tau di mana Kayra. Awalnya Oma berdoa terus agar Kayra tidak di temukan Davin. Agar Davin menyesali perbuatannya. Namun karena melihat Davin yang seperti orang gila membuat Oma kasihan dan juga ikut mencari Kayra.


Sebagai Oma. Dia juga masih ada harapan dalam hubungan cucunya. Apa lagi melihat penyesalan Davin dan bisa melihat Davin juga mencintai Kayra. Karena setelah mendapatkan warisan. Davin yang kehilangan Kayra tetapi mencari Kayra dan memang membuktikan warisan itu tidak ada hubungan dengan pernikahannya.

__ADS_1


Oma bisa melihatnya dan berusaha menemukan Kayra. Namun apa daya. Kayra tidak semudah itu di temukan dan mungkin untuk kembali kepada Davin Kayra tidak akan berminat lagi.


Bersambung


__ADS_2