Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 91 Pertama kali masuk perusahaan baru


__ADS_3

Akhirnya Kayra pun memasuki kamar menyusul Davin. Saat memasuki kamar Kayra melihat Davin yang duduk di pinggir ranjang yang membuka sepatunya.


" Ibunya datang meminta uang, mengancam dan sekarang anaknya datang main tuduh sana sini. Dia pikir siapa dirinya, dasar keluarga menyusahkan," umpat Davin dengan kesal sembari membuka sepatunya yang mengoceh saja. Kayra menelan salivanya yang berdiri di depan pintu.


" Aku minta maaf," sahut Kayra.


Davin mengangkat kepalanya melihat ke arah Kayra, " kau minta maaf karena dia yang sudah membuat rusuh?" tanya Davin.


Kayra menggelengkan kepalanya, " aku minta maaf bukan karena hal itu. Tetapi karena aku sudah sempat berpikiran buruk dan merasa jika kau benar-benar melakukan hal itu. Padahal kenyataannya. Kau tidak melakukan semua itu," ucap Kayra.


" Yah, aku juga sempat kaget dengamu yang percaya begitu saja dan lagian kalau pun aku tidur dengan wanita lain di belakangmu yang pasti bukan dia yang kutiduri. Aku juga tidak mau mencari gara-gara dengan keluargamu yang penuh dengan drama," ucap Davin dengan ketus yang terus melanjutkan pekerjaannya.


Kayra hanya diam yang tidak bicara lagi.


" Aku lupa siapa yang aku nikahi. Kayra kau dan Davin hanya menikah secara kontrak saja. Walaupun dengan apa yang di katakannya benar atau tidaknya dia tidur dengan wanita siapa saja saat kami masih menikah. Seharusnya itu hal yang biasa bagimu. Kau tidak perlu merasa seperti apa-apa. Karena hubunganmu tidak sejauh itu kepadanya," batin Kayra. Belakangan ini Kayra benar-benar dilema dengan perasaannya.


" Kenapa kau masih berdiri di sana?" tanya Davin membuat Kayra membuyarkan lamunannya dan geleng-geleng kepala.


" Aku mau mandi dulu!" ucap Kayra langsung melangkah memasuki kamar mandi.


" Aneh! ya dia lagi yang paling aneh. Kenapa sih semua orang belakangan ini memang ada-ada saja?" desis Davin yang terlihat kesal.


Davin pun tidak mau memikirkan apa-apa dengan masalah yang banyak yang akhirnya Davin memilih untuk merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


*********


Setelah 1 Minggu cuti. Akhirnya Kayra menjadi karyawan baru di Perusahaan Davin. Perusahaan Xaler utama. Yang pucuk Perusahaan. Kayra pagi ini tidak berangkat bersama Davin. Karena Davin ada meeting dengan klien yang tidak satu arah dengan Kayra. Jadi Kayra di antar oleh Reyhan yang sekalian Reyhan akan menunjukkan di mana tempat Kayra bekerja.


" Ayo nona Kayra!" ucap Reyhan yang mempersilahkan Kayra berjalan.


" Reyhan!" panggil Kayra.


" Iya nona," jawab Reyhan.


" Hmmm, sebaiknya jangan memanggilku nona di sini," ucap Kayra.


Reyhan mengkerutkan dahinya, " kenapa?" tanya Reyhan.


" Hmmm, begini ini kan perusahaannya Davin dan aku masih baru di sini. Aku tidak mau orang-orang di sini akan bertanya-tanya siapa aku. Bukankah pernikahanku dan Davin tidak terlalu di ketahui publik. Jadi aku tidak mau ada isu-isu yang membuat rusuh nantinya. Jadi kamu panggil aku dengan biasa saja," jelas Kayra yang memang masih begitu canggung dengan situasi baru yang di hadapinya.

__ADS_1


" Tapikan Nona. Nona itu istri tuan Davin," sahut Reyhan.


" Ya walau seperti itu. Kalau di depan orang-orang kamu jangan berlebihan memanggilku seperti itu. Ya pokoknya kamu lihat situasi saja. Kamu mengertilah apa yang harus kamu lakukan," ucap Kayra.


" Hmmm, begitu rupanya ya sudah nona saya akan melihat situasi dalam hal itu. Karena jujur saya masih begitu canggung," ucap Reyhan.


" Iya saya mengerti," sahut Kayra.


" Ya sudah mari nona," Reyhan kembali mempersilahkan Kayra. Kayra mengangguk.


" Kayra!" tiba-tiba terdengar suara wanita yang membuat langkah Kayra terhenti dan melihat kearah suara tersebut yang ternyata adalah Pricilla.


" Pricilla!" lirih Kayra yang terkejut melihat Kayra. Pricilla tersenyum dan langsung menghampiri Kayra.


" Hey, kamu sudah pulang dari Dubai?" tanya Pricilla dengan ramahnya pada Kayra.


" Sudah," jawab Kayra dengan datar.


" Bagaimana keadaan papa kamu?" tanya Pricilla.


" Baik-baik saja," jawab Kayra.


Kayra diam yang malah tiba-tiba mendadak panik yang tidak tau harus menjawab apa.


" Kebetulan mbak Kayra ini karyawan baru di perusahaan ini," sahut Reyhan mengambil alih untuk menjawab


" Benarkah!" sahut Pricilla dengan wajah terkejutnya. Kayra hanya mengangguk saja.


" Kamu di pindahkan?" tanya Pricilla. Karena Setaunya Kayra bekerja di anak perusahaan yang sepupunya sebagai pimpinannya.


" Iya," jawab Kayra datar.


" Ya ampun kita akan sering bertemu dong. Kalau kamu di sini," sahut Pricilla yang kelihatannya bahagia.


" Maksudnya?" tanya Kayra heran.


" Nona Pricilla ini juga bekerja di perusahaan ini, di mana ada sahamnya di perusahan ini dan juga terikat kerja sama dengan bos Davin," sahut Reyhan yang menjawab pertanyaan itu.


Mendengarnya Kayra terkejut ya bagaimana mungkin dia bisa satu pekerjaan dengan mantan dari suaminya dan mereka akan sering bertemu dan mungkin setiap hari.

__ADS_1


" Kayra aku benar-benar senang sekali, kamu di pindahkan kemari. Itu artinya kita akan menjadi teman dan kita akan sering mengobrol," ucap Pricilla dengan wajahnya yang begitu ceria dan Kayra hanya menanggapi dengan senyuman kaku.


" Kenapa kalian malah ada di luar!" tiba-tiba suara berat terdengar lagi membuat mereka melihat ke arah suara itu yang ternyata Davin yang berdiri di belakang Pricilla.


" Davin!" sahut Pricilla dengan semangatnya dan langsung memeluk Davin dan jelas pemandangan itu membuat Kayra tidak ingin melihatnya. Kalau di tanya cemburu pasti cemburu.


" Aku merindukanmu Davin," ucap Pricilla yang memeluk erat Davin dan Davin yang tiba-tiba merasa ada yang harus di jaganya melepas pelukan Pricilla darinya


" Kita sudah lama tidak bertemu dan aku sudah menjalankan hukumanku aku ingin meminta hadiah dari hukumanku," ucap Pricilla dengan begitu intimnya. Bicara dengan nada menggoda yang membuat jantung berdetak kencang dan begitu gusar.


" Jangan membicarakan itu Pricilla," sahut Davin.


" Kenapa?" kamu malu ya, aku menginginkanmu Davin," bisik Pricilla yang terang-terangan menunjukkan keromantisannya, membuat Kayra kemas dan tiba-tiba mendadak ingin terjatuh.


" Nona tidak apa-apa?" tanya Reyhan menahan tangan Kayra dan Davin panik yang ingin melangkah mendekati Kayra.


" Aku tidak apa-apa," sahut Kayra memegang kepalanya yang mendadak berat.


" Kayra kamu baik-baik saja?" tanya Pricilla.


" Hmmm, iya aku baik-baik saja," sahut Kayra yang berpura-pura tenang yang padahal ada yang terbakar di dalam sana yang sudah meledak-ledak dan Davin juga menunjukkan rasa khawatirnya pada Kayra. Tetapi tidak bisa melakukan apa-apa.


" Tapi aku melihat kau begitu pucat?" tanya Pricilla yang memang Kayra mendadak pucat dan memang tubuhnya terasa tidak enak.


" Aku tidak apa-apa. Mungkin aku hanya grogi saja. Karena ini pertama kali aku bekerja di sini," jawab Kayra yang berusaha tenang.


" Iya sih itu sangat wajar," sahut Pricilla.


" Iya," jawab Kayra tersenyum kaku.


" Mari nona ikut saya!" ajak Reyhan. Kayra mengangguk. Lebih baik dia pergi bersama Reyhan dari pada harus melihat kemesraan yang membuat hatinya merasa sakit.


Davin terus melihat punggung Kayra yang semakin jauh. Ada rasa khawatir bagi Davin yang melihat kondisi Kayra yang tiba-tiba seperti itu.


" Are you oke Davin?" tanya Pricilla.


" Iya," jawab Davin dengan suara beratnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2