
Akhirnya hari ini tiba operasi untuk Cika. Yang mana semua keluarga Davin ikut turut untuk menunggu hasil operasi Cika. Kayra sendiri sebagai Dokter utama yang akan mengoperasi Cika.
Kayra keluar dari ruang perawatan Cika bersama suster dan juga Anggi sebagai Dokter pendamping. Yang mana mereka keluar dengan memakai pakaian operasi dan mendorong tempat tidur dorong perawatan Cika yang yang mana Cika sudah memakai pakaian operasi yang pastinya akan melaksanakan operasi juga.
"Cika!" lirih Pricilla yang menghampiri Cika dengan memegang tangan Cika dengan erat.
"Cika harus kuat ya, Cika pasti bisa melewati semua operasi ini, percaya sama mama jika operasinya tidak akan sakit," ucap Pricilla yang memberikan energi untuk anaknya.
"Iya mah, jangan khawatir mah, Cika tidak akan apa-apa kok mah. Jadi mama tenang saja. Cika pasti akan sembuh,"ucap Cika yang merasa dirinya sangat kuat dan tidak apa-apa sama sekali.
"Iya sayang mama tau itu kamu pasti sembuh dan bisa melewati semua ini," ucap Pricilla dengan matanya yang berkaca-kaca.
"Mama jangan khawatir ya Cika tidak akan apa-apa kok. Mama doain Cika aja ya supaya Cika baik-baik aja," ucap Cika yang meyakinkan mamanya
"Cika kamu semangat ya. Mama aku akan berusaha untuk buat kamu sembuh. Jadi kamu harus semangat biar cepat sembuh dan kita bisa sekolah sama-sama lagi dan main sama-sama," ucap Brian yang memberi semangat temannya itu.
"Iya Brian makasih sudah doain aku, aku pasti semangat kok," sahut Cika. Brian tersenyum dengan memberi ajungan jempol untuk semangat untuk Cika.
"Baiklah kalau begitu, kalian semua bisa tunggu di depan ruang operasi. Kami Dokter dan yang Suster lainnya akan mengoperasi Cika," ucap Kayra.
"Kayra tolong Cika. Tolong selamatkan dia," ucap Pricilla dengan suara yang memohon.
"Jangan khawatir, aku akan berusaha untuk menyelamatkan Cika. Kembali lagi hanya sang pencipta yang menentukannya. Kita hanya berdoa dan yang terbaik saja," ucap Kayra yang tidak bisa menjanjikan apa-apa.
"Ya sudah lah kau begitu mari!" ucap Kayra yang langsung mendorong tempat tidur Cika bersama yang lainnya dan mereka langsung membawa Cika keruangan operasi untuk melakukan pencangkokan tulang sumsum belakang.
Sementara Pricilla dan yang lainnya mengikut dan sampai di depan ruang operasi mereka menunggu di depan dan Cika masuk keruangan itu. Di mana Pricilla melihat putrinya yang ada di dalam sampai pintu akhirnya tertutup.
"Ya Allah aku adalah manusia yang banyak dosa, tapi aku memohon untuk berikan keselamatan kepada putriku. Aku mohon ya Allah," batin Pricilla yang berdoa pada penciptanya.
"Sabarlah Pricilla, semauanya akan baik-baik saja. Dokter pasti melakukan yang terbaik untuk Cika. Jadi kamu jangan Khawatir," ucap Oma yang berbicara pada Pricilla memberikan Pricilla semangat.
__ADS_1
"Makasih Oma sudah memberi saya kesempatan untuk semua ini, terima kasih sudah membantu saya untuk mendapatkan donor untuk Cika," sahut Pricilla yang pasti tetap gelisah untuk menunggu hasil keputusan operasi dari Cika.
"Kamu jangan banyak berpikir kita doakan yang terbaik untuk Cika," ucap Oma. Pricilla menganggukkan kepalanya.
********
Proses operasi di jalankan dengan semestinya di mana Kayra bersama timnya yang melakukan operasi dengan semestinya. Kayra dengan teliti melakukannya dengan alat-alat yang pasti sudah menjadi makanannya dan suster yang beberapa kali melap keringat di wajah Kayra.
Sementara di luar tetap menunggu dengan harap-harap cemas yang pasti berharap banyak untuk kesembuhan Cika di dalam sana. Sama dengan Pricilla yang sama sekali tidak bisa diam terus merasa gelisah dengan pemikirannya yang tidak tenang sama sekali yang matanya sebentar-sebentar melihat lampu operasi yang tetap masih hijau.
Hingga sampai beberapa jam akhirnya Kayra selesai melakukan operasi pada pasien kecilnya dan Kayra di dalam sana menghela napasnya, "silahkan jait," titah Kayra.
"Baik Dok," sahut salah seorang perawat.
Operasi selesai di laksana dan lampu operasi sudah kembali hijau yang artinya operasi sudah selesai dan justru selesainya operasi membuat Pricilla semakin dek-dekan yang belum mengetahui hasilnya dengan ke-2 tangannya yang sejak tadi mengatup yang penuh ketakutan dan ketegangan.
Pintu ruang operasi terbuka yang langsung menampilkan wajah Kayra yang masih memakai pakaian operasi.
Kayra melihat satu persatu orang-orang yang ada di sana dengan wajah-wajah mereka yang tegang.
"Kayra kenapa kamu diam? operasinya berhasil kan, Cika sudah baik-baik aja kan?" tanya Pricilla semakin takut. Karena Kayra tidak menjawab apa-apa.
"Operasinya berhasil dan Cika baik-baik aja," jawab Kayra dengan apa adanya yang membuat Pricilla bernapas lega yang pasti tidak percaya. Begitu juga dengan yang lainnya yang pasti bernapas lega.
"Sungguh?" tanya Pricilla yang tidak percaya.
"Iya semuanya baik-baik saja, Cika hanya perlu proses penyembuhan," sahut Kayra
"Alhamdulillah," ucap Oma dengan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya yang mengucap syukur atas berhasilnya operasi tersebut.
"Mama operasinya berhasil?" tanya Brian.
__ADS_1
"Iya Brian Cika sudah baik-baik saja," jawab Kayra yang mengulang berapa kalinya.
"Syukurlah akhirnya operasinya berhasil," sahut Altarik yang pasti ikut lega sama dengan Zoy, Giselle dan Mesya yang pasti juga mengharapkan yang sama.
"Kami akan memindahkan Cika keruang perawatan dan Cika nanti baru bisa di lihat yang penting sekarang kondisinya sudah baik-baik aja," jelas Kayra.
"Ya Allah terimah kasih!" Pricilla sampai tidak bisa berkata-kata yang pasti terharu sampai Pricilla berlutut karena begitu bahagianya yang akhirnya operasi sang anak berhasil.
Pricilla berlutut di depan Kayra dengan ke-2 tangannya yang menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang pasti dia sudah menangis terlihat dari postur tubuhnya yang sengugukan.
Kayra yang melihat hal itu langsung berjongkok di hadapan Pricilla dengan mengusap pundak Pricilla.
"Terima kasih Kayra kamu sudah menyelamatkan anakku. Terima kasih, aku selama ini sangat jahat kepadamu. Tetapi kamu tidak pernah membalas semuanya. Makasih Kayra, Terima kasih untuk kebaikan kamu," ucap Pricilla dengan memegang ke-2 tangan Kayra dengan Pricilla yang menangis yang benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi saking bahagianya dan pasti menyesal selama ini karena wanita yang di jahatinya adalah justru yang berusaha menyelamatkan anaknya.
"Kamu tidak perlu berterima kasih, aku adalah seorang Dokter dan itu sudah menjadi tugasku. Kedepannya aku hanya berharap kamu jauh lebih baik lagi dan bisa mengambil pelajaran dari semua ini. Ingat Pricilla dulu kamu pernah berpura-pura sakit hanya demi untuk melancarkan ambisi kamu yang merusak rumah tangga ku sampai rumah tanggaku benar-benar rusak. Tetapi ini pelajarannya di mana anak kamu yang harus menanggungnya dia mendapatkan sakit dan ini menjadi pelajaran untuk tidak pernah main-main dalam sakit," ucap Kayra yang berbicara apa adanya.
"Apa yang di katakan Kayra benar Pricilla anggap ini pelajaran yang paling berharga dan jangan pernah mempermainkan kata sakit. Karena sang pencipta bisa murka dengan hal itu," sahut Oma.
"Iya Kayra, Oma aku menyadari semauanya, semua kesalahan di masa lalu. Terima kasih Kayra, kamu tidak dendam kepadaku dan masih menyelamatkan anakku. Terimakasih," Pricilla tampak memohon dengan sujud yang tidak bisa membayangkan bagaimana perasaannya dan Kayra wanita yang hatinya memang lembut dan tidak ada dendam sama sekali langsung memeluk Pricilla dan Pricilla semakin menjadi-jadi menangis di pelukan Kayra.
"Papa memang apa yang di lakukan mama Cika sama mama. Kenapa mama Cika mengatakan tidak ada dendam papa?" tanya Brian yang heran dengan apa yang di lihatnya.
"Ada kesalahan dan itu masa lalu. Tapi kamu lihat semuanya sudah baik-baik aja. Karena mama kamu sangat baik dan tidak pernah dendam kepada siapapun dan memaafkan semua kesalahan dan juga pasti tidak membenci orang-orang yang menyakitinya," jawab Davin dengan mengusap kepala putranya itu.
"Mama Brian memang hebat, selain Dokter cantik yang selalu berusaha menyelamatkan pasiennya. Mama Brian juga sangat baik," ucap Brian yang memuji sang mama.
"Brian benar mama Brian istri papa memang sangat baik," sahut Davin yang pasti bangga dengan Kayra.
"Kalau begitu kita berdua harus selalu menjaga mama dan selalu mencintai mama," ucap Brian yang mengajungkan jari telunjuknya dan langsung di sambut Davin. Ayah dan anak itu sama-sama berjanji untuk wanita hebat yang ada di sekitar mereka.
Oma yang melihat Davin dan Brian juga tersenyum sama dengan Altarik yang ternyata manisnya cucunya itu mencuri perhatiannya dan membuatnya begitu bahagia yang mana dia semakin menyadari setiap orang punya kesalahan dan pasti akan berubah dengan berjalannya waktu.
__ADS_1
Bersambung