
Kayra dan Davin tetap saling melihat dengan perasaan mereka yang semakin dalam. Tatapan mata yang sudah memperjelas perasaan keduanya. Sampai Davin melangkah semakin mendekati Kayra dan tanpa permisi langsung mengaitkan bibirnya lada Kayra yang mencium bibir itu dengan dalam. Tanpa ada penolakan dari Kayra.
Seakan mendapatkan izin dari Kayra Davin semakin dalam mencium Kayra sampai memegang ke-2 tengkuk Kayra memajukan wajah Kayra semakin mendekat dengan dirinya. Agar bisa mencium Kayra dengan sedalam-dalamnya. Kayra memegang kuat kemeja Davin saat mendapatkan ciuman yang penuh dengan sensasi tersebut.
Rafa bahkan melepas jaket yang masih di kenakkan Kayra yang sebelumnya di berikan Davin sampai jaket itu jatuh kelantai dan Davin dengan perlahan menuntun mundur langkah Kayra sampai menabrak dinding dengan ciuman yang semakin dalam dan pasti mendapat balasan dari Kayra yang juga membalas ciuman itu.
Tanpa melepas ciuman itu Davin menggendong tubuh Kayra ala bridal style dan membaringkannya di kasur dengan ciuman yang semakin dalam dengan Davin yang berada di atas tubuh Kayra.
Ciuman itu bahkan berpindah pada leher Kayra. Lagi-lagi dan lagi Kayra tidak menolak dan menerima sentuhan dari Davin yang menciumnya dengan penuh gairah dan Kayra harus mengakui jika dia menikmatinya.
Davin mungkin tidak bisa lagi mengendalikan dirinya. Sudah lama dia tidak menyentuh Kayra dan pasti ada rasa menginginkan Kayra dan apalagi Kayra tidak menolak sama sekali.
Davin terus melanjutkan ciuman panas itu di area leher Kayra yang mampu membuat Kayra melayang-layang dan tanpa bisa menolak dengan tangan Davin yang bekerja membuka kancing kemejanya sendiri dan juga bahkan membuka kemeja Kayra dan sentuhan-sentuhan yang di berikan Davin di tubuh Kayra di area sensitif Kayra yang mampu membuat Kayra hanyut dalam kenikmatan yang di berikan Davin.
"Davin!" lirih Kayra saat Davin semakin gila dan Kayra berusaha untuk menghentikannya yang sepertinya tidak ingin di lanjutkan dan terkesan mendorong Davin yang padahal tubuh Kayra sudah setengah telanjang.
"Ada apa Kayra?" tanya Davin dengan wajah penuh gairah menatap Kayra yang berhenti tiba-tiba.
"Apa kamu masih mencintaiku?" tanya Kayra yang sepertinya ingin tau jelasnya perasaan Davin kepadanya.
"Aku sangat mencintaimu dan kamu tau itu. Perasaanku tidak pernah berkurang kepadamu dan semakin dalam dan jika aku tidak mencintai mu aku tidak mungkin menunggu mu sampai sekarang," ucap Davin yang jujur apa adanya dan tulus dengan apa yang di katakannya.
Davin mengecup bibir Kayra dengan lembut, "jangan pernah meragukan perasaanku. Aku sungguh mencintaimu," ucap Davin yang berusaha untuk meyakinkan Kayra. Namun apa Kayra harus percaya atau benar-benar harus yakin dengan apa yang di katakan Davin.
"Kayra!" lirih Davin, "jangan menolakku. Kamu akan merasakan cinta benar-benar besar kepadamu," ucap Davin yang sudah tidak bisa menahan hasratnya dan dalam diamnya Kayra kembali mencium bibir Kayra.
"Davin!" lirih Kayra kembali mendorong pelan Davin yang menghindar dari Davin.
"Kamu masih meragukanku?" tanya Davin dengan wajahnya yang penuh dengan rasa kecewa. Namun Kayra menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan itu.
"Lalu?" tanya Davin.
__ADS_1
"Jika ingin memulai hal baru denganku dan juga Brian. Maka mari melakukannya dengan mulai dengan awal. Kita sudah lama berpisah. Bercerai atau tidak. Pernikahan masih sah atau tidak. Tetapi aku ingin kembali di nikahi untuk memulai segalanya dengan cinta yang beberapa kali kamu ucapkan," ucap Kayra dengan matanya berkaca-kaca.
Davin harus tau alasan penolakan Kayra untuk melakukan hubungan yang lebih jauh lagi. Karena Kayra ingin di nikahi kembali.
"Jika benar-benar mencintai ku. Maka perlakukan lah aku sebagai wanita yang kamu cintai dan kamu hormati. Ikat aku dengan pernikahan kembali," ucap Kayra meneteskan air matanya. Davin langsung mengusap air mata Kayra dengan mencium lembut kening Kayra.
"Terima kasih Kayra kamu sudah memberiku kesempatan, terima kasih," ucap Davin yang tidak percaya dengan permintaan Kayra. Davin bahkan memeluk erat tubuh Kayra yang mana Kayra setengah duduk.
"Aku berjanji tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi. Aku akan bertanggung jawab untuk kamu dan juga Brian. Aku akan memberikan kamu kebahagian yang sangat besar aku janji Kayra," ucap Davin yang begitu bahagia. Kayra mengangguk-angguk.
Kayra akhirnya membuka hatinya selebar-lebarnya melupakan masala lalu yang terjadi di antara mereka, memberi Davin kesempatan untuk memperbaiki segalanya dengan ikatan pernikahan yang Kayra inginkan kembali.
Mungkin akan menjadi kesempurnaan hubungan mereka yang menikah karena adanya cinta dan sama-sama memulai kehidupan yang baru dengan lembaran baru dan di isi dengan tulisan-tulisan yang baru.
***********
Kayra dan Davin yang harus batal melakukan ehem-eheman. Karena penolakan Kayra yang ingin di nikahi kembali. Namun tidak membuat ke-2nya berhenti untuk tidak romantis yang sekarang sama-sama berbaring di atas kasur dengan Davin yang membawa Kayra kedalam pelukannya dengan beberapa kali mencium pucuk kepala Kayra.
"Kamu istirahatlah, sejak tadi tidak tidur-tidur," ucap Davin.
"Aku memelukmu karena tidak ingin kamu jauh-jauh dari ku. Makanya memelukmu dengan erat. Aku takut kalau kamu akan kabur lagi," ucap Davin membuat Kayra tersenyum lebar.
"Aku tidak akan pernah kabur lagi," sahut Kayra mengangkatnya kepalanya melihat ke atas dan melihat Davin.
"Benar?" tanya Davin.
"Tetapi tergantung sih," sahut Kayra membuat Davin menghela napasnya.
"Tapi jika kali ini kamu kabur aku benar-benar tidak akan melepas mu dan tidak akan membiarkan hal itu terjadi," ucap Davin dengan tegas.
"Baiklah kita lihat saja," sahut Kayradengan tersenyum dan Davin semakin mengeratkan pelukannya dengan Kayra. Dia sudah tidak sabar untuk menikahi Kayra yang artinya kehidupannya dan Kayra akan kembali bersama seperti dulu lagi dan dia akan menjadi pria yang bahagia bersama anak dan istrinya.
__ADS_1
**********
Sementara Dion dan Zee juga masih berada di dalam mobil yang sama-sama terjebak dengan ke-2nya yang terlihat diam yang tidak ada obrolan sama sekali.
Suara hujan masih saja terdengar kuat di dampingi dengan suara-suara petir yang sebenarnya cukup menakutkan bagi Zoy.
"Kamu kalau mau istirahat, istirahat lah!" ucap Dion.
"Aku tidak bisa istirahat dalam keadaan seperti ini," jawab Zoy apa adanya. Bagaimana mau istirahat yang adanya dia akan tersentak terus menerus karena suara petir.
"Kamu tidak pernah berubah Zoy. Dari duku kamu selalu takut petir. Jangan takut, itu hanya petir tidak akan apa-apa," ucap Dion.
"Kamu selalu mengingat semua tentangku dan itu sangat aneh," sahut Zoy dengan tersenyum lirih membuat Dion melihat kearahnya.
"Aku mana mungkin tidak mengingat apa-apa tentang mu," sahut Dion.
"Dion sikapmu seolah-olah kau itu tidak punya wanita lain di hatimu dan seolah-olah kau itu menyukaiku," sahut Zoy.
"Lalu bagaimana jika iya," sahut Dion dengan santai membuat Zoy menatapnya dengan serius.
"Kau menolakku berkali-kali dan sekarang mengatakan menyukaiku dan kau juga menolakku karena ada wanita lain di hatimu dan bagaimana mungkin kau mengatakan menyukaiku saat ini," ucap Zoy dengan geleng-geleng yang merasa di permainkan oleh Dion.
"Zoy banyak kesalah pahaman yang kamu tidak ketahui," ucap Dion.
"Salah paham apa?" tanya Zoy.
Dion meraih tangan Zoy dengan memegangnya yang membuat Zoy heran sikap Dion benar-benar aneh. Dulu aja Dion tidak pernah pekak dengan perasaannya dan bahkan berkali-kali Zoy mengakui dirinya menyukai Dion sampai Zoy melarikan diri ke Luar Negri karena perasaan yang di tolak.
Namun sikap Dion kali ini sungguh mengherankan.
"Salah paham apa?" tanya Zoy lagi.
__ADS_1
"Aku tidak bisa memberitahunya sekarang. Tetapi kamu akan tau secepatnya," ucap Dion yang sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikannya dari Zoy yang membuat Zoy penasaran dengan Dion yang penuh dengan teka-teki.
Bersambung