
Di tengah-tengah Brian yang berbicara melihat Dion dan Zoy yang mana Zoy dan Dion masih tetap saling melihat.
"Om Dion dan Tante Zoy dengar apa tidak?" tanya Brian yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa. Zoy dan Dion pun masih tetap saja diam dengan mereka yang tetap saling melihat.
"Ya ampun capek deh malah bengong dan tidak menjawab pertanyaan Brian," ucap Brian yang menepuk jidatnya dengan kelakuan pasangan yang hanya saling melihat tanpa memberinya respon apa-apa.
"Ya sudahlah Om sama Tante terus aja saling melihat. Biarkan saja Brian bicara tanpa peduli in. Huhhhh memang aneh-aneh saja. Ada yang jauh lebih aneh di bandingkan mama dan papa," gumam Brian yang mengoceh sendiri dan walaupun mengoceh panjang lebar Dion dan Zoy sama-sama tidak menyadari hal itu. Entah apa yang di pikirkan Dion dan Zoy mereka hanya terus saling melihat saja.
"Tidak saling melepas," batin Dion dan Zoy yang secara bersamaan. Hati mereka saja bisa sama-sama serentak.
"Sebenarnya banyak yang ingin aku ketahui dari Dion. Apa lagi perkataan Dion waktu itu. Apa yang di katakan Dion dengan salah paham. Apa sebenarnya ada yang tidak aku ketahui darinya," batin Zoy yang tiba-tiba kepikiran dengan apa yang di bicarakan Dion saat berada di dalam mobil saat di Papua di mana mereka berdua yang terjebak.
"Aku hanya tinggal mencari waktu yang tepat untuk menjelaskannya dan benar kata Davin aku harus mengejar Zoy dan bukan membiarkan Zoy terus salah paham kepadaku," batin Dion yang masih saling menatap dengan Zoy.
"Tante dan Om Dion mau sampai kapan saling melihat seperti itu," ucap Brian. Dion dan Zoy langsung saling membuyarkan lamunan mereka dan ke-2 saling salah tingkah.
"Pasti tidak mendengarkan kata-kata Brian kan tadi," ucap Brian.
"Dengar kok Brian," sahut Zoy dengan gugup.
"Kalau begitu katakan apa yang tadi Brian ucapkan?" tanya Brian dengan menatap ke-2 orang itu secara bergantian dengan mata Dion yang menelisik penuh curiga.
"Jangan saling berpisah," ucap Zoy dan Dion secara bersamaan. Sadar mengucapkan kata yang sama membuat mereka saling melihat kembali dan saling salah tingkah.
"Ya ampun kompak sekali," ucap Brian yang tertawa-tawa dengan menutup mulutnya yang membuat Dion dan Zoy sama-sama tersenyum dengan mereka berdua merasa seperti bocah. Karena dekat dengan anak kecil yang banyak taunya dan ingin tau segalanya.
***********
Davin dan Kayra melanjutkan makan bersama dengan romantis sampai makanan mereka habis.
"Sangat nikmat ternyata," ucap Kayra yang merasa kenyang dengan makanan yang di siapkan anaknya dan Kayra juga meneguk jus yang telah di siapkan padanya.
__ADS_1
"Ya benar-benar sangat nikmat. Brian paling tau apa yang mama dan papa sukainya," sahut Davin.
"Kamu benar. Tapi kira-kira Brian mana ya?" tanya Kayra yang tidak melihat di sekitarnya di mana putranya itu.
"Tadi dia pergi bersama Dion dan Zoy. Jadi aku rasa Brian akan baik-baik aja," jawab Davin
"Iya sih semoga saja dia akan baik-baik saja dan yang pasti tidak merepotkan Dion dan Zoy,"sahut Kayra
"Tidak apa-apa jika harus merepotkan Zoy dan Dion," sahut Davin.
"Isss kamu ini benar-benar ya," sahut Kayra.
Tiba-tiba di tengah-tengah mereka saling berbicara berbunyi musik yang Selow membuat Kayra dan Davin saling melihat.
"Apa itu musik dansa?" tanya Kayra.
"Sepertinya ini kejutan tambahan untuk kita berdua," sahut Davin membuat Kayra tersenyum dengan geleng-geleng.
"Anak kita itu sangat sweet dan pasti belajar banyak dari aku," sahut Davin dengan percaya dirinya.
"Kalau itu sih aku yakin," sahut Kayra dengan tersenyum lebar.
"Ya sudah bagaimana ibu dari anakku. Apa bersedia berdansa denganku?" tanya Davin yang sudah menjulurkan tangannya yang membuat Kayra tersenyum dan dengan senang hati menyambut uluran tangan itu yang mana mereka berdua langsung berdiri dari tempat duduk mereka untuk berdansa mengikuti irama musik yang telah di mainkan.
Dengan Davin memegang satu tangan Kayra dan satu lagi berada di pinggang Kayra dan satu tangan Kayra yang berpegangan dengan Davin dan satu berada di bahu Davin. Mereka berdansa dengan irama yang terdengar indah dengan mereka yang saling melihat dengan tersenyum yang menunjukkan kebahagiaan ke-2nya.
"Apa kamu bahagia?" tanya Davin.
"Aku sangat bahagia," jawab Kayra.
"Aku juga sangat bahagia, tidak percaya dengan hari ini yang mana aku bisa bersamamu," ucap Davin yang pasti tidak menyangkal jika hari ini akan ada di dalam hidupnya.
__ADS_1
"Aku juga Davin. Terima kasih Davin kamu sudah menungguku dan kita bisa hidup kembali bersama kembali," ucap Kayra dengan keharuan di wajahnya.
"Aku yang berterima kasih. Karena kamu sudah menungguku dan kita sama-sama di sini bersama. Makasih sudah menjadi wanita yang tulus. Wanita yang sangat baik yang menerima ku kembali. Aku benar-benar sangat bahagia Kayra," ucap Davin.
"Mari kita saling membahagiakan dan bersama-sama untuk membesarkan Brian, memberikan kebahagiaan, cinta dan kasih sayang besar untuk Brian," ucap Kayra.
"Kita akan melakukan semua itu untuk Brian dan aku berjanji itu yang akan mencintai kamu dan anak kita sampai kapanpun dengan waktu yang tidak akan terbatas," ucap Davin.
Kayra terharu mendengarnya dengan air matanya yang menetes dan Davin langsung mengusap air mata itu dan mencium lembut kening Kayra membuat mata Kayra terpejam.
Davin juga mencium lembut bibir Kayra sekali kecupan dengan mereka yang saling melihat kembali dan akhirnya Davin mencium dengan dalam-dalam lagi yang mana Kayra tidak menolak ciuman itu sama sekali dan mereka saling berciuman dengan romantis yang sama-sama saling menikmati dengan penuh cinta pastinya.
Acara yang buat putra mereka begitu sempurna yang membuat orang tuanya saling dekat dengan cinta yang semakin besar di antara ke-2nya.
Sementara Brian sekarang malah tertidur di dalam gendongan Dion. Mereka mengajak Brian jalan-jalan dan sampai Brian tertidur dan Dion harus menjadi korban dari Brian.
"Tidak apa-apa kan kamu menggendong Brian?" tanya Zoy yang berjalan di samping Dion.
"Tidak apa-apa," jawab Dion.
"Apa Brian tidak berat?" tanya Zoy.
"Tidak juga, masih kecil dan sebentar lagi juga sampai mobil. Jadi jangan khawatir," sahut Dion yang tidak masalah.
"Jadi kita akan langsung bawa Brian pulang saja?" tanya Zoy.
"Iya, aku sudah mengabari Davin dan dia menyuruh kita untuk membawa Brian pulang," jawab Dion yang sebelumnya mengirim pesan untuk Davin
"Baiklah kalau begitu," sahut Zoy.
Bersambung
__ADS_1