Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 252


__ADS_3

Zoy sedang berdiri di depan rumahnya yang kelihatan menunggu seseorang. Sampai akhirnya yang di tunggunya tiba yang ternyata adalah Dion. Di mana Dion yang menyetir Oma dan mobil itu berhenti tepat di depan Zoy. Dion yang keluar dari mobil heran dengan Zoy yang berdiri di sana. Namun Dion tetap membukakan pintu mobil untuk Oma.


"Kamu ngapain Zoy berdiri di sini?" tanya Oma dengan penuh selidik.


"Tidak apa-apa Oma. Oma silahkan masuk," jawab Zoy yang mempersilahkan Oma masuk dengan tangannya dan Oma hanya geleng-geleng yang langsung masuk rumah dan ketika Dion ingin menyusul Zoy langsung menahan tangannya.


"Kita harus bicara," ucap Zoy yang membawa Dion pergi yang membuat Dion heran kemana Zoy membawa dirinya yang ternyata Zoy membawa kedalam mobilnya dengan Dion yang duduk di kursi pengemudi.


"Ada apa Zoy?" tanya Dion dengan wajahnya yang penuh dengan kebingungan.


"Aku tidak mau panjang lebar dan harus mencari ini dan itu yang membuatku repot. Sekarang kamu katakan saja dengan jelas mengenai hubungan kamu dengan wanita yang bernama Iren yang pasti menjadi alasan bagi kamu untuk menolakku," ucap Zoy yang langsung to the point.


Namun Dion hanya mengkerutkan dahinya yang bingung dengan kata-kata Zoy.


"Dion jangan diam aja. Jika ada salah paham maka jelaskan semuanya jangan biarkan aku bertanya-tanya dengan penuh kebingungan," tegas Zoy yang tampak mendesak Dion. Karena dia sudah pusing dengan memecahkan banyak teka-teki yang seharusnya tidak di pecahkannya.


"Baiklah kalau begitu mungkin ini saatnya kamu harus tau semuanya," ucap Dion.


"Apa yang harus aku ketahui, cepat katakan?" tanya Zoy dengan mendesak Dion.


"Aku akan membawamu," sahut Dion yang langsung menarik gas mobil yang akan melajukan dengan kecepatan santai.


"Mau bawa aku kemana?" tanya Zoy.


"Bukannya kamu ingin tau. Jadi kamu akan tau setelah ini," ucap Dion yang tetap menyetir dengan santai dan Zoy hanya mengikut saja yang penting dia tau apa yang terjadi dan itu sudah cukup baginya.


**********


Tidak lama akhirnya mobil itu sampai ke sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Perjalanan mereka tadi cukup jauh yang sampai menempuh 1 jam.

__ADS_1


"Rumah siapa ini?" tanya Zoy heran dengan kepalanya yang berkeliling melihat di sekitarnya yang sunyi tanpa ada orang di sana.


"Turunlah!" titah Dion.


"Rumah siapa dulu, jangan asal menyuruh turun saja. Tempatnya juga sepi seperti ini," ucap Zoy yang sedikit takut.


"Jangan berpikiran yang aneh-aneh aku tidak mungkin macam-macam padamu dan lagian selama ini aku menjagamu dan tidak mungkin aneh-aneh padamu. Jadi jangan berpikiran yang tidak-tidak," ucap Dion.


"Ya siapa tau," sahut Zoy.


"Sudah sebaiknya kamu turun saja," ucap Dion yang langsung turun dari mobil. Zoy pun mau tidak mau harus menyusul. Zoy berjalan mengikuti di belakang Dion yang mana Zoy terlihat sangat gugup dengan terus melihat di kiri dan kanannya yang membuat nya sedikit penasaran juga dengan rumah yang di masukinya karena Dion sudah membuka pintunya.


"Kita ngapain sih kemari?" tanya Zoy yang kepalanya berkeliling melihat isi rumah itu yang terlihat rapi dan sepertinya di huni.


"Ada tamu ternyata," tiba-tiba terdengar suara seorang wanita dan membuat Zoy melihat kearah suara itu.


Sangat mengejutkan bagi Zoy yang ternyata wanita itu adalah Iren wanita yang membuatnya penasaran dan wanita itu berjalan dengan mendorong troli bayi yang membuat Zoy semakin bingung namun perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak.


"Tidak apa-apa," sahut Iren dengan tersenyum.


"Astaga Zoy kau benar-benar bodoh yang nekat bertanya lada Dion. Di jelas sekarang membawamu untuk menemui istrinya. Ya wanita ini istrinya dan sekarang anak itu adalah anak mereka. Zoy kau mau melihat kenyataan apa lagi. Lihat di depanmu Zoy," batin Zoy yang bergerutu sendiri dan sangat menyesal telah mengikuti Dion.


"Ayo silahkan duduk kenapa masih berdiri," sahut Iran dengan ramah.


"Aku mau pulang saja," sahut Zoy yang langsung pergi dan membuat Dion heran dan langsung menahan tangan Zoy.


"Bukannya kamu ingin tau. Lalu kenapa pulang?" tanya Dion.


"Tanpa kamu bicara apa-apa. Aku sudah tau jawabannya. Kamu dari dulu memang seperti ini. Seharusnya kamu membicarakan dengan jelas dan jangan membuatku bertanya-tanya," ucap Zoy yang marah-marah.

__ADS_1


"Apa maksud kamu dan ini aku mau mengatakan apa yang ingin kamu ketahui," ucap Davin.


"Iya aku mengetahuinya. Ini yang kamu sampaikan dengan jelas bagaimana kamu memperkenalkan istri dan anakmu kepadaku," tegas Zoy dengan kesal.


"Istri maksudnya apa?" tanya Iren dengan wajah bingungnya. Namun Dion hanya menghela napasnya saja.


"Ya jelas sudah maksudnya bukannya kamu itu adalah istrinya Dion dan anak ini anak kalian pastinya," ucap Zoy


"Kamu salah paham Zoy ," sahut Dion.


"Apa lagi salah paham. Bukannya sudah jelas," ucap Zoy.


"Zoy aku akan menjelaskan pada kamu. Jika Iren ini adalah sepupuku dan iya aku akui pada kamu. Dulu aku dan Iren di jodohkan oleh ke- orang tua kami untuk mempererat silaturahmi keluarga. Aku dan Iren menjalaninya. Tapi kami sama-sama sadar jika kami tidak saling menyukai dan bahkan perjodohan itu sudah sampai pada pertengahan. Sepengetahuan keluarga kami. Kami tetap bersama. Tetapi pada kenyataannya kami hidup sendiri-sendiri," jelas Dion yang akhirnya menceritakan apa yang menjadi rahasia selama ini.


"Dan itu alasan kamu selalu mengatakan tidak bisa bersama ku?" tanya Zoy.


"Iya. Karena aku tidak seperti Iren yang bisa berontak pada keluarganya dan mencari kebebesan nya sendiri. Aku takut orang tuaku dan orang tua Item kecewa jika aku memiliki wanita lain. Jadi karena itu aku tidak bisa berbuat apa-apa," jelas Dion.


"Lalu kamu sama sekali tidak pernah menikah dengannya?" tanya Zoy.


"Aku tidak pernah menikah dengannya dan hubungan kami juga akhirnya berakhir ketika orang tua Iran meninggalkan," jelas Dion.


"Lalu anak ini. Anak siapa?" tanya Zoy. Dion diam yang sepertinya tidak menjawab apa-apa.


"Ini anakku dan jelas bukan bersama Dion. Dion benar aku memang lebih berani dan mencari kebebasan sendiri sampai akhirnya aku bertemu laki-laki yang salah yang merusak hidupku dan meninggalkan benih di rahimku tanpa bertanggung jawab padaku dan saat itu Dion juga masih berada di sisiku dan merawatku dan juga sampai anak ini lahir," jelas Iren


"Maaf Zoy. Jika aku sudah membuat kamu dan Dion tidak bisa bersama karena kehadiran ku. Tapi percayalah walau berhubungan lama dengan Dion dengan status pertunangan. Aku tidak pernah menyukainya sedikitpun. Dia benar-benar hanya ku anggap sebagai kakak ku saja dan aku yakin perasaan juga seperti itu kepadaku," jelas Iren yang membuat Zoy terdiam.


Ini ternyata kesalah pahaman yang tidak di ketahuinya selama ini dan Zoy masih butuh waktu untuk mengamati setiap kata yang di ucapkan wanita itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2