
"Kayra tunggu!" panggil Davin yang berhasil menarik tangan Kayra yang menghentikan Kayra.
"Lepaskan! jangan menyentuhku," ucap Kayra kesal dengan melepas tangannya paksa, "ini rumah sakit jadi jaga sikapmu nanti Dokter-dokter itu kembali sewot padaku," ucap Kayra.
Mendengar kata-kata Kayra membuat Davin mengkerutkan dahinya, "Dokter mana lagi maksudnya?" tanya Davin benar-benar pusing dengan banyaknya teori Kayra.
"Ya banyaklah. Makanya jangan pecicilan dengan semua orang, suka tebar pesona," ucap Kayra marah-marah.
"Kayra kau itu sebenernya marah kenapa. Karena Pricilla atau dengan teori yang baru itu lagi?" tanya Davin yang lama-kelamaan kesalahannya semakin di tambah-tambahi.
"Ya semuanya. Kau itu selalu seperti itu. Suka cari perhatian. Tidak bisa hanya dengan satu wanita saja," ucap Kayra kesal.
"Oh jadi ceritanya sekarang cemburu," sahut Davin dengan menaikkan 1 alisnya yang melihat wajah Kayra yang memerah.
"Untuk apa juga aku harus cemburu. Kau itu jangan kepedean. Sekarang kau urus saja masalah mu dengan Pricilla. Kau lihat dan dengar sendiri apa yang di katakannya dan kau juga melibatkan anak yang kau tinggalkan," ucap Kayra yang kembali kepada topik utama.
"Itu bukan anakku Kayra!" tegas Davin tetap dengan jawabannya yang sama
"Davin kau masih tidak mau mengakuinya. Kau tidak melihat anak itu begitu bahagiannya saat Pricilla mengatakan kau papanya dan itu eksperesi yang pernah terlihat di wajah Brian. Dan kau bisa-bisanya tidak mengakui anak itu. Kenapa kau tidak bisa bertanggung jawab Davin?" tanya Kayra yang begitu kesal dengan Davin.
"Aku sudah mengatakan itu bukan anakku dan ini pertama kalinya aku bertemu dengannya dan kau seharusnya bisa melihat apa aku dan anak itu ada kemiripan. Tidak ada Kayra. Bahkan feeling pun tidak ada yang aku rasakan. Sangat berbeda dengan Brian saat pertama kali aku bertemu dengannya," ucap Davin menjelaskan dengan lembut.
"Masalah kemiripan tidak mesti harus mirip denganmu baru menjadi anakmu dan masalah feeling hanya kau yabg bisa merasakannya yang mungkin kau sedang membohongi dirimu sekarang ini," ucap Kayra .
"Aku tidak membohongi siapa-siapa dan itu adalah kebenarannya. Jika anak itu bukan anakku. Sepengetahuan mu aku laki-laki brengsek. Tapi perlu kuingatkan sekali lagi padamu. Aku tidak pernah tidur dengan Pricilla dan wanita manapun saat kau sah menjadi istriku," tegas Davin. Kayra tidak menanggapi lagi dan mengalihkan tatapannya kesamping yang seolah malas melihat Davin.
Mau percaya kata-kata Davin. Nyatanya ada. Kayra tidak bisa berpikir untuk hal itu.
__ADS_1
"Kayra percayalah padaku," ucap Davin.
"Bagaimana aku bisa percaya Davin. Cika itu anak yang tidak tau apa-apa. Dia juga sakit dan dia sangat bahagia saat tau siapa ayahnya dan kamu menyuruhku untuk percaya. Lalu aku percaya dan kita bersama demi Brian. Dan kamu anak itu akan di telantarkan. Aku seorang wanita Davin. Apa kamu ingin membuatku menjadi sangat jahat yang tega berbahagia di atas anak yang tidak tau apa-apa dan sekarang sedang sakit. Aku manusia Davin dan aku tidak sejahat itu," ucap Kayra.
"Untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut dan kamu percaya padaku. Kita akan melakukan tes DNA," ucap Davin yang langsung mengambil keputusan.
"Maksud kamu?" tanya Kayra.
"Bukannya hanya tes DNA yang akan menentukannya dan akan membuktikan. Jika Cika anak yang kamu katakan sebagai anakku bukan anakku dan Pricilla. Karena aku tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka," tegas Davin yang mengambil jalan solusi untuk menghadapi masalah itu.
Kayra terdiam yang memang hanya cara tes DNA yang akan membuktikan jika Cika anak Davin atau tidak.
"Aku akan buktikan pada kamu. Cika bukan anakku dan aku rasa kamu harus menepati janji kamu. Jika apa yang aku katakan benar," ucap Davin dengan serius. Kayra hanya diam dan Davin langsung pergi dari hadapan Kayra setelah merasa cukup untuk berbicara.
"Aku juga sangat berharap. Jika Cika memang bukan anak kamu Davin. Tapi aku juga tidak tega melihat anak sekecilnya harus mengalami hal ini," batin Kayra dengan wajahnya yang senduh.
"Davin kamu mau bawa aku kemana? lepaskan aku Davin! Davin!" Pricilla teriak-teriak dengan tangannya yang di tarik Davin sampai akhirnya berada di tempat sepi yang masih di rumah sakit yang mana Davin melepas kasar tangan Pricilla dengan mereka yang berdiri saling berhadapan.
"Kamu ini apa-apaan sih. Sakit tau," umpat Pricilla mengusap-usap pergelangan tangannya.
"Bukan hanya tangan kamu yang sakit. Tapi juga pikiranmu,"desis Davin.
"Apa maksud mu?" tanya Pricilla.
"Semua dramamu. Apa lagi yang kamu lakukan dengan semua drama yang kamu ciptakan ini. Apa kamu belum puas dulu menghancurkan segalanya dan sekarang muncul kembali saat Kayra juga kembali dan kamu mencipta kebohongan yang luar biasa," ucap Davin dengan geleng-geleng yang tidak percaya dengan Pricilla dengan drama yang di ciptakannya.
"Kebohongan apa Davin. Cika itu memang sakit. Dia tidak pura-pura sakit. Aku tau dulu aku pura-pura sakit dan aku menyadari itu karma padaku dengan anak kita yang akhirnya sakit parah," ucap Pricilla dengan matanya berkaca-kaca.
__ADS_1
"Aku tidak bertanya masalah sakitnya!" teriak Davin, "aku tidak peduli dia sakit atau tidak. Yanga aku katakan kepadamu. Kenapa kau menciptakan kebohongan. Jika dia anakku," tegas Davin dengan suaranya yang marah-marah.
"Itu bukan kebohongan. Tetapi itu kenyataan. Cika memang anakmu darah dagingmu," tegas Pricilla.
"Hentikan omong kosong mu. Kapan aku melakukannya dengan mu. Kita tidak pernah berhubungan Pricilla!" tegas Davin.
"Kau melupakannya Davin. Kau melupakan semuanya. Apa aku harus mengingatkan mu semuanya. Bagaimana kita melakukannya di rumah sakit saat aku sakit dan Kayra masih ada saat itu di mana dia masih istrimu dan dia belum pergi. Apa kau lupa," ucap Pricilla.
"Tutup mulutmu Pricilla, kau jangan mengada-ada. Aku tidak pernah menyentuhmu sama sekali dan asal kau tau dalam pernikahan ku dan Kayra. Tidak sekalipun aku menghiyanatinya. Jadi jaga bicara mu," tegas Davin dengan dengan menunjuk tepat di wajah Pricilla.
Davin sudah begitu emosi dengan perkataan Pricilla yang semakin kemana-mana.
"Aku peringatkan kepadamu berhenti bersandiwara. Aku mengampunimu saat itu. Saat kau berhasil menghancurkan pernikahan ku dan Kayra. Tetapi kali ini aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Aku tidak memberikan kesempatan kepadamu lagi. Dan untuk memperjelas semuanya aku akan melakukan tes DNA pada anak yang kau katakan anakku," tegas Davin.
Mata Pricilla melotot mendengarnya di mana Davin akan melakukan tes DNA.
"Davin apa maksud mu?" tanya Pricilla.
"Kau tidak tuli dan apa yang aku katakan adalah kebenarannya. Aku akan melakukan tes DNA," tegas Davin.
"Kau sanggup melakukan itu pada anakmu sendiri," sahut Pricilla.
"Aku sudah mengatakan jangan omong kosong. Tunggu saja hasilnya," tegas Davin yang akhirnya pergi dari hadapan Pricilla.
"Davin! Davin!" panggil Pricilla. Namun Davin tidak mendengarnya sama sekali dan tetap pergi.
"Arghh, sial," umpat Pricilla dengan penuh emosi.
__ADS_1
Bersambung