Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 214.


__ADS_3

"Kamu kenapa sih kasar sekali dengan Brian?" tanya Davin tidak habis pikir dengan Kayra.


Kayra melepas tangannya dari Davin, "aku tidak kasar. Aku hanya tegas padanya," jawab Kayra.


"Kamu seharusnya bisa bicara pelan-pelan. Kamu tidak seharusnya berteriak-teriak pada Brian kasihan dia!" tegas Davin.


"Kamu jangan ikut campur Davin. Brian itu aku yang mengurusnya dari kecil, aku yang mengandungnya sendirian, aku melahirkannya, merawatnya. Jadi kamu jangan sok tau. Aku lebih tau apa yang harus aku lakukan di bandingkan dirimu!" tegas Kayra.


"Aku tau Kayra. Tetapi apapun itu. Kau tidak seharusnya kasar dengannya!" tegas Davin yang kali ini tidak bisa diam dengan tingkah Kayra.


"Pergi dari sini!" usir Kayra.


"Kayra!" lirih Davin.


"Aku bilang pergi dari sini!" teriak Kayra mengusir Davin. Kayra memang benar-benar sangat muak dengan Davin.


"Baiklah, aku berpamitan dulu dengan Brian," sahut Davin mengalah dan memasuki kamar Brian.


Brian benar-benar ngambek dengan bersembunyi di belakang selimut dan terdengar suara tangisan. Davin menghela napasnya dan duduk di samping tempat tidur.


"Brian! jangan ngambek lagi, ayo Brian bangun, papa mau pulang," ucap Davin dengan lembut.


"Kenapa papa pulang? papa bukannya mau tinggal di sini sama Brian," ucap Brian yang menangis di dalam selimutnya yang tidak mau Davin pulang.


"Maafkan papa sayang. Tetapi papa tidak bisa. Papa harus pulang," ucap Davin dengan lembut.


"Mama pasti mengusir papa. Mama itu sangat jahat, mama jahat sudah marah-marah pada Brian dan sekarang mama juga mengusir papa," rengek Brian yang menangis sengugukan di dalam selimut.


"Brian jangan bicara seperti itu. Mama tidak jahat. Apa yang di katakan mama adalah benar. Jadi jangan mengatakan hal itu Brian," ucap Davin yang tidak ingin Brian menjudge buruk wanita yang melahirkan nya.


"Ayo jangan ngambek lagi, ayo buka selimutnya. Apa Brian tidak mau melihat papa sebelum pergi?" tanya Davin dengan lembut yang akhirnya membuat Brian membuka selimutnya dan langsung memeluk Davin di mana Brian menangis sengugukan karena kaget mendapat bentakan dari Kayra.


"Papa jangan tinggalin Brian, nanti marah-marah lagi sama Brian. Brian mau pulang sama papa saja," rengek Brian yang memeluk Davin dengan erat. Mata Davin sudah berkaca-kaca dengan mendengar suara tangisan putranya.

__ADS_1


"Kamu harus jagain mama. Kamu tidak boleh tinggalin mama sendirian. Mama pasti tidak sengaja melakukan itu. Bukannya Brian adalah Pria yang kuat. Jadi jangan cengeng dan seharusnya tidak menangis saat mama marah-marah dengan Brian. Brian harus kuat biar bisa jaga mama," ucap Davin memberikan saran pada putranya.


Jika dia egois dia pasti sudah memanfaatkan kesempatan untuk pergi bersama Brian. Apalagi Brian merengek minta ikut dengannya. Karena takut dengan Kayra. Namun tidak Davin sangat tau bagaimana perjuangan Kayra dan pasti yang terjadi karena ada sesuatu dengan suasana hati Kayra sampai Kayra tidak bisa mengendalikannya dirinya.


Sebagai ayah Davin hanya ingin putranya bisa memahami situasi dan apalagi memahami Kayra. Walau anak seusia Brian tidak seharusnya menerima semua itu.


"Sudah jangan menangis lagi. Masa iya laki-laki cengeng. Ayo harus kuat," ucap Davin menepuk-nepuk punggung Brian sampai Bria melepas pelukan itu dengan mengusap air mata Brian.


"Jangan menangis, jangan jadi cengeng," ucap Davin. Brian mengangguk-angguk.


"Ya sudah Brian bobo ya. Papa pulang dulu. Ingat Brian tidak boleh menangis lagi," ucap Davin. Brian mengangguk-angguk dengan air matanya yang cepat di hapusnya. Karena tidak mau di katakan cengeng.


Davin pun membantu Brian untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur dan menyelimuti Brian dan mencium kening Brian.


"Papa pergi ya!" ucap Brian pamit.


"Iya pah," jawab Brian dengan menganggukan kepalanya dan cepat-cepat memejamkan matanya.


Lalu Davin keluar dari kamar Brian sebenarnya sangat berat hati tapi mau bagaimana lagi. Dia harus pergi karena Kayra mengusirnya.


Brian melangkah mendekati kamar Kayra dan membukanya sedikit. Terlihat Kayra yang berbaring miring membelakingi pintu.


Dari fostur tubuh Kayra di lihat dari belakang sangat terlihat jelas jika Kayra juga menangis. Davin menghela napasnya dengan perlahan kedepan lalu meninggalkan Kayra yang mana Davin juga memilih untuk pergi.


**********


Mentari pagi kembali tiba dengan Kayra yang masih tertidur di kamarnya dan tiba-tiba keningnya di kecup membuatnya terbangun dengan membuka matanya perlahan yang ternyata malaikat tampannya yang melakukan hal itu.


"Pagi mama!" sapa Brian dengan wajahnya yang tersenyum.


"Brian," sahut Kayra yang juga tersenyum.


"Mama kesiangan bangun. Untuk Brian cepat bangun," ucap Brian yang memang sudah memakai seragam sekolahnya. Kayra langsung duduk dengan tubuhnya yang terasa pegal.

__ADS_1


"Brian sudah tuangkan mama susu dan juga sudah olesi roti untuk mama. Mama mandi sekarang. Baru kerumah sakit," ucap Brian. Kayra mengangguk-angguk dengan tersenyum yang terharu dengan mamanya.


"Kemari sayang!" ajak Kayra dan Brian langsung menaiki ranjang dengan memeluk Kayra.


"Mama minta maaf ya," ucap Kayra.


"Tidak mama. Mama tidak salah. Brian yang salah sudah membuat mama marah. Jadi mama tidak perlu meminta maaf," ucap Brian dengan bijaknya.


"Maafkan Brian ya mah, Brian sudah banyak tanya dan tidak menghabiskan makanannya tadi malam. Mama pasti sedih, maafkan Brian ya mah, sudah membuat mama menangis," ucap Brian.


"Mama tidak menangis," sahut Kayra dengan matanya yang berkaca-kaca. Karena putranya yang sangat bijak itu.


"Mama bohong. Lihat mata mama bengkak. Pasti menangis karena Brian. Jadi Brian benar-benar minta maaf," ucap Brian lagi.


Kayra mengangguk terharu dengan manisnya kata-kata Brian kepadanya.


"Papa bilang Brian yang salah dan tidak boleh seperti tadi malam. Brian bahkan bilang mama jahat. Padahalkan yang jahat Brian. Jadi Brian yang salah," lanjut Brian lagi.


"Mama juga salah Brian mama juga sudah kelewatan bentak-bentak Brian," sahut Kayra.


"Ya sudah sekarang kita ber-2 sudah berdamai. Kita ber-2 sudah baikan. Sekarang mama buruan mandi biar kita sarapan," ucap Brian.


Kayra mengangguk-anggukkan kepalanya dan Brian langsung turun dari ranjang dan berlari keluar kamar.


Kayra tersenyum dengan melihat putranya itu yang sangat dewasa.


Ting.


Tiba-tiba Kayra mendapat notif pesan dan ternyata dari Davin. Kayra pun langsung membukanya.


"Kayra aku tau semua ini tidak mudah dan apalagi menjadi seorang ibu. Kamu yang memahami Brian dan tidak seharusnya aku juga ikut campur saat kamu marah padanyanya. Karena kamu yang tau dirinya. Aku memikirkan hal ini semalaman dan aku memutuskan tidak akan menggangu kamu dan Brian untuk kedepannya. Mungkin itu yang membuat kamu tidak bisa mengendalikan diri kamu. Karena kehadiran ku yang kamu takuti. Jika aku akan mengambil Brian dari mu. Jika kesempatan itu tidak ada aku akan menerimanya dan kamu jagalah Brian baik-baik," tulis Davin dengan pesan yang mengandung arti membuat Kayra meneteskan air matanya.


Di saat Davin ternyata memilih untuk mundur. Karena takut hubungan Brian dan Kayra hanya semakin memburuk jika Davin terus mendekati Brian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2