Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 114 Keputusan


__ADS_3

Kayra berdiri di depan ruangan Davin. Kayra menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan ke depan dan memegang kenopi pintu yang langsung membuka pintu ruangan Davin.


Davin terlihat berdiri dengan menyandarkan pantatnya pada pinggiran meja yang setengah duduk dengan ke-2 tangannya berada di dalam saku celananya.


Kayra terlihat gugup dan berusaha tenang. Menghampiri Davin yang sekarang menatapnya dengan tajam.


" Jawab pertanyaan ku. Kenapa kau bisa pergi bersamanya?" tanya Davin langsung pada intinya.


" Aku tidak sengaja bertemu dengannya," jawab Kayra apa adanya.


" Bagaimana mungkin kau tidak sengaja bertemu dengannya, kau pikir dunia ini serba kebetulan?" tanya Davin.


" Davin. Kau menyuruhku untuk menjawab pertanyaan mu dan ketika aku jawab kau tidak percaya. Lalu apa gunanya kau bertanya. Kalau jawaban yang kau inginkan hanya jawaban darimu saja," ucap Kayra kesal


Davin menyunggingkan senyumnya mendengar perkataan Kayra, " kalau masalah dia kau selalu saja ingin berdebat denganku. Tidak mau kalah dan lihat sangat membelanya," desis Davin.


" Terserah apa yang kau pikirkan," sahut Kayra ketus dan langsung pergi dari hadapan Davin. Namun Davin menarik tangan Kayra dan membuat Kayra dekat padanya dengan berada di depan Davin dengan wajah mereka yang saling berdekatan.


" Aku curiga, jangan-jangan kau menyukainya!" tuduh Davin dengan sinis yang di balas senyum miring dari Kayra.


" Mau aku menyukainya atau tidak, itu bukan urusanmu. Aku juga punya kehidupan sendiri yang harus seperti apa. Tugasmu hanya satu menyelesaikan semuanya dan mengakhiri secepatnya. Karena aku juga ingin hidup damai tanpa tekanan darimu! aku juga harus menyiapkan diriku. Ketika akan lepas darimu Jadi terserah aku mau dekat dengan siapa," tegas Kayra yang mengejutkan Davin sampai mata Davin terbuka dengan lebar yang menatap tajam Kayra.

__ADS_1


Bahkan cengkraman tangan Davin semakin kuat untuk Kayra.


" Apa yang kau katakan Kayra?" tanya Davin menekan suaranya. Kayra melepaskan tangannya dari Davin dengan kasar.


" Kau punya kehidupan sendiri untukmu dan aku juga. Jadi jangan menggangguku kehidupanku dan masalah pribadiku. Kita menikah hanya sementara," tegas Kayra.


" Yang kau katakan sangat berbeda dengan apa yang kau katakan tadi malam Kayra. Ada apa denganmu. Kenapa kau berubah-ubah. Kau pergi dengan sesuakamu tanpa memberitahuku, kau mabuk-mabukan dan sekarang lihat kau bersamanya dan setelah itu mengatakan ini itu," teriak Davin.


" Lalu kenapa. Apa semuanya berpengaruh untukmu. Memang apa yang aku katakan. Apapun yang aku katakan apa ada pengaruhnya untuk dirimu. Semakin lama semakin aku banyak bicara bukankah itu semakin menyakitkan. Jadi apapun yang aku katakan tidak akan mengubah apapun Davin. Aku semakin tidak bisa mengendalikan diriku. Jadi stop untuk mencampuri semuanya," tegas Kayra dengan matanya berkaca-kaca yang berusaha menahan air matanya agar tidak keluar.


Kayra tidak mau banyak bicara lagi dengan Davin dan Kayra pun memilih untuk pergi dari hadapan Davin. Davin kembali menarik tangan Kayra dengan kasar dan langsung menarik Kayra ke kamar rahasianya.


Apa lagi yang di lakukannya. Kalau tidak menghempas Kayra ke atas ranjang dan menindih Kayra yang mencium kasar bibir Kayra. Kayra menolak dan pasti memberontak perbuatan Davin. Kayra sudah menguji kesabarannya dan membuat dia yang marah sejak tadi yang menahan diri dan sekarang harus memberikan pelajaran pada Kayra. Agar mulut Kayra diam yang tidak bicara yang membuatnya emosi.


" Lakukan sesukamu. Ibu tiriku sudah menjualku kepadamu. Anggap saja apa yang kau lakukan ini untuk membayar uang yang di habiskan ibuku semalam. Jadi lakukan semaumu sampai kau benar-benar mengakhiri segalanya," ucap Kayra membuat Davin menghentikan ke gilaannya dan mengangkat kepalanya melihat Kayra yang menoleh kesamping.


" Ada apa denganmu sebenarnya Kayra!" tanya Davin menekan suaranya dengan napasnya yang naik turun.


" Tidak apa-apa. Aku hanya melakukan yang terbaik semampuku dan untuk membalas semua yang kau lakukan kepadaku," jawab Kayra dengan santai tanpa melihat ke arah Davin.


" Apa maumu?" tanya Davin menekan suaranya. Kayra meluruskan kepalanya yang langsung melihat Davin. Kayra tersenyum tipis melihat Davin.

__ADS_1


" Lepaskan aku! mari kita akhiri semuanya. Aku tidak ingin berlama-lama untuk hubungan sementara ini yang juga akan menjadi penghambat mu untuk wanita pilihanmu. Aku sepertinya tidak bisa menepati janji ku. Karena selama pernikahan. Kau belum mendapatkan apa yang kau mau. Yaitu kekuasaan yang kau inginkan. Sementara aku. Kau memberiku banyak. Jadi dari pada uang semakin habis. Mari kita akhiri," tegas Kayra dengan matanya berkaca-kaca.


Davin mendengarnya terkejut dengan matanya yang semakin terbuka lebar yang tidak percaya mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Kayra.


" Kau boleh menyentuhku sebanyak yang kau mau, selama yang kau bisa. Aku tidak akan menolak. Dan anggap saja setelah itu kita impas," lanjut Melody.


Davin dengan kemarahannya mengepal tangannya dan meninju ranjang tepat di samping Kayra membuat Kayra terkejut sampai memejamkan matanya. Namun kembali membukakanya dan melihat tajamnya mata Davin menatapnya.


" Semakin lama aku bermasamu. Kau semakin menunjukkan wanita seperti apa dirimu. Aku tidak pernah sekalipun menganggapmu wanita yang di jual ibumu. Tetapi kau selalu menekankan dirimu sebagai pelacur ku. Aku baru menyadari. Jika kau memang serendah itu. Terima kasih Kayra kau selalu mengingatkanku dengan kontak pernikahan itu," ucap Davin dengan suaranya yang di tekan.


Kayra terdiam mendengarnya dengan menelan salivanya. Davin berdiri dari atas tubuh Kayra. Dengan menetralkan emosinya.


" Kau ingin kita mengakhiri segalanya. Ya mari kita akhiri. Karena semakin lama kau bersamaku. Aku hanya akan rugi. Jadi lakukan apa yang kau mau," tegas Davin yang langsung pergi dari tempat itu.


Air mata Kayra akhirnya harus keluar ketika mendengar perkataan Davin. Kayra memiringkan tubuhnya meringkuk dan menangis terisak-isak dengan meremas dadanya yang terasa sesak.


Sementara Davin yang sudah keluar dari ruangan itu masih berdiri di depan kamar dan mendengar suara tangis Melody. Mata Davin terlihat bergenang dan berjalan ke meke kerjanya Davin langsung menyapu semua dengan tangannya apa yang di atas mejanya.


Suara jatuhan barang terdengar begitu kuat membuat Kayra mendengarnya semakin terisak. Bahkan Kayra mendengar suara cermin yang di pecahkan. Di pastikan Davin sudah memukul cermin dengan tangannya yang terkepal sampai cermin retak dengan penuh darah.


Davin gila sendiri diruangan kerjanya dengan menghancurkan semua barang-barang untuk meluapkan kemarahannya dan Kayra di dalam kamar mendengar semuanya yang semakin mengais terisak-isak. Keduanya seharusnya bicara. Tetapi memilih saling menyakiti ya. Mau bagaimana lagi.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2