
Mendengar sepenggal cerita Kayra membuat Davin terkejut, begitu juga dengan Aris dan Haykal yang ikut mendengarkan cerita Kayra yang menyebabkan Kayra marah besar dan Brian menjadi pelampiasannya.
"Itu tidak benar," bantah Davin dengan tegas.
Kayra mendengus kasar mendengarnya, "masih saja berbohong," desis Kayra.
"Kayra aku tidak bohong. Apa yang di katakan Pricilla adalah fitnah. Aku sama sekali tidak pernah melakukan hal yang aneh-aneh kepadanya. Apa lagi sampai dia mempunyai anak dari ku," tegas Davin.
"Kamu masih mengelak Davin. Cika itu sudah jelas anak kamu. Dan kamu juga harus tau kalau Cika itu mengalami sakit kanker tulang sumsum belakang dan kamu meninggalkan Cika dan Pricilla dalam masalah besar seperti itu," ucap Kayra yang semakin naik darah melihat Davin yang tidak mau mengakui Cika.
"Anaknya Priscilla sakit!" pekik Silvia.
"Iya kak. Dia kerumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan ternyata selama ini Cika mengalami sakit seperah itu, Pricilla juga menceritakan semuanya bagaimana kamu yang mencampakkan mereka berdua," jelas Kayra.
"Cukup Kayra. Aku sudah mengatakan aku tidak mempunyai anak dari wanita manapun dan aku tegaskan kepadamu. Aku tidak pernah tidur sekalipun dengan Pricilla. Mau kita sebelum menikah, kita sudah menikah dan kamu pergi. Aku tidak pernah tidur dengannya dan aku tidak punya anak sama sekali darinya," tegas Davin dengan wajahnya yang menunjukkan keseriusan.
"Pembohong!" umpat Kayra yang pasti tidak percaya.
"Tapi Davin bukannya saat Pricilla kecelakaan di rumahmu. Bukannya kau sangat dekat dengannya. Kau bahkan lebih menghabiskan waktu bersamanya di bandingkan Kayra dan itu juga penyebab hubunganmu dan Kayra selesai saat itu karena kamu yang telah memilihnya," sahut Silvia.
"Aku tegaskan untuk kalian semua yang ada di sini. Aku tidak pernah memilih Pricilla dan aku akui saat itu aku hanya bingung dan hanya berusaha membujuk Pricilla untuk operasi. Hanya itu saja dan ternyata saat itu Priscilla dan Tante Wulan telah menipuku. Pricilla tidak sakit, dia baik-baik saja dan semenjak itu aku sudah tidak pernah berhubungan dengannya dan bahkan bertemu sampai detik ini," jelas Davin yang berusaha membuat orang-orang percaya.
Namun sangat terlihat jelas dari wajah Kayra. Jika dia tidak percaya sama sekali dengan panjang lebar yang di katakan Davin.
"Kayra apa kamu punya bukti lain selain hanya perkataan Pricilla saja?" tanya Aris.
"Bukti apa lagi pah, semua sudah jelas. Anak itu sudah menjadi buktinya," tegas Kayra.
"Tapikan Kayra belum tentu juga anak itu anak Davin. Kalau hanya dari perkataan itu bukan bukti," sahut Haykal.
__ADS_1
"Maksud kamu Pricilla bohong gitu. Haykal itu tidak mungkin. Dia mana mungkin berbohong. Anak sekecil itu juga sakit dan mana mungkin di berbohong," ucap Kayra.
"Aku bukannya membela Davin Kayra. Tapi bukannya selama ini dia tukang bohong," sahut Silvia.
Kayra terdiam. Sekarang dia baru ragu. Jika apa yang di katakan Pricilla bohong. Apalagi mendengar kata-kata Davin yang begitu tegas.
"Kayra jangan langsung mengambil keputusan hanya dari sebuah perkataan. Apa lagi sekarang ini menyangkut dengan Davin. Bukannya dulu kamu dan Davin juga terjebak dengan situasi Sandiwara yang di ciptakan Pricilla yang seharusnya kamu harus belajar dari setiap masalah dan mencoba meneliti, memahami. Jangan asal main ambil kesimpulan saja," ucap Aris dengan bijak.
Kayra terdiam dengan helaan nafasnya yang berat. Kayra mengusap wajahnya dengan kedua tangannya dan menyibak rambutnya kebelakang dengan 5 jarinya.
"Aku akan membuktikan kepada semuanya. Jika aku tidak punya anak sama sekali dari Pricilla," ucap Davin yang memang harus membuktikannya apa kebenarannya biar orang-orang percaya padanya.
"Iya kamu memang harus membuktikannya Davin," sahut Aris yang setuju.
"Dan jika aku bisa membuktikan membuktikannya. Jika aku tidak punya anak dari wanita manapun termasuk Pricilla. Kau Kayra harus kembali hidup bersamaku," ucap Davin dengan penuh penegasan dan penekanan yang memberikan syara besar yang pasti membuat Kayra terkejut mendengarnya sampai melihat ke arah Davin.
"Apa yang aku katakan sudah jelas dan selama ini aku hanya ingin Brian bahagia dan dia hanya akan bahagia ketikan apa yang di inginkannya terwujud yang artinya kau harus mengabulkan apa yang aku inginkan," tegas Davin yang berdiri dari tempat duduknya.
"Aku ingin melihat Brian dulu!" ucap Davin yang langsung pamit.
"Davin syarat mu tidak masuk akal. Kau tidak bisa memaksa ku untuk bersamamu. Semua itu tidak mudah Davin. Aku tidak mau," protes Kayra yang tidak setuju. Haykal dan Silvia saling melihat yang tidak tau apa yang di pikirkan mereka.
"Kayra papa hanya ingin kamu memahami situasi yang ada dan dengan kamu melihat Brian tadi. Kamu seharusnya sudah tau apa yang kamu lakukan dan dengan Davin yang berusaha membuktikan. Kamu juga seharusnya tau. Jika apa yang telah kamu ketahui pasti tidak benar dan dari usaha Davin sudah menjelaskan jika dia sudah berubah dan benar-benar hanya serius untuk kembali bersamamu," ucap Aris dengan bijak yang mencoba untuk membuat pikiran Kayra jernih.
"Tapi pah," sahut Kayra.
"Papa berharap kamu jauh lebih dewasa untuk hal ini. Kamu harus ingat kamu itu seorang ibu," ucap Aris memberi pesan lalu berdiri dari tempat duduknya yang kemudian langsung pergi.
Kayra menghela napasnya penuh dengan kebingungan yang tidak tau harus melakukan apa lagi yang hanya bisa menghela napas berkali-kali saja.
__ADS_1
"Kayra aku sama Haykal hanya mensuport apa yang terbaik saja," sahut Silvia.
"Iya Kayra," sahut Haykal.
************
Davin sekarang berada di depan pintu kamar mandi di dalam kamar Brian di mana Davin sejak tadi mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi karena Brian tidak mau di temui. Begitu Davin memasuki kamar Brian. Brian langsung berlari kekamar mandi yang pasti ngambek dengan orangtuanya.
"Brian ayo buka pintunya jangan terus marah sama papa. Papa minta maaf nak. Ayo nak buka pintunya," bujuk Davin.
"Papa sama Mama jahat. Brian mau tinggal sama kakek saja. Brian tidak mau pulang. Tidak mau ketemu mama dan papa lagi," sahut Brian dari dalam kamar mandi yang benar-benar kecewa.
"Papa minta maaf," ucap Davin dengan suara rendahnya yang sejak tadi berusaha membujuk Brian.
Tidak lama Kayra juga datang dan Kayra langsung melihat ke arah Davin yang seakan bertanya bagaimana dan Davin menggelengkan kepalanya.
"Brian ini mama, ayo buka pintunya. Kita harus makan," ucap Kayra.
"Brian sudah bilang tidak mau makan, tidak mau apa-apa kalau mama dan papa masih ada di sini. Brian tidak mau ketemu mama dan papa, Brian tidak mau pokoknya," tegas Brian yang membuat Kayra dan Davin saling melihat.
"Mama sama papa pergi aja. Kalian itu ribut terus. Brian mau tinggal di sini sama kakek. Mama dan papa sangat jahat. Mama dan papa jahat!" teriak Brian.
"Maafin mama Brian. Mama tidak bermaksud untuk membuat Brian sakit hati hati. Maaf sayang," ucap Kayra dengan lembut.
"Jangan minta maaf. Kalau dan mama masih terus kayak gitu Brian tidak mau ketemu lagi. Pokoknya Brian tidak mau tinggal sama mama atau sama papa," tegas Brian dengan sembari menangis.
Kayra dan Davin kembali saling melihat dan sekarang anak mereka benar-benar marah.
Bersambung
__ADS_1