
Davin terus menemani Kayra dalam melakukan hal apa saja. Di mana Kayra yang bersenang-senang dengan semua yang di berikan Davin. Dia benar-benar seakan seperti berada di dalam lautan yang melihat semuanya dengan penuh keindahan. Tidak tau sudah berapa lama lagi mereka ada di tempat tersebut.
" Kamu bahagia?" tanya Davin yang berdiri di samping Kayra. Kayra menganggukkan kepalanya.
" Apa lagi yang kau inginkan?" tanya Davin.
" Memang boleh meminta yang lain?" tanya Kayra.
Dengan mudahnya Davin menganggukan kepalanya, " Hari ini aku berbaik hati dan jika semua itu di dalam nalar maka akan aku berikan," jawab Davin.
" Aku ingin kita berkemah," ucap Kayra yang banyak maunya.
" Kemah!" sahut Davin dengan mengkerutkan dahinya.
" Iya. Aku ingin berkemah. Layaknya orang yang kemah yang penuh kegiatan. Misalnya memasak di perkemahan, makan di perkemahan dan juga ingin tidur di perkemahan," ucap Kayra memperjelas semuanya dengan maunya yang begitu banyak.
" Kenapa permintaanmu sangat aneh?" tanya Davin.
" Mungkin bawaan..." Kayra tidak jadi melanjutkan kalimatnya, saat teringat sesuatu.
" Bawaan apa?" tanya Davin
" Suasana. Karena suasana sangat mendukung untuk kemah," jawab Kayra dengan alasan yang cepat. Padahal pasti bukan itu alasannya.
Davin hanya melihatnya dengan penuh tanya yang merasa jika Kayra sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
" Kenapa melihat ku seperti itu?" tanya Kayra yang menjadi cemas dengan tatapan mengintimidasi Davin.
" Davin aku berharap kau tidak mencurigaiku," batin Kayra yang mendadak gugup.
" Baiklah, kita akan berkemah. Aku akan menyuruh Reyhan untuk menyiapkan semuanya," sahut Davin dengan singkat yang tidak masalah sama sekali melakukan hal itu.
" Sungguh?" tanya Kayra dengan semangatnya yang tidak percaya dengan kata-kata Davin.
" Mana mungkin aku bercanda," sahut Davin.
" Sekarang?" tanya Kayra ingin memastikan kapan itu perkemahan mereka akan terjalin.
" Iya sekarang," sahut Davin yang langsung meraih tangannya dan langsung membawanya keluar dari tempat itu yang selanjutnya Davin akan mengajaknya untuk berkemah.
************
__ADS_1
Seorang Davin memang terlihat bucin yang menuruti begitu saja keinginan Kayra. Dia memang hanya ingin melakukan semuanya untuk Kayra. Seperti saat ini yang mana mereka ber-2 sudah berada di pinggir danau. Lengkap dengan tenda perkemahan.
Layaknya orang kemah yang di bawa peralatan perkemahan. Hari juga sudah malam dan Davin sedang memasang api unggun. Sementara Kayra sedang memasak ala-ala perkemahan yang pasti kalau di perkemahan tidak jauh-jauh dari mie instan yang ala kadarnya.
Davin yang memasang api unggun di depan tenda mereka melihat ke arah Kayra. Davin tersenyum melihat Kayra yang begitu semangatnya yang tiba-tiba saja saat Kayra mengangkat panci kecil, Kayra kepanasan.
" Ceroboh," umpat Davin geleng-geleng melihat Kayra yang sekarang meniup-niup jarinya. Karena memang sudah kepanasan.
Davin menghela napasnya dan menghampiri Kayra yang tidak jauh darinya. Davin yang sudah duduk di samping Kayra langsung meraih tangan Kayra dan meniup lembut jari Kayra membuat Kayra bergetar dengan menatap Davin.
" Jangan terlalu ceroboh. Tangan mu bisa terbakar," ucap Davin dengan lembut melihat 2 mata indah Kayra. Kayra hanya menganggukkan kepalanya.
" Kita makan. Aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita," ucap Kayra.
" Makanan apa?" tanya Davin.
" Ini," ucap Kayra menunjuk dengan arah matanya.
" Hanya ini?" tanya Davin tampak tidak selera.
" Ya lalu apa lagi. Memang di perkemahan hanya ini yang bisa di makan," jawab Kayra sembari menuang mie instan kedalam mangkok. Mie instan lengkap dengan telor, sosis dan bakso. Juga dengan sayuran. Namun hanya satu mangkok saja.
" Kau yang pertama!" ucap Kayra.
" Kenapa harus aku?" tanya Davin dengan menaikkan 1 alisnya.
" Karena aku yang memasaknya," jawab Kayra simpel.
" Hanya itu saja?" tanya Davin.
" Sudah jangan banyak protes cepat buruan makan!" tegas Kayra yang tangannya pegal. Karena Davin tak kunjung memakan apa yang seharusnya di makan dan Davin pun akhirnya membuka mulutnya untuk menikmati makanan yang di masak istrinya itu.
" Enak bukan?" tanya Kayra.
" Biasa aja," jawab Davin simpel.
Kayra berdecak kesal, " selalu mengatakan biasa. Tetapi pada nyatanya apa pasti nanti juga akan habis," desis Kayra.
" Ya jelas habis. Namanya juga sedikit," jawab Davin simple.
" Alasan," ucap Kayra dengan kesal yang akhirnya memakan yang tadi di berikannya pada Davin.
__ADS_1
" Aku mau lagi!" pinta Davin yang melihat Kayra sudah tidak memberikannya lagi.
Kayra tidak keberatan dan langsung menyuapi Davin lagi dengan tulus. Dengan wajahnya yang tersenyum. Bahkan mengusap ujung bibir Davin saat melihat ada bekas makanan di sana. Davin juga hanya tersenyum yang melihat Kayra begitu spontan melakukan hal itu. Pasangan suami istri itu kembali menikmati makanan yang ala kadarnya itu.
**********
Setelah selesai makan Davin dan Kayra duduk di depan api unggun dengan mereka yang sama-sama duduk bersilah kaki.
" Apa kau pernah berkemah sebelumnya?" tanya Davin tanpa menoleh ke arah Kayra yang matanya fokus pada api unggun.
" Dulu pernah berkemah dengan papa," jawab Kayra, " lalu kau bagaimana apa kau pernah berkemah?" Kayra menanyakan hal yang sama.
" Aku mungkin dekat dengan papa. Tetapi melakukan hal semacam ini dengan papa aku tidak pernah. Tetapi di masa sekolahku hal ini pernah aku lakukan. Tetapi aku yakin. Pasti tidak se menyenangkan dengan apa yang kau lakukan bersama papamu. Pasti rasanya sangat berbeda," ucap Davin yang sekarang sudah melihat ke arah Kayra.
" Mungkin memang berkemah dengan orang terdekat lebih menyenangkan dari pada berkemah dengan yang lainnya. Tapi bagaimana dengan malam ini. Apa sangat menyenangkan bisa berkemah dengan ku?" tanya Kayra pada Davin dengan pandangan mata yang saling bertemu.
" Sangat menyenangkan. Hari ini begitu menyenangkan," jawab Davin jujur membuat Kayra tersenyum.
Davin terlihat mendekati Kayra dan tiba-tiba tangannya mengusap perut ramping Kayra yang membuat Kayra terkejut dengan matanya yang terbuka lebar yang jantungnya ingin jatuh melihat apa yang di lakukan Davin.
" Apa perutmu sudah kenyang?" tanya Davin tersenyum. Membuat Kayra menghembuskan napasnya perlahan kedepan yang merasa lega dengan pertanyaan Davin yang hanya bertanya masalah laparnya.
" Kayra!" tegur Davin lagi.
" Iya aku sudah kenyang," jawab Kayra tersenyum yang merasa gugup. Namun cukup lega.
" Lalu yang di dalam perutmu apa sudah kenyang juga?" tanya Davin lagi yang begitu mengejutkan Kayra.
Semua pertanyaan Davin membuatnya spot jantung dengan menelan salivanya.
" A-a-apa maksud kamu?" tanya Kayra gugup.
" Cacing di dalam perutmu," jawab Davin dengan santai yang terus mengusap-usap perut Kayra.
" Oh, iya sudah kenyang," jawab Kayra yang kembali bernapas lega.
Davin hanya tersenyum dan menjauhkan tangannya dari perut ramping Kayra. Lalu kembali melihat ke api unggun.
" Aku pikir Davin mengetahui mengenai kehamilanku!" batin Kayra yang sedari tadi mengatur napasnya yang masih naik turun.
Bersambung
__ADS_1