
Davin berdiri dengan bersandar di dingding yang berada di luar toilet wanita. Tidak lama Kayra keluar dari dalam toilet dan langsung melihat Davin yang membuat Kayra terkejut.
"Davin! ngapain kamu di sini?" tanya Kayra heran.
Davin menghela napasnya dan langsung melangkah mendekati Kayra yang berdiri di hadapan Kayra.
"Semakin kamu sengaja menjauhkan Brian dari ku. Semakin aku penasaran dengan anak itu," ucap Davin.
"Apa maksudmu? apa kau tidak paham juga dengan apa yang aku katakan kemarin. Brian anakku dan tidak ada hubungannya denganmu dan terserah ku mau melarangnya berhubungan dengamu atau tidak," ucap Kayra dengan penuh penegasan.
"Jika dia tidak ada hubungannya denganku. Kau tidak akan setakut ini Kayra, kau tidak akan cemas dan penuh kepanikan seperti ini," ucap Davin.
"Apa yang kau bicarakan. Aku tidak panik, takut atau apapun saat bertemu denganmu. Davin seorang wanita wajar khawatir. Karena aku sudah punya kehidupan sendiri dan kau mantan suamiku dan tiba-tiba datang yang berusaha mendekat. Aku jelas khawatir dengan keluargaku yang akan terusik nantinya karena kehadiran orang ke-3," ucap Kayra menegaskan.
"Apa maksudmu. Kau mengatakan aku orang ke-3," sahut Davin.
"Lalu apa lagi hah! aku khawatir karena tidak ingin orang ke-3 masuk kedalam rumah tanggaku. Tidak seperti dirimu yang memberikan ruang untuk hal itu," sahut Kayra yang penuh sindiran.
"Kau mengungkit masa lalu. Baiklah Kayra kita bahas sekarang yang mana semuanya hanya terjadi kesalah pahaman. Kayra kepergian kamu seharunya tidak terjadi. Kamu hanya pergi dengan pemikiran kamu yang menganggapku memilih Pricilla. Kayra saat itu...."
"Cukup!" sahut Kayra menghentikan Davin yang berbicara lagi.
"Aku sudah melupakan segalanya, kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi. Aku juga tidak mau tau bagaimana wanita itu dan apakah kalian masih bersama, sudah menikah, atau tidak. Aku tidak mau tau dan itu bukan urusanku," sahut Kayra penuh penegasan.
"Tetapi kau yang mengungkitnya Kayra dan aku tidak seperti dirimu yang masih dalam status pernikahan sudah berani menikah dengan orang lain," sahut Davin dengan menekan suaranya.
"Bagiku pernikahan kita sudah berakhir, semenjak saat itu dan terserah aku mau menikah atau tidak. Karena aku wanita yang statusnya sudah sendiri," sahut Kayra memperjelasnya.
"Kau sangat bangga dengan pernikahan mu setelah kau pergi. Lalu di mana kata-kata cinta yang kau ucapkan dengan air mata mu. Apa itu hanya kata-kata saja dan sebenarnya tidak ada," sahut Davin membuat Kayra terdiam dengan menelan salivanya.
__ADS_1
"Kenapa diam. Bukannya kau wanita yang paling mencintai saat itu dan pergi dengan kata-kata yang seolah yang paking tersakiti dan apa kau dengan mudahnya menikah," sahut Davin.
"Dengarkan aku Kayra. Aku mengakui kesalahan ku dan cukup 5 tahun aku mencoba memahami semuanya dan jika pembalasan untukku saat wanita yang aku tunggu-tunggu akan datang kembali dan tiba-tiba sudah menikah. Baik aku anggap itu pembalasan dan hukuman untukku. Tetapi aku tidak bodoh Kayra yang percaya kata-kata mu mengenai Brian. Kau tidak bisa Kayra egois dengan menyembunyikan masalah anak kita," ucap Davin menegaskan.
"Dia bukan anakmu," sahut Kayra menegaskan menekan suaranya dengan matanya yang bergenang.
"Mari tes DNA," sahut Davin yang mengejutkan Kayra dengan mata Kayra yang terbuka lebar.
"Davin kau...." lirih Kayra yang sangat terkejut mendengar keinginan Davin.
"Perasaan ku tidak pernah salah Kayra. Aku merasakan ikatan batin bersama Brian dan iya kau mungkin lupa. Jika nama Brian sendiri adalah nama yang aku berikan untuk anak kita dan kau memakainya dan kau masih bisa mengelak," ucap Davin.
Kayra jelas mengingat bagaimana obrolannya dengan Davin waktu itu. Jika punya anak laki-laki Davin sudah menyiapkan namanya. Yaitu Brian dan Kayra memakai nama itu karena mengingat kata-kata Davin.
"Kau tidak bisa mengelak Kayra. Aku berusaha untuk dekat kembali bukan untuk bermaksud mengganggu mu atau suamimu. Aku terima Kayra dengan pernikahan mu yang bisa di katakan sebuah penghiyanat. Tetapi aku harus tau dulu mengenai anakku dan jika kau terus mengatakan Brian bukan anakku. Maka ayo tes DNA dan setelah apa yang kau katakan benar aku akan menjauh dari keluargamu," tegas Davin dan Kayra tidak mengeluarkan kata-kata sama sekali yang hanya diam menahan air matanya.
"Aku tidak bermaksud Kayra untuk mengambilnya darimu. Tetapi paling tidak aku tau. Aku harus tau Kayra. Hanya itu yang aku inginkan," sahut Davin menguatkan suaranya yang berbicara di depan Kayra.
"Kayra kau kenapa?" tanya Davin panik dengan Kayra yang keringat dingin yang terus memegang perutnya yang begitu sakit.
"Kayra kau baik-baik saja?" tanya Davin memegang tangan Kayra.
"Perutku! perutku sakit!" lirih Kayra dengan napasnya yang tidak stabil yang terasa sesak.
"Kayra ada apa dengamu?" Davin semakin panik dan langsung menggendong Kayra ala bridal style yang mana Kayra juga sudah pingsan karena menahan sakit pada perutnya.
"Kayra bertahanlah!" ucap Davin panik dan langsung membawa Kayra.
Davin kembali ketempat makan dan Brian melihat mamanya yang sudah di gendong.
__ADS_1
"Mama kenapa?" tanya Brian yang berlari mengejar mamanya. Haykal dan Aris juga terkejut dan langsung berlari.
"Davin Kayra kenapa?" tanya Aris panik.
"Tidak tau pak. Kayra mengeluh sakit perut dan langsung tidak sadarkan diri," ucap Davin panik.
"Berikan kepadaku. Biar aku yang menggendongnya," sahut Haykal dan Davin terdiam. Lalu langsung memberikan Kayra pada Haykal dengan berat hati.
Davin menyadari. Jika Haykal suami Kayra dan tidak pantas jika dia yang menggendong Kayra. Walaupun dia juga masih suami Kayra.
"Kita sebaiknya bawa kerumah sakit," sahut Aris yang panik.
"Mama kenapa?" tanya Brian yang panik.
"Brian tenang dulu mama tidak akan apa-apa," ucap Aris.
Mereka dengan paniknya langsung membawa Kayra ke luar dari Restaurantnya menuju rumah sakit dan Davin diam di tempatnya melihat Kayra yang di gendong pria lain membuat api cemburu di wajahnya.
Barusan Davin mengatakan akan menerima pernikahan Kayra. Walau itu sangat berat. Tetapi nyatanya tidak. Baru saja Pria yang di ketahuinya suami Kayra itu mengendong Kayra membuat hatinya panas.
Davin menghela napasnya dan langsung mengikut saja. Karena dia juga sangat khawatir pada Kayra.
***********
Di dalam mobil Davin yang menyetir dengan Aris berada di sebelahnya dan Kayra, Brian dan Haykal berada di belakang dengan Kayra yang berbaring di paha Haykal dan Haykal terus membangunkannya dengan menepuk-nepuk pipi Kayra.
Davin yang menyetir sebentar-sebentar melihat dari kaca spion melihat Kayra dan cara Haykal mmeperlakuakannya yang kembali membuat Davin cemburu.
Aris yang di sanalah Davin sangat memperhatikan eksperesi Davin. Seolah Aris sangat tau apa yang di rasakan Davin. Namun apa yang bisa dilakukannya. Tidak ada sama sekali.
__ADS_1
Bersambung