
" Kayra!" Indri menghampiri Kayra yang ingin menarik tangan Kayra untuk melihat sepatu yang di temukannya. Namun Indri berhenti ketika melihat Davin dan wanita lain yang membuat Indri juga tanda tanya.
" Davin! Kayra itu Sua......." Indri tidak jadi melanjutkan kata suami. Karena Kayra sudah menariknya dari tempat itu dengan paksa dan Davin hanya melihat kepergian Kayra. Namun Davin merasa aneh kenapa dia seakan merasa bersalah pada Kayra.
Padahal dia dan Kayra hanya menikah kontrak dan tidak ada rasa apa-apa. Tetapi seolah Davin ingin mengejar Kayra dan menjelaskan pada Kayra apa yang terjadi.
" Davin bukannya dia Kayra ya karyawannya Aldo?" tanya Pricilla memastikan.
" Ayo kita pulang, aku masih banyak pekerjaan," ucap Davin yang langsung pergi dan tidak mempedulikan Pricilla.
" Kenapa tiba-tiba?" tanya Pricilla merasa aneh. Padahal dia belum mencoba sepatu itu.
" Davin tunggu!" Panggil Pricilla yang langsung mengejar Davin.
Pricilla juga merasa aneh karena Davin yang tiba-tiba pulang dan tadi semuanya baik-baik saja. Namun langsung berubah begitu saja. Karena adanya Kayra yang juga pergi begitu saja.
*******
" Kayra apa-apaan sih kenapa aku di tarik-tarik? sepatunya masih ada di sana dan bukannya tadi suami kamu ya? Dan siapa wanita itu? Kok kelihatan mereka itu dekat banget. Suami kamu selingkuh ya," ucap Indri yang asal bicara dengan tangannya yang masih di tarik temannya itu. Dia memang mencecar Kayra dengan beribu pertanyaan dan bahkan menarik kesimpulan jika Davin berselingkuh.
" Kayra kamu kenapa diam aja. Ayo jawab aku," ucap Indri yang ingin tau.
" sudahlah Indri, kamu itu nggak usah bicara lagi. Kita sekarang pulang!" tegas Kayra.
" Kamu jawab dulu apa yang terjadi. Siapa wanita itu?" tanya Indri dengan keponya.
" Bukan siapa-siapa. Sudah jangan di bahas lagi kita sekarang pulang," tegas Kayra yang terus menarik tangan Indri.
" Ya kan tetapi sepatunya masih ada di sana," sahut Indri.
" Besok saja kita ambil. Kita harus pulang!" tegas Kayra.lagi.
" Ya kalau di ambil orang bagaimana?" tanya Indri yang sudah merengek dan Kayra tidak menanggapi protes dan keinginan temannya yang ingin ketempat itu.
Kayra sendiri juga tidak tau kenapa harus pergi dari sana tiba-tiba seakan pergi dengan rasa marah. Tetapi Kayra memang harus pergi jika tidak temannya Indri bisa-bisa keceplosan dengan pernikahannya dengan Davin di depan Pricilla yang mana Pricilla benar-benar tidak tau jika Pria itu sudah menikah.
Sementara Davin yang sudah berada di dalam mobil yang menyetir terlihat gelisah. Pricilla di sampingnya hanya kebingungan dengan Davin yang sejak tadi tampak memburu sesuatu. Namun tidak tau sama sekali apa yang terjadi.
" Davin are you oke?" tanya Pricilla yang merasa ada sesuatu pada Davin.
" Davin!" tegur Pricilla lagi.
" Aku baik-baik saja," jawab Davin dengan singkat yang fokus menyetir melihat ke depan. Tanpa melihat sebentar saja dengan Kayra.
" Davin kenapa sih. Kenapa aku merasa yang aneh padanya," batin Pricilla yang melihat Davin penuh curiga.
" Apa yang di pikirkan Kayra. Kenapa juga harus bertemu Kayra di sana dan dia kenapa pergi begitu saja," batin Davin yang memikirkan Kayra.
*********
Setelah Davin menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Davin langsung pulang kerumah biasanya Davin selalu pulang malam dan paling cepat pukul 9. Namun ini jam 7 malam Davin sudah pulang. Tidak tau kenapa dia ingin cepat-cepat pulang yang ingin menemui Kayra. Sepertinya yang ingin menjelaskan sesuatu pada Kayra.
" Davin!" Panggil Oma ketika Davin ingin menaiki anak tangga.
" Oma," sahut Davin menghentikan langkahnya.
" Kemari!" panggil Oma. Davin mengangguk dan langsung menghampiri Oma yang ada di ruang tamu. Davin berdiri di depan Oma yang wajahnya begitu serius yang dudu di sofa dengan ke-2 tangannya di lipat di dadanya.
__ADS_1
" Ada apa Oma?" tanya Davin. Oma mengambil sesuatu dari bawah meja dan langsung meletakkan di atas saja.
Davin terkejut melihat beberapa lembar foto-foto dia dan Pricilla dan itu adalah kegiatan hari ini di Mall dan bahkan terdapat salah satu foto yang mana Kayra juga ada di sana yang menyaksikan Davin yang berlutut di depan Pricilla.
" Oma mengawasi ku!" ucap Davin dengan suaranya yang di tekan.
" Kau menemuinya?" Oma balik bertanya.
" Aku tidak sengaja bertemu dengannya," jawab Davin dengan wajahnya berusaha tenang namun tidak bisa di pungkiri terjadi ketegangan. Mendengar hal itu membuat Eyang mendengus kasar dan langsung berdiri mendekati Davin.
" Kau berbohong pada Oma!" ucap Oma yang sudah berdiri di depan Davin.
" Aku tidak berbohong," jawab Davin dengan yakin, Oma menyunggingkan senyumnya dan menunjukkan selembar kertas pada Davin.
" Bisa kau jelaskan pada Oma, mengapa kau menyediakan tiket penerbangan ke Indonesia untuk Pricilla Aghata. Wanita yang bersamamu seharian dan kau terlihat bahagia sampai tidak menyadari kau sudah menikah dan istrimu melihat kelakuanmu," ucap Oma dengan suaranya yang menekan yang dengan matanya yang menatap tajam Davin dan Davin juga saling menatap tajam dengan Omanya.
" Apa lagi yang Oma selidiki?" tanya Davin yang menantang Omanya.
" Aku tidak menyuruhmu untuk bertanya. Tetapi untuk menjawab dan menjelaskan apa yang kau lakukan dengan semua kebohongan yang kau lakukan itu," ucap Oma menegaskan membuat Davin diam.
" Kenapa kau diam! Kau tidak punya alasan. Kenapa Davin? Kenapa kamu menemuinya? Apa kau lupa. Jika kau sudah menikah. Sejak kapan kamu berhubungan lagi dengan wanita yang tidak benar itu! Wanita tidak pantas untukmu, wanita yang sangat tercela!" bentak Oma dengan suara menggelegar.
" Cukup Oma!" bentak Davin yang tampak tidak terima dengan penghinaan Oma nya pada Pricilla.
Plakkk.
Bentakan Davin mendapatkan tamparan dari Oma. Tamparan keras di pipi Davin yang membuat Davin terdiam dengan wajahnya yang miring kesamping. Pipi mulus yang terlihat memerah karena amukan wanita yang penuh kemarahan di depannya.
" Jika sudah bertemu dengannya inilah kau yang sebenarnya. Kau yang dulu yang berani beraninya membentak Oma, berteriak pada Oma, ini kau karena wanita itu, baru 2 kali bertemu. Tetapi kau sudah seperti ini. Sangat kurang ajar!" teriak Oma dengan suara menggelegar menunjuk tepat di wajah Davin yang diam dengan wajah miring kesamping karena mendapat tamparan.
Ternyata Kayra berada di balik dingding pembatas ruangan tamu yang dia tidak sengaja mau keluar dan malah berhenti ketika melihat pertengkaran itu. Davin yang mendapat tamparan itu lan
" Kenapa Oma menamparnya dan Oma terlihat begitu marah," batin Kayra yang benar-benar begitu shock.
" Oma menamparku karena masalah itu?" ucap Davin dengan suara rendahnya.
" Oma akan lebih menampar mu bahkan lebih melakukan yang tidak kau duga-duga. Karena perbuatan yang kurang ajar karena wanita yang tidak benar itu!" jawab Oma dengan berteriak.
" Jika ingin menamparku. Maka tampar sesuka hati Oma. Tetapi tidak perlu menghinanya dia tidak salah apa-apa," ucap Davin yang terlihat membela wanita yang mereka bahas.
Oma Elishabet sampai mendengus kasar mendengar kata-kata Davin, " hebat kamu Davin berani membelanya di depan Oma," sahut Oma tampak tidak percaya pada Davin.
" Aku tidak membelanya. Tetapi memang tidak seharunya Oma mengaitkan dia dengan aku. Aku tidak sengaja berhubungan dengannya karena Perusahaan ku terlibat kerja sama dengannya. Jadi tidak ada yang salah di antara kami. Kami hanya rekan kerja yang profesional," tegas Davin dengan sedikit penjelasan.
" Cukup! Oma tidak perduli dengan penjelasan kamu yang tidak ada gunanya itu. Jangan menjadikan alasan pekerjaan untuk kembali berhubungan dengannya," tegas Oma.
" Aku tidak menjadikan alasan Oma. Tetapi itu adalah kenyataan dan aku tidak berhubungan dengannya," sahut Davin menegaskan.
" Cukup Davin!" bentak Oma. " Jika kamu masih berani berhubungan dengan wanita itu dengan alasan apapun. Oma tidak akan memberikan kamu toleransi lagi. Kamu dengar Davin jangan sekali-kali kamu berani bertindak di belakang Oma. Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dan jika kamu melawan Oma. Mungkin kejadian 5 tahun lalu akan Oma ingatkan kepadamu agar kamu bisa perpikir dengan otak kamu," ucap Oma memberi ancaman pada Davin dengan menunjuk tepat di wajah Davin.
" Jangan bertingkah kamu. Ingat satu hal kamu juga mempunyai seorang istri. Jangan sampai spekulasi Oma kepada kamu semakin tinggi yang kamu akan tau artinya. Jadi jangan sampai Oma bertindak yang tidak-tidak kepada kamu. Dengarkan perkataan Oma dengan baik," ucap Oma dengan penuh penegasan dan penekanan yang serius berbicara pada Davin yang diam yang ingin bicara atau protes. Tetapi sama sekali tidak bisa.
" Paham kan kamu!" ucap Oma mengingatkan menurunkan jarinya dari hadapan Davin dan langsung meninggalkan tempat itu.
" Kenapa Oma membencinya?" tanya Davin menghentikan langkah Oma.
" Kamu tau jawabannya dan kamu akan berterima kasih kepada Oma dengan apa yang Oma lakukan. Jangan menjadi seorang Pria yang tidak Oma sukai dan sekarang posisi kamu juga sudah berumah tangga. Jadi dewasalah Davin dalam bertindak. Jangan menjadi kekanak-kanakan," tegas Oma yang bicara tanpa membalikkan tubuhnya.
__ADS_1
" Dia tidak seperti itu Oma," ucap Davin yang tampak membela Pricilla.
" Oma sudah memperingatkan kamu jangan membelanya di depan Oma. Oma yang tau apa yang terjadi," tegas Oma lagi yang kemudian langsung pergi meninggalkan Davin.
Davin mengusap wajahnya dengan kasar, mengusap sampai kepalanya dengan frustasi, " kenapa Oma sampai tau semuanya, Oma bisa bertindak yang lebih lagi," batin Davin yang terlihat begitu gelisah.
" Oma semarah itu karena pertemuan Davin dan Pricilla, memang siapa wanita itu," batin Kayra penuh kebingungan.
" Keluarlah!" titah Davin membuat Kayra tersentak kaget.
" Dia bicara apa?" batin yang masih berada di tempat persembunyiannya.
" Aku tau kau di sana. Jadi keluarlah jangan biasakan menguping," ucap Davin lagi dengan suara datarnya.
" Dia bicara kepadaku!" Kayra bingung sendiri dengan menunjuk dirinya.
" Kayra Anatasya Devi,.kau tidak tulikan," sahut Davin lagi. Kayra menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan kedepan. Lalu keluar dari persembunyiannya.
" Kau_ kau tau aku di sana?" tanya Kayra dengan gugup dengan sedikit menunduk di hadapan Davin.
" Aku tau semua gerak-gerikmu. Jadi jangan mematai-mataiku," ucap Davin.
" Siapa yang mematai-mataimu, aku hanya tidak sengaja lewat," sahut Kayra memberikan alasannya.
" Jangan beralasan, sekarang buatkan aku orens jus dan bawa ke kolam renang," ucap Davin yang tidak menerima alasan Kayra dan Davin setelah memerintahkan Kayra dia pun pergi dari tempat itu.
" Dia menyuruhku, Wau dia lama-lama benar-benar ketagihan menyuruhku. Aku benar-bemar akan menjadi pembantunya," gerutu Kayra yang begitu keberatan dengan perintah Davin. Dia memang sial yang ketahuan mengintip dan menguping pertengkaran Davin dan Oma.
**********
Davin duduk di salah satu bangku yang ada di pinggiran kolam renang, wajahnya masih terlihat frustasi yang tidak percaya dengan apa yang terjadi barusan yang mana dengan secepat kilat Omanya tau semuanya dan bahkan bertengkar besar karena masalah itu. Bagi Davin memang itu hanya karena masalah Pricilla dia dan Omanya akan bertengkar hebat. Walau sering Davin dan Omanya sering terlibat cekcok kecil.
Davin melonggarkan dasinya yang merasa begitu sesak dan panas, Davin membuka dasinya itu meletakkan di meja begitu saja. Karena masih merasa panas Davin membuka 2 kancing bagian atasnya.
Kayra akhirnya mengikuti perintah Davin yang ingin di buatkan jus dan selesai membuat jus itu akhirnya Kayra menghampiri Davin.
Tadi dia sempat berhenti beberapa saat di depan pintu melihat Davin dari kejauhan melihat Davin tampak frustasi yang Kayra juga belum bisa menyimpulkan apa-apa.
" Ini jusnya!" ucap Kayra yang meletakkan di atas meja dan Davin pun mengambilnya dan langsing meneguknya Bahakan sampai habis. Mungkin tenggorokannya memang kering makanya meminum jus itu membuatnya begitu segar.
Sementara Kayra hanya berdiri di depan Davin yang mana Kayra terlihat begitu bengong.
" Apa yang kau lihat! Duduklah!" ucap Davin.
" Untuk apa?" tanya Kayra heran.
" Bisa tidak kalau di suruh duduk maka duduk saja jangan bertanya terus," ucap Davin dengan suara rendahnya. Kayra mengangguk dan akhirnya memilih untuk duduk di samping Davin yang mana mereka terhalang oleh meja.
Kayra hanya duduk menatap lurus kedepan. Sementara Davin yang sudah mulai tenang melihat ke arah Kayra. Tujuannya pulang lebih cepat karena wanita itu. Ya tidak tau kenapa Davin harus buru-buru pulang yang ingin menjelaskan sesuatu pada Kayra. Mungkin karena masalah tadi di Mall.
" Kau mendengar semua pembicaraan ku dengan Oma?" tanya Davin dengan suara beratnya.
Kayra menoleh ke arah Davin, " tidak semuanya," jawab Kayra santai.
" Apa yang ingin aku katakan kepadamu?" tanya Davin.
Kayra menautkan ke-2 alisnya mendengar kalimat Davin sulit di mengertinya, " aku mana tau apa yang ingin kau katakan kau itu aneh sekali. Aku juga tidak ingin kau mengatakan apa-apa. Aneh! ucap Kayra geleng-geleng.
__ADS_1
" Pricilla dia mantan kekasih ku," ucap Davin memberi pernyataan tanpa di tanya Kayra. Kayra mendengarnya diam sejenak melihat Davin di mana mereka saling melihat. Namun Kayra langsung mengalihkan pandangannya kembali lurus kedepan dengan wajahnya yang datar.
Bersambung