Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 174


__ADS_3

Pintu terbuka silahkan masuk.


Jam 6 pagi Kayra baru pulang kerumah. Setelah melakukan operasi dan operasinya berhasil Kayra langsung pulang kerumah untuk melihat putranya.


Hufffff


Tarikan napas panjang dari Kayra menggambarkan betapa lelahnya dia. Kayra duduk di sofa dengan memijat-mijat belakang lehernya yang terasa pegal.


Ceklek.


Pintu kamar Brian terbuka membuat Kayra melihat ke arah sana.


"Papa!" lirih Kayra.


"Kamu baru pulang?" tanya Aris menghampiri dapur.


"Iya pah, tadi malam ada operasi mendadak dan tidak ada Dokter di sana. Jadi Kayra mau tidak mau harus ke rumah sakit," jawab Kayra.


Aris menuangkan air putih kedalam gelas dan langsung menghampiri Kayra memberikan pada putrinya itu.


"Makasih pah," ucap Kayra. Aris mengangguk dan langsung duduk.


"Papa kapan datang?"tanya Kayra.


"Tadi malam juga papa datang. Lain kali kalau kamu ada operasi mendadak. Kamu telpon papa biar papa temani Brian," ucap Aris.


"Tidak usah pah. Kayra tidak ingin merepotkan papa," sahut Kayra.


"Kayra kamu ini seorang Dokter dan juga seorang ibu. Papa sangat mengerti dengan kesibukan kamu yang tidak menentu. Jadi biarkan papa yang menjaga Brian. Biar nanti Brian tidak merasa kesepian. Selama ini Brian tidak pernah mengeluh. Tetapi nanti percayalah dia akan mengeluh," ucap Aris.


"Iya pah. Tapi papa juga jangan memaksakan diri untuk menjaga Brian," sahut Kayra yang hanya tidak ingin membuat sang papa repot.


"Tidak ada yang memaksakan diri. Brian itu cucu papa dan sudah sewajarnya menjaganya," sahut Aris.


"Makasih pah," sahut Kayra.


"Sebaiknya kamu istirahat. Kamu pasti capek. Biar papa yang urus Brian ke sekolah," ucap Aris yang mengambil alih tugas Kayra.


"Maaf merepotkan papa," ucap Kayra.


"Tidak apa-apa. Istirahat sana!" suruh Aris. Kayra menghela napasnya dan langsung menuju kamarnya untuk beristirahat karena dia memang begitu lelah.


********


Brian sudah bangun dan sudah memakai seragam sekolahnya yang sekarang sedang sarapan dengan telor mata sapi buatan kakeknya dan pasti di dampingi dengan buah-buahan.


"Ini masukkan untuk bekal Brian," ucap Aris yang tidak lupa membuatkan bekal untuk cucunya.


"Makasih kakek," sahut Brian yang memasukkan ke dalam tasnya.


"Kalau sudah selesai sarapan. Ayo buruan kita pergi ke sekolah. Nanti telat," ucap Aris.

__ADS_1


"Baik kakek. Brian pamit dulu sama mama," sahut Brian yang langsung turun dari kursinya dan berlari kekamar Kayra. Aris geleng-geleng dan masih sempat membereskan bekas makan Brian. Karena dia tidak ingin Kayra bangun-bangun harus bekerja mengurus rumah lagi.


Brian masuki kamar Kayra dan Kayra tertidur dengan lelap. Brian masuk dengan mengendap-endap yang takut sang mama bangun.


"Mama Brian ke sekolah dulu. Mama jangan capek-capek ya dan rawat pasien dengan baik," ucap Brian dengan suara berbisik. Setelah itu Brian mencium pipi Kayra.


"Dadaaaa mama," ucap Brian yang langsung pergi dengan langkah yang tidak boleh terdengar. Takutnya nanti mamanya bangun. Brian anak yang sangat pengertian dia tau sang mama sangat sibuk dalam menjalankan tugasnya. Dia juga kadang kasihan pada mamanya. Makanya dia tidak pernah rewel atau menuntut hal lain.


************


Rumah sakit Cendrawasih.


Kayra yang berada di meja kerjanya yang sibuk dengan beberapa data-data hasil pasien. Ruangan yang besar dan pasti bukan hanya meja Kayra yang ada. Ada beberapa meja-meja Dokter lain yang pasti sama-sama specialis sepertinya


"Baru tiba Kayra!"tanya salah satu Dokter wanita yang menduduki kursinya setelah mengambil air mineral dari despenser.


"Iya Anggi," jawab Kayra


"Tadi malam ada operasi mendadak ya?" tanya Anggi.


"Iya Dokter Haikal lagi berhalangan. Jadi mau tidak mau aku yang menggantikannya," jawab Kayra.


"Huhhhhh, memang menjadi Dokter tidak semudah yang kita bayangkan. Dulu aku sangat bercita-cita ingin menjadi Dokter yang sepertinya sangat menyenangkan. Tetapi ternyata saat di jalani. Aku tidak tau apa aku bisa menjadi manusia normal," ucap Anggi dengan bersandar pada kepala kursi.


"Kenapa bicara seperti itu?" tanya Kayra.


"Ya seperti yang sering terjadi. Sudah pulang dari rumah sakit. Belum tentu namanya selesai bekerja. Bisa saja kita akan di panggil tiba-tiba dan jika liburan belum tentu liburan. Terkadang mendapat Insiden dan tugas sebagai Dokter tidak bisa tertutupi," jawab Anggi.


"Iya sih menjalani. Makanya aku tidak berani untuk berumah tangga. Karena pasti akan ada konflik dalam pekerjaan kita. Tidak jauh-jauh. Kamu aja harus sendirian mengurusi Brian dan aku tidak membayangkan bagaimana kamu menghadapi semuanya," ucap Anggi dengan mengangkat ke-2 bahunya.


"Seperti yang aku katakan. Aku hanya menjalaninya dan Alhamdulillah Brian sampai saat tidak mempermasalahkan hal itu," sahut Kayra.


"Kayra apa jangan-jangan kamu berpisah dari suami kamu. Karena kesibukan kamu ya," ucap Anggi tiba-tiba membuat Kayra melihat serius temannya yang menyinggung masala privasinya.


"Aku berpisah sebelum menjadi Dokter. Jadi itu itu tidak ada hubungannya," sahut Kayra mencoba untuk tenang dalam menjawab pertanyaan itu.


"Oh begitu. Oh iya Kayra. Kamu tau tidak kalau rumah sakit ini sudah pindah kepemilikannya," sahut Anggi yang tiba-tiba memberikan kabar.


"Oh iya. Aku baru tau beritanya," sahut Kayra yang cukup kaget.


"Katanya sih pengusaha muda yang menjadi pemiliknya. Namanya tidak asing di negara kita. Siapa ya. Aku lupa," sahut Anggi yang mengingat-ingat.


"Siapa pun pemiliknya. Yang penting kita tetap menjadi Dokter," sahut Kayra.


"Iya sih," sahut Anggi.


*********


"Ayo kakek cepat!" Brian menarik tangan Aris yang mana Brian tidak sabaran untuk menemui mamanya untuk melaporkan hasil gambarannya yang mendapatkan nilai tinggi di sekolahnya.


"Iya Brian sabar. Kakek sudah tua. Jangan ditarik-tarik. Nanti kakek encok," sahut Aris yang mengeluh.

__ADS_1


Brian mendengarnya tertawa dan terus menarik kakeknya memasuki rumah sakit. Di tempat yang sama ada Davin dan Reyhan yang berdiri sembari berbicara.


"Kamu lihat data-datanya dan Dokter, perawat dan semua petugas di rumah sakit ini," perintah Davin.


"Baik bos. Saya akan laksanakan apa yang bos perintahkan," sahut Reyhan. Davin menganggukkan kepalanya.


Brian dengan semangatnya yang menarik kakeknya tiba-tiba melihat Davin.


"Om baik!" teriak Brian membuat Davin kaget dan langsung melihat ke arah anak kecil yang memanggilnya. Davin tersenyum dan menghampiri Brian.


"Brian!" sapa Davin mengusap-usap pucuk kepala Brian.


"Om apa kabar?"tanya Brian.


"Baik," jawab Davin.


"Kakek ini Om yang Brian bilang kemarin," ucap Brian melihat kakeknya. Davin dan Aris saling melihat.


Davin melihat lama yang sepertinya berusaha mengingat-ingat siapa Pria itu. Begitu juga dengan Aris yang sangat lama melihat Davin.


"Davin," ucap Davin tersenyum mengulurkan tangannya. Aris tersenyum dan menyambut uluran tangan itu.


"Apa Om sakit?" tanya Brian yang membuat Davin dan Aris saling melepas jabatan tangan. Karena sedikit kaget.


"Tidak Brian," jawab Davin.


"Lalu kenapa ke rumah sakit?" tanya Brian.


"Om ada urusan. Brian sendiri?" tanya Davin.


"Menemui Bu Dokter," jawab Brian.


"Hmmm, Brian kita masuk ya. Bu Dokter sudah menunggu," sahut Aris yang sepertinya gelisah.


"Baik kakek," jawab Brian, "Om baik. Brian pergi dulu ya. Dada," ucap Brian melambaikan tangannya. Davin menganggukkan kepalanya dengan senyuman. Aris pun membawa cucunya pergi dan masih saling melihat dengan Davin yang ke-2nya merasa tidak asing.


"Bos ingat dengan pria itu?"tanya Reyhan tiba-tiba.


"Mengingat. Memang aku mengenalnya?" tanya Davin heran.


"Bos Pria itu kalau tidak salah dia itu papanya nona Kayra," ucap Reyhan membuat Davin terkejut. Dia memang merasa tidak asing dengan Pria itu.


"Kayra!" lirih Davin dengan debaran jantungnya yang berdebar hebat. Sudah 5 tahun nama itu tidak didengarnya dan sekarang di dengarnya lagi.


"Bos Davin," tegur Reyhan yang membuat Davin tersentak kaget karena melamun. Ketika mendengar nama Kayra.


"Bos baik-baik saja?" tanya Reyhan.


"Iya aku baik-baik saja," sahut Davin yang sebenarnya tidak baik-baik saja. Karena mengingat Kayra yang namanya di sebutkan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2