Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 77 menggodanya.


__ADS_3

" Malah berpikir, setujui saja Kayra," sahut Davin lagi yang melihat Kayra tampak ragu.


" Terus apa harus kau tuliskan semuanya di sini," sahut Kayra dengan kesal.


" Itu hanya tulisan. Jadi hanya untuk pengingat saja. Jadi tidak ada yang salah. Lakukan saja. Apa susahnya," sahut Davin tersenyum pada Kayra yang begitu santainya.


Kayra tidak menggubris lagi dan membaca lanjutan surat perjanjiannya.


...3 Tetap aku yang mengatur semuanya dan surat perjanjian tetap berlaku dalam ketentuanku dan kapanpun aku bisa mengubahnya dengan mendadak....


" Aku tidak setuju ini!" bantah Kayra yang langsung menolak apa yang di tuliskan Davin.


" Apa yang tidak kau setujui?" tanya Davin.


" Ini sangat tidak adil. Aku tidak mau kau terus mengatur dan mengubah dengan sesukamu tanpa persetujuanku. pokoknya aku tidak mau," tegas Kayra.


" Itu sudah menjadi kesepakatan. Karena aku seorang Pria dan semua kekuasaan ada di tanganku dan kau seorang wanita yang hanya mengikut saja," tegas Davin.


" Itu tidak adil," protes Kayra.


" Jangan protes," sahut Davin mengambil surat kontrak itu dan menutupnya kembali, " dengan kau membaca ini. Berarti kau menyetujui perubahan yang telah di buat dan tidak bisa di ganggu gugat lagi. Surat kontrak yang baru ini telah resmi dan di terima dari kedua belah pihak titik," tegas Davin.


Karya mendengarnya hanya mengkerutkan dahinya saja.


" Padahal aku tidak mengatakan setuju dengan semuanya," gerutu Kayra dengan suara pelan.


" Aku tidak peduli," sahut Davin santai.


" Oh, iya apa surat kontrak itu Reyhan yang menulis?" tanya Kayra lagi.


" Hmmm, kamu benar. Reyhan yang menulis. Kenapa?" tanya Davin.


" Kau selalu melibatkan dia dalam hubungan kita. Apa kau tidak bisa tidak melibatkan dia. Apa dia harus tau hubungan kita seperti apa sampai ke masalah privasi segala dia juga harus tau," ucap Kayra dengan mulutnya yang kerucut.


" Kayra dia yang membantuku dalam pertemuan kita dan pernikahan kita dan jelas tau semuanya. Di antara kami tidak ada rahasia. Mau aku menutupi apapun. Sudah tidak ada gunanya. Karena dia tau kronologinya dan kontrak pernikahan awal dan sampai pembaharuan ini dia tau," jelas Davin.

__ADS_1


" Baiklah, itu artinya kita deal dalam kontrak ini," ucap Davin menegaskan.


" Kenapa juga harus ada kontrak. Kenapa tidak benar-benar menjadi pasangan suami istri saja," ucap Kayra yang tiba-tiba keceplosan dan Kayra menyadari hal itu langsung terkejut sendiri dengan matanya yang terbuka lebar.


" Kau bicara apa tadi?" tanya Davin menaikkan 1 alisnya.


" Tidak. Aku tidak bicara apa-apa. Memang apa yang aku bicarakan," sahut Kayra mendadak panik dengan mengelak yang bahkan mendadak tidak berani melihat Davin.


" Tapi aku mendengarnya," sahut Davin dengan senyum miring yang mengandung arti.


Kayra semakin panik. Dia juga menyesal karena sudah keceplosan dengan kata-katanya. Ya mulutnya memang tidak bisa di jaganya.


" Apa yang kau dengar. Kau jangan mengarang. Aku tidak bicara apapun!" tegas Kayra yang membantah.


" Ehmmm, benarkah..." sahut Davin senyum-senyum sendiri yang kelihatan mengejek Kayra.


" Isssss, kenapa kau senyum-senyum. Kau itu!" geram Kayra.


" Makanlah, aku keluar sebentar," ucap Davin tampak bergegas dan berdiri yang sepertinya ingin menyimpan surat perjanjian itu.


" Kenapa mulutmu terlalu lancang Kayra. Apa yang kau bicarakan," gerutu Kayra yang merasa bodoh.


Kayra kembali menghela napasnya dan menoleh kesampingnya yang mungkin ingin melihat Davin. Tetapi Kayra langsung terkejut begitu tiba-tiba wajah Davin ada sudah berada di dekatnya yang wajahnya tepat di depannya.


Dengan mata mereka sama-sama saling menatap. Dengan mata Kayra yang terbuka lebar.


" Apa kau jatuh kepadaku?" tanya Davin membuat Kayra menelan salivanya mendengar pernyataan Davin. Kayra bengong dan tidak menjawab apa-apa.


Cup.


Davin mencium bibirnya dalam bengongnya Kayra.


" Lanjutkan makanmu. Aku ke luar sebentar," ucap Davin yang kembali berdiri dan terlihat berjalan ke-luar kamar.


Uhuk uhuk uhuk uhuk uhuk.

__ADS_1


Kayra langsung batuk-batuk dan Davin yang berjalan menyunggingkan senyumnya yang menikmati menggoda Kayra. Hal itu karena Kayra yang mulai keceplosan.


************


Setelah Kayra dan Davin sarapan dengan drama saling goda dan lain sebagainya. Sekarang mereka ber-2 akhirnya bisa melihat Aris papa Kayra. Di mana Davin dan Kayra sudah bisa melihat Aris.


Kayra duduk di samping Aris dengan memegang tangan Aris dan Davin berdiri di samping Kayra yang setia menunggu Kayra.


" Papa Kayra ada di sini. Papa kenapa kemarin. Kayra begitu panik dengan kondisi papa. Kayra takut pa. Jika papa kenapa-napa. Apa papa tidak mencemaskan Kayra. Jangan seperti itu lagi pa. Papa harus secepatnya sembuh supaya kita bersama lagi. Kayra begitu merindukan papa. Sangat merindukan papa," ucap Kayra dengan menatap nanar wajah sang papa yang tertidur lelap itu alias koma.


" Oh iya pa, Kayra lupa ngasih tau papa. Kalau kemarin Kayra sudah ketempat air mancur spektakuler. Papa ingat tempat itu. Dulu saat kita menonton berdua di bioskop. Kayra melihat tempat di layar bioskop dan papa bilang akan membawa Kayra ke sana. Tetapi Kayra sudah ke sana. Kayra begitu begitu bahagia yang bisa mengunjungi tempat itu. Kayra sangat senang pah. Walau tidak bisa pergi bersama papa. Tetapi itu sama saja. Karena papa juga ada di kota yang sama dan Davin sudah mewakili papa," ucap Kayra yang terus berbicara dengan Aris.


Curhatan Kayra pada sang papa hanya di dengarkan Davin yang tetap setia berdiri di sampingnya. Tidak tau juga apakah Kayra menyadari adanya Davin atau tidak. Biasanya dia akan jaga-jaga images kalau mau bicara.


" Kayra sayang banget sama papa. Kayra benar-benar merindukan papa. Kayra akan tetap menunggu papa dan tidak akan pernah putus asa," ucap Kayra yang air mata itu jatuh dari pelupuk matanya.


" Ya sudah pah, papa istirahat ya. Kayra lega papa tidak apa-apa. Sekarang Kayra mau pergi dulu nanti Kayra akan lihat papa lagi," ucap Kayra yang tersenyum melihat papanya.


Setelah banyak bicara Kayra pun berdiri dan mencium kening papanya, " Kayra sangat mencintai papa," ucap Kayra tersenyum tipis.


Kayra menghela napasnya dan melihat ke arah Davin yang ternyata Kayra memang menyadari jika suaminya itu menunggunya.


" Ayo!" ajak Kayra.


Davin menganggukkan kepalanya, " kau tunggulah di luar aku ingin bicara dengan papamu sebentar," ucap Davin.


" Apa yang mau kau bicarakan?" tanya Kayra heran.


" Kau tidak perlu tau. Sudah sana keluar," usir Davin.


" Kau tidak akan bicara macam-macam kepadanya kan?" tanya Kayra panik.


" Aku bilang kau tidak perlu tau. Sana buruan," usir Davin lagi.


" Awas kalau kau bicara macam-macam padanya," sahut Kayra memberi ancaman Davin tidak peduli dengan ancaman Kayra. Kayra juga akhirnya pergi membiarkan Davin berbicara pada papanya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2