
Kayra terlihat memeriksa apakah Davin masih bernyawa atau tidak. Kayra semakin mendekatkan dirinya pada Davin. Dengan wajahnya yang sudah tepat di depan Davin dan tangannya melambai-lambai di depan wajah itu. Untuk memastikan keadaan Davin.
Davin seketika melotot membuat Kayra kaget dan juga sama-sama melotot seperti Davin. Namun Kayra kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh di atas tubuh Davin dengan wajah mereka yang saling berdekatan.
Deg
Jantung Kayra berdebar kencang dan wajahnya mendadak pucat saat berada dekat pada Davin. Tanpa ada jarak dengan napas yang saling menerpa. Ke-2 tangan Kayra berada di atas dada Davin. Yang mungkin Kayra juga bisa merasakan debaran jantung Davin.
Davin hanya melihat tingkah Kayra. Tidak ingin gugup di depan Davin yang akhirnya membuat Kayra ingin beralih dari tubuh Davin dengan menekan dada Davin. Agar bisa berdiri.
Namun Davin dengan langsung menahan Kayra dengan memeluk pinggang Kayra yang tidak bisa membuat Kayra pergi dari atas tubuh Davin dan benar-benar menindih tubuh Davin.
" Lepas! apa yang kau lakukan?" Kayra mendesak dengan berusaha untuk berdiri dengan menekan tangannya di dada bidang Davin yang terus berusaha untuk berdiri.
" Aku yang bertanya apa yang kau lakukan?" ucap Davin dengan suara seraknya.
" Apa yang aku lakukan? Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya memastikan kau masih hidup atau tidak," jawab Kayra dengan gugup dan masih berusaha untuk berdiri.
" Kau begitu khawatir kepadaku. Sampai harus memastikannya, atau itu hanya alasanmu saja, sebenarnya kau hanya ingin dekat-dekat denganku saja," ucap Davin dengan percaya dirinya.
" Najis," jawab Kayra dengan ketus.
Davin mendengus kasar mendengarnya, " jika tidak untuk itu. Lalu untuk apa. Apa kau ingin menciumku. Apa kau ketagihan dengan ciuman kemarin, ciuman pertamamu yang telah ku ambil," goda Davin.
" Aku tidak sudi melakukannya," jawab Kayra yakin.
" Benarkah! Lalu kenapa wajahmu begitu merah," goda Davin lagi.
" Jangan sembarangan. Wajahku biasa saja. Jadi kau jangan kepedean jadi orang. Sekarang lepaskan aku! Aku harus buru-buru. Aku mau kerja," ucap Kayra dengan kesal.
" Kalau aku tidak mau bagaimana?" tanya Davin dengan menggoda Kayra, " kau sudah mengusik tidurku Kayra, membuatku tidur tidak nyaman di sini dan sekarang kau mengganggu ku. Jadi mana bisa seenaknya kau kau pergi begitu saja," ucap Davin dengan tersenyum nakal.
" Apa maumu, jangan macam-macam kepadaku!" ucap Kayra menekan suaranya.
" Aku ingin mengembalikan ciuman pertama yang aku ambil tadi malam," bisik Davin. Membuat Kayra melotot.
__ADS_1
" Jangan kurang ajar kau. Awas kalau kau melakukan itu," geram Kayra yang mendadak panik.
" Aku memang akan melakukannya," ucap Davin yang santainya minta ampun yang mendekatkan wajahnya pada Kayra dan Kayra panik yang mendadak pucat.
Bruk.
Tiba-tiba pintu kamar mereka di buka dengan cepat dan ternyata Oma yang membukanya. Melihat pemandangan itu Oma langsung mengalihkan pandangannya. Davin yang nelihat Omanya mendengus kasar yang tau Omanya pasti sedang memata-matainya.
Kayra mengambil kesempatan untuk bangkit dari atas tubuh Davin.
" Oma," ucap Kayra gugup dengan Merapi-rapikan rambutnya.
" Hmmm, Oma hanya heran kenapa kalian belum turun," ucap Oma dengan salah tingkah. Sementara Davin sudah duduk.
" Maaf Oma, sebentar lagi. Aku dan Davin akan turun," ucap Kayra dengan gugup.
" Baiklah Oma tunggu di bawah," sahut Oma yang ingin pergi.
" Oma!" Panggil Davin membuat Oma tidak jadi pergi.
" Cucu Oma ini tidak sudah menikah. Jadi sebaiknya kalau mau masuk, pintu di ketuk dulu jangan sembarangan masuk yang nantinya Oma akan melihat aku dan istriku telanjang," ucap Davin. Kayra mendnegarnya tercengang kaget.
" Hmmm, baik. Kalian lanjutkan apa yang belum kalian lanjutkan," sahut Oma yang langsung pergi.
" Dia terus saja mencurigaiku," desis Davin dan melihat ke arah Kayra.
" Bicaramu sekali-kali sopan sedikit, Oma bisa berpikiran yang lain-lain," desis Kayra yang malah marah dan langsung memasuki kamar mandi.
" Itu lagi bicara tidak pernah lembut. Yang satu curigaan yang satu marah-marah terus. Lama-lama aku menghamilimu biar semua urusanku selesai," umpat Davin yang lama-kelamaan cara papanya bisa di jadikannya contoh.
Sementara Oma yang sudah di luar kamar membuang napasnya perlahan kedepan.
" Aku hanya berpikir yang tidak-tidak. Ya aku yakin dia tidak seperti itu. Hubungan mereka tidak ada yang mencurigakan. Bahkan di luar dugaanku. Mungkin karena Davin Pria dingin bertemu dengan Kayra yang sama dinginnya. Jadi mereka terlihat kaku saat di depan orang-orang. Tetapi kalau berduaan mereka pasangan yang romantis," batin Oma yang tersenyum dan langsung pergi.
Ya dia harus mengakui jika cucunya memang benar-benar menjalani rumah tangga. Padahal Davin hanya beruntung saja yang tertangkap dalam ke adaan seperti itu. Jadi paling tidak Omanya akan semakin yakin dengannya.
__ADS_1
**********
Akhirnya Kayra bisa sampai kekantor juga setelah melakukan banyak drama setiap paginya saat berasama Davin. Apa lagi saat tadi malam. Di mana Davin yang seenaknya mengambil ciuman pertamanya yang pasti membuat Kayra tidak bisa melupakan itu sampai dia harus memikirkannya saat duduk di bangku kerjanya.
" Stop Kayra apa yang kau pikirkan, stop memikirkan hal itu," Kayra geleng-geleng yang mengingat-ingat kejadian itu yang konsentrasinya hilang karena Davin yang suka-suka kepadanya.
" Argggghhh, jangan memikirkan hal itu lagi," Kayra mengacak-acak rambutnya frustasi sampai tidak menyadari, jika ada Aldo di depannya dan harus menyaksikan Kayra yang berprilaku aneh tersebut.
" Kayra!" tegur Aldo.
" Pak Aldo!" sahut Kayra yang buru-buru Merapi-rapikan rambutnya.
" Kamu kenapa?" tanya Aldo.
" Oh tidak pak, tidak apa-apa," sahut Kayra yang langsung berdiri. " Ada apa ya. Bapak memanggil saya?" tanya Kayra dengan gugup.
" Saya hanya mengingatkan kamu, nanti kita ada makan siang dengan klien," ucap Aldo.
" Oh, iya pa, saya ingat kok. Saya juga sudah menyiapkan semuanya," jawab Kayra.
" Ya sudah kalau begitu. Kamu kembali bekerja dan rambut kamu rapikan. Saya permisi dulu!" ucap Aldo yang pamitan.
" Iya pak," sahut Kayra menundukkan kepalanya.
" Aisss, kamu ini ya Kayra, benar-benar deh," desis Kayra memukul-mukul kepalanya yang memang mulai berat. Karena kurang tidur yang memikirkan perbuatan Davin yang senonoh kepadanya.
***********
Kayra dan bosnya Aldo akhirnya makan siang bersam dengan klien di salah satu Restaurant bintang 5. Kayra selalu mahir dalam berbicara pada klien pria tersebut yang sepertinya membuat klien mereka puas sampai terlihat tangan yang saling berjabatan di mana ke-3 orang itu sudah berdiri.
" Baiklah pak Aldo dan Bu Kayra. Saya permisi dulu. Untuk tanda tangan kontraknya nanti akan di urus sekretaris saya," ucap pria itu dengan tersenyum.
" Baik kalau begitu pak, kami menunggunya," sahut Aldo.
" Ya sudah. Kalau begitu saya permisi dulu," ucap Pria itu. Kayra dan Aldo mengangguk dan Pria itu langsung pergi.
__ADS_1
Bersambung