
Kayra dan Brian masih sama-sama berpelukan dengan erat yang benar-benar melepas rindu dan lagi-lagi Kayra melepas pelukan itu dan kembali mencium kening putranya itu dengan lembut.
"Mama terus saja menciumi Brian padahalkan kita sudah bertemu," keluh Brian yang mungkin sudah merasa dewasa dan malu untuk di cium mamanya. Apa lagi di depan umum yang membuat semuanya ikut tertawa.
"Papa senang Kayra kamu akhirnya bisa pulang," sahut Aris. Kayra mengangguk dengan berdiri yang langsung memeluk papanya.
"Maafkan Kayra pah. Kayra sudah membuat papa cemas," ucap Kayra yang memeluk erat Aris.
"Tidak apa-apa yang penting kamu sudah ada di sini dan itu jauh lebih baik," ucap Aris.
"Makasih ya papa sudah bawa mama pulang," ucap Brian yang tak lupa mengucapkan terimah kasih untuk Davin.
"Sama-sama Brian. Bukannya papa sudah berjanji sama kamu akan bawa mama kamu pulang. Jadi sekarang papa menepati janji papa mama kamu ada di depan kamu," ucap Davin dengan tersenyum.
"Papa benar-benar is the best, Tante Zoy dan Om Dion juga the best sudah bantuin papa," ucap Brian dengan menganggukkan ke-2 jempolnya.
"Tante Giselle cemen tidak mau ikut," sahut Brian yang mengejek Giselle dan membuat orang-orang yang ada di sana tertawa.
"Sembarangan bilangin cemen. Lalu Brian kenapa tidak iku," sahut Giselle yang tidak terima di bilang cemen.
"Brian kan tidak di kasih papa," jawab Brian yang punya alasan.
"Tante juga tidak di kasih mama," sahut Giselle yang tidak mau kalah.
"Giselle kamu ini ya benar-benar. Keponakan aja dia ajak ribut," tegur Altarik.
"Brian duluan pah," sahut Giselle kesal dan lihatlah Brian menjulurkan lidahnya membuat Giselle tambah kesal.
"Kamu ya," geram Giselle.
"Giselle sudah," tegur Mesya.
"Yeee tidak ada yang belain," ejek Brian yang semakin menjadi-jadi.
"Kamu ini nakal ya Brian!" geram Giselle.
"Sudah-sudah jangan bertengkar lagi. Sekarang sebaiknya kita makan malam saja. Makannya sudah selesai," sahut Oma Elishabet.
"Tapi Kayra mau bersih-bersih dulu sebentar," sahut Kayra.
"Ya sudah Kayra ayo ke kamarku!" ajak Zoy.
"Hmmm," Kayra melihat Davin, "aku bersih-bersih di kamar kami saja. Soalnya pakaianku masih ada di sana," jawab Kayra yang membuat Davin tersenyum tipis.
Jelas apa yang di katakan Kayra sangat mengagetkan semua orang di mana dulu awal-awal Kayra menolak untuk masuk kekamarnya dulu bersama Davin. Karena pasti tidak ingin mengingat masa lalu dan sekarang berubah dan bahkan mengatakan kamar kami.
"Ohhh begitu rupanya," sahut Zoy.
__ADS_1
"Ya sudah ayo. Aku akan mengantarmu," ucap Davin membuat Kayra mengangguk tersenyum dan langsung pergi bersama Davin.
"Zoy apa mereka sudah....?" tanya Oma yang ingin mendapat kejelasan.
"Sepertinya," sahut Zoy yang membuat penasaran saja, "aku juga mau kekamar dulu mau bersih-bersih," sahut Zoy yang langsung pergi yang tidak menjelaskan apa-apa.
"Tapi memang sepertinya mereka berdua sudah baik-baik saja," ucap Silvia yang menduga-duga.
"Aku juga bisa melihat hal itu," sahut Haykal.
"Ya kita doakan saja apa yang terbaik semoga mereka itu benar-benar baik-baik aja," sahut Altarik yang berpikiran positif dengan hubungan Davin dan juga Kayra.
********
Setelah adegan saling melepas rindu selesai merekapun melanjutkan dengan makan malam bersama. Lagi-lagi terlihat Kayra yang membuatkan nasi kepiring Davin yang mencuri perhatian orang-orang yang ada di meja makan. Layaknya istri yang melayani suaminya dan juga pasti untuk Brian juga.
"Makanlah!" ucap Kayra tersenyum pada Davin.
"Kamu juga," ucap Davin. Kayra mengangguk.
"Brian makan yang banyak ya," ucap Kayra.
"Iya mama," sahut Brian yang memang sejak tadi makan dengan sangat lahap.
"Kayra!" tegur Altarik.
"Kamu Dokter yang hebat dan bisa pulang dengan bertahan di lokasi bencana untuk kehebatan kamu papa ingin memberi kamu hadiah. Jadi katakan apa yang kamu mau," ucap Altarik membuat Kayra tersenyum begitu juga dengan yang lainnya.
"Makasih pah. Tetapi tidak usah repot-repot. Kayra tidak mau hadiah kok," sahut Kayra.
"Tidak apa-apa Kayra. Mintalah sesuatu," sahut Oma.
Kayra menghela napasnya, "makasih untuk perhatian papa dan juga Oma. Tapi sungguh Kayra tidak mau hadiah apa-apa. Tapi jika boleh meminta. Kayra mau papa dan yang lainnya mempersiapkan pernikahan untuk Kayra dan Davin," ucap Kayra dengan pelan yang membuat orang-orang yang di meja makan jelas begitu terkejut dengan mata mereka yang melotot yang tidak percaya dengan apa yang di katakan Kayra.
"Kamu sama Davin mau menikah?" tanya Mesya.
"Iya, aku tetap merasa tidak pernah bercerai dengan Kayra. Namun karena berpisah lama. Jadi kami memutuskan untuk menikah kembali," sahut Davin.
"Sungguh kalian berdua benar-benar sudah berbaikan?" tanya Silvia yang masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
"Jadi bagaimana pah, apakah permintaan Kayra bisa di penuhi. Hanya itu saja yang Kayra inginkan dan tidak ada yang lain," ucap Kayra.
"Kayra papa jelas akan menuruti keinginan kamu," sahut Altarik. Davin dan Kayra saling melihat dengan tersenyum.
"Mama sama papa mau menikah lagi?" tanya Brian.
"Iya Brian, mama dan papa kamu akan menikah kembali," sahut Aris.
__ADS_1
"Wau keren," sahut Brian yang hanya menanggapi dengan singkat saja. Namun orang-orang yang ada di meja makan itu semuanya sangat bahagia mendengar kabar baik dari Kayra dan juga Davin.
Ya akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah. Karena memang Kayra ingin memulai semuanya kembali sejak awal. Di mana dia yang di nikahi karena cinta dan bukan karena kontrak yang pernah dulu terjadi.
*********
Rumah sakit.
Kayra seperti biasa akan menuju rumah sakit untuk melaksanakan tugasnya sebagai seorang Dokter. Namun langkahnya harus terhenti karena Bella yang menghalangi jalannya.
"Kau selamat juga?" tanya Bella dengan sinis yang tidak suka dengan keselamatan Kayra.
"Apa doamu tidak terkabul?" tanya Kayra yang balik sinis.
"Kau," geram Bella dengan kesal, "eh kau itu jangan merasa paling bangga dengan kau yang selamat, baru menjadi Dokter relawan saja sudah bangga," desis Bella.
"Kalau begitu terimah kasih ya sudah mengirimku untuk menjadi relawan. Karena dengan begitu aku benar-benar bisa mendapatkan banyak hal," sahut Kayra dengan sinis yang tidak takut dengan Bella.
"Kayra!" panggil Anggi yang menghampiri Kayra dan Bella yang melihat ketegangan di antara ke-2nya.
"Ayo Kayra ke ruang meeting, akan ada pengumuman dari profesor untuk memberi penghargaan bagi kita semua yang menjadi relawan," ajak Anggi. Kayra mengangguk dengan tersenyum pada Bella dan setelah itu langsung pergi.
"Sial kenapa juga dia bisa selamat dan aku sangat menyesal telah mengirimnya," umpat Bella yang kesal sendiri.
*********
Akhir para Dokter di kumpulan di ruang meeting dan Kayra beserta rekan-rekannya yang ikut menjadi relawan di Papua Barat sudah berbaris di depan untuk menerima penghargaan dan di sana pasti ada Bella yang begitu sewot dengan Kayra yang sejak tadi senyum-senyum.
"Baiklah untuk semua Dokter yang telah bekerja keras dan telah bertahan sampai bisa selamat dan kembali ke Jakarta. Kami akan memberikan apresiasi untuk usaha kalian," ucap salah seorang Dokter yang sudah tua yang sepertinya seorang profesor.
Prok-prok-prok.
Mereka langsung mendapatkan tepuk tangan yang meriah.
"Namun sebelum itu kita tunggu dulu pimpinan rumah sakit yang akan memberikan penghargaan untuk mereka semua," ucap Dokter tersebut.
Krekkkk.
Pintu terbuka yang ternyata yang di tunggu-tunggu telah tiba yang pasti Davin dan Altarik juga ikut kali ini.
"Tuan Altarik, tuan Davin, mari silahkan," ucap profesor yang mempersilahkan Davin dan Altarik.
"Tuan Altarik, Terima kasih sudah berkunjung kerumah sakit kami untuk yang ada di sini saya perkenalkan tuan Altarik ini adalah ayah dari tuan Davin," jelas profesor itu dengan singkat.
"Oh jadi itu papanya dari pak Davin. Wau aku harus mencuri perhatiannya. Agar bisa dekat dengannya dan dia suka padamu dekat dengan Davin," batin Bella yang sudah punya strategi untuk memikat hati Altarik.
Bersambung
__ADS_1