Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 73 Perasaan yang tertumpah kan.


__ADS_3

Pricilla tersenyum, " aku mengenalmu dan aku tau kau akan menepatinya, kau pria yang tidak akan mengingkari janji," ucap Pricilla yang langsung mencium pipi Davin yang membuat Davin kaget dengan ciuman yang di berikan Pricilla.


" Aku akan menerima hukuman ini dengan hadiah terbaik darimu," ucap Pricilla tersenyum pada Davin.


Di mana Davin masih begitu kaget dengan pipinya yang di cium di tempat umum dan pasti anak buah Dion sudah mengambil gambarnya dan walaupun ada kongkalikong dengan Dion untuk tidak memberitahu pada Oma. Tetapi tetap saja Davin begitu shcok.


Pricilla juga semakin mendekatkan dirinya lagi pada Davin dengan mendekatkan wajahnya pada Davin yang mana ingin mencium bibir Davin. Handphone yang di pegang Davin tiba-tiba saja berdering dan Davin melihat panggilan masuk itu yang ternyata dari Kayra.


" Kayra," batin Davin.


Davin kaget dan yang tiba-tiba Kayra menelponnya yang perasaan Kayra sedang tertidur dan Pricilla masih terus mendekatkan bibirnya yang ingin menempelkan pada bibir Davin dan di saat ingin tertempel Davin langsung menahan dengan memegang ke-2 bahu Pricilla.


" Pulanglah!" usir Davin secara halus dengan suara beratnya dan wajah Pricilla tampak kecewa.


" Tapi..."


" Aku sudah mengatakan Pricilla di sini banyak yang mengawasi. Jadi jangan cari masalah," ucap Davin mengingatkan.


" Aku minta maaf Davin. Aku tidak bermaksud. Jawab Pricilla yang merasa bersalah.


" Kalau begitu kembali lah," ucap Davin yang kembali mengusir Pricilla.


" Baiklah!" sahut Pricilla.


" Terima kasih untuk bicara kita hari ini. Kau bahagia dengan pembicaraan kita dan masalah kita selesai. Aku pulang dulu," ucap Pricilla pamit yang akhirnya pulang dengan mengakhiri dengan senyuman tipis.

__ADS_1


Setelah kepergian Pricilla Davin menghela napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan dengan mengusap kasar wajahnya sampai kepalanya.


Davin melihat ruangan di mana Kayra tampak senyap dan tidak ada orang. Davin yang tadi mendapat panggilan dari Kayra langsung kembali memasuki ruangan itu dengan membuka pintu cepat.


Kayra ada di atas tempat tidur yang berbaring miring yang di pastikan membelakangi Davin.


Tadi saat Davin keluar dari kamar itu. Kayra juga tiba-tiba terbangun dan hanya heran melihat pakaiannya yang sudah terganti. Namun dia tidak peduli. Mau itu perbuatan Davin atau tidak. Yang pasti Davin lah siapa lagi. Karya turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya agar fres agar bisa beristirahat dengan tenang.


Saat melewati pintu. Karya mendengar suara Davin yang berbicara- bicara dan ternyata dengan Pricilla. Kayra harus mendengar omongan Pricilla dan juga Davin saat itu. Dengan perasaannya yang terus bergetar yang tidak menentu yang membuatnya juga bingung ada apa dengan perasaannya itu.


Seakan ada yang sakit saat melihat Pricilla mencium Davin dan melihat jelas bagaimana Pricilla juga ingin mencium bibir Davin. Tidak tau kenapa Kayra harus menelpon Davin yang tidak mengerti apa maksudnya. Apa itu adalah sebuah amarah atau ketidak inginan jika Pricilla akan berciuman dengan Davin.


Saat mendapat panggilan masuk itu perasaan Davin juga tidak menentu dan akhirnya membuatnya menghentikannya dan sekarang kembali kekamar yang baru beberapa menit di tinggalkannya itu.


" Kau menelponku barusan?" tanya Davin dengan suara beratnya yang berdiri di belakang Pricilla. Dia tau Kayra tidak tidur.


" Kau melihat semuanya? mendengarnya juga? kau menguping lagi?" Davin terus terus bertanya. Tetapi tidak di jawab Kayra sama sekali yang hanya diam dengan jantungnya yang terus berdetak.


" Karya," panggil Davin.


Kayra dalam diamnya memegang dadanya yang jantungnya tidak aman sama sekali. Dia masih menata hatinya.


" Katakan kepadaku kenapa menghubungiku?" tanya Davin. Kayra diam yang juga tidak tau alasannya.


" Kayra!" panggil Davin lagi.

__ADS_1


" Aku tidak tau," jawab Kayra yang akhirnya mengeluarkan suaranya. Suara yang terdengar tertahan.


" Aku tidak apa yang aku lakukan. Kamu benar. Aku mendengar dan melihat semuanya dan aku menelponmu dan aku tidak tau kenapa aku melakukan itu," ucap Kayra yang memang tidak mengerti perasaannya pada Davin.


Kayra akhirnya membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Davin yang berdiri di tepat di sampingnya. Kayra pun duduk dan dengan matanya yang melihat Davin yang seakan Davin menunggu apa lagi yang di katakan Kayra bahkan jawaban dari pertanyaannya sebelumnya.


" Apa alasannya aku melakukan itu aku tidak tau Davin. Apa aku bisa mengatakan jangan membuat janji apapun kepadanya. Jangan menemuinya dan jangan melakukan itu di depanku. Aku tidak tau kenapa aku tidak menginginkan hal itu," ucap Kayra yang tidak bisa mengontrol apa yang menumpuk di hatinya. Dia bahkan mendadak frustasi dengan semua yang di ucapkannya.


" Aku sepertinya salah bicara. Aku lupa kita punya privasi masing-masing. Yang seharusnya aku tidak mengatakan itu kepadamu. Aku tidak bisa meminta hak itu kepadamu. Aku salah bicara. Aku minta maaf sudah lancang bicara," ucap Kayra dengan suara rendah yang tiba-tiba melarat kata-katanya dengan matanya berkaca-kaca yang menyadari dia berlebihan.


Davin yang mendengar semua umpatan Kayra membuatnya langsung mendekati wanita itu dengan memegang ke-2 pipi Kayra mengangkat sedikit wajah itu sehingga mendongak keatas dan langsung menempelkan bibirnya pada bibir Kayra. Dalam posisinya yang tetap berdiri dan Kayra yang duduk. Davin mencium dalam-dalam Kayra.


Kayra tidak menolak dan memejamkan matanya. Saat ciuman menggebu-gebu itu di dapatkannya.


Ciuman yang tadinya menggebu-gebu berubah menjadi lembut yang semakin dalam dengan Davin yang pasti memberi kenikmatan dalam ciuman seakan ada tumpahan perasaan.


Ke-2nya sama-sama di landa cemburu. Namun sama-sama menyimpan perasaan yang seakan perasaan yang mungkin ke-2nya sudah saling jatuh cinta.


Namun Davin masih sulit mengerti perasaannya. Karena adanya Pricilla yang masih terus di berinya kesempatan dan Kayra sendiri sama sekali tidak ada siapa-siapa di hatinya. Namun pasti ragu dan tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri akan hatinya pada Davin. Karena Davin ada wanita lain dan terlebih lagi pernikahan mereka hanyalah kontrak.


Seakan Kayra nanti tidak mau kecewa atau menyesal dan memilih untuk menahan segalanya dan mengikuti alur. Sama dengan kejadian hari ini. Dia telah mengungkap semua apa yang tidak di inginkannya yang pasti intinya Davin tidak boleh bersama Pricilla. Davin juga yang seolah mengerti dengan perasaan Kayra yang kecewa dan dan pasti resah memberikan ciuman yang seolah-olah untuk meyakinkan Kayra akan suatu hal.


Tidak dapat di mengerti apa semuanya. Hanya mereka berdua yang tau yang pada intinya pasangan itu masih saja berciuman dengan posisi berbeda yang mana sekarang Kayra sudah berbaring di atas tempat tidur dan Davin menindih tubuhnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2