
Mentari pagi kembali tiba. Kayra bersama keluarga Davin sarapan bersama.
"Tadi malam Brian tidur di mana?" tanya Zoy.
"Tidur tempat mama dan papa," jawab Brian dengan apa adanya.
"Oh iya benarkah. Kenapa tiba-tiba pindah bukannya Brian ingin mengatakan tidur di tempat Tante Zoy?" tanya Zoy.
"Hehehe Tante Zoy seperti tidak tau atau pura-pura lupa. Bukannya Tante Zoy sendiri yang mengatakan itu pada Brian yang menyuruh Brian untuk tidur di kamar mama dan papa," jawab Brian yang lagi-lagi membongkar apa uang telah di katakan Zoy.
"Oh jadi semua ini gara-gara kamu Zoy," sahut Davin dengan tersenyum miring dengan melihat kelakuan Zoy yang tau siapa yang mengajari putranya
"Tidak, Issss kamu ya Brian pake bawa nama Tante segala, kamu ini benar-benar ya," sahut Zoy dengan kesal.
"Memang iya kok," sahut Brian.
"Kamu ya Zoy," sahut Davin.
"Sudah-sudah jangan di ributkan masalah itu, kamu juga Zoy semakin lama semakin jahil aja," sahut Altarik.
"Papa, mama kalau tidak mau Brian ganggu bagaimana kalau mama dan papa pergi bulan madu saja," ucap Brian.
"Hey Brian kamu ini tau dari mana bahasa seperti itu?" tanya Mesya dengan santainya Brian menunjuk Zoy. Lagi-lagi Zoy si biang keroknya yang mengajari anak Davin dan Kayra yang tidak-tidak.
"Zoy kamu ini benar-benar ya," tegur Oma.
"Tidak seperti itu Oma," sahut Zoy masih mengelak.
"Udahlah kak Zoy nggak usah bohong. Kakak kan memang dekat dengan Brian dan pasti sering mengajari ilmu-ilmu yang tidak-tidak untuk Brian," sahut Giselle.
"ilmu-ilmu apa kamu juga jangan menambah- nambahi," sahut Zoy.
"Sudah-sudah jangan bertengkar. Ayo kita sarapan lagi," sahut Oma.
Kayra dan Davin saling melihat dengan mereka yang sama-sama tersenyum sepertinya dari mata kedua orang itu setuju dengan apa yang di katakan oleh Brian. Mereka berdua memang harus merencanakan bulan madu. Walau kadang Brian suka bicara yang menyeleweng namun idenya sangat bisa di terima dengan baik.
*********
"Kak Davin!" panggil Zoy saat Davin ingin memasuki mobil.
"Ada apa Zoy?" tanya Davin yang tidak jadi masuk mobil.
__ADS_1
"Zoy mau tanya sesuatu boleh?" tanya Zoy.
"Ya mau tanya apa. Tanya aja," sahut Davin dengan dahinya yang mengkerut.
"Hmmm, begini kak Davin. Kak Davin kan dekat dengan Dion. Aku mau tanya tentang wanita yang bernama iren yang setuaku wanita yang sejak dulu dekat dengan Dion dan mereka bertunangan dan menikah juga," tanya Zoy yang menyampaikan apa yang ingin di sampaikannya.
"Tumben sekali kamu menanyakan hal itu?" tanya Davin.
"Aku hanya ingin tau saja tentang wanita itu," sahut Zoy.
"Kenapa ingin tau sekarang kenapa tidak sejak dulu. Bukannya dari dulu kamu juga tau mengenai dia yang bersama Dion dan kenapa harus sekarang ingin tau tentang wanita itu?" tanya Davin.
Zoy menghela napasnya dengan panjang kedepan, "ya sudahlah kalau kak Davin tidak mau memberitahu. Ya tidak apa-apa," sahut Zoy yang akhirnya menyerah dan berbalik badan yang ingin meninggalkan Davin. Namun Davin menahan tangannya membuat Zoy kembali melihat Davin.
"Kakak ingin bertanya sesuatu pada kamu," ucap Davin yang malah bertanya dan padahal pertanyaannya belum terjawab sama sekali.
"Bertanya apa?" tanya Zoy.
"Perasaan kamu kepada Dion seperti apa?" tanya Davin.
"Aku tidak bisa menjawabnya," jawab Zoy apa adanya.
"Baiklah, kamu yang tau dan tanpa kamu beritahu kakak juga sudah tau bagaimana perasaan kamu kepadanya," ucap Davin.
"Apa?" tanya Zoy.
"Bagaimana kamu bisa meyakini jika wanita itu adalah yang dekat dengan Dion dan kamu juga meyakini jika wanita itu menikah dengan Dion. Apa kamu melihatnya dan apa Dion mengatakan hal itu kepada kamu?" tanya Davin.
"Dion menolakku dua kali dengan alasan yang sama dengan tidak bisa bersamaku," sahut Zoy.
"Apa dia mengatakan alasannya karena ada wanita lain?" tanya Davin. Zoy terdiam yang sebenarnya sejak dulu Dion tidak pernah memberikan alasan seperti itu.
"Zoy kamu yang menyimpulkan alasan sendiri. Kamu sendiri yang mengatakan hal seperti itu. Kamu sendiri punya pemikiran seperti itu dan tanpa mencari tau apa yang sebenarnya terjadi," ucap Davin.
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Zoy yang hanya ingin langsung tau. Davin tersenyum tipis mendengarnya dan mengusap bahu sang adik.
"Mungkin ini saatnya kamu harus mengetahuinya," ucap Davin yang tersenyum dan langsung pergi dari hadapan Zoy yang langsung memasuki mobil yang membuat Zoy bingung dengan kata-kata kakaknya.
"Kenapa penuh misteri kenapa tidak mengatakan langsung saja. Isssss kak Davin benar-benar ya," batin Zoy dengan kesal yang lagi-lagi tidak akan tau apa yang telah terjadi dan membuatnya hanya akan kesal saja.
Davin hanya memberikan petunjuk yang membuatnya penasaran. Sama saja dengan jawaban yang di katakan Dion dan bagaimana dia tidak kesal.
__ADS_1
***********
Rumah sakit.
Kayra sedang berjalan bersama dengan Anggi di koridor-koridor rumah sakit.
"Aku kelas kaget dengan kamu dan pak Davin ternyata suami istri. Kamu bilang sudah bercerai," ucap Anggi yang baru bisa membahas masalah itu dengan Kayra.
"Aku tidak pernah mengatakan kami bercerai. Hanya saja berpisah sementara ya dengan Maslaah yang aku juga tidak mungkin katakan pada kamu karena ceritanya bisa penuh 1 buku tebal," ucap Kayra.
"Baiklah, yang penting sekarang kamu sama pak Davin sudah baik-baik saja dan Brian juga bisa bersama mama dan papanya. Itu jauh lebih baik hanya saja jadi lucu," ucap Anggi.
"Lucu kenapa?" tanya Kayra.
"Kamu apa lupa. Jika aku itu berusaha untuk menjodohkan kamu dengan pak Davin. Eh tau-tau ternyata Pak Davin suami kamu. Jadi bagaimana tidak lucu," ucap Anggi dengan tertawa yang Kayra juga ikut tertawa.
"Tidak apa-apa Anggi. Hitung-hitung buat kita bahagia," sahut Kayra.
"Pasti kamu menertawakanku kan saat aku menjodohkan kamu dengannya!" tebak Chandra.
"Tidak juga," sahut Kayra.
"Tolong Dokter, tolong tangani anak saya," tiba-tiba langkah mereka terhenti ketika melihat seorang wanita yang memohon pada Dokter dan ternyata wanita itu adalah Pricilla.
"Pricilla," lirih Kayra.
"Kasian sekali dia!" ucap Anggi tiba-tiba.
"Kenapa?" tanya Kayra.
"Putrinya sedang sekarat yang kamu tau tidak yang punya masalah pada kanker dan juga setelah di periksa dia juga mengalami kanker tulang sumsum belakang dan butuh donor. Selain ada permasalahan biaya yang sangat besar aku juga dengar kalau wanita itu tidak punya suami dan anaknya tidak bisa mendapatkan donor. Dia juga baru di bebaskan dari penjara karena simpatik dengan anaknya. Ya aku tidak tau masalahnya apa," jelas Anggi.
Kayra dan Davin memang sepakat untuk membebaskan Pricilla karena alasan kemanusiaan yang penting Kayra dan Davin sudah saling tau dan saling percaya. Mereka juga tidak tega dengan anak kecil yang sedang sakit parah dan pasti butuh ibunya.
"Memang sekarang siapa yang menangani Cika?" tanya Kayra. Semenjak kejadian itu Kayra memang lepas tangan dan menyerahkan pada Dokter lain.
"Dokter tari. Tapi kamu tau sendiri Dokter Tari juga pasiennya banyak dan anaknya butuh penanganan serius dan mereka juga keterbatasan biaya," jawab Anggi.
Kayra menghela napasnya dengan terus melihat Pricilla yang memohon.
"Sebenarnya siapa ayah Cika. Jika Pricilla memberitahunya. Mungkin ini bisa menyelamatkan Cika. Karena sangat di butuhkan donor tulang sumsum untuk Cika. Pricilla kamu sebenarnya ingin apa tidak anak kamu sembuh. Aku bisa melihat kamu sangat takut kehilangannya dan itu juga alasanku dan Davin membebaskan kamu. Tetapi seharusnya kamu harus berusaha sendiri demi anak kamu," batin Kayra yang pasti simpatik dengan kondisi yang di alami Cika. Ya Kayra lebih kasihan kepada Cika dari lada Pricilla.
__ADS_1
Bersambung