Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.

Pernikahan Dalam Ikatan Surat Kontrak.
Bab 112 Untung tidak apa-apa.


__ADS_3

Davin terus mencium Kayra. Merasakan alkohol yang di minum Kayra. Namun tiba-tiba ciuman itu berhenti ketika Davin merasa ada tumpahan yang di keluarkan dari mulut Kayra. Apa lagi kalau bukan Kayra muntah.


" Ehegk, ekkkk," wajah Davin beserta pakaiannya harus kotor akibat muntahan Kayra. Dengan matanya yang terbuka sipit Kayra melihat Davin dengan tertawa.


" Aku muntah," ucap Kayra tanpa berdosa sembari mengusap mulutnya dengan punggung tangannya.


" Kau pasti marah ya!" tunjuk Kayra pada wajah Davin yang terlihat datar yang hanya memperhatikan tingkahnya.


Ehegk, Ehegk, Ehegk Ehegk. Kayra kembali ingin muntah dan langsung berlari ke kamar mandi.


" Kayra!" panggil Davin yang menyusul Kayra.


Kayra mengeluarkan semua yang ada di dalam perutnya di closed yang terduduk di lantai. Begitu Davin sampai di kamar mandi langsung berada di belakang Kayra dengan 1 lututnya yang menahan lantai dan mengusap-usap punggung Kayra sembari memijat- mijatnya agar Kayra mengeluarkan semua alkohol yang di minumnya.


Ehegk, Ehegk, Ehegk Kayra terus muntah-muntah.


" Kayra!" lirih Davin yang hanya kasihan dengan Kayra.


" Aku lemas sekali," ucap Kayra yang sudah berbalik badan menghadap Davin dan Kayra langsung menjatuhkan kepalanya di paha Davin dengan memeluk pinggang Davin.


" Jangan tinggalkan aku. Aku takut! aku takut kehilangan semua yang aku impikan. Di dalam hidupku aku tidak pernah menginginkan apa-apa selain kesembuhan papa. Aku tidak pernah takut apa-apa selain kehilangan papa. Tetapi sekarang aku sangat takut. Aku takut Davin. Aku takut kau tidak menginginkan ku lagi," ucap Kayra dengan menangis di pelukan Davin yang mengutarakan rasa takut yang di hantuinya selama ini.


Davin menunjukkan ekspresi senduhan mendengar kata-kata Kayra membuat napasnya menghembus berat.


" Aku tidak akan meninggalkanmu Kayra. Aku berjanji!" ucap Davin dengan suara seraknya yang mengusap-usap kepala Kayra.


" Bohong! kau itu pembohong. Kau selalu berjanji padaku. Tetapi apa kau selalu mengingkarinya," sahut Kayra.


Davin terdiam. Davin tidak menanggapi lagi apa kata Kayra dia langsung menggendong Kayra ala bridal style keluar dari kamar mandi. Di mana Kayra sudah tidak sadarkan diri yang tangannya di kalungkan ya pada leher Davin.


Sebelum melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi. Davin menoleh ke arah Kayra. Di mana air mata Kayra masih menetes di pipi mulus itu.

__ADS_1


" Maafkan aku. Kau jadi seperti ini karena aku," ucap Davin merasa bersalah yang langsung membawa Kayra keluar dari kamar mandi.


Davin merebahkan Kayra di Sofa dan Kayra meracau dengan pelan. Davin meninggalkannya di sofa dan kembali ke tempat tidur. Karena Kayra tadi muntah. Davin harus mengganti seprai agar Kayra bisa istirahat.


Semua di kerjakannya yang sekali-kali melihat ke arah Kayra yang tertidur begitu gelisah. Tidak lama Davin menyelesaikan pekerjaannya. Davin membuka lemari dan mengambil pakaian Kayra dan langsung menghampiri Kayra kembali.


Tidak menunggu lama Davin langsung membuka pakaian Kayra dan menggantinya.


" Apa yang kau lakukan?" racau Kayra setengah kesadarannya. Namun Davin tidak peduli dan terus melakukannya sampai akhirnya pekerjaannya selesai dan Davin mengangkat Kayra ke atas tempat tidur.


Davin juga memberinya air sebelum Kayra benar-benar beristirahat. Setelah beres mengurus istrinya Davin duduk di samping Kayra dengan mengusap-usap pipi Kayra. Dia menatap sendu wanitanya yang sepertinya merasakan dilema.


Kayra merasa ada yang menyentuhnya langsung meraih tangan itu dan membuat Davin tertarik sehingga wajahnya berdekatan pada Kayra, menatap jelas wajah yang penuh kesedihan itu.


Perlahan Kayra membuka matanya dan melihat wajah Davin. Tidak tau Kayra sadar atau tidak.


" Jangan pergi!" ucap Kayra dengan suara seraknya.


**************


Mentari pagi kembali tiba dengan hari yang baru dan malam terlewat kan dengan indah. Di mana masih di kamar Kayra. Kayra yang tertidur di pelukan suaminya. Kepalanya yang berada di dada bidang suaminya dengan tangannya yang di pegang Davin di atas dada itu.


Perlahan Kayra membuka matanya. Terasa berat pasti dan sangat sulit di buka. Namun lama kelamaan langsung terbuka sempurna dan melihat ke arah Davin yang berada di sisinya. Di mana Davin yang tertidur lelap. Kayra begitu terkejut dengan ke adaannya yang sudah bersama Davin.


Perlahan Kayra melepas tangannya dari genggaman Davin dan dengan hati-hati bergeser dari Davin dan sampai akhirnya bisa tanpa Davin bangun. Kayra duduk dengan menekuk ke- lututnya dan mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya sampai kerambutnya.


" Apa yang terjadi!" ucap Kayra dengan deru napas tidak stabil.


Kayra memijat-mijat kepalanya yang terasa berat. Dan berusaha mengingat apa yang terjadi.


Kayra yang di suruh menjemput Silvia di Club. Yang ternyata Silvia belum mabuk. Namun Silvia dengan lempangnya curhat masalah Lian ke pada Kayra. Ke asyikan cerita. Ternyata Kayra yang juga stres ikut minum dan akhirnya mabuk dengan ke-2 wanita yang bersaudara tiri itu yang mabuk dengan sama-sama galau.

__ADS_1


" Kau gila Kayra!" umpat Kayra mengutuk dirinya sendiri, " di mana otakmu, bisa-bisanya kau minum dalam ke adaan hamil. Kayra kau itu benar-benar gila!" umpatnya yang pasti menyesali kebodohannya.


" Aku harus periksa ke Dokter jangan sampai terjadi sesuatu pada bayiku," ucap Kayra yang langsung turun dari ranjang untuk memeriksa kandungannya.


Dia bahkan tidak menunggu Davin bangun dulu. Kayra langsung buru-buru keluar dari kamar dan saat keluar dari kamar. Kayra berpapasan dengan Silvia yang juga sama-sama keluar dari kamar. Mereka saling melihat. Namun Kayra langsung pergi.


" Main pergi aja!" gumam Silvia geleng-geleng dan langsung pergi juga yang pasti dia mencari sesuatu yang bisa menghilangkan rasa mual di perutnya.


Mereka memang sama-sama bodoh yang dalam keadaan hamil bisanya minum alkohol. Mungkin Kayra sangat takut terjadi sesuatu pada bayinya. Berbeda dengan Silvia lebih baik kehilangan bayinya dari pada tetap ada yang di mana dia tidak mendapatkan pertanggung jawaban dari Lian.


********


Rumah sakit.


Akhirnya Kayra sudah memeriksakan kandungannya dan sekarang sedang berhadapan dengan Dokter.


" Jangan melakukan ini lagi ya Bu Kayra. Ini sama saja ibu membunuh janin ibu sendiri," ucap Dokter menegaskan pada Kayra.


" Maaf Dok," sahut Kayra tertunduk malu. Ulahnya keterlaluan yang tidak memikirkan bayi di kandungannya.


" Untuk bayinya tidak apa-apa. Mungkin karena cepat di tangani. Jadi kandungan alkohol yang masuk ke dalam tubuh Bu Kayra tidak berbahaya," jelas Dokter.


" Di tangani maksud Dokter?" tanya Kayra heran.


" Ya sangat beruntung yang menangani Bu Kayra begitu paham," sahut Dokter membuat Kayra bingung.


" Apa maksud Dokter. Perasaan aku mabuk dan aku juga tidak minum apa-apa dan Davin memang apa yang di lakukannya. Lagian dia juga tidak tau aku hamil. Mana mungkin dia bertindak sesuatu. Arggg sudahlah. Mungkin ini kesempatan paling besar untukku. Bayi ku tidak apa-apa sama sekali, maafkan ibu nak. Ibu janji tidak akan seperti ini lagi," batin Kayra penuh penyesalan. Namun masih memikirkan dengan kata-kata Dokter masalah di tangani dirinya sampai apa yang di lakukannya tidak membuat janinnya terganggu.


Bersambung


.

__ADS_1


__ADS_2