Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 218


__ADS_3

Mendengar keluhan sang anak langsung Kayra benar-benar merasa bersalah yang berlari keluar rumah yang berada di taman yang mana Kayra langsung duduk di salah satu kursi dengan menutup wajahnya dengan ke-2 tangannya yang di pastikan Kayra sedang menangis karena terlihat dari postur tubuhnya.


"Maafkan mama nak. Mama tidak bisa menuruti permintaan kamu. Karena itu tidak mungkin terjadi. Mama mungkin bisa mengalah. Tetapi keadaan sudah berbeda. Karena papa kamu juga mempunyai anak dari wanita lain," ucap Kayra yang menangis sengugukan yang penuh kebingungan.


Posisi Kayra sangat sulit dia saat dia ingin mengalah ada saja yang terjadi dan sekarang dia semakin tidak bisa mengendalikan dirinya emosinya yang akhirnya terlampiaskan pada Brian sampai Brian mengalami semua ini yang pasti semua itu akan menjadi memori untuk Brian yang akan berpengaruh buruk pada mental Brian.


"Kayra!" terdengar suara Davin membuat Kayra langsung menyeka air matanya dan menoleh kebelakang yang mana ada Davin di sana. Kayra langsung berdiri.


"Kita sudah melihat efek yang kita lakukan sampai Brian seperti ini dan aku mengakui ini kesalahan ku," ucap Davin yang mengalah untuk hal itu.


"Ini memang kesalahan kamu. Ini alasan aku Davin untuk tidak memberitahu siapa Brian kepada kamu. Karena ini yang aku takutkan. Di mana kamu memberi harapan banyak untuk Brian. Kamu tidak pernah memikirkan hal ini. Kamu hanya memikirkan diri kamu sendiri," ucap Kayra yang kembali menyalahkan Davin.


"Kayra aku hanya berusaha semampuku untuk memperbaiki segalanya. Aku tidak berniat untuk melakukan apa-apa dan aku juga memikirkan kebahagiaan Brian dan juga kamu," tegas Davin.


"Cukup Davin. Kenapa kamu masih mengatakan omong kosong itu yang padahal kamu tau kalau kamu juga sedang meninggalkan seseorang anak," teriak Kayra.


"Kamu selalu saja menuduh. Aku memang buruk Kayra, masa laluku berantakan sampai aku tidak bisa mencegah kepergian kamu. Tetapi aku tegaskan kepada kamu semenjak kamu pergi aku tidak berhubungan dengan Pricilla apa lagi punya anak darinya!" tegas Davin.


"Jangan bohong Davin!" teriak Kayra.


"Cukup!" bentak Aris yang menghentikan 2 orang yang heboh dalam pertengkaran itu.


Kayra menghela napasnya mencoba menahan amarahnya. Davin juga dengan wajahnya yang memerah mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya yang mencoba menurunkan amarah nya.


"Pergi kalian berdua dari sini!" usir Aris benar-benar emosi melihat Davin dan Kayra.


"Kalian berdua ini orang yang dewasa, bisa-bisanya masih saja bertengkar. Kalian tidak melihat bagaimana Brian akibat ulah kalian hah! lihat apa yang terjadi!" ucap Aris marah-marah dengan bergantian melihat Kayra dan Davin.


"Aku minta maaf pah," sahut Davin.


"Tidak hanya bisa minta maaf Davin. Kamu sebagai seorang ayah seharusnya lebih memahami situasi. Jika menjadi api apa salahnya kamu sebagai air bukan malah menjadi bensin yang membuat semakin membara," ucap Aris.

__ADS_1


"Aku sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk Brian dan juga Kayra. Aku mengakui kesalahan ku di masa lalu dengan Kayra dan aku berusaha memperbaikinya. Tetapi aku juga tidak bisa menerima. Jika Kayra menuduhku yang tidak-tidak dan aku juga tidak bisa melihat bagaimana tindakannya belakangan ini kepada Brian," ucap Davin yang mencari pembelaan.


Dia tidak sepenuhnya salah dan dia juga berusaha untuk membela dirinya. Karena tidak merasa Kayra berlebihan.


"Ada apa lagi dengan kamu Kayra. Papa sudah mengatakan berkali-kali kepada kamu. Papa tidak menyuruh kamu untuk kembali bersama Davin. Tapi Brian kamu tidak boleh seegois itu," ucap Aris yang benar-benar netral. Walau Kayra putrinya dan tau penderitaan Kayra selama bersama Davin. Namun dia tidak memihak pada siapapun.


Siapa yang salah itu yang akan peringatinya walau itu anaknya sendiri.


"Pah. Jika dia mengatakan selalu berusaha. Lalu apa papa pikir Kayra tidak. Kayra juga berusaha untuk mengenyampingkan ego Kayra demi Brian melupakan semua apa yang terjadi demi Brian. Tetapi apa dia saja tidak pernah mau berubah. Bagaimana mungkin Kayra akan bersenang-senang dengan dia, dan Brian dengan yang katanya bertanggung jawab pada Brian. Tetapi di sisi lain ada anak yang do telantarkan nya," tegas Kayra.


"Itu tidak benar pah. Aku tidak menelantarkan siapa-siapa," sahut Davin.


"Pembohong!" desis Kayra.


"Kayra apa maksud kamu. Apa kamu punya bukti?" tanya Aris yang tidak mudah percaya dengan Kayra begitu saja.


"Aku bertemu Pricilla di rumah sakit," ucap Kayra melihat kearah Davin dan hal itu mengejutkan Davin.


"Dia datang bersama seorang anak perempuan sebaya Brian, anak itu bernama Cika yang ternyata juga teman sekelas Brian," jelas Kayra.


"Sudah jangan bertengkar di sini lagi. Ayo masuk. Kamu bicara yang tenang Kayra apa yang terjadi sebenarnya, jangan bicara dengan emosi," ucap Ari yang memasuki rumah.


Dia harus mendengarkan semua dulu baru bisa mengambil keputusan. Kayra dan Davin saling menatap dengan Kayra yang menatap Davin dengan tatapan sangat kesal dan Davin juga yang merasa tidak terima karena dituduh.


***********


Flashback.


Kayra berada di ruangan cek medis untuk melakukan pemeriksaan pada pasien berdasarkan no antrian yang seperti biasa Kayra bersama dengan Maya yang ikut membantunya.


"Baiklah no selanjutnya!" ucap Maya menekan bel nomor antrian.

__ADS_1


Pintu ruangan itu terbuka yang mendatangkan seorang pasien yang ternyata Pricilla dan dengan seorang anak perempuan.


"Mari Bu silahkan duduk!" titah Maya dengan ramah. Namun Kayra masih tetap pada lembaran medis yang di periksanya dan belum melihat Pricilla.


"Keluhannya apa?" tanya Kayra mengangkat kepalanya melihat ke arah pasien tersebut. Betapa terkejutnya Kayra saat melihat Pricilla dan begitu juga dengan Pricilla yang tidak kalah terkejutnya.


"Kayra!"


"Pricilla!" lirih Kayra dengan wajah shocknya.


"Kalian saling mengenal?" tanya Maya yang membuyarkan 2 lamunan orang tersebut dan Kayra menghela napasnya yang berusaha untuk profesional.


"Silahkan duduk!" titah Kayra.


Pricilla mengangguk dan duduk bersama dengan anak yang duduk di sampingnya.


"Kamu ingin mengeluhkan apa?" tanya Kayra yang berusaha profesional tanpa mengingat masa lalu yang terjadi.


"Bukan aku tapi anakku," jawab Pricilla dan Kayra langsung menoleh ke arah anak yang lucu itu dengan Kayra menelan salivanya.


"Kamu sudah menikah?" tanya Kayra basa-basi.


"Tidak!" jawab Pricilla membuat Kayra menoleh kearah Pricilla dengan menatap Pricilla dengan serius.


"Aku ketoilet sebentar ya Kayra," sahut Maya. Kayra menganggukkan kepalanya dan Maya pun pergi.


"Kamu punya anak tetapi tidak menikah," ucap Kayra.


"Kamu bemar. Ya aku melakukan banyak kesalahan dan akhirnya mendapatkan resikonya yang mana aku di lepas begitu saja. Aku dan anakku," jawab Pricilla.


"Apa maksudmu?" tanya Kayra.

__ADS_1


"Aku rasa kamu sudah memahaminya. Karena selama ini aku hanya dekat dengan Davin dan hanya Davin pria yang bersamaku dan artinya..." ucap Pricilla membuat perasaan Kayra tidak enak dengan menatap anak tersebut. Seakan Kayra sudah tau kelanjutan dari apa yang pricillia katakan.


Bersambung


__ADS_2