Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Eps 8 Perkenalan


__ADS_3

" Hmmm, begitu rupanya. Jadi kamu masih kuliah?" tanya Oma.


" Iya Oma, pacar aku ini masih kuliah. Makanya agak susah di bawa kerumah ini, karena dia sibuk dengan kuliahnya," sahut Davin seolah-olah tau semua dengan Kayra.


" Pacar kamu kuliah di mana?" tanya Oma melihat Davin. Davin langsung diam yang mana mungkin dia tau. Davin langsung melihat ke arah Kayra dan Kayra bingung dengan tatapan Davin yang seperti memberikan kode.


" Oh, di Universitas Jakarta," sahut Kayra dengan cepat membuat Davin lega mendengarnya yang tidak terjadi kecanggungan di ruang tamu itu.


" Hmmm, begitu rupanya. Jurusan apa?" tanya Oma. Davin diam lagi.


" Apa tidak ada pertanyaan lain apa. Oma benar-benar ya, memang dia mau ngapain nanya sampai detail seperti itu apa pentingnya coba," batin Davin yang mulai kesal.


" Oh, saya jurusan bisnis dan manajemen," jawab Kayra dengan santai.


" Lalu sudah berapa lama kalian pacaran?" tanya Oma. Davin bingung harus menjawab apa Kayra juga sama karena mana ada breafing tentang hal itu.


" Sudah 3 tahun," jawab Davin yang menjawab dengan cepat dan Kayra kaget mendengarnya Namun hanya mengikuti skenario Davin.


" Wau, kamu pacaran dengan Kayra 3 tahun. Tapi seperti orang yang tidak mengenalnya," sahut Oma dengan santai yang mencurigai Davin dan juga Kayra.


" Maksud Oma apa. Ya aku mengenalnya lah. Kalau tidak ngapain memutuskan untuk menikah," sahut Davin mulai panik.


" Ya kuliahnya aja kamu seperti orang tidak tau. Seperti banyak keraguan gitu untuk mengatakananya, Oma bisa melihat dari mata kamu, seperti gelisah yang menyembunyikan sesuatu," ucap Oma menatap Davin dengan mengintimidasi.


" Oma ini ada-ada aja. Oma kan tau sendiri aku ini sibuk. Aku mana ingat di mana dia kuliah. Lagi pula apa itu penting, yang penting kami sudah komitmen untuk menikah," sahut Davin dengan santai.


" Ya penting lah, itu namanya perhatian. Kamu harus tau segalanya tentang calon istri kamu. Bagaimana ceritanya kamu punya komitmen untuk menikah. Tetapi hal kecil saja kamu tidak tau," sahut Oma menegaskan.


Kayra hanya diam dengan Oma dan Davin malah bertengkar di depannya. Perkara masalah kuliah yang merambat menjadi panjang lebar. Karena memang masalah ini tidak ada di breafing sebelumnya. Ya mau gimana lagi.


" Mah, Davin, sudahlah, kenapa kalian jadi bertengkar di depan Kayra," sahut Altarik.


" Oma yang mencari-cari kesalahan," sahut Davin menyalahkan Omanya.


" Sudah-sudah malu di depan Kayra. Kayra maaf ya," ucap Altarik dengan ramah.

__ADS_1


" Tidak apa-apa Om," sahut Kayra dengan santai.


" Oke baik Oma. Aku sama Kayra sudah pacaran lama dan aku sudah memutuskan untuk menikah dengannya dan aku juga sudah melamarnya di depan keluarganya," ucap Davin memutuskan dengan seenaknya. Kayra sampai kaget mendengarnya.


" Apa yang dia katakan. Kapan dia melamarku," batin Kayra penuh kebingungan.


" Dan iya aku akan menikah secepatnya dengannya dan kami akan menikah di Singapura," lanjut Davin yang memutuskan dengan seenaknya tanpa ada kesepakatan dengan Kayra bahkan tidak membiacarakan dengan keluarganya sebelumnya.


" Kenapa menikah di Singapura?" tanya Altarik.


" Aku mau pernikahannya simpel hanya keluarga saja yang ada dan itu permintaan Kayra," sahut Davin membawa-bawa nama Kayra yang mmebuat Kayra bingung.


" Kapan aku mengatakannya, dia benar-benar sungguh gila. Sekalinya memanfaatkan tidak ada batasnya," batin Kayra lama-lama naik pitam dengan Kayra.


" Benar itu Kayra?" tanya Oma memastikan pada Kayra karena melihat Kayra yang tetlihat bingung.


" Jangan tanya lagi Oma, itu sungguh kebenaran," sahut Davin.


" Oma sedang bertanya kepadanya. Apa yang salah," sahut Oma.


" Bagus akhirnya dia bisa di andalkan juga dengan beginikan Oma bisa percaya-percaya saja," batin Davin.


" Ehemm!" sahut Mesya yang akhirnya menghampiri ruang tamu bersama Giselle. Di mana terlihat Anjali menatap sini Kayra dan Anjali juga tidak terlihat menyukai Kayra.


" Siapa mereka," batin Kayra bingung.


" Mah, kenapa wajah mama seperti itu?" tanya Altarik melihat wajah istrinya ada coretan lipstiknya. Mesya langsung melihat wajahnya di cermin hp nya dan langsung shock. Namu Kayra terlihat tertawa kecil.


" Kamu sih, Giselle," sahut Mesya menyalahkan Giselle.


" Kenapa Giselle sih," sahut Giselle kesal.


" Kamu menertawakan saya," sahut Mesya yang melihat Kayra tampak tertawa kecil dan Kayra langsung dengan cepat mengubah ekspresinya.


" Tidak kok Tante," sahut Kayra yang langsung menggeleng.

__ADS_1


" Tidak apanya. Saya jelas-jelas melihat kamu menertawakan saya. Kamu tidak ada sipan-sopannya ya. Baru juga jadi tamu di rumah ini," sahut Mesya yang membesar-besarkan masalah.


" Mesya sudah kamu jangan berlebihan. Wajah kamu yang seperti itu bukan hanya membuat Kayra tertawan tetapi juga semua orang. Jadi sudah kamu nggak usah berlebihan," sahut Oma Elisabeth.


" Tapi, dia ini tidak sopan dan sangat berlebihan," ucap Kayra.


" Sudah-sudah, jangan di bahas lagi. Ini calon istrinya Davin," sahut Oma.


" Jadi wanita ini yang menjadi calon istrinya Davin. Wanita ini belum apa-apa saja sudah menertawaiku benar-benar meneyebalkan," batin Mesya.


" Ini wanita yang menjadi istri kak Athar. Sungguh wanita yang tidak seberapa dan tidak ada apa-apanya," batin Giselle dengan wajahnya yang begitu kesal dan menatap sinis Kayra.


" Hay Tante," sahut Kayra dengan santai tanpa dosa.


" Apa kamu bilang Hay Tante, kamu itu tidak ada sopannya ya," sahut Mesya yang ada saja tinggkahnya.


" Sudah-sudah. Perkenalannya sudah jangan di lanjutkan lagi. Ini sungguh tidak ada gunanya lagi. Yang jelas aku sudah membawa calon istriku kemari dan itu sudah cukup," sahut Davin yang langsung berdiri dengan merapikan jasnya.


" Baiklah, semuanya sudah jelas. Aku sudah mengatakan perbiahanhya di mana dan semuanya sudah tuntas dan sekarang aku dan Kayra harus pergi. Kami sibuk dah banyak yang harus di kerjakan," sahut Davin yang langsung menarik tangan Kayra yang membuat Kayra berdiri.


" Baiklah kami pergi dulu!" ucap Davin yang langsung membawa Kayra paksa yang padahal Kayra belum sempat pamitan atau melakukan apa-apa.


" Itu yang menjadi istrinya kak Davin, sungguh tidak tau etika," sahut Giselle.


" Benar kata Giselle terlihat sangat tidak terpelajar," sahut Mesya menambahi lagi.


" Sudah-sudah, jangan kalian sibuk mengurusi orang," sahut Oma menegaskan yang langsung berdiri dan pergi.


" Papa setuju begitu saja?" tanya Mesya.


" Yang menikah Davin bukan papa," sahut Altarik yang juga bangkit dari duduknya dan langsung pergi.


" Ma, bagaimana ini. Kak Davin benar-benar akan menikah dengan wanita yang tidak terpelajar seperti itu," sahut Giselle dengan kesal.


" Mama juga tidak tau Giselle. Semua rencana kita jika seperti ini akan berantakan semuanya," sahut Mesya yang panik.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2