
Pesta Perusahaan.
Kayra berada di dalam kamar yang sedang bersiap-siap menghias dirinya. Karena malam ini akan di adakan ulang tahun Perusahaan. Kayra memperbaiki make-up di depan cermin. Kayra tampil canting menggunakan dress abu-abu dengan mutiara-mutiara cantik di bagian depannya.
Dress memanjang sampai ke bawah tanpa lengan. Bagian rambutnya hanya di gerai ke samping yang terlihat dia begitu cantik malam ini untuk menghadiri pesta Perusahaan.
Kayra melihat dirinya di cermin dan melihat perutnya yang masih rata. Kayra mengusap perut ratanya dengan wajahnya yang tampak begitu sendu.
Ceklek.
Tiba-tiba Davin memasuki kamar dengan cepat tangan Kayra langsung beralih dari perutnya dan mendadak gugup. Davin menghampiri ke meja rias, Kayra gugup dengan Davin yang mendekatinya. Namun ternyata Davin hanya mengambil jam tangannya yang di letakkan di meja rias yang membuat Kayra menghela napasnya.
Davin terlihat begitu cuek yang hanya memakai jam tangannya tanpa menoleh ke arah Kayra sedikitpun. Walaupun Kayra terlihat begitu mempesona. Tidak biasanya Davin begitu cuek. Karena biasanya melihat istrinya secantik itu kalau tidak memujinya atau menciumnya. Davin tidak akan puas. Namun sekarang dia terlihat ketus dan Kayra hanya melihat dari cermin bagaimana Davin tidak mempedulikannya.
" Ayo jalan. Yang lain sudah menunggu!" ucap Davin ketus yang langsung keluar dari kamar terlebih dahulu.
Kayra hanya diam dan melihat kepergian Davin dengan menatap sendu Davin yang tampak terus menghindarinya.
" Ini mungkin yang terbaik untukku dan Davin," batin Kayra yang pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
**********
Semua orang pergi ke Perusahaan. Untuk acara ulang tahun Perusahaan. Kayra, Davin, Argantara, Mesya, Giselle, Dion dan juga Oma Elishabet pastinya.
Mereka di antar dengan mobil-mobil yang berbeda-beda. Kayra dan Davin di antar Reyhan pastinya yang mana mereka berdua duduk di bagian belakang. Reyhan yang menyadari suami istri itu sedang ngambek-ngambekan hanya melihat dari kaca spion.
Gara-gara bos dan istri bosnya yang seperti itu. Reyhan jadi tidak fokus menyetir sampai akhirnya tiba-tiba membelok tanpa ada aba-aba. Membuat Kayra bergeser pada Davin dan hampir jatuh ke bawah yang untung ada Davin menahannya sehingga mereka semakin dekat dengan mata yang saling memandang.
Reyhan yang tadinya merasa bersalah. Sekarang malah senyum-senyum melihat kedekatan bosnya itu yang saling menatap sekarang. Sudah seperti drama di sinetron-sinetron.
Namun hanya beberapa detik saja dan mereka langsung saling melepas dan sama-sama saling tingkah. Kayra langsung kembali ke posisinya dan Davin terlihat mengatur napasnya.
" Apa kau tidak bisa hati-hati!" tegur Davin menahan kekesalannya.
" Maaf bos," sahut Reyhan merasa bersalah. Davin tidak bicara lagi dan menghela napasnya kasar.
__ADS_1
*********
Sampai di Perusahaan. Semua para tamu sudah berdatangan. Sudah berkumpul dengan saling berbincang-bincang. Seperti biasa tamu-tamu Perusahaan pasti bukan orang-orang biasa. Ada yang dari luar dalam Negri dan dari mana-mana saja.
Davin juga berbincang-bincang dengan tamu-tamunya. Begitu juga dengan Argantara dan Mesya. Oma juga menyapa beberapa tamu.
Lian juga sok akrab dengan tamu-tamu yang lain. Sementara Kayra hanya diam yang tidak tau harus berbuat apa. Karena Kayra di sana sebagai karyawan. Bukan istri Davin. Kayra mendekati minuman untuk mengambil minuman yang kebetulan Pricilla juga mengambil yang sama dengannya sampai tangan mereka saling mengambil gelas yang sama dan mereka saling melihat.
" Kayra!" sapa Pricilla dengan senyum manisnya. Kayra hanya membalas dengan senyum tipis.
" Kamu sangat tampil berbeda hari ini. Seperti penampilan kamu itu seorang nyonya besar atau ingin menjadi pusat perhatian," ucap Pricilla dengan sindiran.
Kayra menelan salivanya dan hanya terdiam dengan rasa ke gugup nya.
" Kau tidak akan memberikan gelas ini?" tanya Pricilla yang tangan mereka masih sama-sama memegang gelas yang sama.
Kayra menghela napasnya dan langsung melepas tangannya dari gelas itu memberikan pada Pricilla membuat Pricilla menyunggingkan senyumnya.
" Sangat mudah bagimu memberikannya padaku. Apa kau sudah siap-siap untuk melepasnya?" tanya Pricilla membuat Kayra terkejut dengan perkataan Pricilla.
Perkataan Pricilla seakan mengingatkan dirinya dengan posisinya dengan keadaannya yang sekarang ini. Yang akan melepas hubungannya dengan Davin.
Kayra menenagkan dirinya dan meneguk jus untuk meredakan tenggorokannya.
" Lihatlah penampilannya sudah seperti nyonya saja," terdengar cuitan salah seorang karyawan yang membuat Kayra hanya diam dan tanpa mempedulikan orang-orang yang selalu bergosip tentangnya.
" Namanya juga cari perhatian," sahut temannya yang selalu menceritai Kayra. Kayra hanya diam yang tidak peduli.
" Ehemmm!" tiba-tiba 2 wanita yang menggosip Kayra langsung melihat kebelakang yang ternyata Zoy.
" Kalau bergosip di Perusahaan ini mending kalian pergi!" ucap Zoy dengan sinis. 2 orang itu jadi takut-takut dengan kehadiran Zoy.
" Masih mau bergosip di sini! sana pergi!" usir Zoy.
" Iya Bu," sahut yang satunya begitu gugup dan mereka langsung pergi.
__ADS_1
" Kau tidak apa-apa?" tanya Zoy. Kayra menggelengkan kepalanya.
" Aku ke sana dulu!" ucap Kayra yang langsung pergi. Zoy hanya melihat kepergiannya.
Kayra begitu tidak tenang dan buru-buru pergi. Kepergian Kayra yang keluar dari Perusahaan di perhatikan Davin yang berbincang-bincang dengan tamunya. Davin pasti bertanya-tanya kenapa Kayra pergi dengan kegelisahan seperti itu.
" Ehmmm, saya permisi dulu sebentar!" ucap Davin dengan menunduk ramah.
" Silahkan Pak Davin," sahut tamunya dan Davin langsung pergi keluar dari tempat itu yang sepertinya menyusul Kayra.
**********
Kayra yang berada di luar pesta mengatur napasnya dengan mengusap wajahnya. Dia mengingat-ingat kata-kata Pricilla. Dia seakan merasa tidak pantas dengan tempatnya berada. Kayra bahkan mulai menahan tangisnya dengan perasaannya yang gundah.
" Aku yang meminta perpisahan ini. Jadi aku harus siap dengan semuanya dan memang lebih baik orang-orang tidak tau siapa aku. Dari pada mereka tau. Jika aku berpisah dengan Davin. Mereka akan semakin mengejekku. Lebih baik seperti ini. Ini jauh lebih baik," batin Kayra yang meneteskan air matanya yang mana perasaannya sebenarnya tidak rela dengan perpisahannya dengan Davin.
" Setelah pesta ulang tahun Perusahaan aku akan mengatakan kepada keluargaku. Jika kita akan berpisah. Aku akan melepasmu dan kau akan terbebas dari segalanya. Termasuk dariku," ucap Davin.
Kayra mengingat kata-kata Davin semakin membuatnya sedih dengan air matanya yang menetes. Dia yang meminta dan seharunya dia sudah siap.
Sementara Davin yang juga keluar dari Perusahaan mencari-cari di mana Kayra yabg Setaunya Kayra tadi ke luar dari Perusahaan. Davin bahkan mencari-cari di taman Perusahaan.
" Davin!" tiba-tiba tangan Davin di pegang yang ternyata itu adalah Pricilla yang menghentikan langkahnya.
" Lepas!" Davin melepas kasar tangannya dari Pricilla.
" Kamu mau kemana?" tanya Pricilla.
" Bukan urusanmu!" jawab Davin ketus.
" Davin aku mencintaimu. Apa salahnya jika kita bicara sebentar saja Davin. Aku sangat mencintaimu. Apa kau tidak akan memberiku kesempatan. Kesempatan untuk hubungan kita," ucap Pricilla masih berharap.
" Aku tidak ada urusan denganmu. Kita sudah membahasnya kemarin dan jangan mengganggu ku lagi. Sebelum Oma yang turun tangan," tegas Davin yang langsung pergi dari hadapan Pricilla. Dia memang sudah tidak peduli lagi dengan Pricilla.
" Davin!" panggil Pricilla yang tidak di pedulikan Davin sama sekali dan mencari-cari di mana istrinya.
__ADS_1
Bersambung.