Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 40 akhirnya keluar


__ADS_3

" Hmmm, mau aja menikahi wanita yang banyak kurangnya itu. Apa tidak ada wanita lain di dunia ini," tambah Joy lagi semakin sewot.


" Kurang dari mana. Perfect seperti itu di bilang kurang. Kalau saja di dalam club ada wanita malam seperti Kayra. Aku akan memakainya setiap hari, kenapa adikku ini sangat bodoh tidak tau mana yang perfect sama yang biasa aja," Batin Lian punya penilaian sendiri terhadap Kayra memang wanita yang di idolakan ya sejak melihat wanita itu pertama kali.


" Jangan di ributkan masalah yang tidak penting. Sebentar lagi mereka juga akan turun. Mereka sudah suami istri dan juga baru menikah. Pasangan seperti itu biasa berlama-lama di kamar," sahut Oma yang juga berpikiran positif.


" Aku sama mas Altarik juga sudah menikah mah. Tapi aku tidak pernah bangun siang. Apa lagi mama menunggu kami sarapan. Kami yang selalu menunggu mama dan Kayra lihatlah selalu menjadi yang harus di tunggu. Sudah seperti ratu saja," sahut Mesya.


" Mesya, kamu tidak dengar apa kata saya. Kamu dan Altarik menikah sudah lama dan sudah mana mungkin kalian masih betah di kamar lama-lama. Jadi jangan samakan dengan kalian dan juga Davin. Mereka masih pengantin baru," tegas Oma Elisabeth. Mesya hanya diam dan tidak berkutik lagi dan hanya mengumpat di dalam hatinya.


" Kita mulai saja sarapannya jangan ribut terus," sahut Oma Elisabeth. Yang lainnya pun mengangguk dan melanjutkan sarapan mereka.


Di mana Davin dan Kayra ternyata tertidur di kamar mandi. Semalaman mereka hanya tidur di atas lantai bersandar di dingding dengan posisi Kayra yang berada di pelukan Davin. Davin yang merangkul bahu Kayra dengan kepala Kayra yang begitu nyaman di dada bidang Davin.


Ya mau tidak mau mereka memang harus tidur di kamar mandi. Karena tidak ada yang membuka pintu dari malam dan sampai pagi ini.


*********


Pricilla berada di dalam mobil yang duduk di kursi penumpang. Di mana mobil itu berhenti di depan rumah besar yang pagarnya yang menjulang ke atas itu. Priscila tampak sedang menelpon dengan wajahnya yang yang terlihat begitu gelisah.


" Kenapa Davin tidak mengangkat telponku sedari tadi aku menelponnya?" batin Pricilia terus menghubungi Davin sembari matanya melihat ke arah rumah itu yang di depan pagar ada penjaganya juga.


" Apa dia sudah kekantor? Aku tidak mungkin masuk kedalam," Pricilla kebingungan sendiri yang harus berbuat apa. Karena Pricilla juga tidak memungkinkan untuk memasuki rumah itu.


" Sebaiknya aku kekantornya saja. Siapa tau dia sudah di sana dan lagian jika tidak ada Davin di sana. Aku bisa tanya Reyhan. Karena Reyhan pasti tau di mana Davin. Sekalian aku juga minta nomor handphone Reyhan. Sulit sekali tidak menyimpan nomor Reyhan," batin Pricilla yang berhenti menghubungi Davin.


" Pak kita ke Perusahan Flyknit saja!" titah Pricilla pada supirnya.


" Baik non," sahut supir dan langsung menjalankan mobil itu.


*********


Karena Davin dan Kayra tidak kunjung keluar kamar juga dan tadi pelayan yang berbeda kembali kekamar untuk memanggil-manggil. Tetapi tetap tidak ada sahutan yang akhirnya Oma Elisabet turun tangan.

__ADS_1


" Apa sudah bangun mereka?" tanya Elisabet.


" Belum nyonya," jawab pelayan.


" Paling juga masih tidur," sahut Mesya.


" Shuttt!" tegur Altarik.


" Sudah kamu kembali bekerja saja. Biar saya yang mengurusnya!" ucap Elisabeth mengambil alih untuk menyelesaikan semuanya.


" Baik nyonya," sahut pelayan menundukkan kepalanya dan langsung pergi.


" Kenapa mereka belum bangun juga. Apa keracunan," celetuk Elisabeth asal bicara yang memegang kenopi pintu dan untungnya pintunya tidak kunci. Dengan perlahan Elisabeth membuka pintu melihat ke dalam dan ternyata tempat tidur itu kosong.


Elisabeth membuka lebar pintu membuat Altarik, Mesya, Joy, Lian dan Gisella pun ikut melihat masuk kedalam dan juga heran kamar itu terlihat kosong.


" Kemana mereka?" tanya Giselle heran.


Elisabeth pun masuk pertama kali dan di ikuti yang lainnya yang ikut masuk. Mereka melihat di sekitar arah dan tidak menemukan Kayra atau Davin.


" Mobilnya ada di depan kok mana mungkin pergi," sahut Lian.


" Davin Kayra!" panggil Oma, " di mana kalian, Davin, Kayra!" Oma terus memanggil-manggil.


Oma pun langsung menuju kamar mandi dan melihat kenopi pintu kamar mandi lepas di bawah.


" Apa mereka ada di dalam," batin Oma yang menduga-duga.


Tok-tok-tok-tok.


" Davin, Kayra, kalian ada di dalam, Davin, Kayra, buka pintunya!" Oma memanggil-manggil lebih keras sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


Suara Oma yang sedikit berisik mampu membuat Davin dan Kayra sama-sama terbagun dengan sedikit tersentak. Davin dan Kayra sama-sama menggerakkan mata mereka, sama-sama mengerjapkan nya dan ketika mata itu sama-sama terbuka Davin dan Kayra sama-sama saling melihat.

__ADS_1


Kayra atau Davin sama-sama melotot ketika menyadari posisi tidur mereka yang nggak banget yang seperti pasangan suami istri yang saling mencintai.


" Aaaaaaaa!!!!!!!" teriak Kayra dan Davin heboh sendiri dan langsung berjauhan karena merasa geli sendiri yang sudah tidur berdekatan.


" Kau ngapain peluk-peluk aku. Cari-cari kesempatan!" teriak Kayra menuduh Davin.


" Eh, kau pikir aku sudi memeluk-meluk mu hah! Aku tau kau yang cari-cari kesempatan nempel-nempel," sahut Davin tidak kalah marahnya yang juga menuduh Kayra.


" Alah alasan, bilang aja mau modus," sahut Kayra yang tidak mau kalah dan terus menuduh Davin.


" Ck. Kau yang banyak alasan, aku tidak tertarik kepadamu dan tidak perlu modus padamu," sahut Davin menegaskan.


" Kayra Davin kalian ada di dalam!" Oma kembali memanggil setelah mendengar suara teriakan itu dan suara orang yang bertengkar.


" Iya Oma kami ada di dalam. Pintunya di kunci dari luar kami tidak bisa masuk, maksudnya keluar," sahut Kayra yang tidak kalah berteriaknya dari dalam dan Davin harus mendengar suara teriakan itu yang membuat telinganya langsung sakit.


" Udah ada orang, nggak usah teriak-teriak," tegur Davin.


" Biarin dari pada kau tidak mau usaha sama sekali," sahut Kayra dengan kesal.


Akhirnya Kayra dan Davin pun keluar dari kamar mandi setelah berhasil di bukakan pintu dari luar oleh keluarganya.


" Makasih ya Oma," ucap Kayra yang sudah keluar dari kamar mandi.


" Kalian kenapa bisa terjebak di dalam kamar mandi?" tanya Oma.


" Pintunya rusak Oma," sahut Davin.


" Makanya Davin jangan suka main-main di kamar mandi. Kayak nggak ada ruangan lain aja," celetuk Altarik dengan mengedipkan 1 matanya yang terlihat bermakna lain.


" Apaan sih. Nggak penting tau. Main-main apaan, emang aku anak kecil apa," sahut Davin kecil.


" Kalian bukan masih kecil. Dan yang kalian buat untuk menghadirkan dedek kecil," sahut Altarik yang menggoda lagi. Davin dan Kayra saling melihat dengan sama-sama geli.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2