
Kayra dan Davin pun akhirnya ke luar dari perusahaan dengan tangan mereka yang saling menggenggam satu sama lain. Yang mana mereka memasuki mobil yang di bukakan Reyhan. Setelah memastikan nyonya dan tuannya memasuki mobil, Reyhan langsung mengendarai mobil itu dan melaju dengan kecepatan santai.
Ternyata di ujung jalan di dalam mobil yang tidak jauh dari mobil Davin sebelumnya. Pricilla ada di dalam mobil dan melihat hal itu. Sangat jelas di lihatnya Davin dan Kayra masuk bersama kedalam mobil yang sebelumnya Reyhan mengatakan Davin sudah pergi dan Kayra tadi menumpang bersih-bersih di dalam kantor Davin.
Pricilla yang melihat itu mendengus kasar dengan senyum yang pasti menahan sakit dengan apa yang terlihat di depannya. Sangat keterlaluan dan merasa begitu sakit melihat kenyataan itu.
" Apa semua ini Davin!" ucap Pricilla yang tidak bisa menyimpulkan apa-apa. Pasti ada sesuatu dan mungkin kebohongan yang terjadi. Atau seperti apa. Dia tidak tau jelasnya yang jelas sekarang Pricilla terlihat begitu frustasi.
********
Di dalam mobil Reyhan tetap menyetir dengan kecepatan santai. Davin dan Kayra duduk di belakang.
" Kenapa tiba-tiba kau bisa datang ke ruanganku dan membawakan baju. Padahal aku belum menyuruhmu apa-apa?" tanya Davin yang memang penasaran dengan pergerakan Reyhan yang selalu datang tepat waktu.
" Saat saya keruangan Bos Davin ingin mengantarkan laporan. Saya tidak melihat Bos Davin ada di ruangan. Saya pikir keluar sebentar atau apalah itu. Tetapi waktu saya ingin kembali keluar. Tiba-tiba saja saya mendengar suara-suara ******* dan...."
" Kau bisa diam tidak!" geram Davin mulai kesal dengan Reyhan dan Kayra pasti malu dalam situasi itu.
" Kan tadi Bos bertanya?" sahut Reyhan santai melihat kekesalan bosnya dari kaca.
" Tapi kau tidak perlu se ditaile itu. Langsung pada intinya saja. Kenapa kau bisa tau," ucap Davin menegaskan.
" Baiklah bos. Yang pada intinya saya tau bos Davin dan Nona Kayra sedang ehem-eheman di dalam," sahut Reyhan senyum-senyum. Membuat Davin rasanya ingin sekali mencekik asistennya itu.
" Kesabaranku bisa habis Reyhan!" geram Davin menekan suaranya.
" Baiklah saya lanjutkan. Jadi intinya saya mengetahui hal itu dan pasti nanti bos akan menyuruh saya untuk mencari pakaian ganti dan saya lakukan sebelum bos menyuruh saya. Karena kan itu sudah kebiasaan bos. Lalu kebetulan saya melihat Nona Pricilla masuk keruangan Bos dan saya mencoba gercep untuk mengarang cerita," jelas Reyhan yang akhirnya bisa serius bicara.
" Kenapa tidak dari tadi menjelaskannya, pakai basa-basi lagi. Bikin lama aja," ucap Davin kesal.
" Maaf bos," sahut Reyhan.
" Sudahlah Davin," lirih Kayra yang malas ribut.
__ADS_1
" Ya sudah bos sekarang kita mau kemana bos?" tanya Reyhan.
" Kita cari makan!" jawab Davin.
" Kita pulang aja," sahut Kayra.
" Maksud kamu. Bukannya kita mau makan dulu?" tanya Davin.
" Kita makan di rumah saja," jawab Kayra.
" Ya sudahlah kalau begitu," sahut Davin yang tidak masalah yang mungkin dia mengerti Kayra sudah tidak mood lagi karena kejadian tadi.
***********
Dari malam hari kembali menjadi pagi hari dan seperti biasa Kayra sudah kekantor. Kayra memang sering mendengar desas-desus di perusahaan mengenai kedekatannya dengan Davin. Yang di pastikan beberapa karyawan pernah melihatnya masuk mobil Davin. Atau sering berada di dalam ruangan Davin. Tetapi banyaknya desas- desus yang terdengar di telinganya tidak di pedulikan Kayra.
Dia mungkin sudah berusaha untuk menjaga jarak dari Davin saat di kantor. Tetapi Davin yang tidak bisa di kendalikan. Jadi Kayra tidak peduli lagi dan biarlah nanti Davin yang mengatasi semuanya.
Kayra berjalan di perusahaan melewati lobi dan mengabaikan orang-orang yang bergosip mengenai dirinya.
" Iya ada apa?" tanya Pricilla.
" Tidak apa-apa. Kamu sudah sarapan belum?" tanya Pricilla.
" Sudah tadi di rumah," jawab Kayra.
" Aku belum, temani aku sarapan yok!" ajak Pricilla dengan senyumnya yang ceria.
" Ta- tapi aku..."
" Argggg, sudah nggak usah pakai tapi-tapi ayo buruan!" ajak Pricilla yang langsung menggandeng tangan Kayra dan memaksanya ikut bersamanya. Walau Kayra tadi sebelumnya menolaknya.
Pricilla sarapan tidak jauh. Hanya di kantin Perusahaan saja.
__ADS_1
" Kamu yakin tidak mau sarapan?" tanya Pricilla.
" Aku sudah kenyang," jawab Kayra yang hanya melihat Pricilla sarapan di depannya.
" Hmmmm, begitu rupanya. Hmmm oh iya Kayra kenapa sih orang-orang kantor," ucap Pricilla.
" Kenapa? memang ada apa?" tanya Pricilla heran.
" Masa iya kamu tidak merasa. Mereka itu aneh banget, banyak membicarakan kamu yang katanya ada something dengan Davin," ucap Pricilla dengan suara pelan sedikit berbisik membuat Kayra terkejut dan mendadak cemas.
" Hahaha, tapi mana mungkin iya kan. Mereka itu aneh-aneh saja," sahut Pricilla tertawa-tawa yang merasa itu sangat lucu.
" Iya itu tidak mungkin," ucap Kayra dengan datar.
" Begitulah Kayra kalau dunia perkantoran, pasti dikit-dikit jadi gosip. Padahal aku saja yang dekat dengan Davin. Tidak pernah di gosipi. Apa aku harus katakan kepada semua orang yang ada di Perusahaan. Kalau aku dan Davin saling mencintai," ucap Pricilla tiba-tiba membuat Kayra melihat Pricilla dengan serius dengan matanya yang tidak berkedip memandang Pricilla.
" Menurut kamu bagaimana. Biar orang-oranga itu tidak sembarangan menceritai kamu dengan Davin. Kalian kan tidak ada apa-apa. Jadi mereka berhenti gosip dan kamu bisa nyaman," ucap Pricilla yang meminta pendapat Kayra.
" Ya mungkin aku memang harus mengatakan hal itu," ucap Pricilla sembari mengunyah makanannya.
" Memang apa hubungan kamu dan Davin?" tanya Kayra membuat Pricilla melihat ke arah Kayra.
" Maksudku pak Davin?" sahut Kayra melarat kata-katanya dengan wajahnya yang melihat Pricilla serius.
" Memang Davin tidak cerita apa-apa pada kamu?" tanya Pricilla lagi membuat Kayra terkejut.
" Ha-ha-ha, pertanyaan ku aneh sekali. Memang kamu siapanya Davin harus cerita apa-apa," sahut Pricilla yang tertawa-tawa sendiri sementara Kayra begitu serius melihat Pricilla.
" Tapi karena kamu bertanya. Maka aku akan menjawabnya. Aku dan Davin pasangan kekasih yang saling mencintai. Hubungan kami harus break sementara karena permasalahan keluarga dan aku pergi untuk sementara untuk menenangkan diri dan juga memberi ketenangan kepada Davin. Dan aku kembali untuk mengejar cintaku padanya dan pasti kembalinya diriku karena sudah siapnya Davin untuk kami melanjutkan hubungan seperti dulu lagi," jelas Pricilla dengan tersenyum.
Jangan tanya jantung Kayra berdebat seperti apa saat mendengar kata-kata Pricilla.
" Jadi intinya hubungan kami berdua itu sangat dekat dan pasti ada Cinta di antara kami berdua. Aku mencintainya dan Davin juga mencintaiku dan iya walau hubungan kami belum sepenuhnya mendapatkan restu dari keluarganya. Tetapi aku bisa melihat perjuangan Davin untuk mempertahankan di dalam kehidupannya. Karena kalau tidak dia pasti sudah pergi. Atau tidak menerimaku lagi. Tetapi lihat dia punya banyak cara untuk bersama denganku dan paling intinya menempatkan ku di perusahaannya yang walau dia harus menantang Oma Elishabet," tegas Pricilla yang kelihatannya apa yang di katakannya bukan hanya sekedar jawaban. Tetapi juga kata-kata untuk menunjukkan posisi Kayra seperti apa.
__ADS_1
Bersambung